Untuk saat ini, aku memiliki Satu keranjang buah buahan bernama Velbo. Ada beragam bentuk nya tapi namanya sama. Ini adalah persembahan dari Kudo. Lalu, ada Celana dalam Feria baiklah, aku beruntung si Yunia tak melihat nya. Tapi, tunggu ...
Apa ibuku melihatnya?
Akh, tak bisa kubayangkan seberapa marah dia kalo tau ini?
Kusimpulkan dia tak melihat nya...
Kemudian, disini kulihat ada perhiasan disekeliling pinggiran dalam kotak panjang ini. Perhiasan perhiasan ini pastilah milik Yuri, dia mempersembahkan bakat pengrajin nya disini.
"Hmmm, untuk sekarang kita poto satu persatu!" Ujarku mengarahkan kamera ponsel saat sudah meletakan satu jenis barang di meja.
Sesudah mempoto semua jenis barang, aku mulai membuat majalah iklan di Apx yang sering ku andalkan untuk buat iklan blogger pembahasan LOS. Penting itu membuat makalah produk dan penjelasan singkat sebelum memasarkan nya di pasar gelap.
Setelah itu, tentu saja aku membuat sebuah Blog hitam di Forum ilegal. Mirip dengan Google namun agak berbeda, hanya dapat diakses oleh orang orang bertalenta tinggi di bidang Internet. Mereka yang benar-benar telah tenggelam dalam internet atau mereka yang memiliki pengaruh besar di dunia ini sehingga dapat mengakses segalanya.
Beri beberapa note kode, agar tak sembarang orang yang bisa mengunjungi situs.
Pasti banyak yang bertanya kenapa harua pake kode? Tentu, agar mereka semua penasaran dengan produk apa yang sebenarnya di tampilkan dari situs ini?
Lalu, melakukan pemasaran di sosial media hitam ....
Setelah itu aku memencet tombol off di ponsel ku dan mulai melihat ke arah layar PC yang menunggu untuk dimainkan.
"Kapan aku harus memulai Azab nya? Sekarang aku memiliki beberapa senjata dan bahkan seorang penolong disini ..."
Yah, aku melihat Valian telah tergabung dengan desa. Entah, bagaimana caranya Rapunzel bisa mengaitnya dan menjadikan nya orang penting kedua setelah Dia?"
Menjadi pemimpin untuk pertarungan Azab Dewa, sungguh rencana Rapunzel benar-benar berlian. Tapi, diposisi ini Ayahnya sebagai kepala desa tentu berpengaruh untuk meyakinkan semua nya.
"Hmmmm, aku harua mulai sekarang atau akan tetap seperti ini saat aku merasa ragu lagi ..." Ujarku menggerakan mouse dan menekan kata Mulai.
[ Azab Dewa Dimulai! ]
*Penyerbuan Monster!
Entah, kenapa layar agak menampilkan suasana mencekam dengan hiasan walpaper hitam dan berdenyut denyut layarnya ditambah dengan alunan melodi seram perang.
Para warga seolah menyadari sesuatu, insting bahaya semua orang melonjak sehingga semua orang mengangkat senjata mereka masing-masing.
Rapunzel, dia terlihat berdiri dengan wajah tegang menatap kearah kejauhan.
"Sialan, terlalu damai sampai kita lupa peringatan Tuhan akan bencana!"
Valian berdiri dari atas menara meneropong kearah kejauhan. Dia berteriak melalui sebuah corong besi besar yang terhubung tali langsung kearah semua menara.
"Telah dimulai, hal yang diwaspadai oleh kalian!" Itu kata-katanya.
Aku melihat dari layar, perlahan area yang tak bisa kulihat muncul satu persatu monster. Yah, sudah kuduga bahwa akan begini lah jalan ceritanya. Monster monster itu membentuk kloni dan menyerang dari segala sisi.
Dalam sejenak aku merasa khawatir dengan keadaan desa.
"Kuharap mereka bertahan ..." Ujarku meneguk liur ku.
Aku sudah merasa yakin bahwa desa pasti akan memenangkan pertempuran ini. Tapi, rasa ragu menyelimuti hatiku lagi, melihat ada banyak nya monster yang muncul dan tambahan penjelasan Event di layar berjudul.
[ Gelombang Monster 1 ]
Penjelasan ; Monster monster yang terpaut pada gelombang satu, rata-rata lemah dan mudah di taklukan.
---....
Di gerbang desa, seorang bernama Valian mengangkat tangan nya dan perlahan keluar beberapa mayat hidup dengan pedang di tangan dan beberapa monster tengkorak yang merupakan bekas bekas monster mati dihutan ini.
"Kalian para bawahan ku, yang telah bersedia menyerahkan jiwa kalian padaku, patuhi aku dan serang para monster itu ..."
Seketika perang gelombang monster dan gelombang mayat di mulai.
Aku melihat perkembang pertarungan yang memuaskan bahkan menurutku tanpa senjata mungkin akan baik baik saja.
Belum lagi, saat aku melihat Rapunzel mengangkat tangan nya. Sesuatu yang aneh terjadi dari atas pohon doa.
Sesuatu yang bercahaya kuat dan meliuk liuk bak ular raksasa.
Yang kulihat adalah Naga ular berwarna emas.
Kemudian, dalam tabjuk ku layar menutupi keadaan.
[ Naga Ular Emas, merupakan Roh Dewa yang bersemayam di dalam tubuhnya Rapunzel sehingga ia sangat kuat dalam hal kemampuan fisik! ]
*Kategori nya sihir!
Rapunzel dengan wajah datar menunjuk kearah depan. "Naga Ular Emas, hancurkan semua monster itu!"
Seketika Naga itu terbang kearah ribuan monster yang terus bertambah dan membunuhnya dengan gigitan dan cakaran sekala besar besaran.
Beberapa monster berhasil memanjat tembok namun tak ada yang pernah berhasil sampai keatas dikarnakan adanya ribuan tong yang berisi api menyala dari minyak.
Edward tertawa di atas pagar Tembok besar desa.
"Dari Negri Timur, aku belajar sesuatu tentang pertahanan, jangan kalian pikir bisa sampai keatas sini dengan mudah! Aku adalah Pedagang satu satunya dan orang terpintar di desa ini!"
Dia dengan bangga nya tertawa lepas melihat kematian banyak sekali monster monster yang terbakar saat minyak panas api itu menyala dan dituangkan kearah para monster yang memanjat.
Lalu, untuk monster monster besar. Diatas menara telah bersiap beberapa mariam, dipimpin oleh Felck. Dia yang mengatur mekanisme Mariam besar dengan tembakan dari Cahaya biru yang melelehkan sesuatu. Aku tau itu sejenis plasma tapi mariam itu memiliki kekurangan yang mana hanya bisa menembak sekali. Karna itu lah Felck memerintahkan untuk menembak musuh yang menurutnyansangat sulit dikalahkan. Yaitu monster monster yang berukuran besar dan berlevel tinggi.
Perang gelombang monster melawan Desa Oper power!
Yah, melihat ini aku jadi agak lega ... Semua rasa kawatir ku sedikit mereda ...
Ditambah, beberapa pria muda tampak bersemangat dengan senjata baru yang mereka bawa. Yah, mungkin karna mereka tak tahu senjata yang mereka gunakan itu sehingga merasa bersemangat.
Tapi, aku takut para pria muda ini terlalu terbawa suasana dan malah berakhir dengan kematian ...
Apa baik baik saja mereka ini?" Tanyaku dihati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments