Merasa bahwa nyawa informan ku dalam bahaya, secepat mungkin aku mengetik.
"Jangan-jangan, jika kalian membunuh Edwardkun siapa yang membantu aku mengumpulkan informasi di luar wilayah dan lagi pula kalian semua itu tak ada yang berotak logis selain Edward ..."
Namun, aku juga memikirkan kata-kata ku untuk menolong Edward tanpa mengurangi martabat ku.
Firman ku.
"Jadi ada salah seorang dari kalian bertanya tentang siapa Iblis itu? Kata kan padanya, bahwa ia adalah Iblis yang berwujud manusia dan sekarang berada di area hutan ini ... Kemampuan nya adalah Necromancy dan pena yang mampu memperkuat senjata ... Katakan padanya saat kalian bertemu bahwa Pena itu milik Dewa, dan dia meminta Pria itu menyerahkan nya pada Desa sebagai Pusaka ..."
Rapunzel yang sedang mau menangkap wajah Edward yang ketakutan seketika mengurungkan niatnya.
*Kecap!
Dia mengecap tangan nya yang hampir menggerogoti wajah si Edward.
Memucat Edward, dia mendengar bunyi cakar di depan wajahnya seolah itu adalah suara dari telapak tangan yang di kecap Rapunzel.
Dia mengetahui nya, bahwa Rapunzel telah membangkitkan nya.
Kekuatan terpendam nya, yah semua orang tau bahwa Rapunzel memiliki atribut Promedial Roh di tubuhnya.
Roh apa yang bersemayam di dalam tubuhnya? "Pikir Edward.
Dia memegang wajahnya dengan ketakutan Edward.
" Jika dia tak berhenti tadi, pastinya aku sudah mati ..." Ujarnya jadi kesulitan bernafas.
Teman teman Edward, menenangkan nya. Mereka juga merasakan hal sama, karnanya tak ada satupun yang berani berbicara.
Sementara itu, Rapunzel memegang dagunya. Lalu berkata dengan wajah serius.
"Dewa menurunkan Firman, bertepatan aku mau mengeksekusi Edward? Apa Dewa melindungi Edward?" Tanya dihati Rapunzel.
Dia lalu membuka Kitab Harapan.
"Ada Firman baru dari Dewa M!"
Dia membacanya seketika di hadapan semua orang desa.
"Jadi ada salah seorang dari kalian bertanya tentang siapa Iblis itu? Kata kan padanya, bahwa ia adalah Iblis yang berwujud manusia dan sekarang berada di area hutan ini ... Kemampuan nya adalah Necromancy dan pena yang mampu memperkuat senjata ... Katakan padanya saat kalian bertemu bahwa Pena itu milik Dewa, dan dia meminta Pria itu menyerahkan nya pada Desa sebagai Pusaka ..."
Dengan suara keras yang dapat di dengar semua orang.
Setelah itu dia memandang Edward. "Apa kau puas sekarang, Edward?"
Edward mengangguk. "Baik, utusan!"
Rapunzel menatap jijik Edward dengan sinis. "Kau selamat hari ini, jika kau ulangi ku bunuh meski Dewa mencegahnya ..."
Aku yang berada di balik layar menatap monitor dengan wajah ketakutan.
"Astaga, kau harus hati-hati lain kali Edward kun ..."
Edward mengangguk pada Rapunzel dengan wajah pucat. "Iya, utusan!"
Rapunzel mengangguk serius kedepan, lalu berkata.
"Ini adalah perintah pencarian, karna nya kalian pergilah ke hutan dan temukan si Penyelamat kita!"
Semua bersorak orayk!
Aku mengela nafas keluh melihat itu. "Malah jadi Quest pemburuan ..."
Pencarian berlanjut sampai situasi di game memasuki malam hari.
Aku melihat dari sudut layar kearah Valian dengan Zoom namun aku terkejut bukan kepalang.
"Eh, Valian itu adalah Tengkorak pada malam hari?!" Ujarku begitu kaget.
Disinari rembulan, Valian tampak dengan wujud tengkorak berbaju hitam pendeta nya.
Dia berjalan melintasi hutan lalu saat dia melewati pohon besar, aku terkejut lagi.
"Eh, Valian jadi manusia?"
Lalu, hal itu berulang ulang ...
Dimana setiap ia terkena sinar rembulan, Valian menjadi tengkorak dan saat tidak terkena sinar rembulan dia jadi manusia.
Seketika aku sadar dan menegang dagu dengan mengambil kesimpulan.
"Valian dapat terlihat sebagai Iblis jika terkena sinar rembulan ..."
-
-
-
-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments