Masa Depan

Alice begitu frustasi setelah melihat Alvin kini telah bahagia dengan wanita lain. Untuk menghilangkan rasa sakit di hatinya wanita itu memilih untuk menghabiskan waktunya di Bar.

"Tolong satu gelas lagi ya mas"

Racau wanita itu kepada seorang bartender, Alice sudah menghabiskan 5 gelas minuman beralkohol dan Ia masih merasa belum puas walaupun setengah kesadarannya itu telah hilang.

"Dasar wanita j*lang, ada masalah apa hingga dia minum sampai sebanyak itu?"

Hardik Evan yang sedari tadi diam-diam merekam kelakuan buruk mantan istrinya yang sedang minum-minuman beralkohol.

Evan sudah lebih dulu berada di Bar untuk mencicipi kupu-kupu malam, sebelum mantan istrinya itu datang.

Rekaman itu rencananya akan Evan gunakan untuk menuntut hak asuh Felisya agar jatuh ketangannya.

Dengan menciptakan citra buruk terhadap mantan istrinya di tambah kekuasaan yang Ia miliki, Evan yakin sebentar lagi keinginannya akan terpenuhi.

Walaupun Evan tidak pernah mencintai Alice, tapi Evan sangat menyayangi Felisya putri semata wayangnya.

***

***

Alvin merebahkan tubuhnya di sebelah Shana, setelah menghujani dinding rahim wanita itu dengan cairan hina miliknya untuk yang ke tiga kalinya malam ini.

Pria itu sangat puas saat melihat istrinya tak berdaya atas ulahnya.

Untuk sesaat suasana hening, mereka sibuk mengatur napas masing-masing agar kembali normal.

"Mas? Apa kamu gak mau cerita sesuatu sama aku?"

Lirih Shana sembari menatap hampa langit-langit kamar, pikirannya masih di hantui oleh bayang-bayang dari sang mantan dari suaminya.

Shana memiringkan wajahnya agar bisa melihat wajah sang suami dengan lebih jelas, wajah Alvin yang berkeringat seusai bercinta terlihat semakin tampan di mata Shana.

"Maksudnya? cerita apa sayang?"

Alvin ikut memiringkan tubuhnya ke arah Shana hingga kini mereka saling berhadapan.

"Tentang masa lalu kamu, misalnya mantan kamu gitu"

Walaupun telah mengetahui apa posisi Alice dalam hidup Alvin di masa lalu, tapi Shana belum merasa puas jika belum mendengarnya langsung dari Alvin.

"Ck. Untuk apa sayang? Itukan cuma masa lalu yang sudah gak penting lagi. Sebaiknya kita lupakan masa laku kita masing-masing tentang mantan dan melangkah bersama menuju masa depan bersama"

Jawab Alvin lugas sembari mengulas senyumnya.

Shana merasa ucapan Alvin ada benarnya juga, tapi tetap ada rasa takut di hati gadis itu. kalau-kalau masa lalu Alvin akan mengusik ketenangan rumah tangga mereka suatu hari nanti.

Apalagi setelah melihat sikap mantan kekasih Alvin yang dengan berani menemui pria itu di kantor. Entah apa tujuan wanita itu sebenarnya.

"Kamu yakin Mas? Bagaimana kalau mantan kamu itu datang lagi dalam hidup kamu?"

"Aku tidak akan peduli, karna di hati aku sekarang cuma ada kamu"

Alvin mengecup kening Shana di akhir kalimatnya.

Shana merasa sedikit tenang mendengar jawaban Alvin dan mencoba untuk percaya pada lelaki itu sepenuhnya.

***

***

Shana menggenggam selembar kertas dan membaca isinya dengan nanar. Sebuah surat pemberitahuan kalau dirinya telah resmi di keluarkan dari kampus.

Karna terlalu sibuk dan menikmati peran barunya sebagai istri seorang Alvin Bagaskara. Shana jadi melupakan pendidikannya yang sudah memasuki semester ke 5 tahun ini.

"Apa ini sayang?"

Alvin merebut kertas itu dari tangan istrinya dan membacanya dengan teliti.

"bukan apa-apa Mas, sini balikin"

Shana mencoba mengambil kembali kertas itu dari tangan Alvin, namun ALvin telah membaca seluruh isi dari kertas itu dalam sekejap.

Sorot mata Alvin membulat ke arah istrinya. Merasa tak nyaman dengan tatapan itu Shana hanya bisa mengulas senyum manisnya.

Tingkah Shana tak ubah seperti sikapnya semasa sekolah dulu, saat menyembunyikan nilai ujiannya yang jelek namun berhasil di temukan oleh Vera.

"Kamu bilang sedang cuti kuliah? Terus apa ini?"

"Maaf mas, aku salah. Aku terlalu nyaman menjadi istri kamu. Sampai lupa kalau aku terancam di DO dari kampus karna telah menunggak SPP"

Lirih Shana dengan raut muka sedihnya.

"Sayang sebaik apapaun kehidupan kita sekarang? Pendidikan itu tetap no satu. Ilmu yang kamu dapatkan tidak hanya berguna untuk kamu saja, tapi akan berguna juga untuk anak-anak kita nanti"

"Coba bayangkan saat anak kita nanti bertanya sesuatu pada Ibunya tapi kamu tidak bisa menjawabnya dengan baik. Apa kamu tidak akan merasa bersalah?"

Nasehat Alvin kepada Shana, menyadarkan Shana akan betapa keras usahanya untuk bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang perkuliahan di masa lalu.

Bahkan Shana sampai rela bekerja di restoran sebagai pelayan hanya demi membayar biaya kuliahnya sendiri. Saat itu usaha Jefry sudah mulai goyah.

"Sekarang kamu putuskan mau memilih universitas yang mana? kita daftar hari ini juga."

Walaupun hari ini ada meeting penting di kantor, tapi Alvin lebih memilih untuk menyerahkan pada orang kepercayaannya, demi bisa menemani Shana mencari kampus yang baru.

***

***

"Terima kasih banyak ya pak"

Alvin menjabat tangan Pria baya berambut putih di hadapannya, setelah memastikan Shana diterima di kampus ternama itu dan bisa masuk kuliah mulai besok.

Dengan kekuasaan yang Ia miliki, tentu bukanlah hal yang sulit untuk Alvin membuat istrinya bisa di terima di universitas ternama itu.

Padahal yang bisa kuliah di universitas itu hanyalah orang tertentu saja.

"Makasih ya Mas"

Shana menggandeng tangan Alvin dengan erat, mereka berjalan beriringan menuju arah parkiran dimana mobil Alvin berada.

"Iya sayang, kalau ada apa-apa cerita sama Mas ya. Jangan di pendam sendiri"

Alvin memastikan kalau istrinya itu akan menjadi sarjana secepatnya dan tidak akan berbuat ulah yang bisa menyebabkan Shana di DO lagi.

Karna setelah Alvin selidiki, Shana bukan hanya menunggak uang SPP saja tapi juga sering bolos dari kampusnya yang dulu.

Episodes
1 Dipecat
2 perjodohan
3 Pertemuan
4 tukang nangis dan ngompol!
5 menikah
6 Tauge
7 Gym
8 Istri beruntung
9 Tips menaklukan hati suami
10 Curiga
11 merasa kehilangan
12 kucing kawin
13 Mandi bareng
14 Malaikat penolong
15 Sang Mantan
16 Bayang-bayang masa lalu
17 candu
18 Bucin
19 Tak penting
20 Masa Depan
21 Drama
22 Bumbu dalam rumah tangga
23 Ego
24 pencitraan
25 kapal pecah
26 Bahagia dan Pilu
27 Benih Cinta
28 Surprise
29 kerja sama
30 Jebakan sang Mantan
31 Suami Setia
32 Wanita Bodoh
33 Tempat berkeluh kesah
34 Tamu tak tahu diri
35 Tidak Fokus
36 Tak bisa marah
37 sekarang dan untuk selamanya
38 Gelap
39 Dimana Shana?
40 Di Culik
41 Lari
42 Kekuatan Doa
43 Gadis desa
44 Perjalanan Panjang
45 Desa Terpencil
46 Ranjang Usang
47 Terima kasih
48 pulang
49 Ngidam
50 Gagal
51 Nyeleneh
52 Berusaha
53 Menjaga Perasaan
54 Kemanusiaan
55 Tidak enakan
56 Penasaran
57 Tumbang
58 Tanggung Jawab
59 Di khianati
60 Terlalu sempurna
61 Status baru
62 Menyedihkan
63 Mimpi yang jadi nyata
64 Ikatan batin
65 Kembali ke asal
66 Orang baru
67 Bulan Madu kedua
68 Kontraksi di pesawat
69 Alvin Versi Lite
70 Emily
71 Dilema
72 Papih Baru
73 Liontin
74 Menunggu
75 Video viral
76 Dibandingkan
77 Calon suami
78 Mudah lapar
79 Syukuran
80 penyesalan datang terlambat
81 karma
82 Jangan galak-galak
83 Berdebat dengan diri sendiri
84 Semudah itu
85 berpisah
86 Sekolah Baru
87 Rahasia Bu Tia
88 dua orang berbeda
89 Gagal
90 Pengorbanan Emily
91 Terluka
92 Bersatu kembali
93 Dikhianati Suami, Dinikahi Mantan Kemudian
94 Khanza yang malang
95 Married With Foster Brother
96 Gadis Barbar Mengejar Cinta
97 Promo karya baru
98 Pengantin Berdarah
99 promo karya baru
100 Promo Karya Baru
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Dipecat
2
perjodohan
3
Pertemuan
4
tukang nangis dan ngompol!
5
menikah
6
Tauge
7
Gym
8
Istri beruntung
9
Tips menaklukan hati suami
10
Curiga
11
merasa kehilangan
12
kucing kawin
13
Mandi bareng
14
Malaikat penolong
15
Sang Mantan
16
Bayang-bayang masa lalu
17
candu
18
Bucin
19
Tak penting
20
Masa Depan
21
Drama
22
Bumbu dalam rumah tangga
23
Ego
24
pencitraan
25
kapal pecah
26
Bahagia dan Pilu
27
Benih Cinta
28
Surprise
29
kerja sama
30
Jebakan sang Mantan
31
Suami Setia
32
Wanita Bodoh
33
Tempat berkeluh kesah
34
Tamu tak tahu diri
35
Tidak Fokus
36
Tak bisa marah
37
sekarang dan untuk selamanya
38
Gelap
39
Dimana Shana?
40
Di Culik
41
Lari
42
Kekuatan Doa
43
Gadis desa
44
Perjalanan Panjang
45
Desa Terpencil
46
Ranjang Usang
47
Terima kasih
48
pulang
49
Ngidam
50
Gagal
51
Nyeleneh
52
Berusaha
53
Menjaga Perasaan
54
Kemanusiaan
55
Tidak enakan
56
Penasaran
57
Tumbang
58
Tanggung Jawab
59
Di khianati
60
Terlalu sempurna
61
Status baru
62
Menyedihkan
63
Mimpi yang jadi nyata
64
Ikatan batin
65
Kembali ke asal
66
Orang baru
67
Bulan Madu kedua
68
Kontraksi di pesawat
69
Alvin Versi Lite
70
Emily
71
Dilema
72
Papih Baru
73
Liontin
74
Menunggu
75
Video viral
76
Dibandingkan
77
Calon suami
78
Mudah lapar
79
Syukuran
80
penyesalan datang terlambat
81
karma
82
Jangan galak-galak
83
Berdebat dengan diri sendiri
84
Semudah itu
85
berpisah
86
Sekolah Baru
87
Rahasia Bu Tia
88
dua orang berbeda
89
Gagal
90
Pengorbanan Emily
91
Terluka
92
Bersatu kembali
93
Dikhianati Suami, Dinikahi Mantan Kemudian
94
Khanza yang malang
95
Married With Foster Brother
96
Gadis Barbar Mengejar Cinta
97
Promo karya baru
98
Pengantin Berdarah
99
promo karya baru
100
Promo Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!