Pertemuan

"Pah, tau gak tadi mama ketemu siapa di Mall?"

Ketika sampai di rumah, Vera begitu antusias untuk menceritakan pertemuannya dengan Anggi kepada Jefry sang suami.

Vera tak peduli sama sekali dengan Shana yang langsung menuju lantai dua dengan muka masamnya.

"Ketemu siapa, mantan kamu?"

Tebak Jefry, setelah melihat wajah istrinya begitu sumringah.

"Ish, ngaco kamu pah! Tadi aku ketemu Anggi." Beritahu Vera.

"Anggi? Anggi teman kuliah kamu dulu mah?"

Tebak Jefry lagi, namun kali ini tebakannya tak meleset.

"Iya bener, katanya anak tunggalnya itu belum menikah sampai sekarang loh pah. Anggi mau jodohin anaknya dengan anak kita? Kamu setuju kan pah?"

Tanya Vera antusias

"Ck. Emangnya si Shana mau di jodohin?" Balas Jefry.

"Shana urusan gampang pah, nanti mama bujuk dia. Yang penting papa setuju kan?" Ucap Vera.

"Suaminya Anggi pengusaha sukses lho pah, siapa tau kalau kita jadi besan mereka, mereka bisa bantu perusahaan kita supaya bangkit lagi" Lanjut Vera lagi.

"Hmmm..boleh juga. Kapan lagi kita punya besan pengusaha sukses? Daripada Shana menikah dengan orang yang salah. Jangan sampai Shana kayak kakaknya yang cuma punya suami seorang polisi."

Akhirnya Jefry luluh juga dan menyetujui perjodohan itu.

"Jadi kamu setuju pah? Kalau gitu mama hubungi Anggi sekarang ya." Kata Vera dengan wajah sumringahnya.

Jefry pun menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju.

***

***

"Jadi suami kamu setuju Ver, dengan perjodohan Alvin dan Shana?" Anggi memastikan apa yanga baru saja ia dengar dari Vera lewat sambungan telepon.

"Oke, secepatnya kami akan datang ke rumah kamu untuk melamar Shana." Beritahu Anggi dengan mata berbinarnya.

Tut...tuttt! Panggilan telepon antara Vera dan Anggi terputus.

senyum Anggi merekah, saat mendengar Jefry sudah setuju dengan perjodohan anak-anak mereka.

"Alvin, hari minggu Lusa kosongkan jadwal kamu! Kita akan berkunjung ke rumah calon istri kamu untuk lamaran."

Ujar Anggi antusias, kala melihat Alvin baru pulang dari nge gym olahraga rutinnya setiap hari.

"Apaan si mah, calon istri siapa?"

Alvin pura-pura tak mengerti, padahal pria tampan itu sangat paham dengan maksud sang mama.

Karna ini bukan pertama kalinya Anggi mencoba menjodohkan Alvin, sudah puluhan wanita hendak di jodohkan dengannya dan sebanyak itu pula Alvin menolak perjodohan tersebut.

Alvin adalah pria yang tampan serta pewaris tunggal di perusahaan yang didirikan papanya, jadi bukan hal yang sulit untuknya mencari calon Istri.

Namun pengkhianatan yang di lakukan Alice mantan tunangannya 5 tahun yang lalu, begitu meninggalkan luka yang mendalam di hati pria tampan itu.

Hingga kini Alvin tak pernah tertarik lagi menjalin hubungan dengan wanita manapun.

"Sudah, kamu nurut saja apa kata mama! Gadis ini anak dari sahabat Mama waktu kuliah dulu, jadi kamu harus setuju dan gak boleh nolak!"

Gertak Anggi pada sang putra, namun tak sedikitpun membuat Alvin gentar.

"Ya, tapi aku gak janji mah"

Jawab Alvin dengan wajah datarnya, pria itu pergi meninggalkan sang mama lalu berjalan menuju ke arah kamarnya.

***

***

Hari pertemuan pun tiba.

Alvin duduk di sofa singel yang berada di ruang tamu rumah Jefry, sedangkan mama dan papanya duduk di sofa yang lebih panjang.

Mau tak mau Alvin menuruti keinginan sang mama untuk menemui gadis yang akan di jodohkan dengannya.

"Mama harap kamu gak bikin ulah kali ini, sudah saatnya kamu harus menikah. Mama udah kepengen nimang cucu!"

Ultimatum Anggi pada putranya, karna yang sudah-sudah Alvin selalu berulah dan membatalkan perjodohan yang sudah dirancang olehnya.

"kalau mama mau cucu aku bisa kasih secepatnya tanpa harus repot-repot menikah."

Jawan Alvin ceplas-ceplos dengan gaya santainya.

"Hust, sembarangan kamu. Mama mau cucu yang sah, yang lahir dari istri kamu. Bukan anak di luar nikah!"

Anggi membulatkan matanya ke Arah Alvin.

***

"Jadi bagaimana pak Jefry? Apa pak Jefry menerima lamaran kami untuk Shana putri anda?"

Tanya Herman papanya Alvin dengan wajah penuh wibawa dan ketenangan.

"Saya bagaimana anak-anak saja pak Herman. Ini kan bukan zaman Siti Nurbaya lagi, saya serahkan semua keputusan pada Shana dan Alvin saja."

Jefry sedikit berbasa-basi padahal diapun sangat mengharapkan perjodohan ini terjadi, apalagi tujuannya kalau bukan untuk menyelamatkan perusahaannya yang sedang di ambang kehancuran.

"Oh ya, dimana Shana? Dari tadi kami belum melihat calon menantu kami itu?"

Anggi dengan yakinnya memanggil Shana dengan sebutan calon menantu, padahal Ia belum sekalipun melihat sosok Shana.

"Nah itu dia Shana."

Jefry menunjuk ke arah tangga, dimana ada Shana yang didampingi Vera berada.

Anggi sangat terkejut melihat sosok Shana, yang tak lain adalah pelayan restoran yang telah menjatuhkan makanan pesanannya tempo hari, begitupun dengan Shana yang tak kalah terkejutnya.

"Gawat itu kan Ibu-ibu cerewet yang gak sengaja makanannya aku jatuhin tempo hari."

Gumam Shana dalam hati.

"Ini Shana putri kami."

Jefri memberi isyarat pada Shana agar mencium tangan calon mertuanya, Shanapun menurut.

"Wah cantik ya, Vin."

Ucap Herman sembari menatap ke arah putranya.

"hmmm. Biasa aja"

Balas Alvin dengan wajah datarnya. Netranya masih fokus menatap ke arah ponsel, tak sedikitpun tertarik menatap ke arah gadis cantik di hadapannya.

"Aduh ini pasti cuma mimpi buruk, jangan sampe gue punya mertua galak and suami kaku kayak kanebo kering macam gitu"

Gerutu Shana dalam hati, saat melihat calon suami dan mertuanya.

"Shana, sini duduk sayang."

Ucap Anggi ramah, Ia singkirkan kenangan buruk tentang pertemuan pertamanya dengan Shana yang kurang menyenangkan. Karna wanita paruh baya itu tidak mau anaknya gagal menikah lagi.

"I-iya tante"

Shana menurut walaupun awalnya Ia nampak ragu.

Anggi memang terlihat lebih lembut sekarang, berbeda dengan saat pertama mereka bertemu di restoran dulu. Namun Shana masih ragu dengan kebaikan calon mertuanya itu.

"Jangan-jangan ini cuma jebakan, sekarang dia bersikap manis. Nanti kalau udah jadi mertua baru nyiksa gue"

Shana terus berfikir negatif.

"Shana sibuk apa sekarang nak? Apa masih kuliah atau sudah kerja?"

Tanya Herman pada gadis muda dihadapannya.

"Shana masih kuliah om, sambil kerja juga. Tapiii...sekarang udah gak"

Jawab Shana ragu, sambil melirik Ke arah Anggi, karna walau bagaimanapun karna Anggilah Shana sampai kehilangan pekerjaannya.

"Oh gitu, kamu bersedia untuk menikah dengan Alvin putra om?"

Herman kembali bertanya.

Ingin rasanya Shana berkata "TIDAAAAKKK!!" namun Ia tahan, Shana akan mencari kata yang lebih halus untuk menolak perjodohan tersebut.

"Aku bersedia menikah, asalkan suamiku nanti bersedia untuk memberi nafkah sebesar 20 juta sehari."

Shana tak benar-benar serius mengucapkannya, hal itu Ia lakukan untuk menolak perjodohan secara halus. Shana berharap dengan permintaan konyolnya itu perjodohan akan dibatalkan.

"Shana jaga bicara kamu!"

Sentak Jefry sambil menatap tajam ke arah putrinya.

Bukan hanya Jefry kini semua orang menatap tajam ke arah dirinya, termasuk Alvin yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya.

Alvin yang biasanya akan menolak perjodohan yang dirancang mamanya dengan tegas, justru merasa tertantang karna mendengar ucapan gadis dihadapannya.

"Hem...punya keistimewaan apa cewek ini sampai berani minta nafkah 20 juta sehari"

Alvin menatap Shana penuh selidik.

"Baiklah saya setuju untuk menikah dengan Shana." Jawab Alvin lugas.

Terpopuler

Comments

mang tri

mang tri

wkwkwkwk padahal mau nolak secara halus malah diterima 🤭

2025-03-20

0

Kamiem sag

Kamiem sag

kejebak niatnya sendiri Shana
sabar ya Na

2025-02-04

0

jen

jen

hahahhahaa

2025-03-18

0

lihat semua
Episodes
1 Dipecat
2 perjodohan
3 Pertemuan
4 tukang nangis dan ngompol!
5 menikah
6 Tauge
7 Gym
8 Istri beruntung
9 Tips menaklukan hati suami
10 Curiga
11 merasa kehilangan
12 kucing kawin
13 Mandi bareng
14 Malaikat penolong
15 Sang Mantan
16 Bayang-bayang masa lalu
17 candu
18 Bucin
19 Tak penting
20 Masa Depan
21 Drama
22 Bumbu dalam rumah tangga
23 Ego
24 pencitraan
25 kapal pecah
26 Bahagia dan Pilu
27 Benih Cinta
28 Surprise
29 kerja sama
30 Jebakan sang Mantan
31 Suami Setia
32 Wanita Bodoh
33 Tempat berkeluh kesah
34 Tamu tak tahu diri
35 Tidak Fokus
36 Tak bisa marah
37 sekarang dan untuk selamanya
38 Gelap
39 Dimana Shana?
40 Di Culik
41 Lari
42 Kekuatan Doa
43 Gadis desa
44 Perjalanan Panjang
45 Desa Terpencil
46 Ranjang Usang
47 Terima kasih
48 pulang
49 Ngidam
50 Gagal
51 Nyeleneh
52 Berusaha
53 Menjaga Perasaan
54 Kemanusiaan
55 Tidak enakan
56 Penasaran
57 Tumbang
58 Tanggung Jawab
59 Di khianati
60 Terlalu sempurna
61 Status baru
62 Menyedihkan
63 Mimpi yang jadi nyata
64 Ikatan batin
65 Kembali ke asal
66 Orang baru
67 Bulan Madu kedua
68 Kontraksi di pesawat
69 Alvin Versi Lite
70 Emily
71 Dilema
72 Papih Baru
73 Liontin
74 Menunggu
75 Video viral
76 Dibandingkan
77 Calon suami
78 Mudah lapar
79 Syukuran
80 penyesalan datang terlambat
81 karma
82 Jangan galak-galak
83 Berdebat dengan diri sendiri
84 Semudah itu
85 berpisah
86 Sekolah Baru
87 Rahasia Bu Tia
88 dua orang berbeda
89 Gagal
90 Pengorbanan Emily
91 Terluka
92 Bersatu kembali
93 Dikhianati Suami, Dinikahi Mantan Kemudian
94 Khanza yang malang
95 Married With Foster Brother
96 Gadis Barbar Mengejar Cinta
97 Promo karya baru
98 Pengantin Berdarah
99 promo karya baru
100 Promo Karya Baru
101 Promo Karya Baru
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Dipecat
2
perjodohan
3
Pertemuan
4
tukang nangis dan ngompol!
5
menikah
6
Tauge
7
Gym
8
Istri beruntung
9
Tips menaklukan hati suami
10
Curiga
11
merasa kehilangan
12
kucing kawin
13
Mandi bareng
14
Malaikat penolong
15
Sang Mantan
16
Bayang-bayang masa lalu
17
candu
18
Bucin
19
Tak penting
20
Masa Depan
21
Drama
22
Bumbu dalam rumah tangga
23
Ego
24
pencitraan
25
kapal pecah
26
Bahagia dan Pilu
27
Benih Cinta
28
Surprise
29
kerja sama
30
Jebakan sang Mantan
31
Suami Setia
32
Wanita Bodoh
33
Tempat berkeluh kesah
34
Tamu tak tahu diri
35
Tidak Fokus
36
Tak bisa marah
37
sekarang dan untuk selamanya
38
Gelap
39
Dimana Shana?
40
Di Culik
41
Lari
42
Kekuatan Doa
43
Gadis desa
44
Perjalanan Panjang
45
Desa Terpencil
46
Ranjang Usang
47
Terima kasih
48
pulang
49
Ngidam
50
Gagal
51
Nyeleneh
52
Berusaha
53
Menjaga Perasaan
54
Kemanusiaan
55
Tidak enakan
56
Penasaran
57
Tumbang
58
Tanggung Jawab
59
Di khianati
60
Terlalu sempurna
61
Status baru
62
Menyedihkan
63
Mimpi yang jadi nyata
64
Ikatan batin
65
Kembali ke asal
66
Orang baru
67
Bulan Madu kedua
68
Kontraksi di pesawat
69
Alvin Versi Lite
70
Emily
71
Dilema
72
Papih Baru
73
Liontin
74
Menunggu
75
Video viral
76
Dibandingkan
77
Calon suami
78
Mudah lapar
79
Syukuran
80
penyesalan datang terlambat
81
karma
82
Jangan galak-galak
83
Berdebat dengan diri sendiri
84
Semudah itu
85
berpisah
86
Sekolah Baru
87
Rahasia Bu Tia
88
dua orang berbeda
89
Gagal
90
Pengorbanan Emily
91
Terluka
92
Bersatu kembali
93
Dikhianati Suami, Dinikahi Mantan Kemudian
94
Khanza yang malang
95
Married With Foster Brother
96
Gadis Barbar Mengejar Cinta
97
Promo karya baru
98
Pengantin Berdarah
99
promo karya baru
100
Promo Karya Baru
101
Promo Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!