Tiba-tiba hpnya Farel berdering.
"Siapin mobil dong, ayo balik !" ucap Yoshi dari balik ponsel.
"Serius ??"
"Buruaaan !"
Hati Farel mulai dah dig dug.
"Ko sepertinya dia kesal ?? Jangan-jangan....."
Farel segera berlari menuju mobilnya. Terlihat Yoshi sudah menunggunya di sana.
"Gimana ??" tanya Farel penasaran.
Yoshi hanya diam. Kemudian masuk mobil.
"Mana ceweknya Yos ??" tanya Farel lagi.
Yoshi hanya menoleh kemudian menghela nafas.
"Yos ?? Jangan buat saya penasaran dong ?"
"Ayo buruan !! Besok tugasmu harus sudah selesai !"
"Ke tempat sewa aja dua hari pak Yoshi !"
"Huuufh !"
"Anda kenapa ?? Anda melanggar perintah saya ?? Anda pergi ke lantai enam ??"
"Nggak !"
"Apa anda nggak menemukan gadis yang sesuai dengan kriteria anda ??"
Yoshi terdiam.
"Yos ??"
Yoshi menghela nafas sambil mengeluarkan dompet dan kertas yang ada di saku celana belakang. Farel pun melihat secarik kertas yang tak asing.
"Yooosss !! Ini ??"
Yoshi melirik dan mulai menaruh kertas itu di dashboard. Kemudian Farel langsung menariknya dan melihat rincian tulisan itu.
"Yos !!"
Farel berteriak girang melihat tulisan di kertas itu kemudian memeluk Yoshi.
"Apaan sih Rel !!" ucap Yoshi sambil melepaskan pelukan Farel.
"Yuhuuuu ! Demi apa ini ya Tuhaaaan ?? Yos !"
Farel melihat kembali kertas itu.
"Ellisa Yofiana, wanita seperti apakah yang beruntung dapat kawanku ini ya Tuhaaaan. cantikkah dia Yos ??"
"Lumayan"
"Terus ?? Mana orangnya ??"
"Ya kali mau langsung di bawa, nggak bahaya ta ??"
"Ya setidaknya saya lihat dulu sebentar gitu"
"Dia langsung di kirim ke Jakarta"
"Ah !! (menabok lengan tangan Yoshi) serius Yos !! Penasaran saya !"
"(Menahan sakit akibat tabokan dari Farel) buruan pulang"
"Oke boss, langsung OTW deh"
Farel pun langsung menyalakan mesin dan mulai menjalankan mobilnya.
"Tadi nunggu di mana Rel ?"
"Di mall situ"
"Nyari baju atau nyari cewek ?"
"Nyari cewek pun percuma Yos, nggak bisa di bawa pulang"
"Hebat ya ini kota, ketat !"
"Oh iya, anda dapat ceweknya di lantai berapa pak ?"
"Seperti instruksi anda"
"Ah, serius ? Lantai lima kah ?"
"Iya, tadinya di tawarin lantai enam...."
"Eh jangaaan !!"
"Belum selesai ngomong Rel !"
"Sorry pak ! Lanjut, lanjut"
"Nggak mood ah"
"Ayolah bro !! Cerita. Kan pinisirin"
"Apaan pinisirin pinisirin !"
"Penasaran pak Yoshi"
"Besok-besok aja ceritanya. Oh iya, cewek anda kapan mau di kenalkan ke saya ? Kalau nggak, gimana kalau kita double date !"
Farel langsung menginjak rem, dan membuat Yoshi hampir nyusruk.
"Gimana sih ! Belum pakai sabuk ini Rel !"
"Sorry, sorry pak Yoshi !"
***
CKLEEK !
Suara pintu terbuka.
"Dari mana saja kamu ?" tanya Jessica.
"Lah ?? Ngapain kamu di sini ? Terus ngapain juga tangannya di charger gitu ??" tanya Yoshi yang melihat tangan adiknya di infus.
Tiba-tiba mama datang.
"Bagus ! Masih berani pulang ?" ucap mama.
"Kenapa sih ?" tanya Yoshi tanpa rasa bersalah.
"Nanya lagi ! Nggak lihat kamu adikmu itu di infus ?"
"Lihat ko"
"Terus kenapa baru nongol ?? Kemana aja kamu !"
"Traveling"
"Nggak ada perhatiannya sama sekali kamu ini ke adikmu !"
"Lah, kan dia udah ada suaminya ma !"
Mamanya terdiam, kemudian duduk dan mengambil apel lalu di kupas.
"Anda kenapa Jessica ??" tanya Yoshi sambil mengelus rambut adiknya.
"Masuk Rumah Sakit aku kak Yoshi"
"Iya kalau itu aku tau, yang aku tanyakan itu kenapa bisa masuk Rumah Sakit ??"
"Adikmu keguguran !" jawab mama.
Yoshi langsung tersenyum kemudian tertawa. Datanglah suaminya Jessica dari dapur sambil membawakan segelas teh hangat. Jessica memukul kakaknya yang sedang tertawa di hadapannya dengan bantal.
"Jahat bangeeettttt !!!" teriak Jessica.
"Yoshi !!!" bentak mama
Yoshi menahan tawanya dan terdiam. Sorot mata mamanya seakan-akan mengatakan agar ia berhenti tertawa di atas penderitaan orang lain.
"Emang udah berapa Minggu hamilnya" tanya Yoshi.
"Tiga Minggu kak" jawab suaminya Jessica.
Yoshi mengangguk-anggukkan kepalanya, sesekali ia menahan senyum.
"Lain kali kalau main kasih jeda ya ? (mengusuk-ngusuk kepala Wisnu) Apalagi kalau udah tau istrinya telat datang bulan (menahan tawa lagi) jangan terlalu sering bermain" ucap Yoshi sambil menepuk-nepuk pundak Wisnu, kemudian pergi meninggalkan mereka sambil menenteng tasnya yang lumayan berat.
Mamanya hanya memperhatikan tingkah Yoshi yang seolah-olah tidak peduli terhadap adiknya.
Yoshi pun masuk ke kamarnya dan merebahkan badannya ke kasur.
"Uuhhhh, enaknya kasurku ini, tempat ternyaman pokoknya, rindunyaaaaa" ucap Yoshi sambil berguling-guling kecil di kasur itu.
Tiba-tiba terdengar suara notif dari hpnya. Yoshi segera meraihnya dan melihatnya.
"Selamat sore, saya Ellisa Yofiana, mau ngasih info saja, kalau saya sudah sampai di salah satu apartemen di Jakarta, jika perlu di share alamatnya nanti saya share ke anda. Anda boleh menemui saya besok, saat ini saya belum di bolehkan keluar atau menemui anda. Apakah info ini jelas ??"
Demikian isi pesan yang di terima Yoshi. Yoshi tersenyum membaca kalimat itu. Ia pun mulai mengetik untuk membalas pesannya. Tapi, ia menghapusnya kembali. Lalu menulis lagi, kemudian ia hapus lagi.
"Waduh, kira-kira kalimat seperti apa yang cocok untuk membalasnya ya ?" tanya Yoshi dalam hati.
Ia pun malah kepikiran Farel.
"Apa aku chat Farel aja kali ya ?"
Setelah pesan terkirim ke Farel, Farel pun segera menelepon Yoshi.
"Halo pak ! Anda ini bukan anak usia belasan tahun ya pak ! Kenapa untuk menjawab chat dari seorang wanita pun harus bertanya ke saya ?? bahkan ini di luar dari kerjaan saya pak !" oceh Farel dari balik ponsel.
Yoshi garuk-garuk kepala dan menghela nafas mendengar ocehan Farel yang malah membuatnya pusing.
"Rel ! Saya grogi"
Farel terdiam sesaat. Ia yang tadinya hendak pergi mandi seketika itu langsung lupa. Ia pun duduk kembali.
"Pak Yoshi yang terhormat, anda kan bicara baru lewat seluler, belum ketemu pak Yoshi !! Kenapa grogi ! Anda kayak anak SD yang baru saja mau memulai sebuah hubungan"
"Rel..."
"Oke ! Jawab saja, silahkan di share alamatnya ke teman saya yang bernama Farel, nanti dia yang akan menemui anda"
"Waaah ! Parah sekali !!"
"Hahahaha"
"Ngarep banget anda ya ?"
"Udah ah ! Saya jadi lupa ini, tadi kan mau mandi"
"Anda belum memberikan jawaban buat saya Farel"
"Ahh, masa kalah sih pak sama rayuan bapak-bapak Facebook, udah ya, mau mandi, mau tidur saya pak ! Cape !"
"Tapi Rel !!!"
Farel pun mematikan panggilan itu. Yoshi kembali membuka chat dari Ellisa Yofiana dan sambil berfikir jawaban apa yang tepat untuk membalas chat itu. Karena sebenarnya ia juga ingin sedikit ada obrolan, tapi ia masih canggung.
"Oke, terima kasih sebelumnya sudah menginfokan, nanti saya kabari kembali jika memang ada perlu atau ada pertanyaan"
Kemudian ia mengklik tombol kirim.
"Aaahhh !!! Ko kayak gitu sih jawabannya !" ucap Yoshi kesal sendiri dengan tulisan yang baru saja ia kirim.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
@cela.HCS
pernah juga ngrasain /Grin//Facepalm/
2024-01-22
2
Asla
ahh, Yoshi malu-malu 😁
2024-01-19
1