Byar...
mata Raya terbuka lebar, di.perhatikan sekelilingnya. Ternyata dia sedang berada di kamar dengan bergelung selimut . Dipijit nya pelipisnya meskipun dia tidak merasakan pusing. jika dia sedang bergelung selimut di sini , jadi apakah itu artinya semua yang baru saja didengar nya tadi hanyalah mimpi ?
tetapi jika memang itu hanya mimpi . kenapa terasa begitu nyata . benar-benar dia sedang mendengarkan perdebatan antara ayah dan ibunya . apakah itu mimpi , ataukah itu tadi indra keenam nya yang sedang berjalan .
jadi apakah yang di dengarnya tadi malam itu semua kenyataan , atau kah bukan . jika itu memang kenyataan , apakah itu artinya dia benar-benar bukan anak pertama dari ayah dan ibunya , lalu anak siapa dia.
Raya merasa bingung, dia ingin bertanya tapi tak tahu pada siapa . Jika dia bertanya pada ayahnya , dia takut anak ayahnya itu akan tersinggung , jika kejadian yang sebenarnya bukanlah seperti yang didengarnya .
Raya segera turun dari tempat tidurnya . lalu segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya . dan agar pikirannya merasa lebih segar.
selesai membersihkan dirinya , Raya segera menuju ke dapur . di sana sudah dilihatnya ya ibunya sedang sibuk menyiapkan makanan
"Raya bantu ya Bu.. " tawar Raya, dia memang selalu seperti itu , selalu saja berinisiatif membantu, meskipun ibunya selalu menolaknya.
" sudah sana kerjakan pekerjaanmu sendiri di dapur ini adalah pekerjaan ibu." tolak ibunya. akan tetapi Raya tidak menggubrisnya bahkan dia mendekati ibunya dan memeluknya dari belakang. saya tahu ibunya tersentak kaget sehingga pisau yang berada di genggamannya terjatuh
" sebentar saja Bu izinkan Raya memeluk ibu." Entah kenapa pagi ini Raya tiba-tiba merasa sendu. Dan satu hal yang tidak diduga oleh Raya sebelumnya. Dia pikir tadinya ibunya akan menghempaskannya. tetapi ternyata ibunya membalikkan badan dan balas memeluknya. dan juga mengusap punggungnya, mengelus kepalanya . sesuatu hal yang tak pernah diterima oleh Raya selama ini .
" hiks.. hiks... !" Entah kenapa tiba-tiba Raya ingin menangis. dan juga entah kenapa dia merasakan bajunya menjadi basah. Apakah ibunya juga menangis.
"Maaf...!" hanya satu patah-patah keluar dari bibir ibunya. yang Raya sendiri bingung untuk mengartikannya . untuk apa ibunya meminta maaf . atas kesalahan yang mana ? Apakah karena dia tidak menyayangi Raya apakah karena dia yang selalu mengatakan Raya untuk mengalah pada adiknya atau karena apa Raya juga tidak tahu
****************
"Nak ..!"
"Eh..? .. bapak ..?! ada apa pak ??!" Raya terjingkat kaget ketika ada seseorang yang menepuk pundaknya dan dia menoleh ternyata itu adalah bapaknya.
" kenapa dari tadi melamun saja , sampai Bapak Panggil tiga kali tidak dengar ?" ucap Bapak lalu sambil ikut duduk di ayunan di samping Raya
" Raya tidak tahu Pak , Raya hanya tahu pikiran Raya sangat gelisah . Tetapi apakah sebabnya Raya tidak tahu .!" jawab Raya jujur karena sesungguhnya dia memang tidak tahu apa yang membuatnya gelisah saat ini . Apakah ini tentang suara-suara yang didengarnya tadi malam
" coba cerita sama bapak mungkin saja Bapak bisa memberi solusi !" ucap Bapak dengan bijaksana .
" tadi malam Raya mimpi buruk Pak..!" ucap Raya serta merta langsung memeluk bapaknya .
" masak mimpi saja sampai gelisah begini, Memangnya Raya mimpi apa , Bukankah Raya tahu , kalau mimpi itu hanya bunganya orang tidur..?" ucap Bapak sambil membalas pelukan anaknya
" Raya bermimpi kalau bapak meninggalkan Raya , Bapak, Ibu dan Mira semuanya pergi, hanya tinggal Raya sendiri.!" jawab Raya mulai terisak. sesungguhnya dia memang sangat menyayangi bapaknya . terlepas nanti Apakah benar bapak itu, adalah Bapak kandungnya ataukah bukan , Raya tetap menyayanginya. apalagi selama ini Raya juga merasakan bahwa Bapak menyayanginya dengan tulus
" itu tidak akan terjadi Nduk Bapak tidak akan pernah meninggalkanmu tetapi mungkin suatu saat nanti Kamulah yang akan meninggalkan bapak.!" ucap Bapak sendu
" Mana mungkin ? Raya kan tidak mungkin meninggalkan bapak, Raya kan sayang sama bapak . dan hanya bapak yang sayang sama Raya.!" jawab Raya.
bapak tersenyum sambil mengusap air matanya. " suatu saat nanti kamu pasti akan menikah . dan kamu akan dibawa pergi oleh suamimu . tentu saja saat itu kamu akan meninggalkan bapak .!" Bapak memberikan alasan mencoba mengalihkan suasana hati Raya tahu , Bukanlah itu maksud bapak yang sebenarnya .
" Nanti kalau ada yang melamar Raya , bapak Bilang saja kalau orang itu harus mau tinggal di sini , bersama kita , jangan Raya yang dibawa pergi .!" ucap Raja memberikan solusi
Bapak tersenyum lalu kembali memeluk raya dan mereka pun berpelukan menahan Haru
" apaan sih pakai peluk-pelukan segala kayak Teletubbies aja." suara. Gerutuan Mira yang tiba-tiba sudah berada di sana .
" kamu juga mau Dek sini kakak peluk.!" saya berbicara ke arah adiknya sambil Melambaikan tangannya. entah kemana kemarahannya pada adiknya beberapa hari yang lalu itu menguap. tetapi memang begitulah sifat Raya . yang tak pernah menyimpan sesuatu kebencian secara dalam waktu yang lama ,
Raya bukanlah orang yang suka menyimpan dendam . yang Raya ingjn kan adalah, mereka hidup secara damai berdampingan bersamaan , dalam kasih sayang , saling mengasihi antar satu sama lain dalam anggota keluarga .
Saya memang sudah memaafkan Mira , apalagi dia juga tahu kalau Mira terasa kesal. dan dia tidak bahagia setelah menyakitinya. akan tetapi dia juga berjanji , jika suatu saat nanti Mira mengulanginya , dia juga tidak akan membiarkannya.
dengan kata lain jika Mira baik dia juga akan baik tetapi jika Mira jahat dia juga akan membalasnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments