aku kalah

Aku benci melihatnya yang hanya diam tanpa suara , dimana air matanya? kenapa tidak juga keluar ? dia bahkan hanya diam melihat pembicaraan antara Bapak dan kak Riswan, tanpa ekspresi apapun , sehingga aku bingung mengartikan isi hatinya.

" Iya Bu... tidak apa-apa , aku kan Kakak ? jadi aku harus bisa mengalah sama adik , Iya kan Bu... ?" Kenapa dia malah menjawab dengan ceria, apa yang dikatakan Ibu bahwa dia sebagai seorang kakak harus bisa mengalah, di mana air matanya itu dia sembunyikan?

" Apa kalian tidak sadar jika ini akan melukai hati Raya ?!" justru Bapak lah yang sedari tadi hanya marah-marah . Bapak seakan benar-benar tidak bisa terima , Jika Kak Riswan memilih aku dibandingkan Kak Raya.

"Eh...? Kenapa Raya jadi harus yang terluka Pak..?" pertanyaan Kak Raya membuatku spesiless, apa otaknya sudah geser hanya gara-gara mendengar Kak Rizwan melamarku ?

" Apa kamu benar-benar tidak apa-apa Nduk?" Bapak lagi lagi bertanya dan bertanya. Aku muak sebenarnya mendengar pertanyaan bapak pada Kak Raya itu , memangnya kenapa sih kalau Kak Riswan memilihku toh aku juga anaknya.

 Akan tetapi yang paling aku benci adalah wajah Kak Raya, Kenapa dia seolah-olah tidak terluka sedikitpun ataukah dia hanya sedang pura-pura baik saja di depan Bapak ? biasanya dia memang selalu seperti itu kan? dia selalu menyembunyikan lukanya di belakang Bapak . dia tidak ingin menyakiti Bapak dia tidak ingin bapak merasa khawatir padanya , cih... benar-benar muka Bidadari. Sok sekali Cari perhatian.

 dan yang paling membuatku menganga adalah ketika dia mengatakan bahwa dia tidak lah benar-benar menyukai Kak Riswan , dia mengatakan bahwa memang di kantornya Kak Riswan termasuk orang yang baik hingga semua orang menyukainya. dan apa tadi ? dia ingin memanggil Kak Riswan dengan sebutan adik ? hanya karena Kak Riswan sekarang berpacaran denganku ? dia benar-benar ingin menunjukkan bahwa dia baik-baik saja . aku membenci itu , apalagi ketika melihat wajah Kak Riswan yang nampak bias. Kenapa dia sepertinya tidak menyukai ucapan Kak Raya, bahwa Kak Raya tidak terlalu terlalu amat menyukainya ?! bahwa Kak Raya tidak jatuh cinta padanya , Kenapa itu membuatnya tidak suka? apa sebenarnya Kak Riswan yang benar-benar telah jatuh hati pada Kak Raya?! apa sebenarnya Kak Riswan berharap bahwa Kak Raya akan menangis karena dia memutuskan hubungannya dan memilihku ?; apa sebenarnya Kak Riswan tidak benar-benar bisa meninggalkan Kak Raya ?! B@ngs@t kau Raya.

" lagi pula ya Pak kalau diibaratkan game online , hati Raya ini punya banyak nyawa cadangan , Jadi kalau cuma satu cowok saja yang hilang , tidak akan membuat Raya GAME OVER.!" ucapan Kak Raya barusan benar-benar membuat jantungku ingin meledak. apalagi melihat wajahnya Yang Terukir senyuman manis , aku menahan gemeletuk gigiku ,Aku sangat ingin marah. aku juga melihat bahwa ibu tampak geram , Ibu tidak menyukai kata-kata Kak Raya. sepertinya Ibu juga kecewa dengan ini , bahkan mungkin Ibu lebih berharap daripada aku, bahwa Kak Raya akan menangis , apalagi jika aku lihat wajah Kak Riswan yang seperti sangat kecewa. kenapa tidak seperti yang aku harapkan Sebelumnya?! kenapa Niatku untuk menghancurkan Kak Raya malah berbalik seperti ini ?!

"Raya... " panggil Bapak lemah " Mira kali ini kau benar-benar keterlaluan!!" Bapak menatap tajam ke arahku dengan giginya yang gemeletuk menahan marah . aku merinding melihat wajahnya . Kenapa Bapak bisa semarah itu padaku ?! tetapi kemarahan Bapak mereda karena kak Raya yang meraih tangannya . Kak raya yang berusaha menenangkannya . Aku benci semua itu aku. benci Kak raya yang seperti Malaikat. Aku juga benci pada bapak yang terlalu sangat menyayanginya.

" orang Raya gak apa-apa juga " suara kak Raya yang lemah lembut itu membuat Bapak berhenti menatapku dan Kak Riswan. pandangan bapak kembali sayu menghadap ke arah Kak Raya.

" Lagian Bapak Kayak gak tau adik saja,!" dahiku mengernyit mendengarnya . Apa maksud ucapan Kak Raya itu ? " itu kan sudah biasa pak? kan dari dulu Memang Adik sukanya kan BARANG BEKASNYA Raya. !" ucap Kak Raya lalu tertawa tergelak.

 Aku spontan berdiri dari dudukku. tanganku terkepal , wajahku memerah , aku benar-benar marah kali ini.

"Kakak ...!" teriakku. tawa Kakak berhenti . dia berpura-pura bingung dengan wajahnya yang sok polos itu.

" Ada apa dek ??" kakak pura-pura bingung. wajahnya yang sok polos itu benar-benar membuat aku ingin meninjunya.

 Apalagi saat Kakak mengingatkan Bapak, tentang aku yang menginginkan tas tak Raya dulu . padahal aku sudah dibelikan tas yang bagus oleh ibu . tapi memang pada saat itu, entah kenapa apapun yang dipakai Kakak akan terasa lebih baik dan lebih bagus menurutku . sehingga Walaupun Bapak membelikan Kak raya yang harganya lebih murah aku tetap ingin memilikinya . dan akhirnya aku tetap mengambil tas itu . dan membiarkan Kak Raya memakai tas bekasku yang lama.

 aku benar-benar malu . Kakak mengucapkan hal itu di hadapan Kak Rizwan. dia benar-benar sedang ingin mengulitiku hidup-hidup.

 kenapa seperti ini ?! kenapa jadinya seperti ini ?; kenapa tidak seperti yang aku harapkan?! Bukankah seharusnya sekarang Kak Raya sedang menangis meraung-raung?! Bukankah seharusnya dia sedang kalah sekarang?!

tapi kenapa rencana ini justru berbalik ke arahku?! atau Apakah dia sudah mengetahui Rencanaku sebelumnya? tapi dari mana dia tau? apa mungkin dia sudah berubah jadi cenayang yang bisa membaca pikiran orang? atau mungkin karena aku terlalu sering melakukannya sejak dulu ? sehingga dia sudah merasa terbiasa dengan hal ini ?

atau apakah dia sebenarnya memang tidak benar-benar menyukai Kak Rizwan?! Tapi mana mungkin setiap hari Kak Riswan selalu bersamanya kalau dia tidak menyukai Kak Riswan tidak mungkin dia menurut saja waktu Kak Rizwan mengantarkan pulang .

 aku sudah tidak tahan lagi untuk berada di antara mereka . akhirnya aku pergi dari tempat itu setelah menghentakkan kakiku.

persetan dengan Rizwan, entah kenapa setelah mendengar kak Raya mengatakan bahwa dia tidak terlalu terlalu amat menyukai Rizwan, keinginan ku untuk memilikinya pun tak lagi mengebu gebu.

aku masuk ke kamar , lalu melempar tubuhku ke ranjang setelah membanting pintu. peduli setan jika Rizwan melihat sisi burukku. toh dia sudah tidak berguna untuk melukai kak Raya.

kupandang sekeliling ruangan kamar, barang barang branded itu tak lagi memiliki arti apapun, bahkan sejak kak Raya mengatakan sebagai pengemis beberapa hari lalu.

nafasku masih memburu, aku serasa ingin menghancurkan apapun yang ada di hadapanku. hari ini AKU telah KALAH.

s3tan ... b4j1ngan kau MAHARAYA, aku membencimu , aku benar-benar membencimu dengan seluruh nafasku.

jangan puas dulu MAHARAYA, tunggu waktunya, aku pasti akan menghancurkanmu

Terpopuler

Comments

aphrodite

aphrodite

bodoh kalo Raya masih tertipu udah 2x ya pasti belajar lah dia

2024-11-23

1

thirta frs

thirta frs

sukurin , makanya jangan serakah

2023-11-17

1

Grass Game

Grass Game

kecian deh loe , emang enak ?
lagian jadi sodara kok sirik amat

2023-11-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!