" lhoh.. Arga... kamu di sini ??" tanya Raya. tersentak akan kehadiran Arga di kubikel nya.
" iya , tadi aku sedang mengantar makanan pesanan dari Pak Septi , tanpa Sengaja aku mendengar bisik-bisik dari para karyawan yang katanya kamu kecelakaan ya kemarin ? makanya aku minta izin Pak Septi untuk menengok mu !" jawab Arga menjelaskan kedatangannya
" kamu itu kok ya percaya aja sama bisik-bisik tetangga, orang aku nggak apa-apa kok" jawab Raya.
" syukurlah kalau memang gak papa aku sempat cemas tadi.!" Arga menghela napas lega
" Oh iya, ngomong-ngomong kok aku jadi sering lihat kamu datang ke sini ya emang Pak Septi memang tiap hari pesan makanan sama kamu." tanya Raya agak penasaran, karena memang belakangan ini, Arga seringkali datang ke perusahaannya tempat dia bekerja.
"emh .. iya.. itu ..anu .apa , Maksudku aku mau bilang, kalau aku memang dijadikan langganan oleh Pak Septi, Oh itu kebalik ya? maksudku Pak Septi sekarang berlangganan order makanan sama aku. Iya bener begitu . Iya Pak Sakti berlangganan sama aku.!" jawab Arga sambil mengusap keringat yang membasahi kening dan lehernya.
" Oh begitu ?? tapi ngomong-ngomong , Sejak kapan kamu berubah jadi Gagap ? perasaan dulu tidak !" tanya Raya penuh selidik
" Iya yaa..? itu , mungkin karena tadi aku belum sarapan , jadi agak gemetaran !" jawab Arga sekenanya.
" Apa ?! sampai jam segini kamu belum sarapan?! kamu itu sembrono sekali sih !/ kalau kamu terkena asam lambung bagaimana. ?!" serta merta raya menarik tangan arga, lalu mendudukkannya di kursinya kemudian , Raya membuka tasnya dan mengambil bekal makanan yang tadi dibawanya dari rumah.
" ini cepat makan ! lain kali jangan sembrono, badan itu harus diperhatikan , kesehatan itu penting , kalau kita sakit , baru kamu akan tahu , kalau sehat itu mahal harganya. kamu mau uang yang kamu habis hasilkan dari mengojek seharian habis untuk kamu berobat?" Raya mengomel Panjang lebar sedang Arga hanya mengangguk patuh. tanpa dia sadari , kalau teman-temannya sedang cengo melihatnya .
" waaahh... Terima kasih Ray kamu benar-benar baik !" ucap Arga dengan mata berbinar Dia sangat senang dengan perhatian Raya. Sedangkan dari belakang Mas bejo memperhatikan interaksi mereka berdua dengan seksama , terlebih yang paling diperhatikannya adalah sikap dari Arga.
" Bagaimana kalau nanti pas makan siang aku ganti traktir kamu ?!" Arga memberi usulan pada Raya
" sudah tidak usah, kamu tidak usah memikirkan tentang mentraktirku , aku juga tidak minta ganti untuk bekal yang kamu makan. Simpan saja uang hasil ngojek mu itu sebagai tabungan , kalau kalau nanti kamu menikah.!" ucap Raya. Arga tersedak, lalu menatap Raya dengan intens. Tidak suka dengan apa yang dikatakan Raya . Apakah Raya berpikir bahwa dia masih berpacaran dengan Mira ? Apakah Raya tidak tahu dia dengan Mira sudah putus hubungan?
" aku sudah putus dengan Mira, kamu tahu itu kan ?!" tanya Arga sedikit geram
" Tentu saja aku tahu. aku juga tahu kalau Raya sudah punya pacar baru . tapi Memangnya kamu tidak akan menikah , hanya karena putus dengan Mia ?! Apa kamu tidak ingin mencari gadis lain ?! Memangnya kamu mau jadi jomblo seumur hidup ?!"
" Tentu saja aku akan menikah . aku akan menikah dengan gadis yang sangat baik hati. dan aku sedang berusaha untuk mendapatkan hati gadis itu . apa kau mau mendoakan agar aku berhasil ?"
" tentu saja. tapi sebelum itu kau harus memperbaiki panggilanmu padaku . Kamu itu aneh, bukannya dulu kamu itu memanggil aku kakak . kenapa sekarang hanya rai-ray kamu kamu tidak sopan sama sekali, tahu ?!" omel Raya lagi
" aku kan dulu manggil kamu kakak karena kamu kakaknya Mira . Tapi sekarang kan aku sudah bukan pacarnya Mira. jadi Boleh dong aku manggil kamu dengan nama saja. lagi pulang umurku lebih tua 1 tahun dari kamu sepertinya. jadi tidak pantas saja kalau aku manggil kamu kakak. Harusnya kamu yang manggil kamu aku Mas!" sebab Arga dengan nada bergurau
" aku ? manggil kamu Mas ?! ogah .
sudah sana pergi !? kamu sudah kenyang kan? sana kerja cari uang yang banyak . biar nanti kalau kamu sudah punya istri . kamu tidak kesusahan . kamu itu harus punya modal . karena wanita zaman sekarang tidak ada yang mau diajak hidup susah.!"
" Lalu bagaimana dengan kamu ?! Apa kamu juga termasuk dalam kategori wanita seperti itu ?! yang tidak mau diajak hidup susah ?!" tanya Arga dengan tatapan menyelidik
"enak saja kalau ngomong aku itu wanita Mandiri , wanita karir , aku tidak bergantung dengan uang suami. !" bantah Raya
" kalau begitu aku menikah dengan kamu saja!" ucap Arga
Raya terkesiap dengan kalimat Arga . nada itu tidak terdengar seperti orang yang sedang bergurau sehingga mau tak mau membuat Raya menjadi bungkam. tapi kemudian Raya tersadar
" kamu mau mengerjai aku ya dasar tidak tahu terima kasih sudah dikasih makan , sekarang perut kenyang sekarang mau meledek aku ya . Awas kamu !! sana pergi.!" Raya mengamuk Seraya memukuli punggung Arga , mendorong harga agar keluar dari tempatnya bekerja
Raya berkacak pinggang dan mengumpat setelah Arga tak lagi tampak. Nafasnya tak beraturan. Apa itu tadi . Dasar mantan calon adik ipar tak tahu diri . Masa iya begitu cara bercanda dengan mantan calon kakak ipar ??!!
Eh.. Tapi kenapa dia tadi bisa tiba tiba saja merasa ge-er. Dan berharap itu bukan bercanda ? Kenapa ada rasa desir aneh saat mendengar kata-kata Arga tadi . Kenapa dia berharap Arga tadi bicara serius . Kenapa dia merasa wajahnya berubah jadi kepiting rebus.
Dasar kur4ng 4jar si Arga, kelewatan sekali mengerjainya. Awas saja dia nanti. Raya pun kembali ke kursi kerjanya setelah berhasil menetralkan nafasnya. Dan
What... Kenapa kotak makannya ada di atas meja ? Kenapa kotak makannya kosong . Ya Tuhan.. Raya memukul kepala nya. Kenapa tiba-tiba saja dia berubah jadi pikun. Dia memberikan nya pada Arga tadi. Tapi kenapa dia memberikan nya , apa iya aku sebaik itu ? .
Raya tiba tiba saja merasa dia aneh dengan dirinya sendiri.dia tak pernah se perhatian itu pada lawan jenis, walaupun dengan pacar pacarnya dulu.dia selalu menjaga batas untuk tak perhatian berlebihan. Apa lagi ini Arga bukanlah siapa-siapa. Hanya sebatas mantan valon ipar .
Sementara di sudut belakang mas bejo masih juga memperhatikan gerak gerik Raya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments