Aku di lamar (pov Mira)

Aku memperhatikan kakak yang tampak melihat ke arah kotak makan yang sudah ku buka .

"Terima kasih sudah mengantar makan di untuk kakak dek..!" ucap kakak sambil tersenyum manis. o ho ho... dia ingin berperan sebagai kakak baik hati rupanya ?? . tidak apa kak , ayo lanjutkan saja , sejauh mana kakak bisa bertahan.

"Tapi kakak sudah pesan makanan dek ,..!" aku membenci wajahnya yang berpura-pura tak enak hati itu . Senyum manis itu membuat ku merasa mual.

"Gimana kalau adek saja yang makan ?, " what ?! ah sepertinya dia terkenang masa lalu rupanya, dia pasti masih trauma dengan obat pencahar yang aku berikan dulu itu. rasanya aku ingin tertawa sambil menangis jika teringat hari itu, sungguh.. melihat dia bolak balik ke toilet adalah pemandangan terindah dalam hidupku

"kita makan bertiga bagaimana,..?!" aku tak percaya tawaran itu, mana mungkin dia mengijinkan aku duduk bersama nya saat ada pacarnya.

"Atau gimana kalau makanannya untuk mas Rizwan saja , ?!" lagi lagi dia mengeluarkan suara seperti bom molotov, atau dia berfikir aku kembali memberikan obat pencahar pada makanan itu, dan jika kak Rizwan yang makan malu aku jadi tertuduh ?? oh ya ampun . aku tidak sebodoh itu wahai kakakku sayang .

"Waahh.. Beneran boleh ?? kan kamu sudah susah susah buat untuk kakak kamu ?!" satu hal yang tak kusangka , kak Rizwan benar benar menanggapi serius ucapan kak Raya. Apa iya segampang itu dia menerima pemberian ku yang belum di kenalnya. Yaa walaupun aku adiknya kak Raya.

Aku melihat kekecewaan di wajah kak Raya, saat mendengar tanggapan kak Rizwan, mungkin tadi nya dia berharap kak Rizwan menolak tawaran itu. ha ha ha , gimana rasanya kak, sakit tidak ?, melihat pacarmu menerima pemberian dari gadis lain ??

o ho ho .. kakak..., apa sebenarnya kau tadi ingin menguji pacarmu itu, atau aku ?? sekarang kau berasa pingin nangis ya ? karena ternyata pacarmu itu sepertinya tertarik pada apa yang ku bawa ?.

"Beneran boleh kak ?" aku mencoba memastikan sekali lagi. kuharap dia mencegah nya, tapi ...

" Iya gak papa , kan dari pada mubazir ..!" ucap kakak sambil mengulas senyum tipis. jawaban itu terdengar ragu. mungkin sebenarnya kakak memang tidak rela kak Rizwan memakan bekal dariku. tetapi dia berpura-pura ikhlas, tampak nya dia sedang cosplay jadi kakak baik hati. ah.. Yaa, sebenarnya dia memang baik sih.

 walaupun raut kekecewaan nyata tersembunyi, tapi aku melihat senyum itu . dan aku membencinya, aku benci senyum manismu itu kak. ayo kita lihat , sampai batas mana kau masih bisa tersenyum.

 dan sejak saat itu lah aku terus berusaha agar bisa mengambil hati kak Rizwan. aku bahkan bisa mendapatkan nomor kontak kak Rizwan dari tangan kak Raya sendiri, dengan alasan aku akan melamar pekerjaan di kantor tempat kak Raya bekerja. yaa.. walaupun sebelumnya dia kakakku itu keberatan sih memberikan nya , tetapi sekali lagi the power of ibu tentu saja keluar sebagai juru selamatku. dan akhirnya aku pun kembali bisa berhasil membelokkan hati kak Rizwan ke arah ku . pesona seorang MIRA memang tidak bisa diragukan ..

Aku bahkan tidak hanya bisa berjalan dengan saja , tapi aku juga berhasil mendapatkan barang barang branded dari kak Rizwan. Dan kakakku itu entah bodoh atau apa, dia bahkan tidak tahu apapun , bahkan dia mengira aku mendapatkannya dari Arga, mantan pacarku yang kere itu, yang baru saja ku putuskan dua hari yang lalu. biar saja dia menduga duga, takutnya dia malah pingsan kalau tahu semua ini ku dapat dari Rizwan.

sebenarnya sayang juga aku memutuskan si Arga, dia itu baik dan tulus sepertinya, tetapi tulus saja tidak cukup. bayangkan saja , ingin minta di belikan skin care saja aku harus menunggu sebulan bayaran nya sebagai tukang ojek terkumpul , baru aku bisa dapatkan.

Ah sudahlah... malas aku ngomongin si Arga, toh sekarang udah dapat Rizwan yang seorang manager dengan gaji jutaan sebulan.

dan datanglah waktu di malam ini. kak Rizwan akan datang untuk melamar ku . aku sudah mengatakannya pada ibu, dan dia sudah bersiap dengan segala hidangan yang nantinya akan disuguhkan. ayo kita lanjutkan lagi permainan ini kak , kuharap kau tidak akan jadi stress nantinya . ha ha ha....

"Kak Rizwan...!" aku begitu bersemangat malam ini. kulihat di ruang tamu itu sudah ada ibu yang menjamu kak Rizwan, juga kak Raya yang sudah duduk manis di samping bapak. aku pun segera duduk di samping ibu.

suasana agak canggung, wajah bapak sudah tampak seperti ingin menelan orang saja.

"Silahkan di cicipi kuenya nak Rizwan, ini tadi ibu sama Mira lho yang bikin. !" oh ibu.. kau selalu yang terbaik.

"Terima kasih Bu ..!" jawab kak Rizwan. nada suaranya berbeda, mungkin dia gugup hendak melamar gadis.

"Waaah... beneran ini kamu yang bikin dek ?" suara kak Raya sudah seperti kaleng rombeng di telingaku. aku menatapnya tak suka. tentu saja dia tahu , tak mungkin itu kue buatan ku , tentu saja dia tahu itu hasil karya ibuku , lebih tepatnya ibu yang membelinya di toko kue . karena aku dan ibu sama sama tidak punya keahlian dalam hal per-kue-an. awas saja kalau sampai kak Raya itu membocorkan nya saat ingin di hadapan kak Rizwan.

sial , aku melihat senyum licik di sudut bibirnya yang merah tanpa polesan itu.

"Jadi bisa di katakan Sekarang..? apa tujuan nak Rizwan datang kesini.!" suara bapak sudah seperti ingin freezer 1000watt, dingin . padahal kak Rizwan baru saja minum beberapa teguk , dan mungkin masih nyangkut di tenggorokan, belum sepenuhnya tertelan . bapak benar-benar keterlaluan.

"Seperti nya bukan untuk bertemu dengan Raya seperti perkiraan awal saya !" lanjut bapak.

Raya Raya Raya , dia terus yang di utamakan bapak. apa bapak mengetahui rencana ku dan ibu ??

"Bapak...!" suara ibu ku tersayang memang selalu menjadi penyelamat di kondisi genting

"Setidaknya biarkan nak Rizwan mencicipi sesuatu dulu !" bela ibu. tapi tampaknya tak berpengaruh sama sekali, karena sorot mata tajam bapak tidak juga redup.

"Ehm.. begini pak, maksud kedatangan saya ke sini , saya ingin meminta ijin pada bapak dan ibu untuk menjalin hubungan baik dengan Mira,!" aku melihat kak Rizwan mengambil nafas lega setelah mengucapkan kalimat itu.

"Hubungan baik yang seperti apa maksudnya..?!" aku ini heran dengan bapak, bukankah sebelumnya kak Rizwan juga sudah sering ke sini , dan bapak juga menerimanya dengan baik, kenapa sekarang sikap bapak berbeda?

Aku dan kak Raya sama sama anaknya kan , apa bedanya dengan Rizwan mendadi pacarku atau pacar kak Raya, toh sama sama akan jadi menantunya juga.

apalagi setelah kak Rizwan menjelaskan kalau ingin menjadikan ku istrinya. mata bapak sudah seperti belati baru keluar dari tempat pemandaian tukang besi. . sangat tajam.

"Memang pada awalnya saya dekat dengan Raya , tapi seiring berjalannya waktu, saya merasa bahwa Mira lebih cocok bagi saya. hati saya lebih condong kepada Mira.! " ucap kak Rizwan tegas. aku suka itu. aku tersenyum dalam hati

kulihat kearah kak Raya , pandangan nya datar. apa kau merasa ingin menangis sekarang kak, ayo menangis kak . aku sudah menunggu ini lama sekali. , jangan mengecewakan ku kak, ayo menangis meraung-raung, dan aku akan sangat bahagia

Terpopuler

Comments

thirta frs

thirta frs

dasar segitu gk laku nya

2023-11-17

1

Grass Game

Grass Game

dasar si mira rese , segitu gak laku ya ya , sampai harus nyuri punya orang ?
punya kakak sendiri lagi

2023-11-03

2

✍️⃞⃟𝑹𝑨Sari Ayu

✍️⃞⃟𝑹𝑨Sari Ayu

Mira jahat banget sih , awas tar kualat lho. kalau kualat tar kepalanya di bawah

2023-10-12

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!