Yang Tak Bisa Di RESTART

"lhooh.. kamu masuk Ray.. ? emang nya kamu dah baikan ?!" tanya Edwin begitu Raya memasuki ruang kerjanya di keesokan harinya

"Iya Ed.. , lagian mau ngapain juga duduk diam di rumah. orang aku juga gak ada cedera sedikitpun juga..!" jawab Raya.

" Raya.. !" tiba-tiba saja Rizwan nyelonong masuk ke dalam ruangan itu. "Apa kamu baik-baik saja? apa benar kalau kemarin kamu kecelakaan..? maaf aku baru dengar ini tadi.!" ungkap Rizwan. panjang kali lebar

" saya tidak apa-apa kok pak Rizwan.. terima kasih perhatian nya .!" ucap Raya lalu menunduk hormat.

"Raya.. apa tidak bisa kita bersikap biasa seperti sebelumnya ?" tanya Rizwan lirih.

"Maaf..? seperti biasa yang bagaimana maksudnya ?" tanya Raya berpura-pura tidak paham. di sudut lain Edwin dan Firman hanya pura-pura sibuk dengan ponselnya, padahal mereka sedang memasang telinga selebarnya .

"Aku tahu kamu kecewa dan marah padaku. maaf. !" ucap Rizwan lagi.

"Kenapa harus marah.. memang nya pak Rizwan buat salah sama saya ?!"

" Raya, aku mohon. ayo kita mulai dari awal lagi. Aku benar-benar sangat menyesal dengan apa yang sudah aku lakukan bersama adikmu . Ayo kita mulai Semuanya dari awal lagi . aku akan meninggalkan adikmu. karena sesungguhnya sekarang aku merasa bahwa adikmu itu hanya memanfaatkan aku saja.!" ucap Rizwan sendu.

" Ha ha .. Pak Riswan ini lucu ya . memangnya kita punya hubungan apa sebelumnya ? memangnya kita pernah saling mengklaim, kalau kita ini sedang berhubungan sebagai pacar atau kekasih ? tidak kan ? kita hanya bersikap baik satu sama lain . kita hanya pernah berjalan bersama , makan bersama, bekerja bersama , tidak lebih dari itu . jika ada yang menganggap kita sedang pacaran , itu kan Hanya pandangan dari mereka yang melebih-lebihkan saja. ! masak setiap kali ada laki-laki dan perempuan berjalan bersama itu bisa dianggap pacaran ?!" Raya sungguh telah berhasil mengobrak-abrik Sisi hati Riswan , dengan ucapannya yang tenang namun mengandung sentilan.

" tapi Raya , pada saat itu aku memang benar-benar menyukaimu , dan aku senang mereka menganggap bahwa kita sedang pacaran !" balas Riswan

" Tetapi walaupun begitu Pak Riswan , seandainya memang kita pernah berpacaran, sayangnya hati saya ini bukan game online , yang punya banyak nyawa . hati saya ini terbuat dari segumpal darah , jika Satu Kali Saja disakiti maka , ya sudah , *GAME OVER* . dan juga hati saya ini bukan ponsel , yang bisa di *RESTART* agar kembali ke SETELAN PABRIK !" jawab Raya tegas. menolak keinginan Riswan untuk kembali bersama.

" dan satu lagi yang perlu untuk Pak Riswan ketahui . saya sangat membenci yang namanya ketidaksetiaan . jika saat ini saja saat masih berpacaran Pak Riswan bisa mengkhianati saya . Padahal notabene Mira itu adalah adik saya . apalagi nanti , melihat wanita lain yang penampilannya lebih wah, lebih menggoda , bukan tidak mungkin anda akan mengkhianati Saya lagi.!"

Riswan terdiam mendengar semua ucapan Raya.. tadinya Riswan berpikir bahwa Raya mungkin akan mudah memaafkannya. apalagi Mira adalah Adiknya sendiri . rupanya pemikiran dia tentang Raya salah besar. Raya memanglah gadis yang lemah lembut akan tetapi mental Raya tidak selemah lembut sikapnya

" Pak Riswan ada di sini .?!" ucap Mas Bejo yang baru saja datang. menghentikan pembicaraan antara Raya dan Riswan.

"Ah .. itu , Iya saya datang untuk menengok Raya . Kemarin saya tidak datang . dan Baru tadi pagi mendengar bahwa kemarin Raya mengalami kecelakaan.!" jawab Riswan gugup. " tetapi tampaknya Raya baik-baik saja , kalau begitu aku permisi. sudah mau waktunya jam kerja.!" ucap Riswan kemudian berlalu dari tempat itu

***

klunting..

bunyi notifikasi pesan di ponsel Raya . dan segera saja Raya mengambil ponselnya untuk memeriksa Siapa yang sedang mengirimnya pesan . ada nama mas Bejo di sana. Raya menoleh ke belakang , arah tempat Mas Bejo duduk . yang di toleh hanya dia menunduk sambil mengotak-atik ponselnya.

Raya menoleh memperhatikan ke arah teman-temannya yang lain. semua sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. yang menjadi pertanyaan bagi rakyat adalah, Kenapa Mas Bejo mengiriminya pesan , pada saat mereka berada di dalam satu ruangan yang sama ? Apakah ada hal yang rahasia ? Raya segera membuka ponselnya.

" Apakah Riswan mengajak balikan ?" bunyi pesan dari Mas Bejo

"Iya !" jawab Raya singkat.

" berhati-hatilah ..!! dia tidak sesederhana yang kau lihat !" Mas Bejo memberikan peringatan. " jangan gunakan mata awam, tapi gunakan mata hati untuk melihat !" tambah Mas Bejo lagi . Jujur saja , Raya merasa bingung dengan apa yang diucapkan oleh Mas Bejo dalam pesannya itu. Dan Raya berkata dalam hati bahwa dia akan meminta penjelasan nanti di waktu makan siang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!