Dengan sangat antusias, Yoga menggendong Kiara dan menurunkannya di ranjang tempat tidur mereka. Kiara terlihat malu-malu dan ingin turun tapi yoga tidak membiarkannya.
"Jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku, apapun yang terjadi nanti!" Ucap Yoga menatap Kiara dan secara perlahan mencium bibir Kiara, lalu memagutnya dengan mesra.
Kiara merasakan sensasi yang berbeda dari waktu malam pernikahannya. Sekarang ia begitu menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya.
Jadilah keduanya melakukan apa yang sudah menjadi hak dan kewajiban mereka sebagai pasangan suami istri.
"Makasih sayang." Ucap yoga dengan mengecup kening Kiara, saat keduanya selesai mencapai pelepasan. Kiara mengangguk dan tersenyum kemudian langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, karna merasa malu.
"Kita mandi bareng ya. habis itu kita kembali ke rumah mama." Ucap Yoga, hendak membuka selimut, tapi Kiara menahannya.
"Biar aku pakai baju dulu aku malu, mas yoga ke kamar mandi duluan aja, siapin air!." Ucap Kiara manja.
Yoga mengangguk dan tersenyum, lalu mengambil semua pakaiannya yang tadi sempat ia lemparkan ke ranjang baju kotor.
Yoga melangkah menuju kamar mandi tanpa mengenakan apapun, membuat Kiara menutup matanya karna merasa malu.
Setelah mengenakan bajunya kembali, Kiara melangkah menuju kamar mandi menyusul suaminya untuk mandi bersama.
Beberapa jam kemudian, Yoga dan Kiara sudah sampai didepan halaman rumah keluarga Pratama. Yoga menggenggam tangan Kiara untuk meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
"Yoga, kamu masuk duluan! Mama mau bicara sama Kiara." Ucap nyonya Pratama menyambut kedatangan yoga dan Kiara.
"Baik mah, Yoga minta mama jangan sakiti Kiara! karna ternyata Kiara adalah istri dari teman dekat yoga, mah. Yoga nggak enak sama temen Yoga kalo sampai Kiara diperlakukan tidak baik di keluarga ini." Ucap Yoga sengaja berbohong supaya mempunyai alasan untuk membela Kiara dihadapan keluarganya, tanpa akan ada yang curiga tentang status yang sebenarnya. Kemudian Yoga masuk ke dalam rumah. Sementara mama yoga memperhatikan penampilan Kiara dari bawah sampai ke atas.
"Mulai sekarang pekerjaan kamu hanya bagian luar saja! Jangan sekali-kali kamu mencoba menginjakan kaki kamu ke dalam rumah ini. Saya memberi kesempatan untuk kamu bekerja disini hanya sampai masa kontrak kerja kamu habis. Paham kamu?" Peringat Nyonya Pratama dengan sinis.
"Iya nyonya, saya paham. Terimakasih nyonya untuk kesempatannya." Balas Kiara dengan menunduk hormat.
Kemudian Nyonya Pratama masuk ke dalam rumah, setelah menyuruh Kiara untuk menemui Kepala ART untuk menanyakan tugas barunya.
Di ruang belakang tempat para pekerja berkumpul untuk istirahat, tampak begitu ramai karna memang sudah waktunya untuk istirahat. Mereka mengobrol dan bercanda bersama. Melihat Kiara berjalan menuju kesana membuat mereka saling berbisik satu sama lain.
"Si kupu-kupu malam sudah pulang tuh" Ucap Rani pembantu paling judes.
"Maklum, kan udah siang." Jawab teman satunya. Kiara merasa kesal mendengar ucapan mereka, tapi ia juga tidak mau ribut. Jadi Kiara berusaha untuk cuek.
"Kiara, kamu baru keliatan? Dari kemarin kemana saja?" Tanya kepala ART ingin tahu karena semua para pekerja di rumah keluarga Pratama adalah tanggung jawabnya.
"Maaf bik, kemarin mas Yoga mengajak aku menemui suamiku. Karna ternyata suami aku adalah teman dekat mas yoga waktu SMA." Jawab Kiara sengaja berbohong sesuai permintaan suaminya.
Bik Narti mengangguk dan tersenyum kemudian mengajak Kiara berpindah tempat untuk membicarakan tugas barunya.
Setelah bik Narti memberitahukan tugas barunya, Kiara pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.
"Kiara, ini baju yang harus kamu cuci sekarang juga! Kata nona Anita tidak boleh menggunakan mesin cuci, harus di cuci pakai tangan." Ucap salah satu pekerja dengan membawa satu ranjang besar baju kotor milik anaknya Anita. Kiara mengangguk dan mengambil ranjang baju kotor tersebut.
Dengan penuh kesabaran, Kiara mencuci satu persatu baju kotor tersebut. Menurutnya ini hal yang biasa sudah ia lakukan dari dulu, jadi ia tidak merasa terkejut atau keberatan.
Setelah selesai mencuci, kemudian Kiara menjemur pakaian yang sudah bersih. Dan melanjutkan menggosok baju yang sudah kering di ruang samping.
Tugas terakhir Kiara adalah menyapu seluruh halaman rumah keluarga Pratama dengan dibantu salah satu pekerja. Sebab halaman rumah keluarga Pratama sangat luas, jadi ia tidak mungkin mengerjakannya sendirian.
Setelah selesai menyelesaikan tugasnya, Kiara membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya dengan baju bersih. Kiara mulai berpikir akan membeli ponsel untuk mencari tambahan pengetahuan di sosial media. Ia akan memulai usahanya dan akan berusaha mewujudkan impiannya.
Malam harinya Kiara meminta izin sama bik Narti untuk keluar sebentar, sebab ia ingin membeli sesuatu.
Tidak jauh dari gerbang keluar tiba-tiba Kiara dihadang oleh mobil yang ternyata adalah suaminya. "Mau kemana jalan kaki sendirian malam-malam begini? Bahaya Kiara." Ucap Yoga merasa khawatir.
"Aku cuma mau ke counter situ mas. Nggak mungkin dong aku pesen ojek. Aku butuh ponsel jadi aku harus beli ponsel di counter itu." Jawab Kiara dengan menunjuk counter yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Nggak usah! Aku sudah belikan buat kamu, sudah sekalian sama kartunya. Sana cepat pulang!" Ucap Yoga sembari menyerahkan kantong berisi ponsel.
Kiara menerima ponsel pemberian suaminya dan kemudian berbalik badan untuk kembali pulang, setelah mengucapkan kata terimakasih kepada suaminya.
"Tunggu dulu! Itu nggak gratis" Ucap Yoga berusaha mencegah Kiara.
"Yaudah berapa harganya?" Ucap Kiara sembari mengeluarkan uang untuk diberikan pada suaminya, tapi Yoga menyuruh untuk kembali menyimpan uang tersebut dan kemudian menunjukan pipi kiri dan kanannya.
"Disini apa nggak bahaya? Nanti kalo ada yang lihat bagaimana?" Tanya Kiara khawatir.
"Udah nggak papa! Nggak akan ada yang lihat cepetan!" Balas Yoga sedikit memaksa istrinya untuk segera menciumnya.
Kiara langsung mencium pipi kanan dan kiri juga bibirnya sekalian kemudian buru-buru berlari karna khawatir ketahuan orang yang mengenalnya. Yoga tersenyum karna mendapat bonus ciuman dibibir. Kemudian geleng-geleng kepala merasa gemas melihat Kiara yang terlihat khawatir dan terburu-buru berjalan menuju ke rumah.
Setelah sampai di kamar, Kiara membuka ponselnya. Kiara terlihat sangat menyukai ponsel pemberian suaminya. Kemudian ponselnya berdering, tertera nama "Suami memanggil" di layar ponsel tersebut, tanpa ada gambar Poto profil.
"Ya, ada apa?" Tanya Kiara ketus saat mengangkat panggilan dari suaminya.
"Cuma mau memastikan saja. Kok ketus banget sih, sama suami sendiri?" Tanya Yoga merasa tidak terima.
"Maaf, aku lagi semangat pengen nyoba ponselnya malah di telfon, kan aku jadi kesel." keluh kiara jujur.
"Yaudah kalo gitu lanjutin lagi! Tapi jangan tidur terlalu malam ya!" Pesan Yoga pada istri tercintanya.
Setelah memutuskan panggilan dari suami tercinta, Kiara segera melanjutkan lagi aktifitasnya yang tertunda.
Kiara membuka internet mencoba mencari tahu tentang beberapa usaha online untuk sambilan kerja.
Sembari menghabiskan sisa kontrak kerja, Kiara akan memulai membuka usaha online. Ia berharap setelah kontrak kerjanya habis, usahanya sudah berjalan lancar.
Dengan begitu, ia tidak perlu pusing lagi mencari pekerjaan lain. Walaupun suaminya kaya raya tapi harapannya sangat tipis.
Sebab kekayaan suaminya milik orang tuanya yang belum pasti bisa merestui hubungannya.
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments