Mengajak Tinggal Di Apartemen

Saat berada di kantor, Yoga menemui Kakak iparnya di ruang kerjanya.

"Ada apa ga? Apa ada masalah sama pekerjaanku?" Ucap Dimas saat melihat Yoga memasuki ruang kerjanya.

"Ini bukan soal pekerjaan. Aku cuma mau tahu darimana mas Dimas mengetahui soal kiara yang pernah dibeli orang?" Tanya Dimas menelisik wajah kakak iparnya.

"Astaga Yoga, memangnya apa urusan kamu? Atau jangan-jangan, benar ya? Kamu juga pernah pake Kiara?" Ucap Dimas dengan senyum mengejek.

Yoga mengepalkan tangannya, kemudian memperingatkan Dimas untuk tidak mengganggu Kiara lagi. Jika masih berani mengganggu Kiara, Yoga tidak akan segan-segan untuk mengadu pada kakaknya tentang kebusukan kakak iparnya tersebut.

Saat Yoga sudah kembali ke ruang kerjanya, Tania menghampirinya.

"Ada apa dengan tuan Yoga? Sepertinya lagi ada masalah. Boleh cerita sama saya! Siapa tahu saya bisa bantu." Ucap Tania dengan senyum yang di manis-manis kan.

Sejenak Yoga memandang Tania malas, tapi kemudian ia teringat Tania berasal dari kampung yang masih satu daerah dengan Kiara. "Apa kamu pernah mendengar tentang kabar buruk Kiara di kampungnya?" Tanya Yoga dengan tatapan serius.

"Memangnya ada apa tuan? Apa ada masalah dirumah?" Tanya Tania merasa aneh.

Yoga menghela nafas kesal, merasa tidak sabar menunggu jawaban dari Tania.

"Yang saya tahu kabar buruk dari Kiara itu Kiara pernah jual diri, tuan. Jadi tuan harus hati-hat! Takutnya nanti tuan bisa terkena penyakit, jika sampai tergoda sama Kiara." Balas Tania saat melihat wajah atasannya mulai terlihat kesal.

Mendengar jawaban dari Tania, Yoga mengepalkan tangannya.

"Kamu tahu darimana soal itu?" Tanya yoga tegas dan dingin.

"Dari temen dikampung yang seusia kakak sepupunya Kiara, kakak sepupunya sendiri yang bilang seperti itu sama temen saya." Jawab Kiara sesuai yang sebenarnya.

"Ya sudah, kembali ke ruangan kamu!" Perintah yoga pada Tania.

Pikiran Yoga saat ini merasa kacau. Ia sangat geram dengan kakak sepupunya Kiara yang selalu berbuat jahat sama Kiara.

Walaupun Tania merasa heran dan bingung, tapi ia tetap mematuhi yoga, takut yoga marah lagi jika ia tidak menurut.

Beberapa hari kemudian.

Hari pertunangan Yoga dan sherly telah tiba. Rumah keluarga Pratama tampak sepi, sebab lagi ada keperluan masing-masing diluar, untuk mempersiapkan acara tunangan tersebut. Berhubung ART yang bertugas membersihkan ruang lantai dua sedang sakit, jadinya Kiara diberi tugas untuk membersihkan ruang dilantai dua termasuk kamar yoga.

Setelah mengetuk pintu kamar yoga beberapa kali tak kunjung ada jawaban, Kiara asal masuk saja, dan ternyata Yoga masih terlelap dalam tidurnya. Sepertinya semalam habis begadang dengan teman-temannya.

Karena Kiara merasa tidak enak membersihkan kamar disaat ada orang beristirahat, kemudian ia beralih ke kamar sebelah. Untuk ia bersihkan terlebih dahulu.

Setelah beberapa menit fokus membersihkan kamar Anita, kakaknya Yoga. Akhirnya kiara sudah selesai membersihkan kamar tersebut.

Tapi saat Kiara mau keluar, ternyata Dimas juga lagi masuk ke dalam kamar. Dimas tersenyum melihat Kiara. Sementara Kiara tampak terkejut dan terlihat takut.

"Permisi tuan, mohon maaf saya mau lewat." Ucap Kiara meminta izin untuk keluar dan meminta Dimas untuk menyingkir dari pintu. Tapi bukannya Dimas menyingkir, ia malah menutup pintu dan menguncinya. Membuat Kiara semakin ketakutan.

"Kali ini kamu nggak bisa lolos Kiara." Ucap Dimas dengan senyum menyeringai.

Kiara yang merasa ketakutan langsung mencoba menerobos dan berteriak meminta tolong, tapi Dimas langsung menarik Kiara dan mendorongnya hingga Kiara terjatuh di atas kasur.

Kiara ketakutan setengah mati saat Dimas sudah mendekat dan hendak menciumnya, beruntungnya tiba-tiba ada yang menarik Dimas dan langsung menghajarnya berkali-kali.

"Mas yoga." Ucap Kiara saat melihat suaminya memukuli Dimas.

Tak lama kemudian Anita, kakaknya Yoga masuk dan di susul oleh mamanya.

"Yoga, apa-apaan ini? kenapa kamu pukuli mas Dimas?" Ucap Anita marah dan berusaha menghentikan aksi Yoga.

"Yoga, apa yang terjadi? Kenapa kamu belum siap-siap untuk pergi ke acara pertunangan kamu? Kenapa kamu malah memukuli kakak ipar kamu?" Tanya mama Yoga merasa heran.

"Dan kamu kenapa kamu ada di ranjang kamar tidur saya?" Ucap Anita melihat Kiara masih berada diatas ranjang kamar tidurnya.

"Kakak tanya saja sama suami Kakak yang mata keranjang ini! Apa yang sudah ia lakukan sama Kiara." Ucap yoga marah dan kemudian menarik pelan Kiara untuk keluar.

Yoga membawa kiara keluar dengan mobilnya tanpa memperdulikan mama dan kakaknya yang terus berteriak memanggilnya.

Didalam mobil, kiara terus menangis. Ia merasa syok dan bingung, tidak tahu harus berbuat apa.

"Sebaiknya sekarang kamu tinggal di apartemen! Aku tidak akan mengizinkan kamu tinggal dirumah itu lagi." Ucap Yoga tanpa menatap Kiara, dan tetap fokus menatap ke depan.

Kiara merasa bingung, di satu sisi ia tidak ingin mengecewakan bu RT dan pemilik yayasan.Tapi disisi lain, ia juga takut jika masih berada disana.

Di rumah keluarga Pratama.

"Sebenarnya apa yang sudah terjadi mas?kenapa Yoga sampai memukuli kamu seperti ini?" Ucap Anita yang kini lagi berusaha mengobati luka sang suami akibat pukulan dari yoga adiknya.

"Sayang, maaf. Tadi pembantu baru itu mencoba menggodaku dan aku hampir saja tergoda, tapi untungnya Yoga datang dan menghalangi rencana licik pembantu itu. Aku nggak bisa bayangkan sayang, seandainya Yoga tidak datang untuk menyadarkan aku. Pasti pembantu licik itu akan berhasil menjadikan aku mesin ATM nya. Jadi ini bukan salah Yoga sayang. Ini salah pembantu itu karna sudah berani mencoba menggodaku. Apa kamu tidak tahu kalo sebenarnya pembantu itu mantan pelacur? kalo kamu tidak percaya kamu bisa tanyakan soal Kiara pada Tania sekertaris Yoga atau Sherly calon tunangan Yoga! Mereka sudah tahu semua tentang Kiara yang ternyata seorang mantan pelacur." Ucap Dimas menjelaskan panjang lebar dan mencoba menyalahkan Kiara.

Anita yang mendapatkan penjelasan dari suaminya, langsung percaya. Anita berharap adiknya akan mengusir Kiara dan jangan sampai membiarkan Kiara kembali kerumahnya lagi.

Sesampainya di apartemen. Yoga mengajak Kiara untuk duduk dan memberinya sebotol air mineral supaya kiara merasa lebih tenang. Kemudian ia memeluk Kiara.

"Kalo aku tinggal disini, terus bagaimana dengan kontrak kerja aku dirumah orang tua kamu mas? Aku takut kena denda atau sampai mengecewakan pemilik yayasan dan bu RT yang sudah membantu aku mendapatkan pekerjaan." Ucap Kiara, mendongak menatap sang suami.

"Kamu tidak perlu khawatir! Biar semua aku yang urus." Yoga mencoba menenangkan istrinya.

Setelah Kiara merasa tenang, Yoga meninggalkan Kiara sendirian di apartemen. Sebab ia harus segera menghadiri acara pertunangannya dengan Sherly. Yoga punya rencana baru untuk menjatuhkan Sherly, jadi ia tetap akan melaksanakan pertunangannya dengan Sherly.

Di gedung tempat acara pertunangan yoga dengan Sherly, semuanya terlihat khawatir. Sebab sudah terlambat sepuluh menit, tapi Yoga tak kunjung hadir ke tempat acara tersebut.

"Sebenarnya Yoga kemana? Kenapa belum muncul juga, mama khawatir kalo adikmu itu malah tergoda sama pembantu mantan pelacur itu." Ucap mama yoga merasa resah disamping Anita.

Bersambung..

Terpopuler

Comments

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

gregetan sama Yoga kagak kasih klarifikasi dulu main pergi aja, ujung-ujung malah si Dimas cerita sebaliknya. Hadeuhhh....

2024-03-01

1

lihat semua
Episodes
1 Kiara Yang Malang
2 Kiara dan 3 pemuda yang tersesat
3 Rio Berulah Lagi
4 Menikah sama Gue!
5 Mahar Satu Milyar
6 Kiara Di Usir Dari Rumah
7 Terpaksa Menjadi Pembantu
8 Kiara Bertemu Yoga
9 Andre Menemui Kiara
10 Cemburu
11 Kiara Bertemu Sherly
12 Bunga Mawar Putih Dari Siapa?
13 Liburan Ke Villa
14 Menginap Di Villa
15 Harus Tertunda Lagi
16 Kembali Ke Rumah Keluarga Pratama
17 Salah Paham
18 Mengajak Tinggal Di Apartemen
19 Mencoba Bertahan
20 Memulai Merintis Usaha
21 Merasa Di Permainkan
22 Meminta Penjelasan
23 Kejadian Di Kamar Kontrakan
24 Belum Siap Hubungannya Terbongkar
25 Dion Dan Aldi Menjenguk Kiara
26 Di Apartemen untuk sementara
27 Yoga Mengajak Diandra Menginap
28 Memberi Dimas Kesempatan
29 Di masjid Apa Di Gereja?
30 Mulai Bekerja Lagi
31 Agama Yoga Dan Keluarganya
32 Tidak Sengaja Bertemu Di Kafe
33 Andre Memergoki Kiara Dan Yoga Menginap Di Hotel
34 Status Hubungan Kiara Dan Yoga
35 Eyang sepuh
36 Merasa Tak Berarti Lagi
37 Kiara Hamil
38 Ternyata Hanya Salah Sangka
39 Kepergok Saat Mencium Kiara
40 Kamera CCTV
41 Bertemu Tania
42 Kiara, Tania Dan Sherly
43 Jam Tangan Pembawa Masalah
44 Pengakuan Yoga Kepada Keluarganya
45 Kehamilan Sherly
46 Sus Eni Kabur
47 Kedatangan Sherly Dan Keluarganya
48 Sambutan Untuk Menantu
49 Terjadi Sesuatu Pada Andre Dan Fitri
50 Meminta Restu Tante Mentari
51 Menikahlah Denganku, Fit!
52 Obrolan Mentari Dan Tania
53 Amanda Fitriana
54 Rumah Pak RT & Bu RT
55 Nasi Jagung
56 Kota Salatiga
57 Acara Syukuran Tujuh Bulanan
58 Bertemu Seseorang
59 Alan Teman Masa SMA
60 Mentari Bertemu Tania
61 Toko Perlengkapan Bayi
62 Hinaan Dari Tania Untuk Kiara
63 Kedatangan Fitri Di Rumah Kiara
64 Fakta Tentang Yoga Dan Kiara
65 TAMAT
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Kiara Yang Malang
2
Kiara dan 3 pemuda yang tersesat
3
Rio Berulah Lagi
4
Menikah sama Gue!
5
Mahar Satu Milyar
6
Kiara Di Usir Dari Rumah
7
Terpaksa Menjadi Pembantu
8
Kiara Bertemu Yoga
9
Andre Menemui Kiara
10
Cemburu
11
Kiara Bertemu Sherly
12
Bunga Mawar Putih Dari Siapa?
13
Liburan Ke Villa
14
Menginap Di Villa
15
Harus Tertunda Lagi
16
Kembali Ke Rumah Keluarga Pratama
17
Salah Paham
18
Mengajak Tinggal Di Apartemen
19
Mencoba Bertahan
20
Memulai Merintis Usaha
21
Merasa Di Permainkan
22
Meminta Penjelasan
23
Kejadian Di Kamar Kontrakan
24
Belum Siap Hubungannya Terbongkar
25
Dion Dan Aldi Menjenguk Kiara
26
Di Apartemen untuk sementara
27
Yoga Mengajak Diandra Menginap
28
Memberi Dimas Kesempatan
29
Di masjid Apa Di Gereja?
30
Mulai Bekerja Lagi
31
Agama Yoga Dan Keluarganya
32
Tidak Sengaja Bertemu Di Kafe
33
Andre Memergoki Kiara Dan Yoga Menginap Di Hotel
34
Status Hubungan Kiara Dan Yoga
35
Eyang sepuh
36
Merasa Tak Berarti Lagi
37
Kiara Hamil
38
Ternyata Hanya Salah Sangka
39
Kepergok Saat Mencium Kiara
40
Kamera CCTV
41
Bertemu Tania
42
Kiara, Tania Dan Sherly
43
Jam Tangan Pembawa Masalah
44
Pengakuan Yoga Kepada Keluarganya
45
Kehamilan Sherly
46
Sus Eni Kabur
47
Kedatangan Sherly Dan Keluarganya
48
Sambutan Untuk Menantu
49
Terjadi Sesuatu Pada Andre Dan Fitri
50
Meminta Restu Tante Mentari
51
Menikahlah Denganku, Fit!
52
Obrolan Mentari Dan Tania
53
Amanda Fitriana
54
Rumah Pak RT & Bu RT
55
Nasi Jagung
56
Kota Salatiga
57
Acara Syukuran Tujuh Bulanan
58
Bertemu Seseorang
59
Alan Teman Masa SMA
60
Mentari Bertemu Tania
61
Toko Perlengkapan Bayi
62
Hinaan Dari Tania Untuk Kiara
63
Kedatangan Fitri Di Rumah Kiara
64
Fakta Tentang Yoga Dan Kiara
65
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!