Sejak pertemuannya dengan Tania dan Andre, Kiara jadi merasa semakin terpuruk dalam kesedihan.
Teringat saat masih menduduki bangku SMA, Andre pernah beberapa kali menyatakan perasaannya dan berharap Kiara mau menjadi kekasihnya. Tapi saat itu Kiara selalu menolak dengan alasan ingin fokus belajar dulu.
Padahal sebenarnya saat itu Kiara juga mempunyai rasa yang lebih pada Andre. Tetapi keinginannya untuk sukses lebih mendominasi. Kiara sangat berharap bisa mewujudkan impiannya, supaya ia segera bebas dari budhe dan kakak sepupunya yang selalu menindasnya. Begitu yang ada di pikiran Kiara saat itu.
Tetapi faktanya yang terjadi sekarang. Impiannya tidak tercapai. Ia juga kehilangan mahkota yang paling berharga dalam hidupnya. Dan sekarang ia malah mendapati lelaki yang di cintainya sudah menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat dikenalnya. Terasa lengkap sudah penderitaan yang di alami Kiara saat ini.
Tiga hari kemudian keadaan Rio sudah mulai membaik dan sudah mulai bisa membuka matanya, tetapi ia masih terlihat sangat lemah dan belum sanggup untuk berbicara.
Kiara merasa heran dengan apa yang di alami kakak sepupunya saat ini. Kenapa bisa Rio mengalami sakit sampai separah itu. Padahal Yoga hanya memukulnya beberapa kali saja.
Tapi Kiara tidak mau ambil pusing, rasa kesal yang bertubi-tubi membuat Kiara hilang respect sama kakak sepupunya tersebut.
"Budhe, Kia mau bicara boleh? Tanya Kiara saat melihat budhenya tengah bersiap-siap ke rumah sakit untuk menemani Rio.
"Bicara apa? Budhe buru-buru ini." Balas budhe Kiara Sembari memasukan rantang makanan ke dalam tas jinjingnya.
"Kia mau menikah tiga hari lagi budhe, Kia minta doa restu dari budhe." ucap Kiara dengan sedikit rasa takut.
"Apa? Kamu mau menikah tiga hari lagi? Kamu sudah nggak waras ya? kakak mu masih terbaring lemah di rumah sakit, kamu malah mau enak-enakan. Memangnya siapa calon suami kamu? Nggak ada lamaran nggak ada tunangan tiba-tiba mau nikah." Ucap budhe Kiara merasa sangat kesal.
"Dia orang sibuk budhe, nggak ada waktu buat acara lainnya. Dia salah satu pemuda dari kota yang kemarin sempat menginap dirumah pak RT." Ucap Kiara menjelaskan.
Sejenak Budhe Kiara terdiam seperti sedang berfikir, hingga kemudian budhe Kiara tampak tersenyum misterius.
"Baik, budhe akan izinkan dan merestui kalian menikah tiga hari lagi, tapi dengan syarat calon suami kamu harus memberi mahar satu milyar untuk budhe, bagaimana?" Ucap Budhe Kiara mencoba memberi penawaran.
"Tapi budhe, satu milyar itu sangat banyak. Dia nggak mungkin ada uang sebanyak itu. Satu juta saja ya budhe, nanti kiara yang kasih." Ucap Kiara mencoba bernegosiasi.
"Jangan coba-coba membodohi budhe! Mereka itu orang kaya, satu milyar baginya sangat kecil. Kalo dia tidak mau memberi satu milyar sama budhe. Jangan harap kalian bisa menikah." Ucap budhe Kiara yang kemudian pergi tanpa mau peduli sama Kiara yang terus memohon.
Hari berikutnya Kiara menerima kiriman paket berupa berkas syarat menikah di KUA dari yoga. Kiara segera memberikan berkas tersebut pada pihak KUA. Kiara juga mendapat bingkisan yang isinya baju kebaya modern yang sangat cantik serta satu set perhiasan emas yang diperkirakan harganya sangat mahal.Kiara tidak menyangka Yoga mau memberikan itu untuknya.
Hari pernikahan telah tiba. Kiara berdiri di depan cermin dan menatap pantulan dirinya yang sudah mengenakan baju kebaya serta makeup natural hasil polesan Kiara sendiri. Walaupun begitu, Kiara sudah terlihat sangat cantik seperti pengantin ala luar negeri.
Kiara sama sekali tidak pernah menyangka, kisah asmaranya akan berakhir seperti ini. Impian pernikahannya yang bahagia bersama Andre kini sudah lenyap dan tak akan mungkin bisa terwujud. Kini hanya pernikahan tanpa cinta, demi mendapatkan status, yang terpaksa harus ia jalani.
"Kiara" Panggilan dari budhe membuyarkan lamunan Kiara.
"Sudah siap? Ayo cepat kita berangkat ke KUA sekarang! calon suami kamu sudah menunggu disana." Ucap budhe Kiara, terlihat seperti tidak keberatan dengan pernikahan Kiara. Kiara merasa heran tapi ia enggan untuk bertanya takut malah membuat budhenya marah lagi.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Kiara maharani binti Darius dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang senilai satu Milyar dibayar tunai." Ucap Yoga dengan tegas dan tanpa di ulang.
Kiara yang baru masuk ke tempat acara akad merasa tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Satu Milyar?" batin kiara bertanya-tanya. Sebab itu kah budhenya mendadak berubah jadi baik, begitu pikir Kiara.
Setelah semua saksi mengucap kata SAH, Budhe Kiara menuntun Kiara untuk duduk di sebelah laki-laki yang kini sudah sah menjadi suami Kiara.
Malam hari telah tiba, Kiara terpaksa berbagi ranjang tempat tidur dengan suaminya. Sebab ia tidak mungkin membiarkan suaminya tidur di kamar lain. Apa kata budhe nya nanti, Pengantin baru tidur di kamar terpisah.
Kiara terlihat canggung berada dalam satu kamar dengan lawan jenis, meskipun statusnya adalah suaminya.
Posisi Kiara berbaring miring membelakangi Yoga, Sedangkan yoga duduk menyandarkan punggungnya ke sandaran dipan dengan satu bantal di pangkuannya sembari senyum-senyum sendiri menatap layar ponselnya. Tiba-tiba ponsel nya berdering menampilkan foto perempuan yang sudah tiga tahun terakhir menemani hari-harinya.
"Sherly" Ucap Yoga dalam hati saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
Yoga sedikit melirik ke arah Kiara yang tidur membelakanginya. Dengan ragu Yoga mencoba mengusap tombol hijau di layar ponselnya.
"Sayang, kamu dimana? Aku baru saja dari rumah kamu tapi kata mama kamu, kamu nya nggak ada di rumah. Kamu kemana sayang?" terdengar suara manja dari seberang sana.
"Aku sedang sibuk, besok aku hubungi lagi." Ucap Yoga yang kemudian memutuskan panggilan tersebut dan mengusap icon mode pesawat supaya Sherly tidak bisa menghubunginya lagi.
Entah kenapa yoga merasa tidak enak jika sampai Kiara mengetahui dirinya sedang komunikasi dengan perempuan lain dimalam pertama ia berstatus menjadi suaminya.
Kemudian Yoga merubah posisinya menjadi terlentang dan mencoba untuk memejamkan matanya supaya segera tertidur. Sebab besok pagi-pagi, ia sudah harus berangkat lagi ke kota tempat tinggalnya.
Tapi ternyata yoga tak kunjung bisa tertidur, hingga berkali-kali ia mencoba merubah posisinya mencari posisi yang paling nyaman, tapi tetap saja sulit untuk memejamkan mata.
Hingga kini pandangannya mengarah pada Kiara yang sudah tertidur pulas hingga tak sadar posisinya sudah berubah menjadi terlentang dengan selimutnya yang sedikit melorot menampilkan dadanya yang masih mengenakan baju tidur berbahan satin dan tampak sangat menggoda di mata Yoga.
"Sialan, Katanya nggak boleh menyentuh tapi malah sengaja menggoda." Batin Yoga yang merasa kesal melihat istrinya yang tampak begitu seksi, padahal kan Kiara juga tak sengaja seperti itu, namanya juga lagi tidur nggak sadar apa-apa hehe.
Bagaimanapun Yoga juga pria normal dan sering menonton adegan film dewasa, bahkan sebenarnya yang membeli keperawanan Kiara malam itu adalah yoga sendiri. Tapi ia tidak mau ada satu pun orang yang tau, demi menjaga reputasi keluarganya.
Pantas saja Yoga rela keluar uang satu milyar untuk mahar menikahi Kiara, Sepertinya yoga merasa ketagihan.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments