Kedua cincin sudah berhasil di sematkan di jari manis Yoga dan Sherly. Kini keduanya sudah resmi bertunangan. Semua yang menyaksikan bertepuk tangan dan mengucapkan selamat kepada mereka.
"Selamat Yoga dan Sherly, kalian sudah resmi bertunangan. Mama berterimakasih sama kamu yoga, kamu sudah mau menuruti permintaan mama. Mama pikir kamu tidak akan datang kesini." Ucap mama yoga sambil memeluk putranya, merasa bahagia dan juga lega. Yoga hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Sementara Sherly, dalam hatinya merasa senang karna sebentar lagi akan menjadi istri dari calon pewaris perusahaan terbesar.
"Selamat atas pertunangan kalian, semoga diberi kelancaran sampai hari pernikahan." Ucap Andre tersenyum sambil menjabat tangan Yoga dan Sherly secara bergantian. Kemudian Andre meminta izin pada Sherly untuk berbicara berdua dengan Yoga.
"Kiara kamu bawa kemana ga? Dan sebenernya apa yang sudah terjadi di rumah?" Tanya Andre ketika keduanya sudah menyingkir ke tempat yang sepi.
Sebenarnya dari tadi Andre sudah berkali-kali menghubungi Yoga untuk menanyakan soal Kiara, tapi Yoga tidak memperdulikannya.
"Buat apa kamu menanyakan Kiara? Apa kamu lupa, dia sudah bersuami. Jadi berhentilah mengharapkan dia!" Ucap Yoga merasa kesal.
"Kok kamu sewot sih, aku cuma peduli sama Kiara sebagai teman. Kasihan dia. Aku nggak percaya kalo Kiara sudah menggoda mas Dimas. Pasti mas Dimas yang sudah bertindak kurang ajar pada Kiara dan memfitnahnya. Aku kenal Kiara sudah lama ga, aku tau betul sifat dia. Lagian suami Kiara itu kayaknya nggak peduli sama Kiara, kamu pikir saja! Kalo suaminya peduli, pasti dia nggak mungkin izinin Kiara kerja menginap. Ku rasa ada yang nggak beres sama suaminya." Andre berbicara panjang lebar mengeluarkan apa Yang ada didalam hati dan pikirannya.
"Sudah, kamu nggak usah ikut campur sama urusan Kiara! Dia sudah kembali sama suaminya. Aku sudah melihatnya secara langsung. Suaminya baik dan peduli sama kiara. Kamu jangan mengada-ada!" Balas Yoga yang Kemudian pergi, tanpa peduli sama Andre yang masih berusaha ingin berbicara dengannya.
"Kok aku jadi curiga, jangan-jangan Yoga punya hubungan spesial sama Kiara. Atau jangan-jangan suaminya Kiara itu Yoga. Aduh apaan sih? Aku mikirnya terlalu jauh. Mustahil kalo Yoga itu suaminya Kiara." Ucap Andre menebak-nebak kemudian melangkah kembali masuk ke tempat acara pesta.
Sepulang dari pesta pertunangan. Yoga kembali ke apartemen. Di lihatnya meja makan sudah tersedia menu makan malam yang sudah disiapkan oleh kiara. Kemudian Yoga melangkahkan kakinya menuju kamar. Ternyata Kiara sudah terlelap dalam tidurnya.
Yoga kembali keluar dan memilih masuk ke kamar sebelah, tapi sebelumnya ia memakan dulu makanan yang disiapkan Kiara supaya Kiara tidak merasa kecewa.
Yoga tidak mau membuat Kiara berpikir yang tidak-tidak jika ia memaksa tidur satu kamar dengan Kiara. Kali ini Yoga akan bersabar menunggu Kiara sampai kiara bisa menerimanya sebagai suami dan membuktikan bahwa ia benar-benar tulus ingin menjadi pendamping hidupnya.
Di rumah keluarga Pratama, mamanya Yoga sedang memeriksa kamar yoga, memastikan putranya sudah berada di kamar. Tapi setelah di cek semuanya, ternyata Yoga tidak ada di kamarnya. Padahal waktu sudah menunjukan pukul satu dini hari, dan acara pesta pertunangan juga sudah selesai sejak empat jam yang lalu. Mama Yoga mencoba menghubungi satpam penjaga gerbang, tapi ternyata satpam tersebut juga belum melihat kepulangan tuan mudanya. Mobilnya juga tidak terlihat di halaman rumah. Mama Yoga merasa kesal dan mencurigai Kiara sebagai penyebab putranya tidak pulang.
"Yoga tidak pernah seperti ini sebelumnya, apa jangan-jangan pembantu itu sudah berhasil menggoda Yoga, dan malam ini Yoga memilih tidur bersamanya daripada pulang ke rumah? Ini tidak bisa dibiarkan." Mama Yoga menebak-nebak dan merasa tidak terima jika apa yang dipikirnya terbukti benar.
Pagi harinya mama Yoga menghubungi Yoga, ia meminta Yoga mengembalikan Kiara ke rumah untuk melanjutkan kontrak kerjanya dengan alasan masih memberi kesempatan untuk Kiara membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Awalnya Yoga menolak karna takut Dimas bermain licik dan menyakiti Kiara lagi. Tapi karna mamanya terus memohon dan berjanji akan mengganti posisi kerja Kiara di bagian luar saja akhirnya Yoga mengiyakan permintaan mamanya.
Sebenarnya mama Yoga melakukan itu supaya dia bisa memantau Kiara agar tidak dekat-dekat dengan Yoga. Mamanya Yoga juga berencana akan memberi Kiara pelajaran karna sudah berani menggoda menantunya dan membuat Andre juga Yoga begitu peduli dengan dirinya.
"Mah, mama apa-apaan sih? Kenapa mama malah menyuruh Yoga membawa pelacur itu kesini lagi?" Protes Anita, yang tidak sengaja mendengar mama nya berbicara dengan Yoga meminta Kiara untuk kembali.
"Kamu tenang saja! Mama cuma mau memantau perempuan murahan itu. Semalam Yoga tidak pulang. Mama khawatir dia berduaan sama perempuan itu. Kita harus memberi pelajaran supaya perempuan itu merasa jera dan berhenti menggoda keluarga kita." Ucap mama Yoga memberitahu pada Anita tentang tujuan yang sebenarnya.
Di apartemen, Kiara menunduk sedih saat Yoga memintanya untuk kembali ke rumah.
"Kamu tenang saja, Kiara! Ada aku yang akan selalu memantau kamu. Sekarang kamu juga kerjanya di bagian luar, jadi kamu pasti aman. Mas Dimas tidak akan berani melakukan itu diluar." Ucap Yoga meyakinkan Kiara.
Kiara menatap Yoga dan mengangguk setuju. Yoga balas tersenyum dan memeluk Kiara.
"Maafkan aku Kiara, aku masih menjadi suami yang egois. Tapi aku pengen kamu lebih dekat dengan keluargaku sampai keluargaku menyadari bahwa kamu perempuan yang baik dan layak bersanding sama aku." Batin Yoga berharap keluarganya bisa menerima Kiara menjadi bagian dari keluarganya.
Kiara merasakan jantungnya berdetak lebih kencang saat suaminya menatap dirinya dalam jarak yang begitu dekat, hingga hembusan nafasnya terasa diwajahnya. Kiara memejamkan matanya saat bibir Yoga menempel di bibirnya dan kemudian menciumnya dengan lembut.
"Kiara." Panggil Yoga saat ia sudah melepas ciumannya.
Kiara mendongak, menatap suaminya dengan mengernyitkan dahinya. Penasaran dengan apa yang akan dikatakan suaminya.
"Aku boleh, maksud aku, aku pernah berencana menceraikan kamu. Aku khawatir ikatan suci kita rusak gara-gara ucapan ku waktu itu. Jadi sebelum jalan tiga bulan aku ingin memperbaiki hubungan kita supaya ikatan suci kita tetap utuh. Kamu mengerti nggak maksud aku?" Yoga menatap Kiara dengan tatapan penuh cinta.
Kiara mengangguk paham dengan maksud suaminya tersebut. Tapi ia juga masih bingung dengan perasaannya. Tanpa mengucap sepatah kata pun, Kiara memilih masuk kembali ke dalam kamar dan meninggalkan suaminya sendirian.
Setelah beberapa detik, Kiara tidak melihat suaminya menyusul dirinya masuk ke dalam kamar, Kiara mendongak pada pintu kamar untuk melihat ke luar kamar. Terlihat suaminya seperti sedang galau, duduk di sofa dengan melamun memandang ke arah aquarium yang berisi ikan hias berenang kesana kemari.
"Mas Yoga kok masih di luar? Katanya mau memperbaiki ikatan suci kita yang hampir rusak?" Ucap Kiara dengan malu-malu.
Yoga mendongak menatap Kiara seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Setelah dipikir-pikir, Kiara memutuskan untuk mempertahankan rumah tangganya dan memperjuangkan hubungannya dengan Yoga. Kiara pernah berharap untuk menikah hanya sekali seumur hidupnya, jadi selama yoga tidak meninggalkan dan tidak menduakannya ia akan tetap bertahan menjadi istri yoga.
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
💗 AR Althafunisa 💗
Yaaa.. dia balik lagi ke rumah mama nya Yoga ya walau alasan Yoga baik tapi takutnya malah di bully dan disiksa belum lagi ada buaya darat si Dimas. ngeri euyyy
2024-03-01
1