Harus Tertunda Lagi

Pagi harinya mereka berempat jalan-jalan ke bukit yang lokasinya tidak jauh dari villa. Mereka ingin menyaksikan indahnya matahari terbit. Kiara dan Aldi tampak bersemangat berjalan paling depan, sementara yoga dan Dion tampak santai dibelakang.

"Ga, loe jujur aja deh sama gue! Kalo semalam kita nggak ke kamar loe pasti loe sama Kiara udah gitu kan? Sejak kapan loe jadi liar seperti itu ga?" Ucap Dion yang semalam mengintip aktifitas yoga dan kiara saat berduaan di sofa. Dion pura-pura sudah tidur padahal sebenarnya lagi penasaran, kenapa Yoga yang dikenalnya tidak suka macam-macam dengan perempuan, tiba-tiba bisa tidur satu kamar sama Kiara.

"Gue mau kasih tau loe sesuatu. Tapi janji jangan ketawa! Dan jangan sampai loe bocor sama keluarga gue atau yang lain!" Ucap yoga memperingatkan.

"Iya gue janji." Balas Dion dengan menunjukan jari tengah dan telunjuknya.

"Awas, kalo sampe bocor!" ancam yoga.

"Iya ya, cepetan kasih tau apa?" Ucap Dion merasa penasaran.

"Sebenarnya gue udah nikah sama Kiara, sesuai janji gue waktu di hutan saat itu." Ucap Yoga dengan setengah berbisik.

Dion tampak terkejut dan ingin tertawa tapi yoga buru-buru mengingatkan akan ancamannya, sehingga Dion berusaha menahan untuk tidak tertawa.

kemudian Aldi berteriak meminta tolong untuk fotoin dirinya berdua dengan Kiara. Yoga mengambil ponsel Aldi dan mengambil gambar yang hanya menunjukan gambar Aldi saja, sebab yoga tidak mau foto istrinya tersimpan di ponsel Aldi. Begitu hasilnya dilihat Aldi ia terlihat sangat kesal.

"Loe kalo cemburu bilang aja! kagak usah begini juga kali." Ucap Aldi yang melihat hasil fotonya tidak tampak wajah Kiara sama sekali. Dion tertawa terpingkal-pingkal melihat hasil kamera yang di abadikan oleh yoga di ponsel Aldi.

Kemudian mereka berempat melanjutkan menikmati pagi dengan mengabadikan aktifitas pagi mereka di ponsel mereka masing-masing, kecuali Kiara. Sebab ia tidak mempunyai ponsel, jadi ia memilih memperhatikan bunga dan sesekali memetiknya. Diam-diam tanpa sepengetahuan Kiara, Yoga mengabadikan kenangan saat Kiara memetik bunga-bunga tersebut. Kiara tampak terlihat sangat cantik dan bahagia dengan bunga² yang ia petik.

Mengingat kemarin ada yang memberi kiara bunga tanpa jelas siapa pengirimnya. Lagi-lagi Yoga merasa kesal, kemudian ia memetik beberapa tangkai bunga mawar putih dan memberikannya pada Kiara. Melihat yoga memberinya bunga, tanpa berucap apapun membuat Kiara mengernyit heran.

"Jadi bunga yang kemarin itu dari mas yoga kan?" Tebak Kiara yang malah jadi teringat sama bunga kiriman kemarin.

"Kalo ada bunga kiriman dari tukang bunga, itu berarti bukan dari aku. Harus kamu ingat! Kalo aku yang memberi, aku akan memberikannya secara langsung. "Ucap yoga mengingatkan.

Setelah hari mulai panas, mereka pulang kembali ke villa dan melakukan aktifitas mandi untuk menyegarkan tubuhnya.

Dion yang sudah tau bahwa yoga sudah menikahi Kiara berjanji tidak akan mengganggu aktifitas mereka saat berada di dalam kamar.

"Tadi subuh aku lihat kamu sholat, berarti kamu sudah bersih dong?" Ucap Yoga memeluk Kiara dari belakang saat Kiara berdiri didepan cermin sedang menyisir rambutnya.;Kiara memutar bola matanya, lagi-lagi suaminya yang mesum itu menanyakan hal itu. Entah alasan apa lagi yang harus Kiara berikan, untuk menahan suaminya supaya tidak menyentuhnya.

"Aduh aku lapar. Udah ada makanan belum ya?" Ucap Kiara mengalihkan pembicaraan, kemudian melangkah hendak keluar.

Tapi kemudian Yoga menarik tangan Kiara dan mendudukkan Kiara dipinggir ranjang tempat tidur.

"Udah kamu disini saja! biar aku yang bawakan sarapan kesini." ucap yoga yang kemudian keluar kamar dan turun kebawah.

Di meja makan sudah ada Aldi dan Dion yang menunggu untuk sarapan. kemudian Yoga menyuruhnya untuk segera sarapan, tidak perlu menunggunya. Yoga juga mengatakan bahwa ia akan sarapan dikamar bersama dengan Kiara. Yoga memberi alasan pada mereka bahwa Kiara sedang tidak enak badan, supaya Aldi tidak banyak bertanya. Sementara Dion, ia sudah tau kebenarannya. Jadi ia memakluminya. Setelah sarapan ia berencana mengajak Aldi memancing supaya tidak menggangu aktifitas Yoga dan kiara.

Kiara memakan sarapannya sedikit demi sedikit, sengaja mengulur waktu berharap suaminya berubah pikiran. Sementara yoga, ia sudah menghabiskan sarapannya sedari tadi. Dan kini ia sedang menikmati rokok sambil mengotak-atik layar ponselnya.

Yoga membuang sisa rokok yang dipegangnya dan kemudian mendekati Kiara. Yoga merebut mangkok yang dibawa Kiara dan menyodorkan air putih, supaya Kiara segera meminumnya. kemudian menaruh bekas makan kiara di atas meja. Kiara merasakan jantungnya berdebar lebih kencang saat suaminya kembali mendekatinya lagi.

"Kamu sengaja makan dilama-lamain? Biar apa?" Ucap Yoga yang kini wajahnya sudah berada di dekat wajah Kiara, hingga hembusan nafasnya pun terasa di wajah Kiara. Kiara bingung menjawab apa, ia hanya diam dan langsung menunduk.

Kemudian Yoga naik ke atas ranjang dan bersandar di sandaran ranjang tempat tidur. Tangannya meraih remote TV dan kemudian menyalakan televisi. Yoga menarik tangan Kiara untuk duduk disampingnya. Kali ini yoga tidak akan memaksa Kiara. Yoga ingin Kiara juga menikmati percintaan nya. Jadi ia akan membuat Kiara merasa rileks terlebih dahulu.

"Dion sama Aldi dimana?" Tanya Kiara menatap suaminya yang pandangan matanya fokus pada layar televisi.

"Lagi mancing. Udah, kamu nggak usah tanya-tanya mereka! Disini cuma ada aku sama kamu, jadi cukup ngomongin kita saja! Tidak perlu membicarakan yang lain!" Ucap Yoga yang kemudian menarik tubuh Kiara untuk dipeluknya. Kiara menatap wajah suaminya dari jarak dekat. Ia baru menyadari suaminya ternyata sangat tampan, hingga kemudian yoga balik menatapnya dan kemudian keduanya saling berciuman.

Yoga mencium bibir Kiara dengan sangat lembut dan Kiara reflek membalas ciuman dari suaminya, hingga lama-lama nafas keduanya terdengar berat. Yoga beralih menciumi leher Kiara dan meninggalkan jejak disana. Kali ini Kiara begitu menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya, ia malah mengharapkan yang lebih dari itu.

Tangan Kiara juga sudah tidak sungkan lagi memeluk suaminya yang kini sudah berada diatas tubuhnya. Jiwa Kiara dibuat melayang-layang, saat lidah sang suami bermain main diatas puncak dadanya.

Tapi tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk, di iringi suara bibi yang memberitahu bahwa dibawah sudah ada Andre yang menunggunya. Yoga merasa kesal bukan main, lagi-lagi aktifitas percintaannya terganggu dan tertunda, padahal ia sudah sangat lama mencoba menahan hasratnya dengan susah payah. Kiara yang tadinya berharap bisa menghindari suaminya, kini jadi merasa kasihan sama suaminya.Tapi mau bagaimana lagi?

"Loe ngapain sih dre? Pakai nyusul gue kesini? Kayak gak ada kerjaan lain aja." Ucap Yoga kesal, ketika sudah turun ke bawah untuk menemui sepupunya tersebut.

"Nggak usah kepedean! Gue kesini mau cari Kiara, bukan cari loe. Mana Kiara?" Ucap Andre celingukan mencari sosok Kiara.

"Kiara lagi bersih-bersih di kamar. Loe tunggu sini aja! bentar lagi turun." Ucap yoga dengan berbohong supaya Andre tidak curiga.

Tidak lama kemudian Kiara turun. Andre langsung mendekati Kiara dan menarik tangan Kiara untuk duduk bersamanya. Melihat itu membuat yoga merasa panas. Kemudian ia memilih keluar mencari Aldi dan Dion, meninggalkan Andre bersama Kiara.

Bersambung..

Episodes
1 Kiara Yang Malang
2 Kiara dan 3 pemuda yang tersesat
3 Rio Berulah Lagi
4 Menikah sama Gue!
5 Mahar Satu Milyar
6 Kiara Di Usir Dari Rumah
7 Terpaksa Menjadi Pembantu
8 Kiara Bertemu Yoga
9 Andre Menemui Kiara
10 Cemburu
11 Kiara Bertemu Sherly
12 Bunga Mawar Putih Dari Siapa?
13 Liburan Ke Villa
14 Menginap Di Villa
15 Harus Tertunda Lagi
16 Kembali Ke Rumah Keluarga Pratama
17 Salah Paham
18 Mengajak Tinggal Di Apartemen
19 Mencoba Bertahan
20 Memulai Merintis Usaha
21 Merasa Di Permainkan
22 Meminta Penjelasan
23 Kejadian Di Kamar Kontrakan
24 Belum Siap Hubungannya Terbongkar
25 Dion Dan Aldi Menjenguk Kiara
26 Di Apartemen untuk sementara
27 Yoga Mengajak Diandra Menginap
28 Memberi Dimas Kesempatan
29 Di masjid Apa Di Gereja?
30 Mulai Bekerja Lagi
31 Agama Yoga Dan Keluarganya
32 Tidak Sengaja Bertemu Di Kafe
33 Andre Memergoki Kiara Dan Yoga Menginap Di Hotel
34 Status Hubungan Kiara Dan Yoga
35 Eyang sepuh
36 Merasa Tak Berarti Lagi
37 Kiara Hamil
38 Ternyata Hanya Salah Sangka
39 Kepergok Saat Mencium Kiara
40 Kamera CCTV
41 Bertemu Tania
42 Kiara, Tania Dan Sherly
43 Jam Tangan Pembawa Masalah
44 Pengakuan Yoga Kepada Keluarganya
45 Kehamilan Sherly
46 Sus Eni Kabur
47 Kedatangan Sherly Dan Keluarganya
48 Sambutan Untuk Menantu
49 Terjadi Sesuatu Pada Andre Dan Fitri
50 Meminta Restu Tante Mentari
51 Menikahlah Denganku, Fit!
52 Obrolan Mentari Dan Tania
53 Amanda Fitriana
54 Rumah Pak RT & Bu RT
55 Nasi Jagung
56 Kota Salatiga
57 Acara Syukuran Tujuh Bulanan
58 Bertemu Seseorang
59 Alan Teman Masa SMA
60 Mentari Bertemu Tania
61 Toko Perlengkapan Bayi
62 Hinaan Dari Tania Untuk Kiara
63 Kedatangan Fitri Di Rumah Kiara
64 Fakta Tentang Yoga Dan Kiara
65 TAMAT
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Kiara Yang Malang
2
Kiara dan 3 pemuda yang tersesat
3
Rio Berulah Lagi
4
Menikah sama Gue!
5
Mahar Satu Milyar
6
Kiara Di Usir Dari Rumah
7
Terpaksa Menjadi Pembantu
8
Kiara Bertemu Yoga
9
Andre Menemui Kiara
10
Cemburu
11
Kiara Bertemu Sherly
12
Bunga Mawar Putih Dari Siapa?
13
Liburan Ke Villa
14
Menginap Di Villa
15
Harus Tertunda Lagi
16
Kembali Ke Rumah Keluarga Pratama
17
Salah Paham
18
Mengajak Tinggal Di Apartemen
19
Mencoba Bertahan
20
Memulai Merintis Usaha
21
Merasa Di Permainkan
22
Meminta Penjelasan
23
Kejadian Di Kamar Kontrakan
24
Belum Siap Hubungannya Terbongkar
25
Dion Dan Aldi Menjenguk Kiara
26
Di Apartemen untuk sementara
27
Yoga Mengajak Diandra Menginap
28
Memberi Dimas Kesempatan
29
Di masjid Apa Di Gereja?
30
Mulai Bekerja Lagi
31
Agama Yoga Dan Keluarganya
32
Tidak Sengaja Bertemu Di Kafe
33
Andre Memergoki Kiara Dan Yoga Menginap Di Hotel
34
Status Hubungan Kiara Dan Yoga
35
Eyang sepuh
36
Merasa Tak Berarti Lagi
37
Kiara Hamil
38
Ternyata Hanya Salah Sangka
39
Kepergok Saat Mencium Kiara
40
Kamera CCTV
41
Bertemu Tania
42
Kiara, Tania Dan Sherly
43
Jam Tangan Pembawa Masalah
44
Pengakuan Yoga Kepada Keluarganya
45
Kehamilan Sherly
46
Sus Eni Kabur
47
Kedatangan Sherly Dan Keluarganya
48
Sambutan Untuk Menantu
49
Terjadi Sesuatu Pada Andre Dan Fitri
50
Meminta Restu Tante Mentari
51
Menikahlah Denganku, Fit!
52
Obrolan Mentari Dan Tania
53
Amanda Fitriana
54
Rumah Pak RT & Bu RT
55
Nasi Jagung
56
Kota Salatiga
57
Acara Syukuran Tujuh Bulanan
58
Bertemu Seseorang
59
Alan Teman Masa SMA
60
Mentari Bertemu Tania
61
Toko Perlengkapan Bayi
62
Hinaan Dari Tania Untuk Kiara
63
Kedatangan Fitri Di Rumah Kiara
64
Fakta Tentang Yoga Dan Kiara
65
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!