"Mas, ahhh" Keluh Kiara lirih saat terbangun dari tidurnya, ternyata suaminya sudah menindihnya dan bermain-main di dadanya.
"Mas yoga, apa yang sudah mas lakukan? Bukankah mas yoga sudah berjanji tidak akan menyentuhku?" Ucap kiara saat sudah sepenuhnya sadar, sembari mendorong suaminya dan mencoba menutupi dadanya.
"Maaf Kiara, tapi aku tidak sanggup lagi untuk menahannya." Jawab Yoga yang kemudian mencoba menyerang Kiara lagi.
Kiara mencoba untuk berontak tapi tenaganya kalah oleh suaminya, Ia juga tidak mungkin berteriak meminta tolong. Apa kata orang nanti? Yang ada malah bikin malu Kiara sendiri. Kiara hanya bisa pasrah dengan apa yang akan di lakukan yoga saat ini.
Orang bilang malam pertama itu indah bagaikan di syurga, tetapi tidak yang di rasakan Kiara malam ini. Hatinya merasakan perih yang bertubi-tubi, apalagi Yoga melakukannya sampai berkali-kali, membuat Kiara merasakan sakit luar dan dalam.
Pagi harinya dengan badan lelah tak berdaya, Kiara terpaksa mandi dan berganti pakaian untuk menghilangkan jejak semalam saat suaminya menyetubuhinya.
Beruntung pagi ini budhe nya tidak bawel menyuruh Kiara ini itu. Malahan saat Kiara keluar kamar, ia melihat banyak makanan yang sudah tersedia di meja makan.
Setelah selesai mandi dan sarapan, Yoga bersiap-siap untuk kembali pulang ke kota.
"Tiga bulan lagi aku akan urus surat perceraian kita. Kamu tinggal terima jadi saja! Tidak usah ikut pusing mengurus di pengadilan!" Ucap Yoga tanpa merasa berdosa sedikitpun.
Bagaikan tersambar petir di siang bolong, Kiara mendengar ucapan Yoga. Semudah itu dia bilang cerai setelah semalam ia mengerjainya habis-habisan. Ia anggap Kiara apa? Baru satu hari menyandang status sebagai istrinya, Kiara sudah mau diceraikan begitu saja.
"Kenapa? Bukankah ini rencana kita dari awal kan?" Ucap Yoga, ketika melihat raut wajah Kiara yang seolah tidak terima dengan ucapannya.
Kiara tidak sanggup mengatakan apapun, ia hanya diam dan menyembunyikan air matanya yang sulit ia tahan agar tidak keluar.
"Rencana yang mana? Aku memang berpikiran kamu akan meninggalkan aku suatu saat nanti, tapi tidak dengan cara seperti ini." Batin Kiara merasa tidak terima dengan perlakuan yoga, tapi ia bisa apa? Marah pun percuma.
Kiara mencoba menghirup udara dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan pelan untuk menguatkan hatinya. Ia tidak mau terlihat lemah di mata Yoga.
"Iya bagus kalo begitu. Terimakasih!" Ucap Kiara mencoba untuk tegar dan tersenyum secara dipaksakan.
"Sebaiknya mas yoga cepetan pulang! Soalnya aku sibuk banyak kerjaan." Usir Kiara secara halus dengan alasan sibuk, padahal sebenarnya ia ingin segera meluapkan emosi dan rasa sakit hatinya dengan menangis.
Kemudian tanpa mengucap satu kata pun, Yoga melangkah keluar dan tidak lama kemudian terdengar suara mobil Yoga melaju semakin terdengar jauh dan menghilang.
Kiara menangis histeris tapi tidak dengan bersuara, khawatir akan ada yang mendengarnya.
"Kenapa hidupku selalu menderita seperti ini? Apa salah aku? Apa salah orang tuaku?" Batin Kiara bertanya-tanya. Menurut Kiara dunia ini sangat kejam untuknya.
Satu bulan Kemudian.
Selama satu bulan, Yoga benar-benar tidak pernah menemui Kiara lagi. Tapi sekarang Kiara sudah ikhlas, hanya saja gunjingan dari warga yang tidak suka sama Kiara selalu mengusik telinganya. Untung masih ada beberapa warga yang bersimpati dan selalu menguatkan Kiara.
Budhe Kiara juga tidak henti-hentinya untuk menghina Kiara, Padahal uang mahar satu milyar Ia nikmati sendiri tanpa mau berbagi pada Kiara.
Pada suatu hari, Rio sudah mulai bisa berbicara lagi, kemudian Ia menceritakan pada ibunya bahwa yang sudah membuatnya babak belur waktu itu adalah teman laki-laki Kiara dari kota.
Padahal sebenarnya saat dipukuli yoga Ia pura-pura pingsan, supaya Yoga berhenti memukulinya. Tetapi tak lama setelah yoga pergi, Rio di datangi anak buah dari orang yang akan membeli Kiara. Berhubung uang sudah dibayar dan kiara tidak bisa ia bawa menemui tuan mereka, jadinya mereka memukuli Rio tanpa ampun.
Tapi Rio hanya menceritakan teman Kiara dari kota lah yang sudah memukulinya dengan alasan karna disuruh Kiara. Rio tidak mau menceritakan soal dia sudah menjual Kiara Karna takut ibunya marah.
Budhe kiara tersulut emosi, Ia langsung pergi ke kamar Kiara dan mengambil semua baju-baju nya, lalu memasukan semua baju dan barang keperluan kiara ke dalam tas besar dan juga kardus. Kemudian ia melemparnya ke halaman rumah.
Budhe Kiara mengambil satu set emas pemberian Yoga saat pernikahan Kiara waktu itu. Ia tidak peduli Kiara akan hidup seperti apa nantinya, Ia sudah terlanjur muak menerima kenyataan anaknya sakit sampai berminggu-minggu, dan ternyata itu ulah keponakan bersama suami keponakannya.
Kiara yang baru pulang dari ladang sangat terkejut melihat semua baju dan barang-barangnya berada di halaman rumah. kemudian ia mengetuk pintu dan berteriak memanggil budhenya.
Saat pintu sudah dibuka, tanpa aba-aba Budhe Kiara langsung menampar Kiara. Budhe Kiara menampar Kiara hingga dua kali. Tamparan ke dua hingga membuat Kiara terjengkang dan jatuh terduduk.
"Dasar kurang ajar kamu, ternyata kamu yang sudah membuat anak saya sakit sampai berminggu-minggu. Beruntung anak saya baik, tidak akan menyeret kamu ke penjara. Sekarang pergi kamu dari sini! Dan mulai detik ini kamu bukan keponakan saya lagi." Ucap budhe Kiara penuh emosi.
Kiara menangis memohon ampun sambil merangkak, tetapi budhe Kiara tidak peduli dan langsung menutup pintu.
Tiba-tiba Kiara merasakan sakit luar biasa di perutnya. "Aduh, perut aku kenapa sakit sekali rasanya?" Ucap Kiara lirih menahan rasa sakit yang luar biasa di bagian perutnya.
Kiara berteriak meminta tolong sama budhe nya, tetapi budhe nya tidak peduli sama sekali. Hingga kemudian terlihat Pak RT dan Bu RT yang tidak sengaja melewati halaman rumah Kiara.
Melihat Kiara terduduk dilantai depan rumahnya sambil berteriak meminta tolong, Pak RT dan Bu RT bergegas mendekati Kiara untuk melihat apa yang terjadi pada Kiara.
"Pak Buk, tolong Kia! Perut Kia sakit." Ucap Kiara lirih dan terbata-bata karna menahan rasa sakit yang luar biasa.
"Ya Allah Kiara, apa yang terjadi sama kamu nak?" Ucap bu RT sembari mencoba membantu Kiara untuk berdiri.
"Sepertinya Kiara keguguran buk. Lihat ada darah!" Ucap pak RT menunjuk lantai bekas Kiara terduduk.
Bu RT dan pak RT bergegas membawa Kiara pergi ke klinik terdekat. Mereka tak lupa mengambil beberapa baju dan barang Kiara yang tergeletak di halaman.
Sesampai di klinik. Kiara langsung mendapat penanganan dari dokter, dan ternyata Kiara harus menjalani kuret. Sebab janin didalam kandungan Kiara sudah tidak dapat diselamatkan lagi.
"Maafin ibu ya nak! Ibu tidak tau kalo ternyata kamu sudah ada di perut ibu. Seandainya ibu tau, ibu pasti akan berusaha menjagamu dengan baik. Tapi mungkin Allah lebih sayang sama kamu nak!" Batin kiara merasa sedih kehilangan calon bayi nya, tetapi Kiara mencoba untuk ikhlas. Mungkin ini jalan yang terbaik, daripada nanti anaknya menderita sama sepertinya. Apalagi suaminya sudah meninggalkannya, dan belum tentu juga ia hamil sama suaminya. Bisa jadi sama orang yang sudah membelinya. Walaupun sebenarnya sama saja tapi Kiara tidak tau menahu soal itu.
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments