Menikah sama Gue!

"Ayo kita pergi dari sini!" Ucap Yoga sembari menarik tangan Kiara supaya mengikuti langkahnya.

Setelah sampai di depan rumah pak RT keduanya berhenti.

"Itu tadi siapa sih? Kenapa dia paksa loe untuk ikut dia?" Tanya Yoga penasaran.

"Dia Kakak sepupu aku. Aku mohon sama kamu mas, tolong jangan kasih tau siapapun soal tadi ya! Aku takut kakak sepupuku sama budhe marah, aku juga malu jika orang tau kalo ternyata aku sudah....." Kiara tidak melanjutkan kata-katanya, sebab tidak sanggup mengucapkannya.

"Ya ya gue paham, gue nggak akan bilang ke siapapun. Tapi ada syaratnya, gimana?" ucap Yoga dengan menaikan satu alisnya.

"Apa itu mas syaratnya?" Tanya kiara khawatir syaratnya akan berat.

"Menikah sama gue!" Ucap Yoga sembari tersenyum tipis.

Kiara terkejut dibuatnya. Tidak menyangka Yoga akan meminta syarat yang menurutnya mustahil.

"Kenapa diem? loe nggak mau?" Tanya Yoga lagi yang melihat Kiara hanya diam saja.

"Tapi alasannya apa? kita baru bertemu, belum mengenal satu sama lain, apalagi kamu Kan tau aku sudah tidak sempurna lagi seperti gadis lainnya, aku hanya merasa aneh saja kalo kamu mau menikah sama aku." Ucap Kiara merasa tidak percaya.

"Jangan GR deh! Gue mau nikah sama loe bukan karna gue suka atau cinta sama loe. Tapi karna nazar yang harus gue penuhi. Itu sebabnya gue belum jadi pulang ke kota, karna gue masih ada urusan sama loe." Ucap Yoga menjelaskan.

"Kenapa harus gue?" Tanya Kiara bingung.

"Karna loe yang nolongin kita waktu tersesat kemarin. Udah, loe nggak usah banyak tanya! To the point aja! loe mau gak nikah sama gue?" Ucap yoga sedikit kesal

Kiara diam membatin "Tapi boleh juga sih, seenggaknya kalo aku nikah dan kemudian bercerai statusku jadi jelas." Kiara mencoba mencari peruntungan.

"Oke, aku mau nikah sama kamu. Tapi aku nggak mau nikah siri. Supaya kalo kita bercerai, aku jadi punya bukti status yang jelas. Dan setelah nikah nanti, aku juga nggak mau ikut kamu ke kota. Satu lagi, jangan pernah sentuh aku walau hanya seujung jari pun! Bagaimana? Mau nggak?" Ucap Kiara memberi penawaran.

"Terserah loe deh! Yang penting gue nggak ingkar janji sama nazar yang sudah gue ucap di hutan angker kemarin."

Kemudian Yoga mengantar Kiara pulang sampai ke depan rumah. Yoga juga tidak lupa memberitahu bahwa besok ia akan pulang dulu ke kota untuk mengurus surat-surat dan akan kembali satu Minggu lagi.

Yoga berharap Kiara juga segera menyiapkan segalanya supaya pernikahannya berjalan lancar. Yoga juga tidak lupa mewanti-wanti Kiara, bahwa setelah bercerai Kiara tidak berhak menuntut harta gono-gini. Yoga juga meminta kiara agar tidak membocorkan pernikahannya sama teman-teman yoga.

Esoknya masih pagi buta, budhe Kiara sudah teriak-teriak memanggil Kiara sembari menggedor-gedor pintu kamar Kiara.

Kiara yang merasa penasaran langsung keluar untuk melihat apa yang terjadi. Dan ternyata di ruang tamu sudah ada Kakak sepupunya yang masih tampak tak sadarkan diri, dan juga ada beberapa warga yang mengaku sudah mengantar Rio pulang.

Kondisi Rio sangat memprihatinkan, hingga para warga memberi saran pada budhe Kiara, supaya Rio segera dibawa ke rumah sakit.

Kiara merasa sedikit takut kalo sampai Rio meninggal, Pasti Yoga dan dirinya akan dicari polisi untuk mempertanggung jawab kan perbuatannya.

Tapi sepertinya tidak ada satu pun yang curiga sama Kiara ataupun yoga. Kiara anggap kejadian yang menimpa Rio adalah balasan untuknya, yang sudah berbuat jahat pada Kiara.

......................

Di terminal kota, Yoga dan kedua sahabatnya tampak merasa bahagia karna sebentar lagi mereka akan menikmati perjalanan menuju kota tempat tinggalnya.

"Oh ya bro, gimana sama nazar loe kemarin di hutan? Jadi dong nikahin Kiara?" Dion iseng mengingatkan.

"Apaan sih Loe, gue kan cuma bercanda doang, nggak serius. Gue masih punya Sherly, kalo loe lupa. Mau dikemanakan dia kalo gue nikahin Kiara?" Balas Yoga sengaja berbohong.

Sebenarnya Yoga berpendapat nazar itu tidak penting dan tidak akan berpengaruh apa-apa dikemudian hari, tapi rasa takut terus membayanginya. Jadinya Yoga terpaksa akan menikahi Kiara tanpa sepengetahuan teman-teman dan keluarganya. Karna jelas pasti keluarganya tidak akan setuju dan teman-temannya juga pasti akan terus menertawakan dan meledeknya.

Selain itu, Yoga juga merasa tidak rela jika sampai ada laki-laki lain yang menyentuh Kiara selain dirinya. Entah apa alasannya, yoga sendiri juga bingung. Padahal di kota, ia mempunyai kekasih yang sudah direstui oleh keluarganya.

Setelah menempuh perjalanan kurang dari 2 jam, akhirnya mereka telah sampai di bandara Soekarno hatta.

Berhubung sebelumnya, mereka sudah memesan tiket pesawat secara online, jadi mereka langsung menuju lokasi keberangkatan pesawat menuju Jakarta.

Sesampainya di rumah, Yoga kena omel mamanya karna pulang terlambat. Tadi pagi papanya sempat uring-uringan karna tidak ada yang membantunya mengurus kantor.

Walaupun masih ada kakak ipar yoga dan sepupu Yoga, tapi papa Yoga merasa tidak puas dengan hasil kerja mereka.

"Maaf mah, kemarin yoga sempat kesasar disana. Untung masih bisa pulang." ucap Yoga ketika mamanya tidak berhenti mengomel.

"Nah, itulah akibat tidak menurut sama orang tua. Mama kan sudah bilang, lebih baik liburan ke Bali saja atau ke Bandung yang lebih dekat, kamu malah milih ke Jawa tengah. Ngapain juga kesana, orang nggak ada apa-apa nya juga." ucap mamanya masih merasa kesal.

Disisi lain, di sebuah rumah sakit, daerah Semarang.

Dengan terpaksa Kiara menunggu Rio yang sedang terbaring di rumah sakit. Sebab budhe Kiara lagi ada urusan penting yang tidak bisa di tinggalkannya.

Kiara merasakan lapar karna memang sudah waktunya jam makan siang. Kemudian ia keluar dari ruang rawat dan melangkah menuju kantin rumah sakit.

Setelah menghabiskan makanannya, Kiara membayarnya di kasir. Uang yang ada di dompet Kiara seketika langsung habis, karna memang uang Kiara tidak banyak.

Kiara merasa bingung. Sebab ia harus mengurus pernikahannya, sementara ia tidak mempunyai uang sama sekali.

Jika tidak lagi menunggu kakak sepupunya di rumah sakit, mungkin ia akan mencari kerja serabutan supaya bisa mendapatkan uang.

Karna berjalan sambil melamun, kiara tidak sengaja menabrak seseorang. Dan ternyata orang tersebut adalah Tania yang lagi bersama dengan seseorang yang sangat di kenal Kiara.

"Maaf Tania, aku nggak sengaja." Ucap Kiara merasa tidak enak.

"Iya nggak papa, santai aja! Aku maklumi kok." Ucap Tania sembari tersenyum di manis-manisin. Sebab ia sedang bersama dengan sang pujaan hati.

"Kiara, kamu disini ngapain? siapa yang sakit?" Tanya seseorang yang sedang bersama Tania, namanya Andre. Ia juga teman sekolah Kiara saat SMA.

"Aku nemenin kakak sepupu aku yang lagi sakit. Oh ya Tania, nanti sore kamu jadi berangkat ke Jakarta?" Jawab Kiara yang kemudian menanyakan tentang rencana keberangkatan Tania ke jakarta.

"Jadi dong, kan aku ke Jakarta bareng Andre. Soalnya dia juga yang udah cariin aku pekerjaan disana, biar kita nggak berjauhan." Balas Tania sembari memeluk tangan Andre, memamerkan kemesraannya.

"Tadi pagi Andre sampai belain jemput kesini, nggak mungkin dong kalo nggak jadi." Sambungnya lagi.

Andre terlihat seperti tidak enak pada Kiara, Sementara Kiara merasa sedikit ada rasa sesak di dadanya, tapi ia mencoba untuk bersikap biasa saja.

Bersambung..

Episodes
1 Kiara Yang Malang
2 Kiara dan 3 pemuda yang tersesat
3 Rio Berulah Lagi
4 Menikah sama Gue!
5 Mahar Satu Milyar
6 Kiara Di Usir Dari Rumah
7 Terpaksa Menjadi Pembantu
8 Kiara Bertemu Yoga
9 Andre Menemui Kiara
10 Cemburu
11 Kiara Bertemu Sherly
12 Bunga Mawar Putih Dari Siapa?
13 Liburan Ke Villa
14 Menginap Di Villa
15 Harus Tertunda Lagi
16 Kembali Ke Rumah Keluarga Pratama
17 Salah Paham
18 Mengajak Tinggal Di Apartemen
19 Mencoba Bertahan
20 Memulai Merintis Usaha
21 Merasa Di Permainkan
22 Meminta Penjelasan
23 Kejadian Di Kamar Kontrakan
24 Belum Siap Hubungannya Terbongkar
25 Dion Dan Aldi Menjenguk Kiara
26 Di Apartemen untuk sementara
27 Yoga Mengajak Diandra Menginap
28 Memberi Dimas Kesempatan
29 Di masjid Apa Di Gereja?
30 Mulai Bekerja Lagi
31 Agama Yoga Dan Keluarganya
32 Tidak Sengaja Bertemu Di Kafe
33 Andre Memergoki Kiara Dan Yoga Menginap Di Hotel
34 Status Hubungan Kiara Dan Yoga
35 Eyang sepuh
36 Merasa Tak Berarti Lagi
37 Kiara Hamil
38 Ternyata Hanya Salah Sangka
39 Kepergok Saat Mencium Kiara
40 Kamera CCTV
41 Bertemu Tania
42 Kiara, Tania Dan Sherly
43 Jam Tangan Pembawa Masalah
44 Pengakuan Yoga Kepada Keluarganya
45 Kehamilan Sherly
46 Sus Eni Kabur
47 Kedatangan Sherly Dan Keluarganya
48 Sambutan Untuk Menantu
49 Terjadi Sesuatu Pada Andre Dan Fitri
50 Meminta Restu Tante Mentari
51 Menikahlah Denganku, Fit!
52 Obrolan Mentari Dan Tania
53 Amanda Fitriana
54 Rumah Pak RT & Bu RT
55 Nasi Jagung
56 Kota Salatiga
57 Acara Syukuran Tujuh Bulanan
58 Bertemu Seseorang
59 Alan Teman Masa SMA
60 Mentari Bertemu Tania
61 Toko Perlengkapan Bayi
62 Hinaan Dari Tania Untuk Kiara
63 Kedatangan Fitri Di Rumah Kiara
64 Fakta Tentang Yoga Dan Kiara
65 TAMAT
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Kiara Yang Malang
2
Kiara dan 3 pemuda yang tersesat
3
Rio Berulah Lagi
4
Menikah sama Gue!
5
Mahar Satu Milyar
6
Kiara Di Usir Dari Rumah
7
Terpaksa Menjadi Pembantu
8
Kiara Bertemu Yoga
9
Andre Menemui Kiara
10
Cemburu
11
Kiara Bertemu Sherly
12
Bunga Mawar Putih Dari Siapa?
13
Liburan Ke Villa
14
Menginap Di Villa
15
Harus Tertunda Lagi
16
Kembali Ke Rumah Keluarga Pratama
17
Salah Paham
18
Mengajak Tinggal Di Apartemen
19
Mencoba Bertahan
20
Memulai Merintis Usaha
21
Merasa Di Permainkan
22
Meminta Penjelasan
23
Kejadian Di Kamar Kontrakan
24
Belum Siap Hubungannya Terbongkar
25
Dion Dan Aldi Menjenguk Kiara
26
Di Apartemen untuk sementara
27
Yoga Mengajak Diandra Menginap
28
Memberi Dimas Kesempatan
29
Di masjid Apa Di Gereja?
30
Mulai Bekerja Lagi
31
Agama Yoga Dan Keluarganya
32
Tidak Sengaja Bertemu Di Kafe
33
Andre Memergoki Kiara Dan Yoga Menginap Di Hotel
34
Status Hubungan Kiara Dan Yoga
35
Eyang sepuh
36
Merasa Tak Berarti Lagi
37
Kiara Hamil
38
Ternyata Hanya Salah Sangka
39
Kepergok Saat Mencium Kiara
40
Kamera CCTV
41
Bertemu Tania
42
Kiara, Tania Dan Sherly
43
Jam Tangan Pembawa Masalah
44
Pengakuan Yoga Kepada Keluarganya
45
Kehamilan Sherly
46
Sus Eni Kabur
47
Kedatangan Sherly Dan Keluarganya
48
Sambutan Untuk Menantu
49
Terjadi Sesuatu Pada Andre Dan Fitri
50
Meminta Restu Tante Mentari
51
Menikahlah Denganku, Fit!
52
Obrolan Mentari Dan Tania
53
Amanda Fitriana
54
Rumah Pak RT & Bu RT
55
Nasi Jagung
56
Kota Salatiga
57
Acara Syukuran Tujuh Bulanan
58
Bertemu Seseorang
59
Alan Teman Masa SMA
60
Mentari Bertemu Tania
61
Toko Perlengkapan Bayi
62
Hinaan Dari Tania Untuk Kiara
63
Kedatangan Fitri Di Rumah Kiara
64
Fakta Tentang Yoga Dan Kiara
65
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!