Malam ini Sherly memenuhi ajakan Tania yang ingin mengobrol ringan sembari ngopi santai di sebuah kafe ternama di kota Jakarta. Kemarin Tania sempat membujuk Andre supaya mau memberikan nomor Sherly pada dirinya dengan alasan yang penting.
"Tau darimana Yoga punya selingkuhan?" Ucap Sherly pada Tania setelah Tania memberitahu bahwa Yoga barusaja menikmati liburan bersama selingkuhannya.
"Dari yoga sendiri. Aku kan sekretarisnya. Jadi aku tau banyak soal aktifitas Yoga." Balas Tania mencoba memprovokasi Sherly supaya ribut dengan yoga, supaya segera putus hubungan. Dengan begitu, Tania bisa dengan mudah masuk dalam kehidupan Yoga. Begitu pikir Tania.
"Tapi kata mamanya, dia liburan ke villa sama teman dia yang bernama Dion dan Aldi. Memang sih dia juga pergi sama pembantunya yang baru itu. Tapi nggak mungkin lah yoga mau selingkuh sama perempuan kampung seperti itu." Ucap Sherly dengan penuh keyakinan.
"Aduh itu malah lebih parah. Asal kamu tahu ya. Pembantunya Yoga itu pernah jual diri. Jangan-jangan disana dia sudah berhasil godain Yoga dan kedua teman nya. Kata Kakak sepupunya, dia pernah di beli sampai rela bayar 50 juta buat semalam." Ucap Tania memberi tahu.
Tania yang baru-baru ini mendapat kabar dari teman di kampungnya tentang Kiara yang pernah jual diri semakin memanfaatkan keadaan untuk memprovokasi Sherly.
Ternyata tidak jauh dari situ ada Dimas yang mendengar ucapan Tania. Dimas Kakak iparnya Yoga tersenyum misterius setelah mengetahui kenyataan tentang kiara.
Sepulang dari bertemu Tania, Sherly jadi kepikiran terus, takut kalo ternyata ucapan Tania benar. Kemudian ia menghubungi mama Yoga berharap mama Yoga bisa membantu mempercepat acara pertunangan dirinya dengan Yoga. kalo perlu menikah sekalian dalam waktu yang dekat.
Dengan senang hati mama yoga akan membantu Sherly.
Esok harinya, Kiara mendapat kiriman bunga lagi dari orang yang tak dikenalnya. Awalnya satpam penjaga gerbang menolak bunga tersebut sesuai permintaan dari tuan muda nya. Tetapi berhubung Kiara datang, jadi bunga itu diambil oleh Kiara.
Kali ini bunganya berwarna kuning. Kiara langsung membuang bunga tersebut, mengingat suaminya kemarin sempat mengatakan bahwa jika bunga itu darinya maka ia yang akan memberinya secara langsung. Tapi jika bunga itu dari tukang antar bunga, berarti bunga itu bukan bunga dari suaminya. Kiara merasa heran, sebab ia sering mendapat kiriman bunga dari orang misterius.
Malam harinya, Rumah keluarga pratama tampak sepi karna ada acara pesta di tempat saudara mamanya Yoga.
Kiara yang sedang membersihkan dapur dikagetkan oleh suara Dimas.Ternyata Dimas tidak ikut ke acara pesta dengan beralasan sedang tidak enak badan. Kemudian Dimas menyuruh Kiara untuk membuatkan minuman jahe dan meminta Kiara untuk mengantarnya ke kamar Dimas.Tanpa curiga sedikitpun, Kiara mengantar minuman tersebut.
Saat Kiara hendak meletakkan minuman jahe tersebut, tiba-tiba pintu kamar ditutup dan dikunci oleh Dimas. Kiara merasa terkejut, tidak menyangka suami kakak iparnya akan berbuat seperti itu. Kiara langsung meminta untuk keluar dan memaksa untuk membuka kunci yang sudah terkunci.
"Kamu butuh berapa juta? Mumpung istriku lagi pergi, jadi kita bebas?" Ucap Dimas langsung to the point.
"Maksud tuan apa ya?" Tanya Kiara bingung.
"Tidak usah pura-pura kiara! Aku sudah tau tentang kamu yang suka menjual diri demi mendapatkan uang." Ucap Dimas sambil tersenyum mesum.
Seketika Kiara merasakan sesak di dadanya, kemudian ia marah dan memaksa untuk keluar. Tapi Dimas berusaha menghalangi Kiara dan malah mendorong Kiara hingga terjatuh ke lantai. Kemudian kiara mencoba mencari cara supaya bisa menyelamatkan diri, takut Dimas akan melecehkannya.
Dengan sekuat tenaga Kiara menendang pangkal paha Dimas saat Dimas hampir berhasil memeluk Kiara. Tepat saat Dimas lengah Kiara buru-buru mengambil kunci dan segera membuka pintu kamar tersebut.
Setelah pintu berhasil dibuka, Kiara berlari secepat mungkin hingga dibawah tangga ia tidak sengaja menabrak seseorang dan ternyata orang itu adalah Yoga, suaminya.
"Kiara kamu kenapa?" Tanya yoga heran melihat Kiara lari ketakutan sampai menabraknya.
"Puas kamu? Nggak perlu sok baik di depanku! Aku sudah tau jahatnya kamu." Marah Kiara pada yoga karna mengira Yoga sudah memberitahu Dimas soal dirinya yang pernah di jual.
Kemudian Kiara lari ke belakang sambil menangis. Yoga semakin heran dengan sikap Kiara.Tapi berhubung ia sedang buru-buru dan harus pergi lagi, jadi Yoga membiarkan dulu Kiara, Yoga berharap besok Kiara sudah tidak marah-marah lagi.
Di dalam kamar, Kiara menangis sesenggukan. Rasanya ia pengen segera pergi dari rumah tersebut. Tapi mengingat ia masih terikat kontrak, Kiara jadi tidak bisa berbuat apa-apa.
Jika sampai nekat keluar sebelum kontrak selesai, kiara merasa tidak enak sama bu RT yang sudah membantu dirinya mendapatkan pekerjaan.
Pagi harinya saat keluarga Yoga sarapan bersama, Kiara mendengar mereka sedang membicarakan pertunangan antara yoga dengan Sherly, yang akan dilaksanakan seminggu lagi. Kiara semakin merasa dipermainkan oleh Yoga.
"Kiara, tolong panggilkan tuan muda yoga di kamarnya untuk segera turun!" Perintah mama yoga pada Kiara.
Dengan terpaksa Kiara mengangguk dan kemudian melangkah menuju kamar suaminya. Tanpa mengetuk pintu, Kiara asal masuk saja, dan kemudian menyuruh Yoga untuk segera turun. Sebab keluarganya sudah lama menunggu dibawah.
Karna melihat wajah Kiara yang masih cemberut, kemudian yoga mengunci pintu kamarnya dan memeluk Kiara untuk menanyakan apa yang terjadi. Kiara menolak untuk dipeluk.
"Seminggu lagi tuan akan bertunangan dengan nona Sherly, jadi saya harap tuan bisa menjaga jarak dengan saya! Dan jangan lupa untuk segera mengurus surat perceraian kita Supaya pernikahan tuan dan nona Sherly berjalan lancar!" Ucap Kiara dengan bahasa formal.
"Kamu bicara apa Kiara? Nggak akan ada yang namanya tunangan antara aku dengan Sherly. Dan bukannya aku sudah bilang, aku tidak akan menceraikan kamu." Jawab yoga kesal.
"Aku memang setuju menjadi istri rahasia, tapi aku nggak mau kalo harus menjadi istri simpanan." Ucap kiara mulai menangis.
"Siapa yang mau jadikan kamu istri simpanan? Kamu jangan dengerin omongan keluargaku! Aku akan segera mencari bukti kebusukan Sherly, supaya aku bisa punya alasan untuk memutuskan hubunganku sama dia. Aku mohon, kamu jangan berpikir yang tidak-tidak Kiara!"
Yoga berbicara sembari menyentuh kedua bahu kiara, berharap kiara paham dengan apa yang dirasakan dirinya saat ini.
"Lalu kenapa mas Yoga bilang sama mas Dimas kalo aku pernah jual diri? Apa maksudnya?" Tanya kiara sambil menangis.
Kemudian Yoga mengatakan bahwa ia sama sekali tidak pernah mengatakan apapun tentang Kiara pada Dimas. Yoga juga tidak tahu Dimas bisa tau tentang masalalu Kiara darimana. Yoga menjelaskan bahwa dirinya tidak terlalu akrab dengan Dimas, dirinya hanya berbicara saat ada masalah penting tentang pekerjaan saja.
Setelah itu Yoga memeluk Kiara dan berjanji akan mencari tahu darimana Dimas mengetahui tentang Kiara yang pernah dijual.
"Udah jangan nangis lagi! Kalo ada apa-apa itu kamu harus cerita atau tanya dulu ke aku! Jangan asal menuduh seperti tadi!" Yoga mencoba memperingatkan istrinya, yang langsung di angguki oleh Kiara.
Kemudian keduanya segera turun ke bawah, khawatir mereka semua curiga.
Saat sudah dibawah, Kiara buru-buru kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments