Liburan Ke Villa

Hari ini Yoga berangkat ke kantor agak siang. Saat ia mau keluar dengan mobilnya, Yoga melihat tukang antar bunga sedang memberikan satu bucket bunga mawar merah kepada satpam.

Mengingat kemarin ada yang memberi kiara bunga, Yoga jadi penasaran sama kiriman bunga tersebut.

"Bunga untuk siapa itu pak?" Tanya yoga pada satpam yang sedang berjalan ke arah halaman rumah.

"Ini bunga buat neng Kiara tuan, ada yang kirim bunga lagi tapi tidak jelas pengirimnya dari siapa. Mungkin neng Kiara punya penggemar rahasia tuan." jawab satpam berusaha menjelaskan.

Kemudian Yoga meminta bunga tersebut dan melihat kertas yang bertuliskan (Bunga mawar merah untuk Kiara yang penuh gairah).

"Pak besok-besok kalo ada kiriman bunga yang nggak jelas seperti ini, nggak usah diterima ya!" Ucap yoga yang kemudian melajukan mobilnya menuju keluar halaman.

Satpam tersebut merasa heran. Sebab bunga tersebut untuk Kiara, tapi kenapa tuan mudanya seolah tidak terima ada kiriman bunga untuk Kiara. Sejak kapan majikan ikut campur urusan pribadi pembantu? Batin satpam merasa ada yang aneh.

Yoga mencoba menebak siapa yang suka mengirim bunga untuk istrinya. Yang pasti bunga itu tidak mungkin dikirim oleh orang biasa yang pekerjaannya setara dengan Kiara. Kalo Andre, juga tidak mungkin. Sebab Andre setiap mau memberi sesuatu pada Kiara, ia pasti akan langsung memberikannya pada Kiara. Tidak dengan cara misterius seperti ini.

Memikirkan itu membuat Yoga merasa pusing. Akhirnya Yoga berinisiatif akan mengisi waktu libur weekend dengan pergi ke Villa bersama Dion dan Aldi. Yoga juga berencana akan mengajak Kiara, entah bagaimana caranya mendapat izin dari mamanya. Ia akan mencoba berbagai cara sampai mendapat izin dari mamanya.

Sesampainya di kantor, Yoga disambut Tania untuk memberinya info tentang pekerjaan hari ini. Yoga memperhatikan penampilan Tania yang semakin hari semakin terlihat seksi, tapi bukannya Yoga tergoda malah membuat ia merasa risih.

"Tuan yoga malam minggu ada acara kemana? Kalo butuh teman kencan, saya siap menemani. Siapa tau nona Sherly lagi sibuk pemotretan." Ucap Tania penuh percaya diri

"Bukannya kamu pacaran sama Andre?" Tanya Yoga pada Tania.

"Tidak tuan, kita cuma temenan saja kok." Jawab Tania dengan jujur, sebab memang kenyataan nya kemarin ia sudah minta putus sama Andre dan Andre pun menyetujuinya.

"Oh, malam minggu saya sudah ada yg lain yang akan menemani malam minggu saya. Tapi yang pasti bukan sherly. Sudah, sekarang lanjutkan pekerjaanmu!" Ucap Yoga sembari membuka berkas berkas penting untuk ditandatangani.

Tania merasa kecewa Karna tenyata tuan mudanya sudah mendapat teman kencan selain Sherly. Tapi dengan begitu, Tania jadi semakin semangat mengejar Yoga. Tania yakin, suatu saat nanti. Ia pasti akan bisa mendapatkan hati Yoga.

Sore harinya, Yoga meminta izin untuk mengajak Kiara pergi ke Villa dengan alasan agar ada yang membantunya jika ia butuh apa-apa. Tetapi mamanya kekeh tidak mengizinkan Yoga mengajak Kiara, hingga membuat Yoga merasa frustasi.

Setelah kedua teman nya datang, Yoga meminta tolong pada Dion dan Aldi untuk membujuk mamanya agar mengizinkan Kiara ikut bersamanya. Akhirnya mama yoga mengizinkan Kiara ikut ke villa, setelah Dion dan Aldi berusaha keras membujuk dan merayu mamanya yoga.

"Memangnya kita mau kemana? Kalian nggak ada rencana menculik aku kan?" Tanya Kiara ketika sudah berada di dalam mobil.

"Nggak ada yang mau culik kamu, rugi. Makan kamu saja banyak." Jawab Yoga yang duduk disamping Kiara.

"Tenang ra! Kita tu mau ajak kamu jalan-jalan. Biar nggak bosen ketemu wajan panci dan penggorengan terus." Jawab Dion sembari tangannya tetap fokus menyetir.

"Kayaknya Yoga mau nembak kamu ra, dia ngebet banget ngajak kamu sampai mohon-mohon sama kita buat membujuk mamanya supaya mengizinkan kamu ikut kita pergi." Ucap Aldi yang duduk disamping Dion sembari memakan camilan yang ada.

"Pala loe sini, yang gue tembak." Ucap yoga kesal. Mereka semua lalu tertawa.

Perjalanan jauh memang terasa menyenangkan jika diselingi canda dan tawa. Dion dan Aldi bergantian dalam menyetir mobil, sementara Yoga malah enak-enakan tidur dipangkuan Kiara.

Sebenarnya Kiara sudah menolak, tapi apalah daya. Kalo sudah menjadi kemauan yoga, tidak ada yang bisa mengganggu gugat.

Sekitar dua jam mereka menikmati perjalanan menuju puncak. Kini sampailah mereka ditempat tujuan.

Penjaga villa menyambut kedatangan mereka dan membantu membawakan barang-barang untuk masuk ke dalam kamar.

"Cuacanya sama kayak dikampung aku, tapi kayaknya pemandangan disini lebih indah." Ucap Kiara menikmati cuaca puncak yang dingin sejuk.

"Iya ra, asyik kan buat pacaran. Nanti kita pacaran berdua ya ra, Aldi sama yoga biar bakar-bakar ikan." Ucap Dion dengan bercanda.

"Enak aja, mending gue aja yang pacaran sama kiara. Loe sama yoga biar mabar ep ep." Ucap Aldi tidak mau kalah.

"Apaan sih kalian, berisik. Udah ayo buru! Kita siapkan buat bakar-bakar! Atau kalian aja yang gue bakar." Ucap Yoga merasa terganggu, karna kedua temannya memperebutkan istrinya. Walaupun yoga tahu mereka hanya bercanda tetapi tetap saja membuat Yoga merasa kesal.

Kemudian mereka bertiga segera menyiapkan api pembakaran. Sedangkan Kiara, ia terlihat sibuk menyiapkan menu yang akan dibakar seperti sosis, bakso, nugget dan lain-lain.

Walaupun cuma berempat, tetapi mereka tampak asyik menikmati liburan yang sangat sederhana itu. Mereka tidak lupa memberi jatah makanan bakaran untuk penjaga dan pengurus villa.

"Terimakasih neng" Ucap penjaga dan pengurus villa pada Kiara yang memberinya beberapa sate sosis dan lainnya.

"Sama-sama bibi, paman." Ucap Kiara dengan tersenyum tulus.

"Bibi sama paman sudah lama bekerja disini?" Tanya Kiara ingin tahu.

"Iya neng, kita sudah disini sejak den yoga masih kecil." Ucap paman penjaga villa

"Iya betul neng. Maklum neng disini sulit mencari kerjaan lain, jadi mau tidak mau kita bertahan bekerja disini. Walaupun sebenarnya kadang nggak betah Karna ada gangguan dari penghuni villa sini." Ucap bibi penjaga villa keceplosan.

"Sstt buk." Suaminya memperingatkan.

"Memangnya villa disini angker ya bik?" Ucap Kiara mulai merinding.

"Nggak kok neng, nggak usah didengerin omongan bibi tadi! Udah ayo buk masuk!." Paman penjaga villa yang berbicara kemudian mengajak istrinya untuk masuk.

Kiara jadi merasa curiga dan semakin merinding. Kemudian ia teringat film horor yang pernah di tontonnya yang berjudul "Villa horor" Seketika Kiara jadi pengen cepet pulang.

Kiara kembali ke tempat bakar-bakar. Ia mendekati suaminya yang sedang duduk santai sambil merokok. Pandangannya tertuju pada langit dan pemandangan kota yang dari jauh hanya terlihat lampu kerlap kerlip saja.

"Mas, apa bener villa ini angker?" Tanya Kiara sambil terus mepet ke tubuh suaminya.

"Kata siapa angker?" Tanya yoga mengalihkan pandangannya ke wajah Kiara.

"Tadi bibi sama paman keceplosan, bilang kadang diganggu sama penunggu villa ini, berarti villa ini ada hantunya. Aku takut mas, kita pulang aja yuk!" Ucap Kiara menjelaskan dengan perasaan takut dan merasa merinding. Kemudian Yoga memeluk tubuh Kiara.

"Jangan takut selama ada aku!" Bisik yoga di telinga Kiara dan kemudian menggigit kecil daun telinga Kiara, membuat Kiara merasakan sensasi yg aneh ditubuhnya.

Bersambung..

Episodes
1 Kiara Yang Malang
2 Kiara dan 3 pemuda yang tersesat
3 Rio Berulah Lagi
4 Menikah sama Gue!
5 Mahar Satu Milyar
6 Kiara Di Usir Dari Rumah
7 Terpaksa Menjadi Pembantu
8 Kiara Bertemu Yoga
9 Andre Menemui Kiara
10 Cemburu
11 Kiara Bertemu Sherly
12 Bunga Mawar Putih Dari Siapa?
13 Liburan Ke Villa
14 Menginap Di Villa
15 Harus Tertunda Lagi
16 Kembali Ke Rumah Keluarga Pratama
17 Salah Paham
18 Mengajak Tinggal Di Apartemen
19 Mencoba Bertahan
20 Memulai Merintis Usaha
21 Merasa Di Permainkan
22 Meminta Penjelasan
23 Kejadian Di Kamar Kontrakan
24 Belum Siap Hubungannya Terbongkar
25 Dion Dan Aldi Menjenguk Kiara
26 Di Apartemen untuk sementara
27 Yoga Mengajak Diandra Menginap
28 Memberi Dimas Kesempatan
29 Di masjid Apa Di Gereja?
30 Mulai Bekerja Lagi
31 Agama Yoga Dan Keluarganya
32 Tidak Sengaja Bertemu Di Kafe
33 Andre Memergoki Kiara Dan Yoga Menginap Di Hotel
34 Status Hubungan Kiara Dan Yoga
35 Eyang sepuh
36 Merasa Tak Berarti Lagi
37 Kiara Hamil
38 Ternyata Hanya Salah Sangka
39 Kepergok Saat Mencium Kiara
40 Kamera CCTV
41 Bertemu Tania
42 Kiara, Tania Dan Sherly
43 Jam Tangan Pembawa Masalah
44 Pengakuan Yoga Kepada Keluarganya
45 Kehamilan Sherly
46 Sus Eni Kabur
47 Kedatangan Sherly Dan Keluarganya
48 Sambutan Untuk Menantu
49 Terjadi Sesuatu Pada Andre Dan Fitri
50 Meminta Restu Tante Mentari
51 Menikahlah Denganku, Fit!
52 Obrolan Mentari Dan Tania
53 Amanda Fitriana
54 Rumah Pak RT & Bu RT
55 Nasi Jagung
56 Kota Salatiga
57 Acara Syukuran Tujuh Bulanan
58 Bertemu Seseorang
59 Alan Teman Masa SMA
60 Mentari Bertemu Tania
61 Toko Perlengkapan Bayi
62 Hinaan Dari Tania Untuk Kiara
63 Kedatangan Fitri Di Rumah Kiara
64 Fakta Tentang Yoga Dan Kiara
65 TAMAT
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Kiara Yang Malang
2
Kiara dan 3 pemuda yang tersesat
3
Rio Berulah Lagi
4
Menikah sama Gue!
5
Mahar Satu Milyar
6
Kiara Di Usir Dari Rumah
7
Terpaksa Menjadi Pembantu
8
Kiara Bertemu Yoga
9
Andre Menemui Kiara
10
Cemburu
11
Kiara Bertemu Sherly
12
Bunga Mawar Putih Dari Siapa?
13
Liburan Ke Villa
14
Menginap Di Villa
15
Harus Tertunda Lagi
16
Kembali Ke Rumah Keluarga Pratama
17
Salah Paham
18
Mengajak Tinggal Di Apartemen
19
Mencoba Bertahan
20
Memulai Merintis Usaha
21
Merasa Di Permainkan
22
Meminta Penjelasan
23
Kejadian Di Kamar Kontrakan
24
Belum Siap Hubungannya Terbongkar
25
Dion Dan Aldi Menjenguk Kiara
26
Di Apartemen untuk sementara
27
Yoga Mengajak Diandra Menginap
28
Memberi Dimas Kesempatan
29
Di masjid Apa Di Gereja?
30
Mulai Bekerja Lagi
31
Agama Yoga Dan Keluarganya
32
Tidak Sengaja Bertemu Di Kafe
33
Andre Memergoki Kiara Dan Yoga Menginap Di Hotel
34
Status Hubungan Kiara Dan Yoga
35
Eyang sepuh
36
Merasa Tak Berarti Lagi
37
Kiara Hamil
38
Ternyata Hanya Salah Sangka
39
Kepergok Saat Mencium Kiara
40
Kamera CCTV
41
Bertemu Tania
42
Kiara, Tania Dan Sherly
43
Jam Tangan Pembawa Masalah
44
Pengakuan Yoga Kepada Keluarganya
45
Kehamilan Sherly
46
Sus Eni Kabur
47
Kedatangan Sherly Dan Keluarganya
48
Sambutan Untuk Menantu
49
Terjadi Sesuatu Pada Andre Dan Fitri
50
Meminta Restu Tante Mentari
51
Menikahlah Denganku, Fit!
52
Obrolan Mentari Dan Tania
53
Amanda Fitriana
54
Rumah Pak RT & Bu RT
55
Nasi Jagung
56
Kota Salatiga
57
Acara Syukuran Tujuh Bulanan
58
Bertemu Seseorang
59
Alan Teman Masa SMA
60
Mentari Bertemu Tania
61
Toko Perlengkapan Bayi
62
Hinaan Dari Tania Untuk Kiara
63
Kedatangan Fitri Di Rumah Kiara
64
Fakta Tentang Yoga Dan Kiara
65
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!