Saat Kiara kembali dengan membawakan kopi pesanan laki-laki yang sangat Kiara kenali sejak lama. Ternyata di ruang makan sudah ada nyonya besar dan tuan besar.
"Ini kopinya tuan." Ucap Kiara dengan perasaan khawatir, sembari meletakkan secangkir kopi di hadapan laki-laki yang pernah mengisi hatinya, yaitu Andre. Laki-laki yang pernah dicintainya. Dan kini sudah menjadi kekasih teman nya.
"Kamu pembantu yang baru masuk kemarin kan? Kenapa harus pakai masker? Kamu sakit?." Tanya nyonya besar saat melihat Kiara mengenakan masker.
"Hanya sedikit flu nyonya" Jawab Kiara dengan berbohong, kemudian izin untuk kembali ke dapur.
Kiara menebak pasti Andre adalah keponakan nyonya besar sesuai yang dibilang bik Nana tadi. Mengingat saat di kampung, Kiara pernah di ajak ke rumah Andre dan di kenalkan dengan ibunya.
"Kalo Andre tinggal disini berarti Tania juga tinggal tidak jauh dari sini dong?" Batin kiara bertanya-tanya, mengingat Tania pernah mengatakan bahwa Andre yang sudah mencarikan dia pekerjaan supaya tidak harus berjauhan.
"Kenapa kamu malah bengong? Kamu nggak lihat dapur masih berantakan?" Ucap salah satu pekerja yang paling judes, saat melihat kiara bengong didepan pintu dapur karena lagi kepikiran sama Andre dan Tania.
"Maaf mbak" Ucap Kiara kemudian, mulai membereskan dapur.
Setelah semua urusan dapur selesai dan bekas sarapan serta ruang makan sudah dibersihkan, kini tugas kiara adalah menyapu halaman depan dan dilanjut dengan menyirami tanaman.
Saat sedang asyik menyirami tanaman, Kiara mendengar suara klakson mobil yang di bunyi kan berkali-kali dari arah luar gerbang yang sepertinya hendak masuk ke halaman rumah tersebut. Pandangan Kiara beralih pada gardu tempat satpam berjaga yang sepertinya sedang tidak ada satpam yang berjaga disitu.
Kiara langsung menutup sambungan kran air dan bergegas melangkah menuju gardu tersebut. Ternyata memang benar tidak ada satpam di dalam gardu tersebut. Kiara melihat ada kunci diatas meja, Kiara pastikan itu adalah kunci gerbang rumah keluarga Pratama.
Di saat itu juga terdengar suara laki-laki dari arah mobil tersebut berteriak meminta segera dibukakan pintu gerbangnya. Tanpa pikir panjang Kiara langsung membukakan pintu gerbang tersebut.
Dari dalam mobil, seorang laki-laki memperhatikan Kiara yang sedang membukakan pintu gerbang. Laki-laki tersebut memastikan penglihatannya tidak salah. Dan benar saja, saat mobil melaju masuk dan ia melihat Kiara dari jarak lebih dekat ternyata memang benar ia tidak salah lihat. Perempuan itu benar-benar Kiara.
Laki-laki yang bernama Yoga, suami dari Kiara itu bertanya-tanya kenapa Kiara bisa berada dirumahnya. Apa Kiara sengaja mencarinya? Begitu pikir Yoga.
Yoga enggan untuk turun dari mobilnya, Pikirannya mendadak kacau melihat perempuan yang sudah susah payah ia coba lupakan malah sekarang berada di sekitar rumahnya.
Sebenarnya sejak yoga meninggalkan Kiara di kampungnya, Yoga selalu merasakan rindu setiap harinya. Tapi egonya selalu berusaha untuk mengalahkan isi hatinya.
Yoga khawatir, jika masih terus berhubungan sama Kiara bisa-bisa keluarganya mengetahui dan mencoretnya dari daftar hak waris kekayaan orang tuanya.
Yoga yang saat itu baru sadar kalo ternyata kampung Andre sepupunya tidak jauh dari kampung kiara mulai merasa was-was takut Andre memergoki hubungannya dengan Kiara, sebab itu lah Yoga berusaha untuk menjauhi Kiara.
Setelah mengunci lagi pintunya dan menaruh kembali kuncinya diatas meja, Kiara kembali melanjutkan aktifitasnya menyiram tanaman.
Kiara merasa sedikit heran melihat mobil yang barusan masuk tampak sepi tidak ada tanda-tanda orang didalam mobil akan keluar dari dalam mobil tersebut.
Kiara sama sekali tidak menyadari, orang didalam mobil tersebut adalah yoga suaminya. Sebab Kiara sama sekali tidak mengenali mobil yoga dan kaca mobil tersebut juga tertutup serta berwarna gelap.
Setelah selesai menyiram tanaman, Kiara bersiap untuk masuk ke dalam kamar melewati samping rumah, namun tiba-tiba mobil yang tadi melaju ke arah Kiara dan berhenti tepat disamping Kiara.
"Masuk! aku mau bicara." Ucap yoga dengan nada bicara dan raut wajah dingin saat membuka pintu samping mobilnya. Yoga sudah tidak lagi bicara menggunakan bahasa loe gue tapi sekarang lebih ke aku kamu.
Kiara sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya, hingga membuat Kiara bengong merasa tidak percaya, suaminya ada dihadapannya.
"Cepetan masuk! Keburu ada yang lihat!" Ucap Yoga lagi ketika melihat Kiara malah hanya berdiam diri.
Setelah memastikan tidak ada yang melihat, Kiara bergegas masuk ke dalam mobil yoga dan langsung menutup pintunya kembali. Kemudian Yoga melajukan mobilnya dan menghentikan mobilnya di gerbang arah keluar untuk menunggu satpam membukakan pintu gerbang.
Rumah yoga pintu gerbangnya ada dua, satu gerbang untuk masuk dan satu lagi gerbang untuk keluar.
Setelah pintu gerbang di buka, Yoga melajukan mobilnya pelan dan berhenti sejenak tepat saat berhadapan dengan satpam penjaga gerbang exit.
Yoga meminta tolong pada satpam untuk menyampaikan pesan pada mama nya bahwa ia sudah pulang, tapi pergi lagi bersama salah satu asisten rumah tangga mamanya untuk membantunya membersihkan apartemen yang baru saja dibelinya. Yoga melakukan itu supaya tidak ada yang curiga.
Dalam perjalanan yang entah mau kemana, keduanya hanya saling diam tanpa ada yang bersuara. Yoga fokus menyetir dengan raut wajah yang sulit ditebak sementara kiara terus bertanya-tanya dalam hati apa yang akan dilakukan yoga padanya. Apa dia akan membunuhnya untuk menghilangkan jejak pernikahannya, begitu pikir Kiara.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, mobil berhenti di parkiran apartemen. Ternyata Yoga benar-benar membawa Kiara ke apartemen.
Yoga melangkah keluar dan kemudian membukakan pintu untuk Kiara, Ia menarik tangan Kiara untuk mengikuti langkahnya.
Tepat di pintu bernomor 2124 Yoga menghentikan langkahnya. Setelah menekan 6 digit angka sandi, pintu terbuka dan keduanya masuk ke dalam apartemen tersebut.
Setelah Yoga menyalakan lampu ruangan dan pintu apartemen kembali tertutup, tanpa aba-aba yoga langsung mencium bibir kiara dengan rakus sampai kiara merasa sesak karna kehabisan oksigen. Yoga melepas ciumannya ketika Kiara menginjak kakinya.
"Kamu mau bunuh aku mas?" ucap Kiara dengan nafas terengah-engah dan kemudian menghirup udara dalam-dalam.
"Kamu ngapain di rumah ku? Kamu sengaja mencariku?" Ucap yoga menuduh Kiara berada dirumahnya Karna mencarinya.
"Kalo seandainya aku tau itu rumah kamu mas, aku nggak akan sudi menginjak kan kaki ku ke rumah laki-laki brengsek seperti kamu." Balas Kiara merasa marah mengingat ia ditinggalkan begitu saja setelah semalam yoga menyetubuhinya.
"Apa kamu bilang? Aku brengsek? Ya, kamu benar. Aku memang brengsek, dan untuk kesekian kalinya aku akan buktikan ke kamu kalo aku ini memang brengsek." Ucap Yoga dengan senyum misterius sembari mendekati Kiara yang lagi berdiri di depan pintu.
"Kamu mau ngapain? Jangan macam-macam mas! kamu sudah punya rencana mau ngajuin perceraian kita kan? Aku nggak rela kamu menyentuh aku lagi!" Teriak Kiara mengingatkan yoga.
Tapi Yoga tidak perduli, Yoga langsung mencium Kiara lagi. Tubuh Kiara yang kecil mungil dan tubuh Yoga yang tinggi gagah membuat Kiara sulit untuk melawan serangan dari yoga.
Dengan masih menciumi Kiara dan menggerayangi tubuhnya, Yoga membawa Kiara menuju ranjang kamar tidurnya. Kemudian Yoga mendorong Kiara hingga Kiara jatuh terlentang di atas ranjang tempat tidur dalam apartemen tersebut.
Dengan senyum penuh kemenangan Yoga melepaskan kemejanya dan kemudian menindih tubuh Kiara yang sudah pasrah karna tidak sanggup lagi untuk berontak.
Tapi kemudian Kiara teringat bahwa saat ini ia masih dalam masa nifas setelah keguguran seminggu yang lalu.
"Mas yoga, kamu tidak bisa melakukan lebih dari ini!" Ucap Kiara lembut sembari menatap suaminya yang lagi asyik bermain-main di puncak dadanya, berharap suaminya mau mengerti keadaannya.
"Memangnya kenapa? Aku belum mengajukan gugatan perceraian kita. Saat ini kita masih sah suami istri. Apanya yang salah?" Tanya yoga menatap Kiara tapi tangannya aktif bermain main di dada Kiara.
"Aku lagi dalam masa nifas, seminggu yang lalu aku habis keguguran." Jawab Kiara yang kemudian mencoba melepas diri dari pelukan suaminya, sebab sepertinya yoga tampak syok setelah mendengar jawaban dari Kiara.
Tidak tau kenapa tiba-tiba Yoga langsung pergi ke kamar mandi tanpa mengucap sepatah kata pun. Membuat Kiara merasa heran melihat sikap aneh suaminya.
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments