BOOM.. BOOM..BOOM
Belum ada satu tarikan nafas,tiga anak buah Shan Tci di buat meledak dan hal itu membuat pasukan Shan Tci lainnya termundur.
Mereka di buat terkejut.bagaimana bisa tiga orang di ranah bintang Guru tahap awal dengan mudahnya di taklukan_?
Tak hanya anak buah Shan Tci,Ang Ling dan prajurit nya pun tertegun dengan yang terjadi.
"Siapa yang_? "
BOOM.....
Belum tuntas anak buah Shan Tci dengan ucapannya,ia kembali di buat meledak dan menjadi serpihan daging beku.mata Shan Tci terbelalak kala mengetahui penyebab dari kematian empat anak buahnya.
"Cakram _? " gumam Shan Tci, kemudian langsung berkelit dari lesatan Cakram es kaisar milik Wu Jian.
"Keparatt, kau Ang Ling__!?? " umpat Shan Tci yang menyangka bahwa senjata cakram tersebut milik sang tuan kota.
Dengan amarahnya,Shan Tci melesat dan melancarkan serangan terhadap Ang Ling.hingga terjadilah pertarungan sengit yang melibatkan kedua belah pihak.
Ang Ling menepis semua serangan Shan Tci,kedua memisahkan diri dari pertempuran anak buah mereka.hanya saja,Shan Tci tidak tau kalau si pemilik dari senjata cakram itu ada di antara prajurit kota.
Wu Jian dengan mudah menumbangkan satu persatu lawan lawannya dengan menggunakan tinju naga kaisar iblis.
Di antara bentrokan,Wu Jian leluasa berlaku kejam karena tak ada yang memperhatikannya.ia dengan tinju yang menyala nyala menghantam tubuh lawa hingga remuk dan Tidak ada yang mampu menghentikan tindakan Wu Jian,karena semua pasukan Shan Tci berada di ranah Bintang Elit dan bintang guru tahap awal.
"Ck, sama sekali tidak menyenangkan!" keluh Wu Jian seraya mengeluarkan pedang api kaisar untuk menyudahi perlawanan Pasukan Shan Tci.
Swoooossssss.......
Pedang api dan cakram es kaisar melesat dengan kecepatan yang tak dapat di lihat oleh mata biasa. kedua senjata trsebut membabad pasukan lawan dengan mudah hingga tubuh mereka di buat ambruk menjadi bongkahan es dan sebagian lainnya menjadi bongkahan arang.
Wu Jian tidak memiliki minat bermain main dan membuang waktu,yang akhirnya dia membuat pertempuran itu berakhir dengan cepat.Di lain sisi,semua prajurit kota dan para kultivator kota Darma hanya bisa tertegun.Mereka semua memaku diri,dengan mulut bungkam tak dapat berkata kata dengan usainya perlawanan musuh akibat serangan dari dua jenis senjata berbeda.
"mengerikan" gumam semua orang menyaksikan tubuh lawan mereka bergelimpangan menjadi es dan arang, tanpa tau siapa yang melakukannya.
Wu Jian sengaja tak ingin menunjukkan diri, karena ia sungkan untuk terlibat yang nantinya hanya akan membuat perjalanannya tertunda.
BOOOMMMM......
Di kala semua masih dalam keadaan mematung. tiba tiba Tubuh Shan Tci terhempas,ia terlempar dan menghantam tanah akibat serangan Ang Ling yang tak dapat ia halau.
"Bwuahhh! " Shan Tci memuntahkan banyak darah.dia terjatuh tepat di antara jasad seluruh pasukannya.
"Ini_? " matanya tak berkedip.tubuhnya bergetar hebat tatkala pandangannya di suguhi hal mengerikan yang menimpa seluruh anak buahnya.
Glegg.....
Tak hanya Shan Tci_!Ang Ling yang masih berdiri di udara pun hanya bisa menelan ludah.pandanganya akhirnya menuntun pada semua orang dan hendak mengira,siapa sebenarnya orang kuat yang melakukan itu semua.
' Sosok yang melakukannya tidak mungkin orang biasa,siapa senior ini_? " ucap Ang Ling membatin.yang pada akhirnya,matanya mengunci pada pemuda yang terlihat memiliki ekspresi biasa saja,tak seperti wajah prajurit kota atau para kultivator lainnya.
Ang Ling menggunakan persepsi untuk memastikan perkiraannya mengukur basis ranah Wu Jian.namun perpesesinya tertolak yang hanya membuat Wu Jian menarik sudut mata melirik ke arahnya.
' Ternyata dia_!' pikir Ang Ling yang kini sudah sangat yakin.ia segera turun dari udara memilih berpura pura tak perduli pada Wu Jian.
"Shan Tci_? apa kau masih ingin melanjutkan pertarungan ini_? " Ang Ling menawarkan tantangan pada Shan Tci.jika pun ia harus bertarung hidup mati_? maka ia takan sungkan melakukannya.Namun sebagai tuan kota,ia terikat aturannya sendiri.
"Kau terlalu melangitkan dirimu Ang Ling_! "
Sebuah suara bergema dari titik tertinggi,perlahan ia muncul dan turun dari ketinggian menampakkan sosoknya.
"Shan Tang_? " Ang Ling mengepalkan tangan.ia mengeratkan rahang menunjukkan kegeraman pada sosok patriak dari sekte Shan tersebut.
Shan Tang tidak datang sendiri, ia di temani oleh 15 tetua dan 750 anggota sektenya. yang artinya, Shan Tang membawa serta seluruh kekuatan yang di milikinya.
"Ada apa dengan raksimu itu_? sepertinya kau tidak merasa senang dengan kedatangan ku_? " ujar Shan Tang, lalu matanya melirik ke arah Wu Jian.
"Anak muda_? apa kau mau bertanggung jawab atas kematian 100 murid sekteku_? sepertinya kau bukan berasal dari kota ini, katakan siapa kamu_! " sentak Shan Tang,lalu menghentakkan kakinya ke tanah.
BOOOMMMMM.......
Shan Tang menggunakan kekuatannya untuk menyingkirkan prajurit yang menghalangi pandangan matanya pada Wu Jian.mereka semua terhempas, hingga menampakkan sosok Wu Jian yang berdiri dengan sikap tenang tanpa terpengaruh oleh gelombang kejut dari serangan spiritual Shan Tang.
Wu Jian tersenyum,kali ini ia merasa di paksa terlibat, maka ia pun akhirnya meladeni.Dengan langkah pelan,Wu Jian mendekat dan berhenti saat jaraknya tak terlalu jauh dari Shan Tang.
"Pak tua_? aku hanya kebetulan lewat.jika kau menuntut tanggung jawab dari ku__? mungkin sebaiknya aku sertakan dirimu dengan dia_! " ucap Wu Jian,sambil menunjuk ke arah Shan Tci.
Slaaasssssahhhhhh..........
Blughhh.....
Kepala Shan Tci menggelinding begitu saja oleh tebasan cakram es kaisar yang di lesatkan Wu Jian.Ranah Bintang Guru tahap menengah tewas terpenggal dengan mudahnya tanpa bisa berbuat apapun.
Perbuatan Wu Jian kembali membuat semua orang merasa ngeri.namun akhirnya mereka tau siapa yang telah menumpas pasukan Shan Tci sebelumnya.
"Bagaimana pak tua_? apa kau masih bersikeras menuntut tanggung jawab ku_? " Wu Jian menyeringai. ia sama sekali tanpa beban usai memenggal kepala Shan Tci.
"SOMMBONGGG_!!! "
Whoooossss.......
Ting... ting.... ting.....
Shan Tang langsung menggempur Wu Jian. ia yang berada di ranah Bintang pertapa tahap puncak tentu saja memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk mengalahkan Wu Jian yang hanya berada di ranah Bintang Guru tahap puncak.
Hanya saja, teknik dan ke ahlian Wu Jian lebih lengkap dan sangatlah jauh jika di bandingkan dengan Shan Tang yang hanya mengandalkan teknik dari sekte nya.
Shan Tang mendesak Wu Jian dengan berbagai serangan, beberapa kali serangannya hampir mengenai sang patriak banteng api namun berhasil. di tepis.
Gerakan dari pertarungan keduanya sangatlah cepat, hingga orang yang berada di bawah ranah Bintang Guru takan mampu melihat pergerakan dari pertarungan yang melibatkan Wu Jian dan Shan Tang.
BOOOMM... BOOOOMM...
Shan Tang dan Wu Jian sama sama terpental oleh benturan kekuatan yang saling bertolak,keduanya sigap kembali bangkit.l,Lalu kembali bertukar.
Shan Tang yang dengan persepsinya mampu melumpuhkan serangan cakram es kaisar,hingga senjata milik Wu Jian trsbut tak terlalu membantu seperti sebelumnya.
Keduanya lebih fokus pada pertukaran permainan pedang,di mana keduanya sangat piawai dalam permainan nya masing masing.
Dentingan dan Cipratan cahaya dari benturan kedua senjata pusakan itu menciptakan gelombang kejut yang mampu menekan orang orang sekitar.
Mereka di buat terpukau sekaligus ngeri oleh pertarungan di ranah Bintang pertapa tersbut.baik Ang Ling maupun para tetua sekte Shan.mereka belum memutuskan untuk bertempur karena belum ada komando, khusunya pasukan sekte Shan.
"Jangan sampai kendor pak tua_? tunjukan semua kekuatan mu pada ku_! " tantang Wu Jian,yang sedang menahan bilah pedang Shan Tang
BAMMMM....
Shan Tang berhasil menghempaskan tubuh Wu Jian dengan sebuah tendangan telak dan langsung kembali mengejar tubuh patriak Sekte Banteng Api tanpa memberi peluang untuk Wu Jian.
"Mati kau pemuda sialannnnnnn!!!! "
BOOM.. BOOM.. BOOMM.. BLAAAMM
DUUUUAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRR
_______________________
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
lontong
*_*
2025-03-30
0
kang baca
in shan tang berapa butir kelapa jadinya
2024-11-15
1
Atuk
Up
2024-10-03
0