"Namaku,Wu Jian! "
"Ee,," Wu Lan membuka mulut.ia tertegun usai Wu Jian mengenalkan diri.
"Apa kau tak berbohong? "tanya Wu Lan dengan suara yang terkesan ragu.
Wu Jian melirik sekilas lalu berdecit. " Ck,, tak guna juga aku berbohong pada mu, Nona! " Timpal Wu Jian acuh.
Wu Lan sendiri tampak menatap Wu Jian dari kaki hingga ujung rambut, sambil menggigit kecil kuku jari telunjuknya,sebelum kembali mamastikan. " Tidak mungkin juga kalau kau Wu Feng? " gumam Wu Lan dgn suara pelan.
Namun tetap saja Wu Jian bisa mendengar nya dgn jelas dan ia pun menyalak, "Hei Nona? apa hubunganmu dengan ayahku, Heuh? jangan katakan,kau adalah simpanan ayah ku! "
"Jadi_? apakah berarti kau putra Wu Feng? "sergah Wu Lan,menyeringai senang.
Namun Wu Jian tetap pada sikap acuhnya. "Iya, aku Wu Jian putra Wu Feng. kenapa? apa kau mau meminta restu dariku? Ck,, tidak akan! aku tidak akan merestui hubungan terlarang kalian yang jelas jelas.... "
Grepppp.....
Wu Jian harus menghentikan ucapannya,saat Wu Lan tiba tiba memeluknya.
"Apa yang nona lakukan?? " sentak Wu Jian,berusaha berontak dan melepaskan diri dari pelukan Wu Lan.
"Yang aku lakukan?? tentu saja memeluk keponakan ku! "Wu Lan kegirangan, ia makin mengeratkan pelukannya.
"Keponakan? Gila_! kau benar benar gila Nona! lepaskan aku! "
"Ck,, kau pikir bibimu ini pembohong, Heuh?? kau adalah Wu Jian putra Wu Feng dan Wu Feng adalah kakak ku,artinya jelas. aku bibi mu dan kau keponakanku! " seraya menyudahi pelukannya.
Kini giliran Wu Jian mematung,ia membuka rahang dengan mata tak berkedip menatap Wu Lan.
"Hei_?? " Wu Lan melambai lambaikan tangan di depan wajah Wu Jian, namun tak mendapatkan reaksi.
"Ck,,, bukankah seharusnya kau menyambut bibi mu ini?! " dengus Wu Lan, sembari bersedekap tangan pura pura cemberut.
Wu Jian segera tersadar,buru buru ia berlari kecil,lalu berdiri di hadapan Wu Lan. "Ini tidak bisa di terima,tapi aku butuh informasi dengan jelas!! " pinta Wu Jian. lalu tak menunggu, Wu Lan menembakkan energi sebesar biji kacang hijau pada kening Wu Jian karena ia pun mengerti, kehadiran dirinya akan sangat sulit di Terima oleh siapapun kecuali memberikan bukti.
Wu Jian menerima dan menyerap semua informasi yang di berikan oleh Wu Lan dan tanpa ia sadari air matanya meluruh meski masih terpejam.Lalu Dengan lembut, Wu Lan mengulurkan tangan mengusap lengan keponakannya.
"Fyuuhhh__" Wu Jian menghirup lalu membuang nafas perlahan sembari membuka mata.
"Keponakan menyapa Bibi Wu Lan? " Ucap Wu Jian memberikan salam penghormatan pada Bibinya.
***
Alam Langit.
Terbagi menjadi 5 benua yaitu Xin, Dou, Gurma,Tang dan Zuan serta masing masing benua memiliki 5 daratan.alam langit,dua puluh lima kali lebih luas dari alam menengah dan seratus kali lebih besar dari benua biru.
Eksistensi terkuat di alam langit berada di Ranah Bintang Mulia tahap puncak tingkat 9,yang di urutkan dari.
Bintang Murid-awal-menengah-akhir-puncak.
Bintang elit-awal, menengah, akhir, puncak.
Bintang Guru-awal,menengah, akhir, puncak.
Bintang pertapa-awal, menengah, akhir, puncak.
*
Sekte Kura-Kura hitam,Benua Zuan daratan selatan...
"Izin menyampaikan patriak?! " Chung I, tetua yang bertugas menjaga batu jiwa menghadap.
"m_sampaikanlah tetua Chung! " seru Gang Yuo,patriak sekte Kura-Kura.
"Batu jiwa tetua, Ai, Wo dan Tuk telah pecah patriak" pungkas Tetua Chung I, menyampaikan.
"Apa Tetua Chung yakin, bukankah ketiga tetua itu berada di ranah Bintang Guru tahap menengah? " tanya Sang patriak tersentak.
"Benar patriak, aku sangat yakin? " ujar patriak Chung menegaskan. kemudian ia menunjukkan ketiga batu jiwa yang memang kini tak lagi utuh.
"Haiiihhh..... Tetua Chang, apa ketiga tetua meninggalkan sisa persepsi jiwanya pada batu itu? "
"Tidak Patriak.aku sudah mencoba memeriksanya berulang, namun tetap gagal. kemungkinan, kematian mereka tidak bertempat di Benua ini patriak! " ujar tetua Chung.
"Apa mereka meninggalkan laporan tentang tujuan terakhir mereka? "
"Ya, namun aku ragu, karena.." Tetua Chang I menggantung ucapannya.
"Karena apa tetua? " seru Patriak Gang Yuo,penasaran.
"m...? " Patriak melirik arah kiri kanan ruang aula utama yang memang tengah berlangsung pertemuan.ia pun memilih mendekat lalu membisikkan sesuatu pada siang patriak.
Tampak tangan sang patriak mengepal,saat tetua Chang Berbisik.entah tentang perihal apa? yang jelas,wajah Patriak Gang Yuo menggelap menahan amarah.
"Itu yang dapat saya sampaikan patriak! sekarang aku pamit! " Tetua Chang menjurah hormat, kemudian berbalik pergi meninggalkan ruang utama sekte.
'kenapa kalian mengundang petaka bagi sekte Kura-Kura dengan mengusik Klan Wu? ' bisik patriak Gang Yuo,menyesalkan.
BLOOM
Belum juga selesai dengan pikirannya, Patriak Gang Yuo di kagetkan oleh suara letupan yang terjadi jauh di depan gerbang sektenya.
"Patriak?? " Semua tetua berdiri dari kursinya,sentak memanggil nama pimpinan sekte mereka.
"m__inilah yang sedang aku pikirkan.dan sebaiknya kita semua harus bersiap untuk kemungkinan terburuk! kita temui mereka sekarang!! " ajak patriak Gang Yuo.
Ia jelas tau penyebab dari suara letupan yang terjadi di sektenya.terlebih, tetua Chung I baru saja memberikan semua informasi atas kelakuan tiga tetuanya yang kini telah tewas.
Gang Yuo gegas mengirim pesan jiwa pada tetua Chung,untuk membawakan bukti batu jiwa dari tiga tetua yang memantik masalah yang kini tengah mengetuk pintu gerbang sekte mereka.
Sementara ia dan tetua lainnya segera menyambut sang tamu yang tak lain dari Klan Wu.
"Bagusss! akhirnya kau mau memberikan muka pada kami, Gang Yuo?! "
Wu Hao,Wu Jing, Wu Qiau, Wu Dong dan Wu Hyang,berdiri sejajar di atas udara.kelimanya bertatap wajah dengan Patriak Gang Yuo beserta 15 tetua lainnya.
"Gang Yuo menyapa Lima Saudara Wu!? " sapa sang patriak sopan, meski ia sedikit gentar mendapat kunjungan dari Lima Saudara Wu.
"Aku yakin,kau tau maksud kedatangan kami,bukan? kami tidak datang untuk berbasa basi,dimana tetua Ai, Wo dan Tuk! " Wu Hao bersuara dengan memberikan penekanan. jelas kedatangan mereka untuk suatu masalah.
Patriak Gang Yuo tak mencoba mengelak atau menutupi.ia bahkan memasang wajah menyesal. "Saudara Hao, aku baru saja mendapatkan informasi ttg kelakuan tiga tetua itu dari tetua Chung! sebagai patriak sekte kura kura hitam, saya sangat menyayangkan dan menyampaikan permintaan maaf pada Klan Wu!? "
"Dan perlu saya sampaikan pada saudara,bahwa tetua Ai, Wo dan Tuk saya pastikan ketiganya sudah tewas, saudara Hao?! " ujarnya menyampaikan, kemudian Tetua Chung mendekat pada lima Saudara Wu dan menunjukkan bukti batu jiwa milik tetua Ai wo dan tuk.
Lima Saudara Wu memeriksa batu jiwa yang kini sudah terpecah tersebut,yang artinya ketiganya memang dapat di pastikan sudah tewas.kemudian mereka membuang nafas. "Baik,Tindakanmu sudah sangat tepat patriak Yuo. tapi ingat! jangan sampai ada lain kali, kami masih menghargai leluhur sekte kura kura hitam, beruntung keponakan kami masih dalam keadaan baik. jika tidak,sudah pasti Klan Wu tak akan ragu meratakan sekte kura kura hitam ini! " ancam Wu Hao.
Sementara Gang Yuo menelan ludah kasarnya. "Sekte kura kura hitam tidak akan berani menyinggung Klan Wu Saudara Hao, kami bahkan tidak mampu bersaing! Terima kasih atas kedermawanan anda,juga Klan Wu?! " tutur Gang Yuo.
"m__kami sudah cukup puas Gang Yuo, artinya kita masih bisa melanjutkan hubungan baik! kami pamit sekarang! " ucap Wu Hao, lalu memberi tanda pada empat Saudara Wu yang lain untuk kembali.
Swoooooossssssss
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
lontong
^_^
2025-03-29
0
Dirman Ha
uzi
2024-12-30
0
Dirman Ha
di
2024-12-30
0