Sepasang suami istri nampak tengah menuai tanaman herbal di tengah suatu lembah.keduanya terlihat saling lempar senyum,menikmati waktu mereka seperti saat ini.
Dari titik ketinggian langit yang biru,Wu Jian mengawasi keduanya yang tak lain adalah kakek dan neneknya,namun hatinya merasa heran. karena kedua nya tampak seumuran dengan Ayah dan ibunya di alam menengah dan sama sekali tak menua.
"Bibi_? apa benar mereka berdua kakek dan nenek ku_? "tanya Wu Jian yang memang masih keheranan.
Sementara Wu Lan hanya berdecit malas,jika harus kembali menjelaskan pada Wu Jian.
"Haih,,, aku ingin sekali memukul kepalamu itu_! " tutur Wu Lan, sembari membuang nafas.
"Cih,, aku juga ingin sekali menolak mu menjadi Bibi ku! tunggulah di sini, aku akan menemui mereka sendiri_! awas saja jika menggangguku,aku akan menikahkan Bibi dengan Paman Chun secara paksa! " ancam Wu Jian.
"Arrggghhhh,,,, berhenti membuat Bibi mu ini marah,keponakan sialan! kalau kau mau pergi_?pergi saja sanah_! kau tak perlu mengancam Bibi seperti itu!!" Wu Lan sudah mengepalkan kedua telapak tangan dan bersiap memberikan tinjunya karena ia tak hentinya di buat sangat kesal.
"Yaaah,,, baiklah aku pergi_! " seloroh Wu Jian enteng,yang kemudian ia pun turun ke lembah obat dimana Zao Lian dan Wu Xia berada di sana.
Wu Jian menapakkan kakinya perlahan,ia berdiri di tengah ilalang yang tak hentinya bergoyang karena hembusan angin.
Dua pasang mata,mencari aura yang mereka rasakan lalu berdiri dari jongkoknya yang akhirnya bertemu tatap dengan mata pemuda asing yang berdiri tenang di arah sana.
Zao Lian mendekat,ia menoleh ke segala arah namun tak di temu orang lain selain pemuda yang masih berdiri menatap nya.
"Anak muda_? apakah kau tersesat? "
"m_! " Wu Jian menggeleng.
"Atau mungkinkah kau sedang mencari seseorang_? "
"m_! " kali ini Wu Jian mengangguk.lalu kemudian, ia mengeluarkan sebuah kalung liontin yang merupakan barang pusaka milik Wu Feng dan menunjukkannya pada Zao Lian dan Wu Xia.
"Aku mencari pemilik kalung liontin ini,menurut ayah ku.semestinya 46 tahun bukanlah waktu yang lama untuk melupakan sesuatu yang berarti dalam hidup seseorang! " ujar Wu Jian,dengan wajah yang begitu teduh.
Zao Lian mengulurkan tangan lalu dengan teliti ia memeriksa kalung liontin tersebut.
"Xia'er_? kemarilah_! " panggil Zao Lian agar istrinya mendekat.
Wu Jian bersedekap tangan dengan gejolak emosi yang hampir hampir tak dapat ia tahan,pada saat saat seperti itu.
'Tenang lah Wu Jian_! tenanglah_! ingat istrimu sudah dua, jangan sampai kau terlihat cengeng_! akan malu jika patriak tampan seperti ku menangis_! ' ucap Wu Jian membatin. ia tak hentinya menenangkan diri dengan susah payah.
"Haizzz... lagian kenapa juga kalian membuang bayi di tengah hutan,,,cih' Wu Jian mencoba mengumpati kakek neneknya agar tidak sedih.
'Drama, ini seperti drama em_? siapa ya kira kira'
Wu Jian menyibukkan hatinya dengan hal hal lainnya agar tak terhanyut suasana, namun tetap saja...
'Aizz.... sial_sial_sial,air apa ini_? siapa yang menyiram mataku_? kenapa mataku basah seperti ini_? " Tak hentinya Wu Jian merutuki diri.terlebih, ia tiba tiba merasa terharu.
"Anak muda.tadi kau bilang bahwa kalung liontin ini milik ayahmu_? " tanya Zao Lian dengan di dampingi Wu Xia yang memeluk lengannya.
Wajah pasangan itu layu,kesan tua sangat nampak usai mereka memastikan sesuatu pada kalung liontin yang di berikan oleh Wu Jian.
"Haizzz... sudahlah! kalian membuatku menangis saja! " Wu Jian benar benar sudah tidak kuat, ia akhirnya memilih untuk menyudahi drama sedihnya.
"Kakek Zao, Nenek Wu_? aku adalah anak dari anak kalian!? E__?" Wu Jian sedikit merasa bingung dengan penyampaian identitasnya lalu menggelengkan kepala dan mengulangi ucapannya.
"Isssshh....maksudku, aku adalah cucu kalian_! namaku Wu Jian putra dari Wu Feng,dan mohon tak perlu membuatku menangis_! " pinta Wu Jian pada kakek dan neneknya.
Sementara di atas udara,wajah Wu Lan sudah merah padam melihat ulah keponakannya,ia seakan ingin mencabik cabik Wu Jian karena kelakuannya.
"kenapa aku mempunyai keponakan sialan seperti dia_? "gumam Wu Lan yang tak hentinya menghardik Keponakannya namun ia tetap kembali melihat interaksi kedua orang tuanya dengan Wu Jian.
" Anak muda_? meskipun kalung liontin ini memanglah milik kami,namun jika tanpa pedang kayu_? maka kami tetap ragu! " tutur Wu Xia, yang sebenarnya ia tak dapat menahan ingin gegas berlari memeluk cucunya.
Sementara Wu Jian menundukkan wajahnya, lalu....
BLAAAAAAARRRRRRR........
Ia memeperlihatkan apa yang di tanyakan oleh Zao Lian dan Wu Xia, dengan menunjukkan sesuatu yang sangat luar biasa yang terdapat pada semesta kecil nya.
Tidak ada satu tarikan nafas, Wu Jian memperlihatkan sebuah pohon abadi pada kakek dan neneknya tersebut. namun itu sudah cukup membuat Zao Lian dan Wu Xia merosot ambruk jatuh ke tanah dengan tangis mereka.
Juga dengan Wu Lan yang berada di ketinggian sana, ia pun terbelalak melihat Wu Jian membuktikan diri bahwa ia memanglah cucu dari kedua orang tuanya,gadis itu membungkam mulutnya sendiri menahan tangis.ia benar benar di buat yakin oleh Wu Jian dengan bukti tersebut.
"Kakek Zao_? nenek Wu_? Jian'er pulang mewakili ayah! mohon terima hormat cucu tak berbakti ini_! " ucap Wu Jian lirih dengan wajah yang tentu saja basah oleh air mata.
Wu Jian melakukan peradatan untuk menunjukkan bakti hormatnya pada Zao Lian dan Wu Xia,selepas peradatan itu baik Zao Lian dan Wu Xia langsung menarik tubuh Wu Jian di antara mereka dan memeluk cucu mereka dengan erat untuk waktu yang cukup lama.
Di sela kebahagian itu,Wu Lan akhirnya memilih turun dari udara dan mendekati mereka dengan emosi yang sama.
"Lan'er_? kau sudah pulang nak_? "
"m_! " Wu Lan hanya mengangguk tanpa minat bersuara karena ia tak ingin merusak moment milik kedua orang tuanya.
Usai pertemuan.Zao Lian mengajak Wu Jian masuk ke dalam kediaman sederhana mereka.namu sebuah seruan lantang terdengar dari udara.
"Zao Lian, Wu Xia_? apa kalian tak ingin mengenalkan cucu kalian pada kakek buyutnya_? "
Langka Zao Lian dan lainya termasuk Wu Jian terhenti, kala Wu Zong tiba tiba turun dari ketinggian.sosok pria paruh baya yang nampak masih gagah dengan karisma sangat tegas itu menatap Wu Jian dengan lekat.
"Pergilah_! beliau adalah leluhurmu, berikan baktimu pada nya, Jian'er! " seru Wu Xia sembari mengusap punggung Wu Jian,memintanya agar menyapa Wu Zong, kepala keluarga Klan Wu.
"Wu Jian putra dari Wu Feng dan A Yin.cucu dari Kakek Zao Lian dan nenek Wu Xia memberikan salam dan hormat bakti pada leluhur!! "
Namun Wu Zong tak lekas menyambut peradatan yang di berikan Wu Jian.sebaliknya, Wu Zong justru menilik Wu Jian dengan intens, memeriksa semua hal pada diri cicitnya tersebut.
"Anak muda_? apa kau benar benar layak menjadi keturunan dari Klan Wu_? "
Mendengar perkataan leluhurnya,senyum Wu Jian terbit.ia tahu maksud dari ucapan Wu Zong.dengan semangat ia pun menyudahi peradatan lalu meregangkan otot ototnya dan....
"Hehee.....Seharusnya leluhur bilang sedari awal jika ingin menguji patriak muda sekte Banteng Api dari alam menengah__! "
WOSSSSSSS............
Wu Jian tak sungkan.ia langsung menyerang Wu Zong dengan teknik beladirinya.sementara Senyum yang sama nampak di wajah Wu Zong,ia langsung menilai bahwa cicitnya adalah seorang petarung dan tak keberatan untuk bertukar ke ahlian.
"Hahahaa,, Jangan bercanda dengan ku anak muda_! kau bilang dirimu seorang patriak dari sebuah sekte_? hahahaa,,, apa kau sedang membuat lelucon_? " sergah Wu Zong, yang menganggap Wu Jian telah beromong kosong.
Wu Jian tak menanggapi,ia mendesak Wu Zong dengan teknik beladiri dari tiga kitab sekaligus,teknik naga perak, teknik kaisar dan teknik kitab iblis.
Wu Zong menangkis semua serangan tinju dan tendangan Wu Jian dengan mudah,ia sesekali mendorong paksa Wu Jian dengan samping bahunya agar tak melukai cicitnya.
"Jangan meremehkan cicitmu ini,leluhur_! takutnya,kau akan menyesal dengan perasaan kagum_! "ujar Wu Jian mengingatkan.
"Sepertinya kau memang memiliki kemampuan_? tapi leluhurmu ini adalah Wu Zong_? meski mungkin kau belum tau sehebat apa leluhurmu ini_?"
"Aku tau_! tapi takutnya,leluhurlah yang belum tau sehebat apa cicit mu ini_! " pungkas Wu Jian, lalu memfokuskan diri pada pertarungan.
Wu Jian kembali memulai pergerakan dengan memberikan serangan cepat, sementara Wu Zong mulai di paksa berkelit dan bergerak kian kemari menghindari serbuan dari cicitnya.
Sesekali ia hampir terkena tendangan dari Wu Jian, namun berhasil ia tepis dan memberikan serangan balasan dengan menghentakkan sikut nya pada dada Wu Jian yang kembali dapat di tangkap oleh telapak tangannya.
Jual beli serangan makin sengit,keduanya bahkan menciptakan pusaran angin dari pertarungan yang keduanya lakoni.
Wu Zong tak hentinya di buat tersenyum oleh kecakapan bertarung yang di miliki Wu Jian.ia merasa ingin malakoni pertarungan itu dengan kepuasan.
hingga di satu kesempatan....
BAM.....
Wu Jian berhasil menyarangkan tinjunya pada tulang rusuk Wu Zong dan membuatnya mengambil jarak.
"Hahahahahaaaaaa, Bagusss_! sangat bagusss, aku sangat puas Jian'er! aku Terima peradatan dan baktimu padaku? " ucap Wu Zong dengan senyum penuh kebanggaan dan akhirnya mengakui seorang Wu Jian.
Kepala keluarga Wu itu langsung meraih pundak Wu Jian dan membawanya ke dalam kediaman Zao Lian dan Wu Xia.
___________
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
lontong
^_^
2025-03-30
0
Atuk
🌟🌟🌟🌟🌟
2024-10-03
0
@rt
kawin hansip ? /Facepalm//Facepalm/
2024-09-20
0