...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa hari pun telah berlalu, Fajar kecil yang sekarang telah senang karena sang paman telah kembali selalu ceria. Beda halnya jika sang paman masih bertugas, hanya para bibi pembantu dan tukang kebun yang menemani nya.
Kematian dari kedua orang tua Fajar tidak diketahui oleh dirinya, karena kejadian tersebut terjadi saat Fajar berada di rumah kakek dan nenek nya. Saat waktunya pulang, yang menjemput Fajar bukan orang tuanya tapi sang paman, pamannya bilang kalau kedua orang tua Fajar ada keperluan mendadak dan harus pergi keluar kota, bahkan tidak sempat untuk bertemu dan berpamitan kepada Fajar, Fajar kecil yang lugu pun mempercayai ucapan sang paman dan ikut pulang bersama nya.
Sang paman yang merasa curiga dengan kasus kematian kedua orang Fajar dalam kecelakaan lalu lintas itu pun menjadi tidak tenang, akhirnya ia meminta bantuan kepada sahabat nya yang merupakan teman tentaranya di camp, sudah satu tahun berlalu sejak sang paman meminta bantuan tapi hingga kini belum ada hasil sama sekali.
...****************...
...****************...
...****************...
Suasana sore yang tenang di halaman belakang memang membuat tenang dan nyaman, Fajar kecil yang ditemani oleh sang paman di halaman belakang nampak sedang menggambar sesuatu, sang paman yang melihat itu hanya tersenyum sambil berbaring di kursi panjang yang ada di halaman belakang itu.
*Rrrrrr rrrrrrr*
Saat sang paman handak menutup mata sejenak, tiba tiba telpon nya berdering...
Paman pun bangun dan melihat handphone yang ada di meja kecil didekatnya, raut wajah sang paman yang sedari tadi nampak tenang dan rileks kini langsung berubah menjadi serius, sebab nomor tersebut adalah sahabat nya yang diminta tolong untuk menyelidiki kasus kematian dari orang tua Fajar.
"Fajar,,, kamu disini dulu ya sama bibi,,, paman mau telpon dulu sebentar di dalam", ucap paman tersenyum ke Fajar.
" Iya paman", jawab Fajar juga tersenyum dan melihat sang paman yang masuk ke dalam rumah, lalu ia lanjut menggambar di kertas nya.
......................
......................
......................
"Halo?! ", setelah berada di salah satu ruangan dan menutup pintu sedikit, sang paman langsung menekan tombol dan mengangkat telpon tersebut.
" Bagaimana kabar mu sahabat ku,,, maaf aku baru menghubungi mu setelah satu tahun,,, Rama", suara di seberang telpon pun berbasa basi dan menanyakan kabar dari paman nya Fajar yang bernama Rama itu.
"Kabar ku baik Rafli,,, bagaimana kabar mu,,, apakah kamu dapat informasi?", ucap paman Rama.
" Kabar ku juga baik Rama... Dan untuk informasi soal kasus kematian kakak laki laki mu itu,,, memang benar apa katamu Rama,,, ada yang mencurigakan ", ucap sahabat paman Rama bernama Rafli tersebut.
" Sudah kuduga ".
" Itu adalah alasan ku kenapa baru sekarang menghubungi mu,,,, setelah ku selidiki kasus itu,,, rupanya ada dalang dibalik layar yang menyamarkan kasus itu seperti kecelakaan lalu lintas biasa".
Mendengar hal itu tentu Rama langsung geram karena ada orang yang berani membunuh kakak laki lakinya beserta istri nya,,,
"Setelah aku mengejar kasus ini,,, banyak sekali konspirasi yang terlibat didalam nya,,,, awalnya kukira ini hanya kebetulan tapi setelah ku selidiki ulang,,, ternyata memang benar bahwa pelaku sebenarnya adalah sosok kuat di dalam militer".
Raut wajah Rama mulai tidak enak, aura kuat milik nya tiba tiba keluar dan tubuh nya gemetar setelah mendengar bahwa pelaku sebenarnya ada didalam satuan militer...
"Tapi pihak musuh memiliki tingkat keamanan yang sangat kuat,,, bahkan aku tidak bisa meretas keamanan mereka untuk mendapatkan informasi,,, bahkan sampai sekarang pun aku tidak bisa meretasnya".
" Dan aku hanya bisa menyelinap dan menyamar menjadi pasukan dari mereka untuk mendapatkan informasi,,, walau sangat sulit untuk bertemu dengan sosok ketua dari pihak camp itu,,, tapi setelah setahun aku menyelinap dan menyamar,,, hasilnya adalah memang benar,,,, kepala militer yang ada di Selatan itulah dalang dibalik semua ini", jelas Rafli panjang lebar.
"Bangs*t,,, aku akan pergi ke Selatan untuk membunuh bajing*n itu!!!! ", ucap Rama yang sudah kehilangan kesabaran.
" Tenang Rama,,, aku tahu kekuatan kita berdua bagaimana didalam camp,,, jika kita berdua yang menyerang,,, kita pasti kalah dan mati sia sia... Bahkan jika kita membawa pasukan nomor 1 di dalam camp,,, itu juga tidak berarti apa apa", ucap Rafli menenangkan Rama yang sudah sangat marah dengan wajah yang memerah.
"Lalu bagaimana,,, apakah aku diam saja setelah tahu siapa yang membunuh kakak ku?! ".
" Kita jangan gegabah,,,, kita harus tenang dan membuat rencana yang matang untuk menyerang mereka ", ucap Rafli.
...****************...
...****************...
Fajar kecil yang telah selesai menggambar pun meletakkan pensil warna nya dan melihat matahari hampir terbenam.
" Udah mau Maghrib,,, bibi ayo kita masuk,,, kalau kita diluar waktu Maghrib ada banyak nyamuk,,, ", ucap Fajar yang langsung berjalan pelan menuju rumah sambil melihat gambar miliknya.
" Baik tuan muda", ucap kedua bibi yang sedari tadi menemani Fajar di halaman belakang.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
"Paman mana ya?. Aku mau tunjukin hasil gambar ku ini", ucap Fajar melihat seisi rumah dan tidak menemukan keberadaan sang paman.
Fajar mulai mencari sang paman, mulai dari teras depan, ruang tamu, ruang tengah, dapur, toilet tapi Fajar tetap tidak bisa menemukan sang paman.
"Apa paman lagi keluar ya?", pikir Fajar yang sedang berdiri di depan kamarnya.
Saat Fajar hendak masuk kedalam kamarnya,,, ia mendengar ada suara samar samar dari ruangan belakang di dekat taman samping rumah.
" Oh iya,,, tadi paman bilang mau telpon,,, mungkin paman ada di ruangan itu", ucap Fajar langsung menuju ruangan yang dimaksud.
......................
......................
......................
Saat Fajar sudah berada di depan pintu, ia mendengar suara pamannya yang sedang telpon dengan seseorang, tapi Fajar mendengar bahwa nada bicara sang paman seperti sedang marah.
"Apakah paman sedang marah dengan orang yang telpon dengannya?", pikir Fajar.
Fajar kecil pun mulai penasaran, ia perlahan membuka pintu tanpa menimbulkan suara sedikit pun...
" Apa??!! "
"Apakah kamu tahu caranya Rafli?... Aku tidak tahu harus bilang apa kepada Fajar kalau orang tuanya telah tiada,,, apalagi orang tuanya dibunuh oleh orang,,, bagaimana perasaannya nanti?".
" Selama satu tahun ini aku bilang bahwa orang tuanya sedang ada keperluan di luar kota,,, aku tidak bisa terus terusan menyembunyikan hal ini kan?! ".
Sang paman yang tidak mengetahui bahwa Fajar ada di mulut pintu telah mendengar semuanya, Fajar kecil hanya terdiam,,, ia seperti tidak percaya dengan ucapan paman nya barusan.
" Aku butuh bantuan mu untuk menyerang para bajing*n itu Rafli".
"Tenang Rama,,, aku pasti akan membantumu meratakan mereka semua,, tapi tidak untuk saat ini,,, kekuatan kita masih belum cukup".
Tanpa sadar Fajar kecil mulai meneteskan air matanya, dan ia menjatuhkan gambar milik nya di depan pintu, ia langsung berlari masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu.
...****************...
...****************...
Sudah hampir 30 menit lamanya, Fajar yang sedari tadi menangis kini perlahan menjadi tenang. Entah mengapa Fajar tidak merasa marah dan sedih kepada sang paman karena sudah menyembunyikan kebenaran bahwa kedua orang tua nya sudah meninggal. Yang ada dipikiran Fajar saat ini adalah orang yang telah membunuh kedua orang tuanya...
Aura Fajar yang selalu senang, ceria, dan bahagia kini perlahan hilang. Tiba tiba saja ada aura kuat yang muncul dari diri Fajar, tatapan nya menjadi dingin.
...****************...
...****************...
*Tok tok tok*
"Fajar,,, ayo makan malam dulu,,, ".
Dari depan pintu sang paman memanggil Fajar untuk makan malam bersama,,,
*Cklek*
Pintu perlahan terbuka,,, dan entah mengapa paman Rama merasakan ada aura yang kuat keluar dari dalam kamar Fajar.
" Fajar,,,, ini gambaran kamu kan?!"
Saat sang paman bertanya, Fajar bahkan tidak melihat kearah nya, ia hanya menunduk dan berjalan menuju meja makan.
Sang paman sedikit bingung dengan sikap Fajar, bahkan sang paman tidak curiga dengan gambar milik Fajar yang terjatuh di depan pintu, karena Fajar membuka pintu tanpa suara maka paman Rama tidak mengetahui bahwa Fajar telah mengetahui semuanya.
......................
......................
Bahkan suasana di meja makan pun menjadi dingin, hening, canggung.
Beberapa paman Rama memanggil Fajar dan mengajaknya untuk berbicara, tapi Fajar tetap diam dan terus memakan makanan nya hingga habis. Tanpa mengatakan apapun, setelah minum Fajar langsung kembali ke kamar.
"Ada apa dengan Fajar?", melihat sikap Fajar yang berubah drastis itu sang paman langsung bertanya kepada salah satu bibi yang sedang ada di dekat situ.
"Maaf tuan Rama,,, saya tidak tahu kent tuan muda seperti tadi,,, padahal tadi tuan muda masih baik baik saja saat masuk ke dalam sambil membawa hasil gambarannya itu", jawab bibi tersebut.
" Hmm,, ada apa ya?", batin paman Rama.
,
...****************...
...****************...
...****************...
2 hari telah berlalu sejak kejadian itu, dan sore itu paman Rama sedang berada di ruang tengah sambil meminum teh hangat. Dan beberapa waktu kemudian Fajar yang keluar dari kamarnya langsung menghampiri nya dan duduk di samping paman Rama.
"Fajar?,,, mau teh? ", ucap sang paman menawarkan teh hangat miliknya.
" Nggak usah paman,,, terima kasih", ucap Fajar dengan sedikit senyuman.
"Kamu kenapa sih boy,,, dari kemarin kok diem terus?,,, ada apa?,,, sini cerita sama paman", ucap sang paman merangkul keponakan nya itu.
" Fajar mau jadi tentara! ".
Ucapan tiba tiba dari Fajar itu membuat suasana seketika menjadi hening sejenak,,,
"Hahaha,,,, bagus bagus,,,, cita cita kamu sama seperti paman dan ayah kamu,,,, jadi seorang tentara", ucap paman yang langsung tertawa mendengar ucapan Fajar.
"Fajar mau masuk tentara sebelum umur 15 tahun".
Ucapan Fajar lagi lagi membuat paman Rama terdiam, sejenak paman Rama tidak mengerti ucapan Fajar barusan.
" Fajar,,, paman hargai cita cita kamu yang mau jadi tentara seperti ayah dan paman mu ini,, tapi jadi tentara juga harus sekolah dulu,,, cari ilmu yang banyak,,, cari pengalaman,,, kalau".
"Itu keputusan Fajar,,, sebelum umur Fajar 15 tahun,,,, Fajar akan masuk militer", ucap Fajar menatap sang paman dengan tatapan yang tegas serta aura yang kuat.
Setelah mengucapkan kata kata tersebut, Fajar langsung beranjak pergi dan kembali kedalam kamarnya bahkan sebelum sang paman selesai berbicara.
Itu semakin membuat sang paman sangat bingung. Sikap Fajar yang tiba tiba berubah, yang Fajar ingin masuk militer sebelum usia 15 tahun,,,
"Ada apa dengan tatapan Fajar tadi?,,, tatapan nya sangat beda dari biasanya,,, tatapan itu sama seperti kakak waktu perang dulu", batin paman Rama.
Setelah mengambil keputusan yang sulit, akhirnya sang paman mengerti dengan keputusan Fajar yang kuat itu, ia mendukung penuh semangat Fajar yang akan masuk militer di usia muda, tapi paman Rama belum tahu bahwa Fajar telah mengetahui jika kedua orang tuanya telah tiada.
...****************...
...****************...
...****************...
Tahun demi tahun pun telah berganti hingga Fajar berusia 9 tahun, beberapa tahun ini Fajar telah berlatih bersama sang paman.
Latihan fisik dan latihan yang lainnya untuk Fajar bisa lebih kuat fisik dan mental nya. Paman Rama juga tidak main main dalam melatih keponakan nya itu.
Setelah berlatih keras bersama paman Rama, kini Fajar sudah berbeda dengan anak seumuran nya yang mungkin sudah berada di sekolah dasar.
Fajar mendengar bahwa tahun ini ada pendaftaran calon prajurit di dalam militer sang paman, dan Fajar telah siap untuk memulai hidup baru sebagai tentara muda.
...****************...
...****************...
...****************...
Setelah mendaftarkan, mengikuti beberapa tes, Fajar telah lulus menjadi prajurit baru. Bahkan saat dilatih oleh sang pelatih militer, Fajar tetap diawasi oleh sang paman, sang paman juga tidak segan segan untuk memberikan pelatihan yang lebih keras kepada sang pelatih kepada keponakan nya itu.
Tapi Fajar tahu bahwa latihan militer juga tidak bisa dianggap enteng, ia selalu berlatih dengan keras dengan usahanya sendiri.
Demi tujuan dan tekad yang kuat, Fajar akan mengikuti latihan apapun yang diberikan oleh sang pelatih tanpa harus mengeluh, karena ia memiliki tujuan yang besar, ia aman mengalahkan musuh kuat dimasa depan.
...****************...
...****************...
Fajar yang sudah berusia 15 tahun dengan tekad dan kerja kerasnya selama ini telah mendapatkan pangkat yang lumayan tinggi, bahkan waktu usianya 13-14 tahun ia sudah ikut ke medan perang dengan berbagai kondisi.
Hingga suatu hari Fajar mendengar berita kematian dari sang paman, salah satu anggota keluarga nya yang ia punya saat ini juga telah meninggalkan nya.
Fajar hanya mendengar bahwa sang paman terbunuh oleh musuh saat sedang bertugas, tapi Fajar yang telah mengalami berbagai kejadian didalam militer itu tidak akan percaya semudah itu hanya dengan mendengar.
Dengan kemampuan intelijen yang sudah ia kuasai, Fajar mulai menyelidiki penyebab kematian dari sang paman tanpa diketahui oleh para petinggi militer, ia bergerak secara individu.
Dan setelah berbulan bulan menyelidiki, Fajar telah mengetahui kebenarannya bahwa sang paman bersama sahabat nya pergi menyerang markas musuh tanpa pasukan.
Fajar tahu bahwa sang paman menyerang musuh yang telah membunuh kedua orang tua nya, bahkan sang paman yang sudah terbukti kekuatan nya dari pihak militer dan dunia saja juga telah kalah oleh musuh kuat itu, tekad Fajar untuk membalas dendam atas kematian keluarga nya pun bertambah kuat.
Fajar mulai mengikuti seluruh latihan ekstrim dari pelatih nya, ia juga selalu ikut ke medan perang hingga ia juga mempunyai banyak luka pada tubuh nya itu, tapi itu juga tidak bisa menghentikan Fajar atas tekadnya dan tujuan besarnya.
Hingga umur Fajar menginjak 17-18 tahun, kekuatan nya telah diakui oleh pihak dan para petinggi militer, bahkan ia juga telah diakui dunia sebagai Dewa Perang dari Utara, banyak musuh yang sudah dikalahkan oleh Fajar muda.
Banyak sekali penghargaan yang didapat Fajar dengan kekuatan nya itu, mulai dari penangkapan para buronan internasional, menyelamatkan sandera yang berjumlah puluhan seorang diri, bahkan Fajar juga telah berhasil mendamaikan dua negara yang saling berperang.
Hingga Fajar membuat pasukan nya sendiri dengan nama Numbered Troops (Pasukan Bernomor) dengan pasukan yang telah diseleksi sendiri oleh Fajar, pasukan yang terdiri dari 20 orang termasuk dirinya.
Pasukan tersebut juga mendapatkan kode name dengan angka seusia tingkat kekuatan nya, sebagai ketua dari pasukan nya Fajar memiliki kode 01.
Dengan pasukan yang telah ia bentuk itu, Fajar yakin ia bisa mengalahkan musuh besar yang cepat atau lambat akan ia temui itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Nur Tini
dimanakah negaranya thor. nama Indonesia, negara gak jelas..
2023-11-26
1