...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah sarapan pagi Fajar mulai mengenakan jaket nya dan penutup wajahnya, ia berencana untuk berkunjung ke rumah ibu Salamah. Fajar tidak bisa tetap bersantai dan duduk diam di rumah sedangkan dirinya tahu bahwa keluarga ibu Salamah baru saja diserang, bahkan Fajar telah menyuruh salah satu pasukan bernomor miliknya untuk menolong keluarga ibu Salamah.
Tanpa berlama lama lagi Fajar segera keluar, mengunci pintu dan berjalan pergi menuju rumah ibu Salamah...
...****************...
...****************...
Pagi hari yang cerah, pusat kota pun sangat padat dengan pejalan kaki dan banyak mobil mobil yang melaju dijalan raya.
Diantara pejalan kaki yang sedang menyebrang jalan Fajar berada di antaranya, Fajar seperti menikmati hidup normal yang seperti sekarang, beraktivitas layaknya orang normal, tanpa adanya suara tembakan, perkelahian, suara belati yang saling beradu, Fajar lebih suka hidup normal.
Tapi perlahan sudut mulut Fajar sedikit terangkan, ia sedikit melirik ke sebuah arah tapi tidak menghentikan langkahnya dan tidak berbalik untuk melihat ke arah tersebut.
Fajar pun tidak menghiraukan hal itu lagi dan melanjutkan berjalan tanpa menoleh sedikit pun untuk melihat kebelakang.
...****************...
...****************...
Di atas atap sebuah gedung, terlihat ada seseorang yang sedang tiarap dan sedang melihat dengan teropong, tatapan matanya sangat tajam dan tidak melepaskan pengawasan nya dari apa yang ia awasi itu.
Ia pun meletakkan teropong nya dan ganti mengeluarkan ht dari saku celananya, ia pun langsung melakukan panggilan menggunakan ht tersebut...
"Disini taring merah,,, disini taring merah,,, ganti... Aku sudah menemukan target.... aku... "
*Psyuu*
Saat hendak melaporkan keadaan nya kepada seseorang tiba tiba ht yang ada tepat di dekat telinga nya telah hancur terkena tembakan dari sniper.
Orang itu pun langsung terdiam beberapa saat sebelum wajahnya menjadi pucat karena merasa ajalnya telah dekat jika peluru itu melubangi kepala nya. Ia pun langsung bangun berdiri dan mencari sosok sniper yang tadi menghancurkan ht miliknya itu, ia sudah siap dengan senapan yang ia bawa dan sudah siap untuk mulai menyerang.
"Sedang mencari apa?"
Saat orang tersebut dalam kondisi waspada tiba tiba ada suara yang tak jauh dari ia berdiri, ia pun langsung menghadap kebelakang dan melihat ada seorang pemuda tampan yang sedang duduk di pagar besi pembatas.
"Si mata silang atau camp merah yang menyuruhmu?", pemuda itupun langsung mengajukan pertanyaan dengan dingin.
Orang itu langsung terkejut karena pemuda tersebut tahu semua tentang pihak mana saja yang ia ikuti, tapi ia tidak menjawab dan langsung mengarahkan moncong senapan nya kearah pemuda didepan nya itu tanpa ekspresi.
Tapi sesaat kemudian ada sebuah titik laser merah yang mengarah ke kening nya, itu adalah laser dari sniper milik 06 , dan pemuda tampan itu tak lain adalah 02.
"Jangan gegabah jika tidak ingin kepala mu hancur,,, sebaiknya kamu bekerjasama dengan kami dengan patuh".
" Hhmp,,, bahkan jika kamu...~aaahh~,,, "
Belum sempat orang tersebut menjawab perkataan dari 02 tiba tiba ia sudah terbang ke belakang dan menghantam dinding hingga hancur dan akhirnya pingsan.
"Hufff,,, banyak omong... Tapi pihak kami tidak akan melepaskan seseorang dengan mudah jika ia mengincar kakak kami", ucap 02 dengan tatapan tajam.
...****************...
...****************...
...****************...
Setelah lama berjalan akhirnya Fajar telah sampai di depan rumah ibu Salamah, ia sekarang sedang berdiri di depan gerbang dan melihat ada banyak petugas yang sedang berjaga.
Fajar tentunya sudah tidak heran dengan situasi itu, karena ia juga tahu apa yang sudah terjadi...
"Maaf,,, mas siapa dan ada keperluan apa?".
Saat Fajar masih berdiam diri di depan gerbang, ada seorang petugas yang menghampiri dirinya dan bertanya..
" Saya mau ketemu sama ibu Salamah,,, ", Fajar pun hanya menjawab singkat sambil menurunkan penutup wajahnya.
" Baik,,, siapa nama mas biar saya lapor yang didalam", petugas itu pun langsung menanyakan nama untuk memastikan.
"Fajar", jawab Fajar lagi secara singkat.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Beberapa menit setelah petugas itu melaporkan situasinya, tak butuh waktu lama ada seorang gadis kecil bercadar yang berlari keluar dari dalam rumah menuju gerbang.
"Kakaaak!!! ".
Tak lain adalah Fitri yang sangat senang dengan kedatangan Fajar, ia langsung membuka gerbang dengan perlahan dibantu oleh petugas tersebut.
Tanpa sungkan Fitri langsung memeluk kaki Fajar, Fajar juga tanpa sungkan memeluk kembali Fitri dan langsung menggendong nya.
"Kakak baik main kesini", ucap Fitri sangat girang.
" Iya kakak main kesini,,, main sama Fitri lagi nanti".
"Hihi,, kakak ayo masuk,,, diluar panas", ucap Fitri.
Fajar pun tanpa sungkan langsung menggendong Fitri masuk kedalam setelah permisi kepada petugas yang menjaga gerbang itu.
" Hmm,,, anak muda itu nampak mencurigakan tadi,,, tapi setelah adik itu memeluk nya dan tampak sangat bahagia ketika pemuda itu datang,,, kemungkinan pemuda itu adalah saudara dari ibu Salamah ", ujar si petugas...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Nur Tini
awal cerita yg jelas, membosankan, sekarang udah banyak seru
2023-11-26
1