EPISODE 6

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Beberapa saat kemudian ibu Salamah dan Aisyah pun keluar dari arah dapur dengan membawa minuman dan beberapa cemilan. Tapi mereka berdua tiba tiba terdiam saat melihat Fitri duduk dipangkuan Fajar sambil tertawa karena sedang membahas sesuatu yang lucu.

"Fitri,,, sayang?,,, lagi ngapain?", Aisyah pun menghampiri dan duduk di sofa yang lain dengan jarak yang tidak jauh.

" Fitri lagi main sama kakak baik", jawab Fitri menoleh ke arah mama nya sambil tertawa kecil.

Ibu Salamah pun hanya menggeleng karena tahu bahwa cucu kecilnya itu memang mudah akrab dengan orang asing, tapi Fitri juga bisa tahu mana yang baik untuk didekati dan mana yang tidak baik untuk didekati, dan Fitri merasa nyaman berada di dekat Fajar.

Dan Aisyah sendiri juga sudah lama tidak melihat sang buah hati begitu riang bersama orang yang baru dikenalnya tadi siang, beda hal nya dengan para saudara yang lain Fitri bahkan hanya berbicara sebentar dan langsung pergi untuk mencari tempat bermain.

...****************...

...****************...

"Nak Fajar udah pernah ketemu ya sama Fitri?", ibu Salamah pun akhirnya bertanya karena penasaran karena melihat cucunya sangat senang berada dipangkuan Fajar.

" Neneek,,, tadi pagi kakak baik yang nolongin Fitri waktu Fitri mau ditabrak mobil,,, Fitri mau nyebrang ", tak menunggu jawaban dari Fajar si gadis kecil sudah memberikan jawaban nya dengan jujur.

Seketika ibu Salamah pun menjadi pucat, cucu kecil nya ini mau ditabrak, siapa orang yang sembrono mau menabrak anak kecil yang mau menyebrang?.

" Ya Allah nak,,, kamu nggak apa apa kan sayang?", ibu Salamah pun mulai khawatir takut cucunya ada yang luka.

"Nenek nggak usah kawatir,,, Fitri baik baik aja,,, tadi kakak baik yang nolongin Fitri", jawab Fitri, akhirnya ibu Salamah pun menghela nafas lega karena tidak ada yang membuat cucunya kesakitan.

" Sepertinya pelaku memang berniat untuk mencelakai Fitri ", tiba tiba Fajar berucap, seketika semuanya pun terdiam dan langsung melihat kearah Fajar.

" A apa maksud nak Fajar?,,, apakah ada yang mau mencelakai Fitri?", tanya ibu Salamah khawatir.

"Saya tidak bisa menjawab dengan pasti,,, saya cuma mengambil kesimpulan,,, setelah saya amati,,, keluarga ibu Salamah adalah keluarga tentara,,, banyak musuh yang mengincar posisi Mayor milik suami nya ibu,,, tapi saya tidak mau berprasangka yang tidak tidak,,, karena masalah yang ada didalam militer,,, tidak sesederhana yang dipikirkan ", ucap Fajar.

Sejenak ibu Salamah tertegun dengan penjelasan Fajar, ia mulai berfikir mungkin ini ada kaitannya dengan suaminya... beliau akan menanyakan hal ini kepada suami nya saat pulang nanti.

Tanpa mereka sadari Fitri sudah turun dari pangkuan Fajar, dan kini ia sedang makan dadar gulung diam diam. Dan suara kunyahan Fitri pun terdengar oleh mereka bertiga.

"Eh eh,,, siapa yang makan nggak bagi bagi itu?,, ha?,,, itu buat kakak baik kenapa di makan?", Aisyah pun tidak bisa menahan tawa karena sikap dari sang buah hati, dan Fitri hanya bisa tertawa kecil dan melanjutkan makannya.

" Kakak baik juga makan,,, ini dadar gulung buatan mama,,, enak", setelah menelan makanan nya Fitri pun memberikan 1 dadar gulung kepada Fajar.

Sejenak Fajar terdiam lalu beberapa saat mengambil dadar gulung tersebut dari Fitri sambil tersenyum.

"Terima kasih", ucap Fajar tersenyum kepada Fitri yang membuat Fitri tersipu dan langsung menghampiri mamanya untuk bersembunyi. Mereka pun tidak bisa menahan tawa karena sikap lucu dari gadis kecil bercadar itu.

...****************...

...****************...

...****************...

Saat mereka yang ada di ruang depan itu sedang mengobrol santai, Fajar perlahan merasakan kehadiran dari aura yang besar dari luar rumah. Fajar hanya tersenyum karena aura itu tidak jahat, bahkan sosok itu adalah sosok yang dinantikan kehadiran nya oleh keluarga tentara itu.

"Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"

Terdengar suara berat dari luar, sosok itu perlahan membuka pintu dan nampak lah seorang pria patuh baya dengan seragam militer masuk kedalam rumah.

"Kakeek!! ", Fitri pun sangat senang dengan kehadiran pria tersebut yang tak lain adalah kakek nya, suami dari ibu Salamah.

" Ayah", Fitri pun segera menghampiri ayahnya untuk mencium tangannya, begitu pun dengan ibu Salamah yang juga sangat senang karena suami nya telah pulang.

...****************...

...****************...

...****************...

"Kakek,,, Fitri kangen", Fitri pun mulai manja sesaat setelah digendong oleh sang kakek.

" Uu sayang,,, kakek juga kangen sama cucu kakek yang Shalehah ini", sang kakek tidak bisa menahan untuk tidak mencium cucu kecil nya itu.

"Ayah,,, ayo masuk,,, mama udah siapin makanan kesukaan ayah", ucap ibu Salamah.

" Huff,,, mau mandi dulu sebentar,,, nanti kita makan sama sama", jawab suami ibu Salamah bernama bapak Santo.

...****************...

...****************...

Karena fokus kepada keluarga nya yang sudah lama tidak bertemu pak Santo tidak menyadari ada seorang tamu yang sedari tadi duduk diam di sofa sambil meneguk teh.

Baru ia sadar setelah ia melihat ada beberapa cemilan di meja dan matanya juga tertuju kepada sosok pemuda yang ada di sofa itu.

"Eh ada tamu?,,, maaf maaf,,, saya nggak lihat ada orang tadi", ucap pak Santo perlahan menghampiri Fajar dan mengajaknya bersalaman.

Fajar dengan sopan menjabat tangan pak Santo dengan ramah...

Sejenak pak Santo terdiam, ia seperti merasakan ada aura yang ia kenal di dekatnya saat ini... Tapi ia kembali sadar dan setelah itu segera pergi ke belakang untuk membersihkan badan.

Terpopuler

Comments

Nur Tini

Nur Tini

merasakan aura juga ya

2023-11-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!