EPISODE 2

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Setelah selesai sarapan Fajar segera membereskan piring piring kotor ke tempat cucian piring, dan menyimpan lauk yang masih tersisa di lemari dapur. Ia mencuci semua piring piring dan gelas yang telah ia gunakan tadi, termasuk wajan, panci, dan alat masak lainnya.

Setelah itu ia juga segera mandi dan membersihkan diri, setelah mandi ia segera mengenakan pakaian nya. Tapi ia berdiam diri hingga beberapa waktu, ia seperti bingung memilih baju yang akan ia kenakan. Saat ini ia baru menggunakan celana panjang warna hitam dan belum mengenakan baju, diantara tubuh kekarnya itu terdapat banyak luka luka yang mengerikan, jelas semua luka itu ia dapat saat berada didalam militer.

Banyak luka tembakan, luka sayatan, dan luka bakar, bahkan ada beberapa luka yang belum sembuh sepenuh nya, bahkan juga ada beberapa bekas jahitan dan dibalut perban.

"Ini aja deh", Fajar pun telah memiliki baju yang akan ia kenakan, ia segera memakai nya dan segera keluar dari kamar.

Fajar segera memakai jaket nya dan menggunakan kain penutup wajah, lalu juga mengambil topi yang ada di gantungan paku. Setelah itu ia pun keluar dan segera mengunci pintu.

...****************...

...****************...

...****************...

Setelah berjalan hingga kedepan gang rumah nya, Fajar melihat banyak orang yang berlalu lalang, ada yang berangkat kerja, ada yang berangkat sekolah, ada yang pergi ke kampus, semuanya telah Fajar temui.

Fajar mulai berjalan menuju arah swalayan untuk membeli buah buahan yang akan ia gunakan sebagai persediaan di rumah, mungkin ia juga akan membeli beberapa bahan makanan lagi.

Fajar berjalan santai diantara kerumunan orang orang itu, seperti nya orang orang nampak sibuk dengan handphone nya walau saat sedang berjalan.

Fajar banyak melihat orang yang sedang menelpon disekitar nya, orang orang itu juga nampak berlari dan terburu buru, dan Fajar hanya melihat sekilas dan tidak memperdulikan nya.

...----------------...

...----------------...

...----------------...

Beberapa kali Fajar berhenti berjalan dan melihat sekolah yang ia temui, ia banyak melihat murid murid sedang bermain sepak bola di lapangan sekolah saat istirahat.

Mulai dari sekolah TK, SD, SMP, hingga SMA. Saat Farhan berada di dekat sekolah sekolah itu ia akan menghentikan langkah nya dan memperhatikan sejenak aktivitas yang ada di dalamnya.

Tapi entah kenapa Fajar sangat suka melihat aktivitas di sekolah TK, anak anak kecil sedang bernyanyi bersama guru mereka, ada juga yang sedang berlari larian dengan teman teman nya, dan Farhan tersenyum melihat aktivitas tersebut.

Setelah melihat lihat aktivitas di sekolah sekolah tersebut Fajar kembali berjalan menuju swalayan...

...****************...

...****************...

Saat Fajar telah dekat dengan swalayan yang akan ia tuju, ia menghentikan langkah nya di depan sebuah gang karena mendengar suara.

Fajar melihat ke ujung gang dengan tatapan dingin, dan ia melihat ada pembullyan dan pemerasan disana. Tapi Farhan tidak bergerak sedikit pun, ia tidak tergerak untuk menolong sang korban, ia hanya melihat dengan dingin kejadian itu lalu ia kembali melihat ke arah depan dan mulai berjalan pergi meninggalkan gang tersebut.

...****************...

...****************...

Sesampainya di swalayan Fajar segera masuk kedalam dan langsung menuju ke tempat buah buahan, dan ia langsung berdiam dan termenung sambil mengangkat buah jeruk.

Matanya Fajar menyipit dan memperhatikan buah buah itu dengan serius...

"Hmm,,, buah jeruk,,, pear,,, anggur,,, apalagi,,, aku nggak suka apel", gumam Fajar memasukkan beberapa buah buah itu kedalam keranjang.

Fajar memilih dengan sedikit bingung karena buah buah itu nampak segar dan nikmat, dan setelah lama memilih akhirnya hampir satu keranjang penuh ia bawa ke kasir unt membayar nya.

Sosok Fajar yang dingin dan tak banyak omong itu membuat mas kasir tidak berani menawarkan promo kepada Fajar, ia hanya fokus menghitung dan memasukkan buah buah milik Fajar kedalam kantong plastik tanpa melihat ke arah Fajar sedikit pun.

Setelah membayar buah buahan tersebut Fajar segera mengangkat kantong plastik yang berisi penuh dengan buah itu dan segera pergi dari swalayan lalu berjalan pulang.

Langkah kaki Fajar kembali terhenti saat ia berada di depan gang yang tadi ada tindak pembullyan di ujung gang tersebut, Fajar melihat di gang tersebut ada banyak darah, dan hal itu juga tidak membuat Fajar tergerak dan melihat sekilas darah darah yang menggenang. Ia kembali melangkah dan tidak menoleh lagi...

...****************...

...****************...

...****************...

Pagi ini masih pukul 10, sudah waktunya anak anak TK pulang dan dijemput oleh orang tua mereka. Dan benar saja saat Fajar akan melewati sebuah TK sudah ramai orang tua di depan gerbang yang menunggu anak anak mereka keluar.

Fajar hanya tersenyum sedikit melihat hal itu, ia kembali melanjutkan perjalanan nya...

...----------------...

...----------------...

Fajar kembali berhenti saat berada di dekat TK yang ia temui selanjutnya, ia melihat ada orang tua yang membantu anak anaknya menyebrang jalan, mereka menyebrang dengan hati hati.

Fajar sudah beberapa menit berdiam diri di situ hingga beberapa orang tua telah membawa anak anak mereka pulang dengan motor nya.

Saat suasana sudah sedikit sepi Fajar akan mulai berjalan tapi ia kembali berhenti karena melihat ada seorang perempuan yang ada diseberang jalan yang baru datang dan sedang menunggu anaknya keluar dari gerbang sekolah, Fajar pun tidak jadi pergi dan menunggu anak dari perempuan tersebut keluar.

...****************...

...****************...

Tapi tatapan Fajar seperti terus tertuju kepada sosok perempuan di seberang jalan itu, sosok perempuan bermata indah dengan cadar yang ia kenakan membuat Fajar seperti menemukan sosok yang selama ini ia cari.

Tak lama kemudian ada seorang anak perempuan yang baru keluar dari gerbang sekolah, Fajar terdiam melihat anak tersebut mengenakan cadar hitam yang sama dengan perempuan yang ada di seberang jalan.

"Apakah itu anaknya?", batin Fajar.

Anak perempuan itu pun melihat kanan kiri nya, melihat jalanan yang mulai sepi anak perempuan itu pun berlari menyebrang. Dan Fajar hanya tersenyum melihat itu...

Tapi senyuman nya menghilang dan raut wajahnya berubah menjadi dingin dan tatapan matanya menjadi tajam, ia menoleh kebelakang dan melihat ada mobil dari perempatan yang sedang melaju dengan cepat menuju arah si anak perempuan itu.

Perempuan yang ada diseberang jalan juga menyadari ada mobil yang sedang melaju kencang itu, ia pun mulai panik.

"Awas sayang,,, ada mobil!!! ", teriak perempuan itu memperingati anaknya yang sedang menyebrang.

Si anak perempuan itu berhenti berlari dan melihat ke kanannya, ia melihat ada mobil yang sedang melaju ke arah nya, kaki si anak perempuan itu menjadi lemas, ia melihat mobil tersebut dengan pasrah yang semakin mendekat ke arah dirinya.

Melihat hal itu sosok Fajar tiba tiba menghilang dari tempat nya, dan saat mobil itu sudah sangat dekat dengan si anak perempuan itu tiba tiba dirinya telah diangkat dan digendong hingga ke seberang.

Mobil itu pun bahkan tetap melaju tanpa berhentiberhenti setelah barusan hendak menabrak si anak perempuan itu.

Perempuan yang panik itu pun sudah terduduk lemas di tanah,,, ia pun bersyukur karena anaknya tidak tertabrak.

Sejenak Fajar melihat ke arah mobil itu dengan tatapan dingin...

"Sayang,,, kamu nggak apa apa kan?!", perempuan itu pun langsung mendekat ke arah Fajar, Fajar langsung mengatur aura dan tatapan matanya.

Fajar perlahan menurunkan anak perempuan itu, ia berlari dan memeluk ibu nya...

" Mamaah ", si kecil pun langsung memeluk perempuan itu.

" Alhamdulillah kamu nggak apa apa sayang ", ucap si perempuan kepada anaknya sambil memeluk nya.

Fajar hanya melihat sekilas adegan tersebut, ia pun berbalik dan hendak pergi...

" Terima kasih karena sudah menolong anak saya ", ucap si perempuan melihat kepergian Fajar.

Fajar hanya menghentikan langkah nya dan tidak menoleh,,,

" Terima kakak baik,,, udah nolongin Fitri ", ucap si gadis kecil kepada Fajar.

Dan Fajar perlahan melihat ke arah si gadis kecil sambil tersenyum kecil,,,

" Sama sama,,, lain kali kalau mau nyebrang hati hati", ucap Fajar.

"Iya kakaak", jawab si gadis kecil itu bernama Fitri.

Fajar pun kembali berjalan meninggalkan anak dan mama bercadar itu,,,

Mata si perempuan itu sedikit berbinar saat melihat Fajar, ia sedikit tersenyum dan mulai berjalan pulang bersama anaknya.

Terpopuler

Comments

Wisma Wan

Wisma Wan

anak kecil nyeberang jln di biar seorang,knp ibunya tak menjemput anaknya depan tk sj

2023-12-11

0

Nur Tini

Nur Tini

manusia atau kayu

2023-11-20

0

Adji Saka

Adji Saka

fajar apa farhan anying

2023-11-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!