...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini jam sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB, terlihat Fajar yang tertidur di sofa dengan laptop yang masih menyala, gelas susu yang sudah kosong, dan kulit buah yang berserakan.
Mendengar suara adzan ia pun perlahan bangun sambil menguap dan menutup mulutnya, ia duduk sejenak untuk mengumpulkan kesadaran sambil sesekali mengucek mata.
Melihat laptop masih menyala ia pun segera mematikan nya, melihat kulit buah buahan yang berserakan ia mulai membersihkan nya lalu membawa gelas bekas susu ke dapur untuk di cuci. Setelah itu Fajar segera pergi mandi, lalu Shalat Ashar...
...****************...
...****************...
Sore hari yang cerah itu Fajar sedang bersantai di teras rumah sambil menikmati segelas teh hangat, Fajar memang bisa menikmati waktu santainya setelah pensiun dari militer di usia muda.
Tapi Fajar sendiri juga telah mengenakan jaketnya dan penutup wajahnya, ia bersiap pergi sore itu sebentar lagi.
Dan Fajar juga bisa memilih tempat tinggal yang damai untuk dirinya sendiri, karena di dalam gang itu yang ada hanya rumah miliknya, walau ada beberapa rumah tetangga yang jaraknya lumayan jauh tapi Fajar juga tidak menghiraukan nya, ia lebih tenang sendiri.
Setelah teh nya habis, Fajar tersenyum lalu masuk kedalam untuk mencuci gelasnya. Setelah itu ia pun kembali keluar, mengunci pintu dan mulai melangkah pergi.
...****************...
...****************...
...****************...
Sore hari yang cerah itu, pusat kota nampak sangat ramai karena akhir pekan, banyak yang datang ke berbagai mall untuk berbelanja, ada yang ke supermarket sekitar, dan ke berbagai swalayan.
Dan kini nampak juga ibu Salamah yang sedang sibuk memilih buku di pinggiran kota, setelah Shalat Ashar tadi ia langsung keluar untuk membeli buku yang baru terbit. Ibu Salamah memang hobi membaca buku untuk mengisi waktu luang di rumah.
Selain menemani cucu kecil nya bermain di rumah, ibu Salamah juga akan mencari waktu santai untuk membaca beberapa buku untuk mengisi waktu luang itu.
...****************...
...****************...
...****************...
Setelah membayar buku buku yang telah ia pilih, ibu Salamah pun segera keluar dan akan pulang sekarang, ia tidak bisa berlama lama di luar rumah karena suami nya akan segera pulang dari tugasnya.
Saat ibu Salamah berjalan di trotoar jauh dibelakang nya ada motor yang melaju dengan kencang menuju ke arah nya, dengan ibu Salamah yang menggendong tasnya di sisi jalan jadi itu akan mengundang niat jahat dari berbagai orang.
Saat motor yang dikendarai oleh 2 orang tersebut sudah dekat dengan ibu Salamah, orang yang duduk dibelakang akan bersiap untuk mengambil tas milik ibu Salamah.
"Ibu,,, awas!!! "
Melihat ada yang ingin menjambret ibu Salamah, orang orang pun mulai berteriak untuk memperingati ibu Salamah untuk menyingkir, tapi ibu Salamah telat menyadari dan tas nya sudah di ambil dari bahunya oleh pelaku itu, mereka langsung menginjak gas dan melaju kencang.
"Tolong,,, tolong,,,, tas saya di jambret", ibu Salamah pun mulai berteriak meminta tolong kepada orang orang. Orang orang itu pun langsung menghampiri ibu Salamah dan ada orang yang mulai mengendarai motor nya untuk mengejar jambret tersebut.
...****************...
...****************...
...****************...
Masih di trotoar yang sama, jauh di depan sana ada sosok yang sedang berjalan menghampiri kerumunan orang orang tersebut, sosok itu tak lain adalah Fajar.
Jaraknya memang masih sangat jauh tapi Fajar sudah tahu kejadian apa yang sedang terjadi di depan sana. Mata Fajar pun tertuju kepada 2 orang yang mengendarai motor dengan sangat kencang. Fajar menatap dingin kearah kedua orang tersebut dan perlahan menginjakkan kakinya di jalan raya,,,
2 orang tersebut bahkan tidak berniat menghentikan motor nya, mereka malah semakin kencang dan tak segan untuk menabrak Fajar yang sedang menghadang jalan mereka.
Tapi Fajar sendiri juga tetap tidak bergerak dan ia mulai memasang tangannya seperti siap memukul...
Saat jaraknya sudah sangat dekat Fajar menggeser sedikit tubuh nya hingga ke sisi kanan motor tersebut,,,,
*Boom*
*Braak*
Dengan sekali tinju dari Fajar, kedua orang itu langsung terpental kebelakang dan motor nya pun hilang kendali dan terjatuh ke pinggir jalan...
Orang orang yang mengejar jambret tersebut menggunakan motor pun mulai berjalan minggir. Mereka terdiam sejenak lalu segera menangkap kedua pelaku jambret tersebut, mereka pun membawa kedua ke kantor polisi untuk ditinjak lanjuti.
Ada seorang bapak yang menghampiri Fajar dan mengucapkan terima kasih karena telah membantu menghentikan jambret tersebut, Fajar pun hanya mengangguk dan berjalan kembali menuju kerumunan yang ada jauh di depan sana untuk mengembalikan tas milik korban.
Si bapak itu pun menawarkan Fajar untuk dibonceng menuju depan sana, karena jaraknya memang jauh dan Fajar juga tidak menolak...
...****************...
...****************...
...****************...
"Ini tas ibu"
Setelah sampai Fajar tanpa basa basi langsung menghampiri ibu Salamah dan memberikan tasnya.
Ibu Salamah yang sedari tadi panik pun kini mulai menghela nafas lega,,, ia pun tersenyum dan mengambil tas miliknya itu.
"Terima kasih nak", ucap ibu Salamah, ia pun segera memeriksa tas miliknya itu untuk memastikan bahwa tidak ada barang yang hilang.
" Alhamdulillah Ya Allah,,,, nggak ada yang hilang,,, terima kasih banyak nak", ucap Ibu Salamah sangat bersyukur karena tidak ada barang yang hilang dan berterima kasih kepada Fajar.
"Sama sama ibu,,, lain kaki hati hati,,, jangan gendong tasnya di sisi jalan,,, ", ucap Fajar memberikan sedikit nasihat untuk ibu Salamah.
" Iya nak,,, lain kali ibu akan hati hati", ucap ibu Salamah.
"Baiklah,,, karena tas ibu kembali,,, saya izin pamit dulu,,, permisi ibu", ucap Fajar langsung melangkah pergi.
" Nak tunggu sebentar,,, ", ibu Salamah pun segera menghampiri Fajar dan memberikan beberapa lembar uang.
" Nggak usah ibu,,, saya ikhlas nolongin ibu,,, saya nggak pamrih kok ibu,, ibu simpan aja uang nya,,, berikan kepada orang yang lebih membutuhkan ", ucap Fajar menolak imbalan tersebut dengan sopan.
" Ma Syaa Allah,,, kamu baik banget nak... Ya udah ibu simpan lagi uang nya kalau kamu nggak mau.. Karena kamu nggak mau imbalan,,, jadi kamu harus ke rumah ibu untuk mampir dan minum teh ", ucap ibu Salamah.
" Apa?,,, saya kan udah bilang nggak usah bu,,, saya juga lagi buru buru", ucap Fajar berusaha untuk menolak.
"Kamu harus ikut ke rumah ibu,,, atau ibu akan laporin kamu ke suami ibu,,, suami ibu Mayor lo,,, ", ucap ibu Salamah.
Sejenak Fajar terdiam,,, ia merasa bahwa keluarga ibu Salamah tidak sederhana,,, walaupun Fajar tidak takut dengan seorang Mayor tapi ia tetap menerima tawaran ibu Salamah untuk mampir ke rumah nya.
" Baiklah ibu,,, saya akan ikut ke rumah ibu untuk minum teh", ucap Fajar berpura pura takut dengan ancaman ibu Salamah.
"Nah gitu dong,,, ayo nak", ibu Salamah pun langsung menarik Fajar untuk ikut bersama nya dan Fajar tidak menolak lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Alcatraz
lanjut Thorrr upnya
2023-09-20
0