...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Walaupun pak Santo sudah bergegas untuk pulang tapi jaraknya memang sangat jauh, ia butuh sekitar 2 hari untuk sampai di rumahnya. Dan selama itu Fajar mau tidak mau harus menginap di rumah pak Santo untuk ikut berjaga jaga bersama anggota kepolisian, dan itu juga atas permintaan ibu Salamah pribadi meminta Fajar untuk menginap sampai pak Santo kembali.
Selama Fajar menginap di rumah ibu Salamah, sudah tidak ada lagi orang orang jahat yang datang bahkan sudah tidak ada lagi pergerakan mencurigakan dari luar. Fajar sudah tidak khawatir lagi, dan Fajar pun meminta ibu Salamah untuk segera menyuruh seluruh petugas untuk kembali karena cukup Fajar saja yang berjaga. Tapi ketua dari petugas itu menolak kembali sebelum pak Santo sudah berada di rumah.
...****************...
...****************...
"Bangunlah,,, aku tahu kau sudah sadar".
Di sebuah bangunan kosong yang luas, 06 dan 02 membawa pria itu ke tempat tersebut untuk diinterogasi dan mengorek informasi.
" Haha,, hahaha tak ku sangka aku akan tertangkap oleh anggota bernomor seperti kalian", pria itu yang sedari tadi menunduk akhirnya mengangkat kepala nya sambil tertawa.
^^^"Kenapa camp merah menyuruhmu untuk mengawasi kakak kami?", 02 pun langsung bertanya dengan dingin.^^^
" Kau kira,,, ~aahh~,,, "
Belum selesai pria itu berucap 02 sudah menamparnya dengan sangat keras, bahkan ekspresi 02 tetap tanpa ekspresi dan dingin. Tamparan dari 02 itu sangat keras hingga membuat gigi pria itu copot hampir seluruh nya.
"Bunuh saja aku kalau kalian berani!!", orang itu langsung berteriak dengan keras tapi sedikit tidak jelas karena giginya banyak yang copot dan sekarang mulutnya mengeluarkan banyak darah.
"Numbered Troops tidak semudah itu membunuh,,, kami memiliki banyak cara untuk menyiksa tanpa menyebabkan kematian sebelum kami mendapatkan informasi yang diinginkan", 02 berkata dengan nada datar dan aura yang kuat, hal itupun membuat pria itu langsung merinding ketakutan.
"Sebelum kami mendapatkan informasi yang diinginkan,,, kamu masih hidup", ucap 02 berbalik dan pergi, 06 juga mengikutinya dari belakang dengan sniper yang tergantung di punggungnya.
...****************...
...****************...
...****************...
Sudah 2 hari berlalu, pak Santo yang sudah lama dinantikan kehadiran nya kini sudah sampai didepan gerbang rumahnya. Saat turun dari mobil, ia bingung karena banyak sekali petugas kepolisian yang sedang berjaga di sekitar rumahnya. Pak Santo pun berjalan perlahan menghampiri salah satu petugas yang sedang berjaga itu...
"Maaf pak,,, ini ada apa ya kok banyak sekali petugas yang sedang berjaga di rumah saya?", pak Santo pun bertanya dengan sopan namun tegas.
" Rumah anda?. Apakah anda Mayor Santo? ", ucap petugas tersebut, dan pak Santo hanya mengangguk sambil tersenyum.
Tanpa banyak omong lagi si petugas langsung membukakan gerbang dan membawa pak Santo untuk masuk ke dalam...
......................
......................
" Assalamu'alaikum "
Pak Santo pun langsung membuka pintu dan mengucapkan salam,,,
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh", jawab serempak orang didalam rumah.
" Sayang"
"Ayah"
"Kakek"
Ketiga perempuan itu pun langsung bergegas menghampiri pak Santo dengan senang, mencium tangan dan memeluknya bergantian.
"Ada apa ini,,, kenapa banyak petugas kepolisian di rumah??", pak Santo pun langsung bertanya karena sudah sangat penasaran.
Sejenak ibu Salamah hanya menghela nafas, lalu Fajar yang memang sudah ada di situ langsung mendekat dan mengajak pak Santo untuk berjabat tangan, pak Santo pun menjabat tangan Fajar sambil tersenyum.
"Nggak enak bicara sambil berdiri. Hm ibu Salamah,,, maaf sebelumnya,,, pak Santo baru pulang, mungkin ibu Salamah bisa membuat minuman untuk pak Santo supaya rileks,,, biar saya yang menjelaskan nya", ucap Fajar.
" Tapii.. "
Fajar pun hanya tersenyum lalu membawa pak Santo ke ruang belakang untuk berbicara santai....
Melihat Fajar dan ayahnya pergi ke ruang belakang, dan ibunya pergi ke dapur untuk membuatkan minuman Aisyah pun langsung ikut ibu nya ke dapur, sedangkan Fitri sudah mengikuti Fajar dan pak Santo menuju ruang belakang.
...****************...
...****************...
...****************...
Di bangunan tua yang kosong, 02 dan 06 sudah mendapatkan informasi yang mereka inginkan. Pria yang mereka siksa awalnya bisa bertahan tapi semakin lama semakin membuat pria itu hampir kehabisan nafas, tapi ia bahkan tidak tahu bagaimana caranya untuk bunuh diri dan mengakhiri penyiksaan itu, akhirnya ia pun memberitahu semua yang ia tahu soal mengapa ia mengawasi Fajar dan siapa yang menyuruhnya.
*Buugh*
Dengan sekali pukul di wajah, pria itu langsung pingsan dan terjatuh ke tanah dalam keadaan masih terikat di kursi. 02 dan 06 tidak mengucapkan sepatah kata pun, mereka hanya sejenak saling pandang lau meninggalkan tempat tersebut.
Saat berada di depan pintu, 02 menghentikan langkah nya...
"Bawa dia kembali dan beritahu mereka bahwa Numbered Troops tidak bisa mereka singgung dengan mudah", setelah berucap kedua pemuda tampan itu langsung menghilang dan pergi.
Sesaat setelah mendengar perintah dari 02 ada sekelompok orang berpakaian serba hitam, sekelompok tentara berseragam anti terroris masuk dan membawa pria yang pingsang itu pergi dari tempat itu.
...****************...
...****************...
Disisi lain pak Santo merasa sangat marah setelah mendengar semua cerita dari Fajar, segelas teh panas yang ada di atas meja langsung di teguk habis oleh pak Santo.
Fajar sangat paham dengan keadaan tersebut, di dalam militer pastilah ada sebuah masalah pribadi, dan masalah itu bukan masalah kecil, sekalinya ada masalah keluarga bisa terseret kedalam nya.
"Pak Santo lebih baik menenangkan diri dulu,,, saya akan pamit untuk pulang karena pak Santo sudah ada di rumah... "
"Baiklah nak Fajar,,, saya sangat berterima kasih karena nak Fajar sudah mau menjaga keluarga saya saat saya tidak dirumah".
Fajar pun tersenyum dan meninggalkan pak Santo sendiri di ruang belakang untuk menenangkan diri...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Setelahnya Fajar juga berpamitan kepada ibu Salamah, Aisyah, dan Fitri, walaupun Fitri tidak mau Fajar pergi ia tetap harus melepaskan Fajar hari itu juga.
Setelah mendapatkan perlakuan khusus oleh Fajar, Fitri yang seperti hendak menangis itu pun langsung tertawa senang dan sempat bercanda sebentar sebelum Fajar pulang.
......................
Saat sudah berada di depan gerbang, Fajar berhenti dan melihat kembali ke arah halaman rumah pak Santo, rumah pak Santo sudah aman dan sudah tidak ada lagi petugas yang berjaga karena pak Santo sudah ada di rumah.
Tak lama kemudian Fajar menerima telepon, ia mengangkat nya tanpa melihat nomor tersebut dan langsung berjalan pergi...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
ghina🌺🌺
aku bayangin sosok fajar seperti Min yoongi,,dingin, misterius, ngomong seperlunya, tapi perhatian dan perduli, meskipun dalam diam😍😍🙏🙏 Thor imajinasi ku bekerja membayangkan visual fajar,,😁😁
2023-12-20
1
Nur Tini
cool, misterius......
2023-11-26
1