...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah bersantai sejenak di pagi hari Fajar pun beranjak dari teras dan segera untuk mandi dan membersihkan diri.
Selesai mandi dan kembali segar Fajar telah rapi dengan pakaian yang ia kenakan, sepertinya ia akan kembali keluar dan menikmati cuaca cerah di pagi hari dengan berjalan santai.
Tapi saat Fajar hendak membuka pintu dan akan segera pergi keluar tiba tiba telpon nya berdering, ia sejenak melirik ke arah handphone nya yang ada di meja.
Fajar menyipitkan matanya seperti merasakan bahwa yang menelpon adalah orang yang ia kenal, ia pun segera mengambil handphone nya tersebut dan melihat nomor tidak dikenal.
Fajar pun hanya tersenyum lalu mengangkat telpon tersebut...
"Jika tidak mau para pasukan mu mati,,, datanglah sendiri ke perbatasan hutan yang ada di pinggir kota".
Setelah mengucapkan kata kata tersebut orang yang ada si seberang langsung mematikan telponnya tanpa mengucapkan apapun lagi. Fajar pun meletakkan handphone nya kembali ke meja dan tersenyum lebar.
"Hahaha,,, mau main main dia", ucap Fajar.
Fajar pun segera membuka pintu dan segera pergi dari rumah, dengan aura yang kuat ia langsung pergi menuju ke sebuah pangkalan militer yang dimana ia pernah menjadi pasukan didalam nya.
...****************...
...****************...
...*Kediaman Keluarga Pak Santo*...
Pagi pagi sekali pak Santo sudah mendapatkan telpon dari atasan nya bahwa para pasukan kusus yang bertugas sedang dalam bahaya dan beberapa dari mereka bahkan ada yang tertangkap oleh musuh.
Dan hal itu sudah pasti membuat pak Santo geram karena para rekan rekannya dalam bahaya saat melaksanakan tugas, jelas hal ini menimbulkan kecurigaan bagi pak Santo.
Pihak atasan tidak mungkin memberikan tugas yang terlalu berisiko kepada para pasukan, pasti ada seorang yang membocorkan tugas dari para pasukan tersebut.
Dan mau tidak mau pak Santo harus kembali ke pangkalan militer untuk ikut membantu pasukan yang tertangkap oleh musuh, ia tidak bisa duduk diam dan bersantai di rumah sedangkan para rekan rekan nya dalam bahaya.
Dengan berat hati pak Santo pun mengatakan kepada keluarga nya bahwa ia akan segera pergi lagi ke militer, bisa dibilang ini akan menjadi tugas tambahan untuk dirinya sebelum pensiun.
Tak butuh waktu lama, siang itu pak Santo telah pergi meninggalkan keluarga nya lagi... Kepergian dari pak Santo kali ini akan menjadi ancaman bagi keluarga nya.
Saat pak Santo pergi, rumahnya telah diawasi oleh sekelompok orang misterius menggunakan topeng. mereka terus mengawasi rumah pak Santo setelah akhirnya mereka pergi dengan aura yang kuat.
...****************...
...****************...
...*Pangkalan Militer 01*...
Kini seorang jenderal tentara sedang berdiri tegap ia tidak berani bergerak sama sekali, bahkan ia berusaha untuk tenang hingga keringat dingin membasahi punggung nya.
*Gluk*
Bahkan suara saat ia menelan ludah pun terdengar...
"Apa kabar jenderal?", seorang pemuda yang duduk di kursi jenderal bertanya sambil tersenyum, tapi senyum itu bukanlah senyum yang ramah melainkan senyum yang menekan.
" Ba baik,,, baik,,, ", jenderal pun menjawab dengan gugup.
" Kenapa para pasukan bisa ditawan?", tanya seorang pemuda itu dengan tetap tersenyum.
"Sa saya tidak tahu jelas,,, padahal jalur pergerakan kita sangat aman dan tidak ada yang tahu... Pasti ada seorang penghianat di dalam pasukan kita", jelas jenderal dengan sedikit terbata bata.
" Yaah mau bagaimana lagi,,,, padahal aku sudah memperingati mu untuk mengawasi para sampah sampah yang tersisa,,, tapi anda tidak melakukan itu,,, ", ucap si pemuda itu berdiri dan mendekati jenderal.
Tubuh jenderal pun bergetar hebat, rasanya ia ingin sekali menangis... Aura yang dikeluarkan oleh pemuda itu sangat kuat dan menakutkan, tanpa sadar jenderal berlutut dan tidak berani memandang ke arah si pemuda.
"" Panggil 02 untuk menyelamatkan para pasukan yang ditawan", ucap si pemuda memegang pundak jenderal dan keluar dari ruangan".
Seketika tubuh jenderal membeku seperti telah masuk kedalam gudang es berusia ribuan tahun, saat mendengar kata '02' ia langsung melihat gambaran dimasa lalu yang sangat mengerikan.
Si jenderal tidak percaya bahwa pemuda itu akan memberikan perintah kepada 02 untuk melaksanakan tugas yang menurut pemuda itu adalah hal sepele, tapi ia tidak berani ragu sedikit pun, tanpa pikir panjang lagi ia langsung menghubungi seseorang dengan raut wajah serius.
"Perintah dari dewa perang,,, selamatkan para rekan yang ditawan oleh musuh".
Setelah mengatakan hal itu si jenderal langsung mematikan panggilan tanpa menunggu jawaban dari seseorang di seberang. Tanpa ia sadar ia telah menahan nafas saat menelpon tadi dan kini ia bisa bernafas lega.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Nur Tini
dewa perang ya... kerjanya ngurusin perang ya....
2023-11-26
0