EPISODE 18

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

*Boom*

*Boom*

*Duaaarr*

*Dor dor dor*

Suara tembakan dan ledakan silih berganti, suara yang sangat keras dan membuat takut orang yang mendengarnya.

"Aaaah tolooong!! "

"Tolong lepaskan kami,,, toloong"

"Toloong"

Banyak para perempuan dan anak anak kecil yang dibawa paksa oleh tentara tentara jahat yang sedang menyerang negara mereka, perang antara dua negara yang sudah berlangsung selama 2 tahun.

Hampir penduduk yang ada di negara yang diserang tersebut sudah habis, dan hanya tersisa beberapa yang selamat dan bertahan lalu bersembunyi di tempat yang aman.

...****************...

...****************...

"Tolong,,, tolong lepaskan saya,,, saya masih punya adik perempuan yang masih kecil,,, tolong jangan bawa saya!! "

"Cepat ikut,,, siapa yang peduli dengan adikmu itu,,, cepat ayo ikut".

Terlihat ada beberapa tentara yang telah menangkap orang orang yang bersembunyi dan langsung menyeret mereka untuk dibawa ke markas. Salah satu dari orang orang yang tertangkap itu ada seorang perempuan bercadar dengan gamis serba hitam, iya memohon untuk dilepaskan karena ia memiliki adik yang masih kecil didalam tempat persembunyiannya, tapi tentara itu tidak peduli.

Karena sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk melawan, para orang orang yang tertangkap itu pun menurut untuk dibawa oleh para tentara jahat itu, mereka dirantai satu sama lain menyusuri jalan jalan kecil di hutan karena tempat persembunyian mereka ada didalam sana.

*Psyuu*

Setelah hampir keluar dari area hutan, di dekat perbatasan salah seorang tentara itu terkena peluru di kepala nya yang menyebabkan kepalanya berlubang dan mengeluarkan darah lalu tumbang ke tanah.

Ke tujuh tentara sisanya pun mulai waspada karena mereka mengira bahwa mereka sedang dikepung oleh musuh,,,

*Psyuu*

*Psyuu*

*Psyuu*

Peluru berikut nya pun langsung menumbangkan 5 - 6 tentara lainnya dan menyisakan 1 tentara saja. Tentara itu mulai ketakutan dan hendak lari, tapi lariannya belum jauh tapi ia sudah tumbang duluan oleh peluru yang menembus kepala itu.

Orang orang yang dirantai itu pun saling pandang dan terdiam,,,

"Apa yang terjadi?"

"Siapa yang melakukannya?"

Lalu setelah itu muncullah seorang tentara dari semak semak di dekat orang orang itu, tentara itu mengenakan seragam yang berbeda dari tentara yang telah tumbang itu, bahkan tentara yang ada dihadapan mereka itu menutup wajahnya dengan sorban putih hingga hanya matanya saja yang terlihat.

"Kalian sudah aman sekarang,,, kalian tidak perlu takut lagi,,, saya akan membawa kalian ke tempat yang aman! ", ucap tentara itu.

Tentara itu pun berjalan mendekati orang orang tersebut dan langsung membuka rantai rantai yang melingkar ditangan orang orang tersebut.

" Terima kasih"

"Terima kasih banyak"

"Terima kasih telah menolong kita"

Semua orang mengucapkan terima kasih karena tentara itu telah menolong mereka dari tentara jahat,,

"Sudah seharusnya saya melakukan ini,,, mari saya antar kalian ke tempat yang aman! ", ucap tentara itu dengan sangat ramah.

" Tunggu,,, a adikku masih di dalam tempat persembunyian di dalam hutan,,, aku tidak bisa meninggalkan nya begitu saja,,, adik perempuan masih kecil", salah seorang dari orang orang itu ada yang menolak pergi karena teringat dengan adiknya, orang tersebut tak lain adalah perempuan bercadar tadi.

Orang orang itu langsung melihat ke arah perempuan bercadar itu termasuk tentara itu,,,,

"Hufff,,,, apakah kalian berani ke perbatasan sebelah sana tanpaku?,,,, kalian tenang saja,,, selama perjalanan kesana akan ada seorang sniper tersembunyi yang aman selalu mengawasi kalian,,, dan di perbatasan sana ada teman tentaraku yang ikut membantu mengamankan orang orang seperti kalian! ", si tentara pun menjelaskan situasi nya.

" Kalian bisa pergi kesana dengan aman,,, aku akan menemani perempuan ini untuk menjemput adiknya", lanjut tentara itu.

Setelah sepakat orang orang itu langsung berjalan ke arah yang dimaksud oleh tentara tersebut, sedangkan si tentara dan perempuan bercadar kembali masuk ke dalam hutan untuk menjemput adik si perempuan itu.

...****************...

...****************...

...****************...

Setelah lama berjalan cukup jauh akhirnya mereka berdua telah sampai di depan sebuah banker yang berukuran sedang, tapi sangat luas didalamnya.

Si perempuan bercadar itu langsung masuk kedalam untuk mencari adiknya, sedangkan si tentara menunggu di luar...

"Siapa kamu?!"

Saat si tentara bersorban itu sedang berdiri dan menunggu di depan banker itu, tiba tiba ada suara yang datang.

Saat tentara bersorban berbalik dan melihat ternyata ada sekelompok tentara dengan senjata...

"Siapa kamu,,, dilihat dari serangam mu,,, sepertinya kamu bukan dari kelompok kami?!"

Tentara bersorban itu menatap para tentara yang garang itu dengan tatapan tajam dan dingin,,, Tentara bersorban itu seperti memberikan isyarat kepada seseorang yang telah bersembunyi di dekat situ, dengan mengangkat tangan kanan nya.

*Psyu*

*Psyu*

*Psyu*

*Psyu*

Dalam sekejap mata para tentara yang berjumlah kurang lebih 10 orang itu langsung tumbang ke tanah dengan lubang di dahi mereka,,, sniper kali ini kecepatannya lebih cepat 3 kali lipat dari yang sebelumnya.

Tentara bersorban itu hanya tersenyum dan menatap mayat mayat itu dengan tatapan yang meremehkan...

"Bagus 07", ucap tentara bersorban.

...****************...

...****************...

...****************...

5 menit setelah itu si perempuan bercadar pun keluar dengan menggendong seorang gadis kecil berhijab...

" Maaf,,,, maaf ya akhi sudah membuat akhi nunggu lama", ucap si tentara bersorban.

"Nggak apa apa,,, nggak masalah", ucap tentara bersorban yang perlahan melihat ke arah gadis kecil berhijab yang digendong oleh perempuan bercadar itu.

" Ini adikmu?", tanya tentara bersorban.

"I iya akhi", jawab perempuan bercadar.

" Cantik seperti kamu", ucap tentara bersorban itu tanpa ragu.

"A apa?,,, ", si perempuan bercadar itu pun langsung terdiam beberapa saat dan tersipu.

" Huff,,, ok jangan berlama lama lagi,,, kita harus segera ke perbatasan ", ucap si tentara bersorban.

Mereka pun segera berangkat dan pergi dari tempat itu,,,

...****************...

...----------------...

...----------------...

...----------------...

Sesampainya diperbatasan, tentara bersorban itu langsung menyuruh si perempuan bercadar untuk membawa adiknya naik ke mobil pick up bersama orang orang tadi.

"Akhi nggak ikut?"

"Kamu, adikmu, dan yang lainnya pergi dulu saja,,, saya masih ada tugas di sini", jawab tentara bersorban.

" Dada kakak bercorban,,, kakak baik", tiba tiba terdengar suara yang sangat lucu terdengar,,, itu suara dari adik perempuan bercadar.

"Hati hati cantik,,, jaga diri baik baik,,, ", ucap tentara bersorban memegang tangan mungil adik itu.

Sekilas tentara bersorban itu melihat kesedihan dimata perempuan bercadar, tapi tentara bersorban tidak tahu alasan kenapa perempuan bercadar itu nampak sedih...

" Aku harap negara kalian akan aman untuk selanjutnya,,, jika memang ada masalah lagi,,, aku akan datang lagi", ucap tentara bersorban itu sambil menatap perempuan bercadar.

Si perempuan bercadar nampak sangat bahagia setelah mendengar ucapan dari tentara bersorban itu, ia pun mengangguk dan terlihat sangat senang.

...----------------...

...----------------...

...----------------...

Mobil pick up pun mulai berjalan pergi, perlahan lahan mulai hilang dari pandangan...

Setelah mobil pick up pergi ada seorang tentara bersorban lainnya yang tiba tiba muncul dibelakang tentara bersorban yang tadi.

"Kakak,,, di Timur pasukan musuh mulai bergerak".

" Kita keposisi masing masing dulu dan bersiap,,, 03 akan menyusul setelah mengantar mereka ke tempat yang aman".

"Siap laksanakan! ".

...****************...

...****************...

...****************...

...****************...

*Buka mata*

" Huh huh huh"

"Tik tik tik"....

" Huh huh,,,,, Astaghfirullah Hal'adzim".

Terlihat Fajar yang bangun dari tidur siang nya dengan keringat yang mengalir deras di dahinya...

Ia pun melihat ke jam dinding,,, waktu menunjukkan pukul 14:30 WIB.

Ia pun keluar dari dalam kamar dan menuju balkon yang ada di lantai dua rumahnya...

Fajar hanya berdiam diri di balkon sambil menikmati angin sepoi sepoi yang menerpa nya sambil melihat ke arah Timur...

"Kriing kriing".

Fajar langsung mengangkat telfon tersebut tanpa melihat nomor nya,,,,

Setelah memutuskan panggilan, Fajar tetap memasang wajah tanpa ekspresi. Ia pun duduk rileks di kursi balkon...

Terpopuler

Comments

Nur Tini

Nur Tini

perangnya ada dimana thor

2023-11-26

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!