EPISODE 17

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di dalam suatu gedung yang kosong, Fajar bersama dua anak buah nya sedang bertemu, tak lain kedua orang itu adalah 02 dan 06.

"Jadi,,, apa yang kalian dapat? ", Fajar pun langsung bertanya dengan malas.

Sekilas 02 dan 06 saling pandang, lalu melihat Fajar yang sedang duduk di kursi usang dengan malas, mereka mengira bahwa Fajar telah berubah setelah pensiun dari camp.

" Orang itu disuruh oleh camp merah yang dipimpin oleh Maddog,,, dan Maddog juga disuruh oleh orang yang berada di camp 2 sehingga ia mendapatkan bayaran".

"Aku juga sudah bilang bahwa Numbered Troops tidak bisa mereka singgung seenaknya,,, karena kita berdua mengira bahwa kakak ada hubungannya dengan Mayor Santo itu".

02 dan 06 berbicara bergantian dengan tenang dan jelas, walau Fajar terlihat sangat malas dan bosan mereka tetap bersikap profesional dihadapan Fajar.

Fajar memang sudah pensiun dari militer bersama dengan pasukan elite nya, tapi Fajar diam diam menyuruh beberapa pasukan nya untuk tetap mengawasi seluruh gerak gerik camp.

"Sepertinya memang ada masalah internal didalam camp 2", lanjut 02 singkat.

" Huff".

Dengan malasnya Fajar perlahan berdiri dan memandang 02 lalu 06, ia berbalik badan dan berjalan perlahan.

"Itu tidak ada urusannya dengan kita,,, kembali ke tempat! ", Fajar berucap setelah ia berada di mulut pintu, setelah mendengar perintah dari Fajar kedua orang tersebut langsung pergi tanpa jejak. Fajar kembali berjalan dan pergi dari gedung tersebut...

...****************...

...****************...

...****************...

" Ya Allah,,, nyaman banget.. Alhamdulillah bisa santai lagi dirumah,,,, hufff".

Sesampainya dirumah, Fajar langsung masuk kedalam kamarnya dan membaringkan tubuhnya di kasur yang empuk. Sudah beberapa hari ia berada di rumah ibu Salamah dan menjaga Fitri beserta Aisyah, ia merasa kurang istirahat karena selalu waspada.

Menurutnya waspada saat di medan perang memanglah sudah seharusnya, namun waspada saat sudah pensiun itu membuat ia sedikit tidak nyaman.

"Apakah aku harus mengunjungi teman lama? ", sejenak Fajar memandang langit langit setelah berucap sebelum matanya tertutup lalu tertidur.

...----------------...

...----------------...

...----------------...

Di sebuah pangkalan camp yang jauh dari kota maupun pemukiman, camp tersebut sangat sepi oleh para tentara selain tentara elite dan para tentara bayaran yang sangat ditakuti.

Bahkan kondisi sekitar camp itu sangat banyak darah menggenang yang masih segar bahkan ada yang sudah kering hingga camp itu berwarna merah, itulah camp merah.

"Siapa yang melakukan ini?", didalam camp ada seorang kepala tentara yang sangat kekar, tubuhnya tinggi besar membuat yang melihat nya langsung pingsan karena ketakutan.

" Menurut laporan dari pasukan yang berjaga,,, dia dibuang dari dalam mobil yang lewat di dekat camp kita oleh sekelompok orang berseragam serba hitam dan menggunakan penutup wajah warna hitam pula".

"Apa yang terjadi disana??,, bukan kah dia sudah sangat terlatih, bagaimana bisa mati di daerah yang damai itu?", ucap kepala tentara itu.

" Aku akan segera menyelidikinya ", jawab anak buahnya langsung berbalik dan hendak pergi, tapi langkahnya kembali terhenti...

" Ada apa lagi?".

"Hmm ada satu hal yang membuatku kepikiran".

" Apa itu?! "

"Menurut pasukan yang berjaga saat menerima mayat itu,,, salah seorang dari orang yang membuang mayatnya mengatakan 'Numbered Troops tidak mudah kalian singgung' ".

Mendengar ucapan itu, kepala tentara yang tak lain adalah Maddog tersebut langsung terdiam lalu menelan ludahnya. Ia seketika diam tak bersuara.

" Huhh huh huh,, bagaimana, bagaimana bisa mereka?,,, bukan kah mereka sudah pensiun?!", ucap Maddog tak percaya.

"Bos,,, siapa Numbered Troops itu,, kenapa bos terlihat panik?", si anak buah tidak bisa tidak bertanya karena melihat ekspresi Maddog yang sangat ketakutan dan menjadi pucat.

" Aku tidak akan menjelaskan nya sekarang,,, tapi yang perlu kamu tahu,,,, mereka hanya perlu mengirim 3 sampai 5 orang hanya untuk menghancurkan sebuah negara", ucap Maddog.

Si anak buah langsung bergetar kakinya dan menelan ludahnya karena langsung terbayang olehnya bagaimana pasukan Numbered Troops menghancurkan sebuah negara hanya mengirim 5 anggota saja tanpa bantuan pesawat dan tank perang, hanya bermodalkan senjata lengkap.

Terpopuler

Comments

daniel yavin

daniel yavin

lah maddog? maddog yg di high school soldier pindah kesini?

2023-12-01

2

Nur Tini

Nur Tini

imposible

2023-11-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!