EPISODE 19

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...*10 Tahun Yang Lalu*...

Di sebuah gedung yang tinggi dan di antara bangunan bangunan di pusat kota, ada seorang sniper yang sedang dalam posisi siap menembak target.

"Tempat yang bagus untuk menembak".

Tiba tiba dari arah belakang si sniper itu ada seseorang yang mengetahui keberadaannya dan mulai mendekatinya dengan perlahan. Tapi si sniper itu tidak merespon apapun, tatapannya tidak bergeser sedikit pun dari target yang ia bidik saat ini.

"Yaah seorang sniper memang harus fokus dalam membidik dan tidak boleh meleset sedikit pun,,, ".

Setelah beberapa saat suasana di atap gedung itu hening tanpa ada pembicaraan sama sekali, hanya ada hembusan angin yang menerpa keduanya.

*Psyuu*

Dan si sniper itu menarik pelatuk dari sniper itu dan target yang ia bidik pun telah tumbang, karena orang yang menjadi target tersebut sedang duduk di taman kota yang sudut pandangnya sangat susah di jangkau oleh pandangan orang yang lalu lalang, maka orang orang yang lewat di dekatnya tidak tahu bahwa orang tersebut telah meninggal dengan peluru menembus jantungnya.

"Ok,,, selamat karena bidikan mu 100% berhasil,,, bahkan orang yang lewat di dekatnya tidak mengetahui bahwa ia telah mati", ucap seseorang yang sedari tadi memperhatikan si sniper tersebut.

" Kenapa kau tak menghentikan ku?".

Setelah sekian lama tanpa bicara, akhirnya si sniper itu pun berbicara kepada orang tersebut. Tapi si sniper tidak memperdulikan orang tersebut dan perlahan mengemasi barang barangnya dan memasukkan sniper miliknya kedalam tas.

"Untuk apa aku harus menghentikan mu?.. Aku malah berterima kasih karena kau telah membantuku untuk menyingkirkan tikus itu,,, hahaha", ucap orang tersebut sambil tertawa dingin.

Orang tersebut sekarang telah berdiri tepat di belakang si sniper sambil memegang sebuah belati, jarak keduanya hanya beberapa langkah saja. Setelah mengemasi barang barangnya si sniper itu diam sejenak dalam keadaan masih berjongkok.

Lalu sesaat kemudian si sniper pun perlahan berdiri sambil menghadap ke arah orang yang ada dibelakang nya itu. Si sniper juga tanpa banyak bicara langsung mengeluarkan belati miliknya, dan keduanya siap bertarung.

...****************...

*Hiyaaat*

*Tring trang*

*Bughh*

Sesaat kemudian pertarungan sengit pun tidak bisa dihindari antara si sniper dan orang asing itu, mereka bertarung dengan aura yang kuat dan mengerikan karena mereka tahu bahwa tidak boleh menganggap remeh lawan, harus tetap fokus dan waspada.

......................

......................

Pertarungan yang sengit itu bukanlah hal yang benar benar menguntungkan untuk kedua belah pihak, keduanya nampak sudah sangat kelelahan akibat pertarungan yang berjalan hampir 1 jam itu, orang asing itu mendapatkan luka yang berat pada kedua lengannya, sedangkan si sniper mendapatkan luka yang berat pada paha kanan nya sehingga membuat pergerakannya melambat, tapi ia tetap melawan rasa sakit itu karena ia harus menutupi kelemahan nya di hadapan musuhnya, walau kematian sudah di ujung mata.

Setelah mengatur nafas dan mengkondisikan tubuh masing masing, keduanya mulai bertarung lagi tanpa kenal lelah.

Pertarungan kali ini berjalan urang lebih 30 menit dan keduanya sudah kehabisan tenaga, orang asing itu sudah tergeletak dengan wajah penuh darah segar, sedangkan si sniper tetap berdiri kuat walaupun kedua kaki nya mengalami banyak luka yang berat, bahkan banyak sekali yang sobek.

Si sniper kini telah berdiri di dekat orang asing itu dengan belati yang mengarah ke bawah tepat mengarah ke jantung orang itu. Tapi orang asing itu bahwa tidak takut bahkan tersenyum lalu tertawa pendek.

"Huh huh,,,, aku lebih memilih mati di tangan 'Si Peluru Kilat' daripada menjadi anjing peliharaan bagi perkumpulan sampai itu,,, hahaha,,,, cepat bunuh aku,,,, ".

Setelah mengucapkan kalimat tersebut si sniper tanpa banyak omong langsung menusuk tepat ke jantung orang tersebut dengan tatapan yang tanpa belas kasihan itu, mata yang dingin dan mendominasi.

" Terima kasih,,, ".

Di detik detik kematiannya si orang asing itu berterima kasih kepada si sniper dengan tersenyum, lalu perlahan matanya gelap dan ia menghembuskan nafas terakhir nya.

" Huh huh huh,,,,, sama sama", setelah diam sejenak si sniper pun menjawab ucapan terima kasih dari orang itu.

Si sniper pun perlahan menuju ke arah barang barang miliknya dan mulai menggendong tas berisi sniper nya, dan mengangkat tas yang berisi barang barang nya. Ia pun langsung meninggalkan gedung tersebut dengan terpincang-pincang.

...****************...

...****************...

"Misi selesai"

"Bagus,,, kerjamu memang cepat,,, bahkan mengalahkan 2 orang sekaligus".

Sesampainya di sebuah camp militer si sniper langsung melaporkan situasi nya kepada pemimpin nya bahwa misi yang ia jalani telah selesai.

" Apa kau tidak apa apa?", pak kepala tentunya juga khawatir dengan kondisi si sniper, dengan luka yang begitu banyak,,, bahkan ada beberapa luka yang masih mengeluarkan darah walau sudah di perban.

"Ini hanya luka kecil,,, tidak ada pengaruhnya", jawab si sniper tanpa ekspresi.

" Huff,,, sepertinya aku yang terlalu khawatir,,, jika memang begitu,,, balik lah,,, temui keponakan mu itu,,, beristirahat lah untuk beberapa hari", ucap pak kepala.

Tanpa banyak bicara si sniper langsung memberikan hormat lalu melangkah keluar dari camp dan pergi,,,

...****************...

...****************...

...****************...

Di depan rumah yang nampak mewah, si sniper yang sedari tadi hanya diam dan tidak banyak bicara dengan ekspresi dingin, kini langsung berubah drastis. Ia mengangkat kedua sudut bibir nya dan tersenyum lebar.

Ia perlahan membuka gerbang rumah tersebut dan masuk perlahan...

Ia berjalan perlahan, melihat sekeliling, nampak ada kolam ikan dengan gemericik air. Si sniper itu menghela nafas dan seperti sedikit sedih.

"Pamaaan!!! "

Dari arah rumah utama ada yang berteriak memanggil 'paman', panggilan itu tentunya tertuju kepada si sniper tersebut, si sniper melihat ada seorang anak laki laki yang berlari menghampiri nya. Si sniper juga berjalan mendekat lalu keduanya pun mulai berpelukan erat.

"Paman pulang juga,,, Fajar kangen sama paman", ucap anak kecil itu tak lain adalah Fajar, Fajar di masa kecilnya.

" Iya paman baru pulang,,, selama Fajar di rumah nggak ada yang ganggu kan,,, nggak ada orang yang mencurigakan kan?", tanya si sniper yang tak lain adalah pamannya Fajar.

"Paman tenang aja,,, Fajar aman kok,,, Fajar bisa jaga rumah,,, kan ada para bibi yang nemenin Fajar di rumah", jawab Fajar.

" Tapi paman,,, hmm ayah sama mama kemana ya?... Fajar kangen sama mereka berdua", tiba tiba suasana sedikit bersedih.

"Tahan dulu kangen nya ya Fajar,,, mereka masih ada kerjaan di luar kota,,, nanti mereka juga akan balik kok,,, kita kumpul lagi nanti,,, ya,,, udah jangan sedih", ucap sang paman menghibur.

" Iya paman ", Fajar pun kembali tersenyum dan mengajak sang paman untuk masuk ke dalam rumah.

" Huff,,, bagaimana caranya aku memberi tahu Fajar kalau kedua orang tuanya sudah tiada?", di umur 5 tahun ini,,, Fajar sudah hidup tanpa orang tua,,, karena aku tidak mau Fajar kesepian aku pun menyewa beberapa pembantu untuk membantu mengurus Fajar", ucap sang paman yang melihat Fajar berlari ke dalam rumah dengan senangnya karena paman nya telah datang.

Terpopuler

Comments

Nur Tini

Nur Tini

flash back 10 th yg lalu. fajar kecil umur 5 th , 10 th yg lalu berarti umurnya 15 th sekarang. author salah hitung nih...

2023-11-26

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!