...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di suatu tempat didalam hutan yang dalam, ada sebuah camp militer yang dipenuhi oleh berbagai pasukan tentara bersenjata lengkap. Dilihat darimana pun mereka semua adalah seorang tentara profesional, mereka adalah pasukan terlatih.
Didalam camp tersebut ada seorang kepala tentara dengan kaos hitam militer, matanya ditutup sebelah karena buta akibat luka yang ia dapat.
"Apakah dia sudah datang?", tanya kepala tentara itu kepada anak buah nya yang sekarang sedang berdiri dihadapan nya.
" Belum ada pergerakan apapun dari arah utara ", jawab anak buah nya.
" Benar benar sombong,,, apa dia tidak peduli dengan para pasukan nya itu?... Baiklah,,, kalau dalam 1 jam dia tidak datang,,, langsung habisi saja anak buah nya tanpa terkecuali ", ucap kepala tentara.
" Siap laksanakan!! ", jawab tegas anak buahnya.
*Dor dor dor*
*Ratatata*
*Bom bom*
Saat situasi sedang tenang, tiba tiba dari luar camp terdengar suara tembakan dan suara ledakan granat.
Raut wajah tentara itu pun menjadi sangat rumit, baru saja anak buahnya melaporkan bahwa tidak ada tanda tanda bahwa Fajar telah datang tapi sesaat kemudian terdengar suara tembakan dan ledakan, apakah Fajar langsung menyerang bersama pasukan nya?.
"Kau bilang tidak ada tanda tanda bahwa ia akan datang,,, lalu siapa yang menyerang?", kepala tentara itu pun langsung marah.
" Ma maaf bos,,, tadi benar benar tidak ada tanda tanda bahwa ia akan datang... ", jawab anak buah nya langsung bergetar ketakutan.
" Cukup,,, kau keluar habisi semuanya!! ", ucap kepala tentara yang sudah mulai marah.
" Siap", anak buah itu pun langsung mengambil senapan miliknya dan langsung keluar untuk ikut bertarung.
"Sial", kepala tentara itu pun tidak bisa duduk tenang, ia mulai sedikit khawatir karena tahu bahwa ia sudah menyinggung orang yang salah.
Ia mulai bersiap dan mengambil senjata miliknya,,,
...****************...
...****************...
...****************...
Disaat yang sama di kediaman rumah pak Santo kini sudah dikepung oleh puluhan orang orang bertopeng, mereka mengeluarkan aura membunuh yang kuat.
Didalam rumah ibu Salamah sudah mengunci seluruh pintu dan jendela dengan rapat, yang ada dirumah hanya ada 3 orang perempuan yang tak berdaya dan sedang ketakutan.
Mereka berusaha untuk terus menghubungi pak Santo tapi handphone nya mati, karena memang mendapatkan tugas dan ada masalah yang serius pak Santo memang sengaja mematikan handphone nya supaya tidak mengganggu.
Ketiga orang perempuan yang ada di rumah itu pun mulai panik, mereka takut orang orang itu akan menerobos masuk karena jumlah mereka sangat banyak.
Orang orang itu langsung mengarahkan senapan ke arah rumah pak Santo dan siap untuk menembak,,,
"Tembak!!! ", salah seorang dari mereka pun langsung memberikan perintah...
" Dor dor dor dor"
Suara tembakan pun mulai terdengar silih berganti, tentu itu membuat ketiga perempuan di dalam rumah sangat ketakutan dan berpelukan sambil berdoa supaya pak Santo segera kembali.
...****************...
...****************...
...****************...
*Psyuu*
Salah seorang dari mereka yang menembaki rumah pak Santo tiba tiba sudah tergeletak ditanah dengan kepala yang banyak mengeluarkan darah karena bolong terkena peluru dengan kecepatan tinggi.
*Psyuu*
Orang kedua, orang ketiga dan hingga beberapa orang pun tumbang satu persatu. Orang orang yang lain pun langsung menghentikan serangan ke arah rumah pak Santo yang sudah hancur kaca kaca dan pintu pintu nya dengan peluru senapan mereka.
Mereka langsung menyadari bahwa ada musuh menyerang, dan mereka langsung bersembunyi di tempat tempat yang menurut mereka aman.
*Psyuu*
Satu orang tumbang kembali, sampai orang kelima. Mereka pun mulai panik, padahal mereka sudah bersembunyi di tempat yang tertutup tapi masih kena serangan. Mereka yang awalnya berjumlah puluhan kini tinggal belasan.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Di tempat yang jauh, tepatnya diatas gedung yang tinggi terlihat sniper yang sedang mengarah ke rumah pak Santo, orang yang menyerang tadi adalah sniper yang ada di atas gedung yang sudah mengawasi mereka sejak awal.
Para penjahat bertopeng itu pun mulai menyuruh pasukannya untuk mundur, tapi gerakan jari dan tangan si sniper lebih cepat dari gerakan kabur mereka.
Mereka yang tersisa belasan akhirnya telah tumbang semua dengan kepala yang bolong akibat peluru dari sniper, banyak genangan darah segar yang bagaikan danau...Angin pun mulai berhembus dan menyebabkan orang yang menciumnya merasa mual.
"Hahaha,,,, huff,,,, sudah lama tidak merasa senang seperti ini lagi", ucap sniper tersebut.
" Tapi kurang puas", lanjutnya.
...****************...
...****************...
...****************...
Kembali ke perbatasan di tengah hutan, puluhan tentara elite di camp tersebut sudah mati semua dengan banyak sekali luka tembakan pada tubuh mereka.
Bahkan kepala tentara yang tadi telah siap untuk ikut berperang pun telah mati, ia mati dengan kondisi yang mengenaskan dan mata melotot, matanya tersirat rasa ketakutan yang sangat dalam.
Dan perlahan ada kaki yang menginjak dada mayat kepala tentara itu,,,
"Baiklah,,, kau lumayan membuat ku sedikit bersemangat,,, tapi kurang memuaskan", ucap sseorang pemuda dengan belati di tangan nya.
Dan pemuda tersebut adalah 02 yang mendapatkan perintah dari sang dewa perang untuk menyelamatkan rekan rekan yang ditahan oleh musuh. Tapi raut wajahnya sedikit kecewa karena menurut nya musuhnya tidak bisa bertahan lama saat melawan dirinya.
Karena 02 adalah tentara yang handal, ia tidak heran jika di dekat camp itu ada sebuah ruangan rahasia bawah tanah, tempat untuk menahan para rekan rekan nya.
Tak butuh waktu lama untuk 02 menemukan ruangan rahasia itu,,,
"Boom!!! "
Dengan sekali tendangan pintu yang besar itu langsung hancur dan menampakkan ruangan yang gelap didalam, hanya ada obor yang menjadi penerangan nya.
...****************...
...****************...
02 pun langsung masuk dan menemukan ada sebuah penjara besi, didalam nya terdapat banyak sekali tentara yang ditahan.
Melihat ada seseorang yang datang para tentara itu langsung khawatir karena takut bahwa yang datang adalah pihak musuh yang siap untuk membunuh mereka.
Tapi kekhawatiran mereka padam karena yang datang adalah seorang pemuda dengan banyak noda darah di pakaian tentara nya. Mereka ingat bahwa didalam kelompok musuh tidak ada pemuda itu, lantas siapa pemuda itu, apakah tujuan nya datang kemari?.
Tanpa mengucapkan selatan kata pun 02 langsung menuju pintu yang digembok, ia tanpa mencari kunci sudah bisa menghancurkan gembok tersebut dengan gagang besi yang ada didekat nya.
"Cepat keluar dan kembali ke camp 01", perkataan 02 itu pun langsung membuat para tentara tersebut terdiam.
" Bagaimana pemuda itu bisa tahu camp 01 ? "
"Apakah pemuda ini membawa pasukan untuk menolong mereka?".
" Benar,, pasti begitu,,, jika tidak bagaimana ia bisa tahu tentang camp 01? ", pikir para tentara tersebut.
"Maaf,,, apakah kamu membawa pasukan kemari untuk menolong kita?", tanya salah seorang tentara.
" Cih,,, membunuh para tikus di luar itu tidak perlu sebuah pasukan,,, cukup aku saja ", jawab 02 dengan sedikit sombong.
Semua nya pun terdiam, mereka ingin tertawa karena tidak percaya dengan perkataan 02. Mereka tidak percaya bahwa 02 datang sendiri dan mengalahkan semua musuh yang ada diluar sana, mereka tahu bahwa pihak musuh adalah pasukan khusus yang sudah terlatih, mereka saja sudah kalah telak apalagi hanya seorang pemuda yang ada di hadapan mereka saat ini.
"Baiklah,,, kita akan kembali ke camp sekarang", ucap salah seorang tentara.
" Siapa mereka? ", saat 02 hendak pergi ia sekilas melirik beberapa tentara yang ada di pojokan, ia merasa bahwa tentara tersebut agak berbeda dengan tentara yang ada di camp 01.
" Hmm,,, mereka dari camp 02", jawab seorang dari mereka.
Sejenak 02 memandang seluruh tentara itu dan langsung pergi tanpa mengucapkan apapun lagi...
Para tentara itu pun langsung keluar dan segera kembali ke camp,,,
...****************...
...****************...
...****************...
Betapa terkejutnya para tentara saat melihat mayat mayat parah musuh nya sudah tergeletak di tanah, mereka terbunuh dengan sangat mengenaskan.
Para tentara itu menjadi pucat dan teringat dengan ucapan pemuda tadi bahwa untuk menghadapi mereka tidak perlu sebuah pasukan hanya cukup ia seorang,,, apakah ini sungguhan?.
......................
......................
......................
"Hei bodoh,,, sedang apa kau,,, apakah masih mencari janda di taman kota?".
" Hentikan omong kosong mu,,, ada apa kau menelpon 06? ".
" Huff,,, bukan apa apa,,, aku hanya ingin mengajak mu untuk minum di cafe".
"Huh,,, baiklah".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
daniel yavin
numbers, pemimpin kamp dihutan dengan sebelahnya ditutup karena luka? sama kaya high school soldier dong. dan mc nya juga tentara muda yang pensiun muda.
2023-12-01
1
Nur Tini
pasukan elit dari yg elit. pasukan maut
2023-11-26
0