...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di suatu tempat di hutan belantara, berdiri seorang lelaki muda berpakaian tentara lengkap sedang mencekik orang dengan kuat tanpa berniat melepaskan nya, bahkan seseorang itu telah mati beberapa waktu lalu.
Setelah mendapat telepon yang barusan ia terima, ia tersenyum senang dan melepaskan orang yang ia telah cekik sampai mati itu.
"Hufff,,, kakak memang orang yang paling mengerti aku,,, ".
Ucap pemuda itu yang tak lain adalah 02 yang diperintahkan oleh jenderal untuk menyelamatkan para rekan rekan tentara yang ditangkap oleh musuh, dan pemuda yang memberikan perintah tersebut yang dipanggil 'Dewa Perang' oleh sang Jendral tak lain adalah Fajar.
Sosok 02 itu pun sedikit melirik ke arah belakang nya, lalu memasang senyum meremehkan...
"Aku harap para cecunguk disana akan bisa bermain dengan ku,,, tikus tikus itu sangat lemah,,, membosankan", ucap 02 perlahan mulai berjalan meninggalkan hutan belantara itu dan segera menuju tempat penyekapan para rekan tentara. Perlahan mulai terlihat ada banyak mayat yang tergeletak di tempat itu setelah 02 pergi, mayat mayat itu juga adalah seorang tentara, jumlah mereka ada 20 lebih tapi mereka sudah mati oleh 02 seorang.
...****************...
...****************...
...****************...
Disaat yang sama Fajar terlihat berjalan menyusuri jalan jalan kecil di dekat pangkalan militer 01, Fajar juga tidak berniat untuk berlama lama di pangkalan militer, ia terlihat berjalan agak cepat dan memang akan meninggalkan pangkalan militer secepat mungkin.
Banyak para tentara di pangkalan tersebut yang melihat kedatangan Fajar tadi pagi, awalnya mereka yang berjaga di depan gerbang masuk akan mengusir Fajar karena gerak gerik Fajar yang mencurigakan, tapi kebetulan di pos depan ada seorang kepala tentara yang langsung menegur dan memarahi para tentara itu.
Dan kepala tentara itu pun langsung memberikan hormat kepada Fajar dan mengantar Fajar masuk, mana mungkin para tentara di pangkalan itu tidak terkejut. Kepala tentara mereka sedang memberikan hormat dan bahkan sungkan kepada sosok pemuda yang datang itu. Mereka pun menduga bahwa identitas dari Fajar tidak sederhana, mereka pun tidak berani lagi untuk menghalangi Fajar untuk keluar masuk pangkalan militer.
Kepala tentara mereka saja begitu sungkan dengan kehadiran Fajar, apalagi mereka...
Dan kini Fajar sudah berada di depan gerbang dan sudah keluar dari kawasan pangkalan militer, tidak ada yang tahu bagaimana wajah Fajar karena ia selalu menggunakan penutup wajah berwarna hitam dan juga dengan jaketnya, dan bahkan Fajar sendiri juga tidak banyak bicara selama berada di dalam pangkalan. Membuat para tentara yang berpapasan dengan Fajar menjadi sedikit merinding karena aura mendominasi yang dikeluarkan oleh Fajar sangat kuat.
"Yaah,,, mau bagaiamana lagi,,, udah hampir 5 tahun aku pensiun dan beristirahat,,, jika kondisi kedepannya memang akan sulit dikendalikan,,, terpaksa aku akan memanggil para numbers untuk bekumpul", ucap Fajar langsung berjalan pergi setelah beberapa berhenti di depan pangkalan militer.
...****************...
...****************...
...****************...
Di tempat pangkalan militer yang lain, ada banyak para petinggi militer sedang berkumpul di ruang rapat, suasana di dalam sana sangat sunyi dan menegangkan.
"Bagaimana para pasukan bisa di tahan oleh musuh?", pak Santo pun bertanya tanpa ekspresi seorang sosok aslinya keluar jika berada di dalam militer.
" Lapor,,, para pasukan sedang mendapatkan tugas untuk mengawasi perbatasan di pinggiran kota,,, karena sepertinya tempat itu akan dijadikan transaksi ilegal oleh para musuh yang dicurigai ", ucap salah seorang petinggi.
"Tapi setelah sampai dilokasi tiba tiba pasukan kita dikepung dan ditangkap tanpa ada perlawanan,,, ", lanjut nya.
Pak Santo pun menghela nafas dan memang ekspresi yang rumit, ia pun mulai berfikir bagaimana langkah selanjutnya...
" Kapten Arya "
"Siap! "
"Kamu dan pasukan mu aku perintahkan untuk menyelamatkan para pasukan yang ditahan oleh musuh,,, lakukanlah dengan cepat supaya tidak menimbulkan kecurigaan para atasan", pak Santo pun memberikan perintah kepada salah seorang kapten.
" Siap laksanakan!! ", jawab kapten tersebut dengan tegas.
" Kita berada di dalam wilayah dewa perang itu,,, kita tidak mungkin mempermalukan sang dewa perang hanya dengan kasus kecil seperti ini. Kita harus tunjukkan kepada dewa perang bahwa kita pantas dan layak untuk berada di dalam pasukan militer nya", ucap pak Santo dengan serius.
"Siap!! ", jawab para petinggi tentara dengan keras dan tegas.
Mereka tentunya sudah tahu bahwa beberapa pangkalan militer di daerah mereka bertugas adalah wilayah milik sang dewa perang, walau mereka tidak pernah bertemu dengan dewa perang tersebut dan juga tidak menemukan identitas apapun karena sangat dirahasiakan, tapi kekuatan dari dewa perang itu sendiri sudah menyebar luas di tempat tersebut.
Mereka hanya mendengar bahwa sang dewa perang yang sudah berhasil menggemparkan dunia itu sangatlah mudah, dan bahwa sudah pensiun di usia yang masih muda pula, betapa kagumnya mereka kepada sang dewa perang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Nur Tini
darah muda
2023-11-26
1
Glastor Roy
up
2023-09-27
0