Bab 18 : Serangan Tak Terduga

Arena colloseum akhirnya hanya tersisa delapan orang lagi yang masih berdiri di atas. Semua penonton bersorak meriah setelah pertarungannya selesai.

"Baiklah, selamat kepada semua peserta yang berhasil lolos ke babak selanjutnya. Untuk yang tersingkir tidak perlu kecewa dan berusahalah lebih keras untuk pertandingan yang akan datang. Untuk yang berhasil lolos ke babak selanjutnya silahkan menunggu di ruang tunggu dan tunggu instruksi selanjutnya. Pertandingan akan dimulai lagi dalam satu jam, silahkan bersiap-siap dan istirahatkan tubuh kalian sebaik mungkin." ucap Jimmy dengan semangat.

Reynal kembali pada saat itu, tapi pertandingannya telah usai.

"Hei kalian semua. Aku ketinggalan apa?." ucap Reynal.

Melly dan yang lainnya menoleh ke Reynal.

"Darimana saja kamu. Kamu benar-benar melewatkan pertandingannya. Tapi jangan khawatir, sebentar lagi akan tiba pertandingan yang sebenarnya. Kita tunggu saja disini sebentar lagi." ucap Haruka menjelaskan.

Shiron berdiri dari tempat duduknya dan mengajak Reynal. "Ayo ikut aku, kita beri dukungan ke Iris dan Lina. Mereka pasti akan bersemangat jika tahu kamu ikut mendukung mereka."

"Oh, mereka berdua ya. Jadi mereka berdua lolos ke babak selanjutnya ya. Kalau begitu tunggu apa lagi, ayo cepat kesana." ucap Reynal.

Mereka berdua pergi menuju ke ruang tunggu peserta. Di sana ada satu resepsionis yang ada didepan tempat tunggu peserta.

"Dimana ruang tunggu untuk peserta Iris dan Lina?." tanya Shiron.

Resepsionis itu menunjukkan jalan dan tempatnya. "Mereka ada diruang tunggu tujuh dan delapan. Kalian pergi saja ke kiri sana dan kalian akan menemukannya."

Mereka berdua pergi menuju arah yang ditunjukkan oleh resepsionis itu. Saat berjalan kesana, tiba-tiba seorang wanita menendang Reynal dari belakang dan membuatnya terlempar ke depan.

Reynal tidak melawannya karena dia merasakan aura familiar dari wanita itu.

"Dasar bajingan tidak bertanggung jawab kau, Reynal!. Berani-beraninya kau membuatku menunggumu seperti orang bodoh. Apa kau tahu, aku hampir saja terlambat untuk mengikuti pertandingan ini gara-gara kau!." ucap wanita itu.

Reynal merasa kenal dengannya dan ternyata dia adalah Teresa. Reynal langsung bersujud untuk minta maaf.

"Teresa?. Maaf, aku lupa. Aku benar-benar minta maaf. Saat itu aku hanya mengingat undangan Valkyrie dan akhirnya aku malah langsung berangkat dan melupakanmu." ucap Reynal sambil bersujud.

Teresa sedikit berpikir. "Valkyrie?. Kenapa dia mengundangmu?. Orang sibuk itu biasanya jarang sekali mengundang orang lain." sambil menunjukkan ekspresi kesal.

Iris dan Lina keluar dari ruang tunggu tujuh dan delapan karena mendengar suara berisik dari luar.

"Ada apa berisik-berisik disini?." ucap Lina.

Iris melihat sekeliling. "Reynal?, paman Shiron?. kenapa perempuan itu menghajar Reynal?."

"Entahlah, mungkin dia teman Reynal. Biarkan saja mereka berdua. Ngomong ngomong kami datang kesini untuk memberikan potion ini untuk kalian." ucap Shiron sambil memberikan potion ke Iris dan Lina.

"Pulihkan stamina kalian dengan potion itu. Jangan lupa bawalah kemenangan ditangan kalian. Aku, Reynal dan yang lain akan memberikan dukungan kepada kalian dari tempat penonton." ucap Shiron.

"Apakah kamu mengenal Valkyrie, Teresa?." ucap Reynal.

Teresa melihat Reynal dengan kesal. "Jangan banyak tanya kau pengkhianat sialan. Apa kau ingin dihajar lagi?." Sambil mengangkat tangannya.

Iris melerai mereka berdua. "Sudah-sudah, lebih baik kita pulihkan stamina daripada menghajarnya kan. Tidak baik kalau kamu kalah karena buang-buang tenaga bukan?" ucap Iris menenangkan.

Teresa melihat Iris dengan tatapan tajam. "Kamu ada benarnya. Kali ini akan aku maafkan, aku akan kembali ke ruanganku untuk bersiap." Teresa berjalan masuk ke ruangan tunggunya.

Reynal melihat Iris dengan mata berbinar. "Terimakasih, Iris. Kamu adalah penyelamatku. Aku akan membantumu untuk memenangkan pertandingan ini, jadi nggak perlu khawatir."

Iris melihatnya dengan mata jijik. "Nggak, gak perlu. Lebih baik kau kembali kalau urusanmu sudah selesai."

Shiron menarik telinga Reynal dan membawanya kembali. "Sudah cukup, ayo kembali, urusan kita sudah selesai. Iris, Lina, semangat ya, kami akan mendukung kalian."

Shiron menyeret Reynal untuk kembali ke tempat penonton. Iris dan Lina kembali ke ruangannya dengan wajah bahagia.

Beberapa saat kemudian akhirnya pertandingan akan segera dimulai lagi.

"Baiklah, sekarang saatnya pengundian pertandingan. Mari kita langsung mulai saja." ucap Jimmy.

Layar lebar yang ada dibawah tempat duduk ketiga pemimpin human alliance menyala dan memunculkan semua nama peserta yang akan bertanding.

"Pertandingan pertama adalah Iris melawan Clive, kedua peserta diharapkan untuk masuk ke atas arena. Untuk yang belum bertanding bisa mencari duduk di bangku penonton." ucap Jimmy dengan semangat.

Sorakan yang meriah diberikan ketika Iris dan Clive memasuki arena. Mereka berdua bersiap mengeluarkan senjatanya, iris dengan pedangnya dan Clive mengeluarkan sebuah rantai dari tangannya.

Pertandingan pun dimulai, Iris langsung menyerang Clive dengan semua kemampuannya. serangan bertubi-tubi diluncurkan olehnya.

Clive dengan santai menahan serangan itu dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain disembunyikan.

Clive memperlihatkan ekspresi terdesak dengan Serangan Iris.

"Sungguh teknik pedang yang sangat mendominasi. Bagaimana menurutmu Reynal?" ucap Teresa dibangku penonton.

"Aku tidak mengerti teknik pedang, jangan tanya aku. Tapi sepertinya Iris akan kalah. Dari yang kulihat Clive hanya sedang memasang wajah jebakan, sebenarnya dia sedang merencanakan sesuatu." ucap Reynal.

Shiron memukul kepala Reynal dengan kesal.

"Beraninya kau menyumpahi keponakanku hah... apa kau sudah bosan hidup?." ucap Shiron dengan nada kesal.

Reynal hanya mengkerut dan tidak berani menjawab.

"Sungguh orang-orang yang berisik." ucap Leon.

"Apa kau akan terus menggunakan satu tangan, Clive?. Kalau begitu aku akan langsung mengakhiri pertarungan ini." ucap Iris.

Iris melaju dengan cepat kearah Clive untuk mengakhiri pertarungan, Clive pun mengibaskan rantainya dengan kuat kearah Iris.

Iris tidak punya pilihan lain selain menghindar dan mundur dulu satu langkah. Tepat setelah Iris mundur, sebuah rantai dengan cepat melilitnya hingga dia tidak bisa lepas dan tak bisa bergerak.

Iris terus berusaha untuk melepaskan diri dari rantai itu, tetapi semua usahanya sia-sia karena itu sangat kuat.

"Ugh... sejak kapan aku sudah terjebak." ucap Iris.

"Karena Iris tidak mampu lagi melanjutkan pertarungan, maka pemenangnya adalah..." ucap Jimmy.

Semua orang terkejut saat tiba-tiba Clive mengarah ke Iris dengan sangat cepat dengan niat membunuh yang kuat.

"Apa...?. kecepatan itu, apa dari tadi dia hanya bermain-main dengan Iris?. Sialan, bahkan jika aku bergerak secepat mungkin aku tidak akan sempat untuk menyelamatkannya. Apakah aku tidak bisa menyelamatkan orang yang sudah dipercayakan untuk kulindungi?. Sialan, kumohon sempat lah, mereka berdua adalah satu-satunya yang berharga bagiku. kumohon." pikir Shiron sambil berlari sekuat tenaga ke arah Iris dengan berceceran air mata.

Episodes
Episodes

Updated 42 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!