Tiga orang menunggu mereka dan duduk di kursi di dalam gereja.
Reynal dan Shiron matanya membelalak melihat makanan yang disiapkan di gereja.
"Huh... Ini gereja apa restoran?. Kenapa ada meja makan dan kursi duduknya disini?." ucap Shiron.
Perut Reynal dan Shiron berbunyi cukup kencang hingga semua yang didalam gereja mendengarnya.
"Woah... bolehkah kami makan dulu, Valkyrie-sama?." ucap Reynal dan Shiron dengan semangat.
Melly mendiskusikan sesuatu dengan Leon dan Haruka dengan pelan. "Apa dia yang kalian bilang bisa mensummon Skull knight?."
Leon dan Haruka mengangguk serentak. "Itu benar, namanya adalah Reynal." ucap Leon.
Reynal dan Shiron makan dengan lahap tanpa memperdulikan sekitarnya.
Lina sangat gugup dan mengajak Valkyrie berbicara, ia berbicara dengan terbata-bata karena gugupnya.
Iris hanya duduk di kursinya dan menutupi mukanya, ia sedikit malu dengan kelakuan yang lainnya.
Leon jadi sedikit merasa bingung. "Ini... Apa-apaan dengan situasi ini. Bukankah kita berkumpul untuk melakukan pemanggilan pahlawan, kenapa sekarang malah jadi acara fan meeting. Yang benar saja. Shiron, kenapa kau malah membawa kedua keponakanmu.?"
Shiron tetap melanjutkan makannya dan menjawab dengan mulut penuh makanan.
"Jangan tanya aku, si bajingan Reynal yang meminta mereka ikut. Aku bahkan tidak berani menolak mereka untuk ikut."
Tidak ada yang mengerti apa yang dibicarakan Shiron karena dia bicara dengan mulut penuh.
Leon melihatnya dengan sedikit kesal dan menggebrak meja makan.
"Brak."
"Hei, bajingan. Kalau ngomong itu jangan sambil makan. Kau pikir siapa yang akan paham apa yang kau katakan." ucap Leon dengan nada kesal.
Haruka mencoba menenangkan situasi yang semakin memburuk. "Hei, tenanglah Leon. Tidak bagus marah-marah di usiamu itu."
Haruka lalu memalingkan pandangannya ke Reynal. "Ayo Reynal, makanlah yang banyak. Kamu pasti lelah setelah berjalan jauh kesini. Ini, makanlah juga."
Reynal masih terus melanjutkan makannya dan menjawab dengan mulut penuh makanan. "Terimakasih, aku akan memakannya nanti. Ini sangat enak, sudah lama aku tidak makan daging."
Leon tidak tenang malah semakin kesal. "Haruka, sialan kau. Kau juga sama saja. Asal kalian tahu, aku tidak seluang kalian. Aku ingin segera menyelesaikan pemanggilan pahlawan dan langsung kembali. Itulah mengapa aku datang lebih awal. Tapi kalian sialan, malah menyia-nyiakan waktuku. Apa kalian pikir aku ini bodoh!?."
Melly berusaha menenangkan suasana dengan menenangkan Leon.
"Sudah-sudah. Leon, kamu sudah dewasa, tidak seharusnya kamu sering marah-marah begitu. Sudah kubilang untuk datang tepat waktu, jadi itu salahmu sendiri datang terlalu awal. Lagipula Shiron juga baru sembuh, jadi sebaiknya kita makan bersama dulu sebelum melakukan pemanggilan. Kalau untuk Iris dan Lina, biarkan saja mereka melihat, tidak ada salahnya juga. Oh, aku ingat. Kalau mau Iris dan Lina bisa mengikuti kompetisi pemilihan pendamping pahlawan." ucap Melly dengan nada lembut.
"Oh, benar. Itu akan sangat menyenangkan mengikuti kompetisi. Kalau begitu kami permisi dulu. Ayo Lina, kita ikut kompetisinya." dengan senang Iris menarik tangan Lina ke arah Colosseum."
Lina berusaha untuk tinggal di sana saat ditarik oleh Iris.
"Tunggu, aku masih mau bicara dengan Valkyrie-sama. Tidak..." ucap Lina.
Mereka berdua pun pergi ke Colosseum dan meninggalkan yang lainnya di gereja.
Setelah Leon berpikir bahwa dia sendiri yang salah karena datang terlalu awal. Mereka yang di gereja pun makan bersama dengan damai.
Setelah selesai makan, mereka berniat untuk langsung melanjutkan ke pemanggilan pahlawan.
"Baiklah, bagaimana kalau kita melakukan pemanggilan pahlawan sekarang. Ikuti aku." ucap Melly dengan wajah serius.
Melly menginjak sebuah lantai dengan sedikit keras, sebuah ruang bawah tanah muncul. Melly berjalan didepan dan yang lainnya mengikutinya.
Setelah beberapa saat berjalan, mereka akhirnya sampai akhir dari tangga. Di sana adalah sebuah altar.
Ditengahnya adalah sebuah rune sihir pemanggilan persegi lima. Di setiap sisi ada sebuah lampu api yang menyala.
"Baiklah, semuanya. Berdirilah di setiap sisi dan mari kita mulai acara pemanggilan pahlawan ini."
Semuanya berdiri di setiap sudut sisi rune, menyalurkan kekuatannya ke tengah rune.
Melly terus menerus merapalkan mantra Pemanggilan.
Tak lama kemudian seorang laki-laki yang terlihat berusia 18 tahun dengan baju sekolah SMA muncul ditengah altar. Orang itu tiba-tiba berteriak.
"Tidak...!" dia lalu memandang sekitar. "Eh, dimana aku?. siapa kalian?. Bukannya tadi aku terseret ke sebuah portal dungeon?." tanya pemuda itu dengan bingung.
Melly berjalan mendekati pemuda itu dengan senyuman. "selamat datang, tuan pahlawan. Kami berlima memanggilmu ke dunia ini untuk membantu mengalahkan raja iblis. Kami sangat membutuhkan kekuatan anda, kami juga akan melakukan semua yang kamu bisa untuk memberikan dukungan padamu."
Meskipun pemuda itu asing dengan bahasa yang digunakan Melly, tetapi dia tetap memahaminya entah kenapa.
Pemuda itu tidak terlalu kaget mendengarnya dan ekspresinya biasa-biasa saja. "Dunia lain dan pahlawan ya... Apa aku bisa mendapatkan kekuatan yang besar jika aku menjadi pahlawan?. Lalu bagaimana caraku kembali ke bumi?."
Reynal kaget saat mendengar pemuda itu berbicara bumi. Ia langsung berpikir bahwa kesempatan untuk pulang sudah ada didepan mata. Dia ingin berbicara tapi dia harus merahasiakan asal-usulnya agar tidak ada kecurigaan. Jadi dia hanya diam saja.
"Pahlawan adalah manusia terkuat. Jadi sudah pasti kamu akan menjadi kuat. Setelah kamu mengalahkan raja iblis, pahlawan bisa kembali ke dunia asalnya atau memilih tetap tinggal disini. Ngomong-ngomong, siapa namamu?." ucap Melly.
"aku Rodney dan kalian siapa?. Lalu bagaimana caraku untuk menjadi kuat?." ucap pemuda itu.
"aku Melly, seorang Valkyrie. Elf perempuan itu bernama Haruka, orang berambut merah itu Leon, orang itu yang berambut biru bernama Shiron, mereka adalah tiga pilar kita. Sedangkan pemuda yang seusiamu itu bernama Reynal. Biasanya pahlawan akan menjadi kuat dengan sendirinya selama pertarungan. Semakin banyak bertarung maka semakin kuat. Tapi si bajingan raja iblis pasti tidak akan tinggal diam. Jadi kami akan menyediakan pendamping untuk menemanimu dalam perjalananmu. Ayo kita ketempat Colosseum untuk melihat siapa yang akan menjadi pendampinmu." ucap Melly menjelaskan.
sementara itu ditempat lain di dekat hutan wilayah goblin vassal dari Reynal. Greater demon Ifrit mendekat kesana dengan membawa sekitar seratus pasukan.
Dia ingin menghancurkan bahaya yang tidak diperlukan.
Setelah berjalan beberapa lama akhirnya Ifrit bisa melihat desa goblin itu dari kejauhan.
"Jadi disana tempat bawahanku pertama kali mati. Sepertinya ada yang tidak beres. Tidak mungkin goblin lemah itu bisa mengalahkan anak buahku yang sudah kuberi item milikku. Pasti ada yang tidak beres. Aku hanya perlu bertanya pada mereka atau membunuh mereka semua. Pada akhirnya yang dibelakang mereka pasti juga akan keluar." ucap Ifrit dengan nada meremehkan.
Ifrit melanjutkan perjalannya ke desa goblin dengan semua prajurit yang mengikutinya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments