Bab 7 : Vassal Goblin

Aku dan org chief bertatapan muka dan saling memasang kuda-kuda, bersiap sedia kapanpun lawan akan menyerang. Org itu berusaha untuk memulai percakapan.

"Manusia, tidak kusangka kau berada di daerah yang sangat jauh dari kotamu. Kupikir semua manusia telah dipojokkan oleh lord. Tetapi ternyata ada satu yang lolos".

"Hmm... apa maksudmu?." ucapku.

"Mungkinkah kau berhasil sampai kesini berkat skill teleport milikmu?. Yah, tidak perduli apapun itu. Aku hanya perlu membunuh semua yang menghalangi lord." ucap org itu.

Org itu kembali memasang kuda-kudanya dan langsung menyerang ke arahku. Kecepatannya lebih cepat dari perkiraan ku, aku cuma bisa menggunakan Magic Martial Art secara langsung.

"Cih. Aku akan membeli seratus sekeleton swordman untuk membantu Elen agar lebih cepat. Aku masih punya 2488 koin, dan hanya butuh 300 koin untuk 100 sekeleton. Baiklah, cepatlah Elen. Aku mengandalkan mu. Aku hanya bisa bertahan selama 10 menit dengan skill ini." pikirku.

Org menebas dengan kapaknya kearah leherku, untungnya aku bisa menghindarinya tepat waktu dan langsung melompat ke belakang untuk menjaga jarak.

"Itu kapak batu seperti yang dipakai oleh para goblin. Apakah sebenarnya mereka berteman atau semacamnya?. Dengan kekuatannya aku hanya bisa menghindari serangannya dan mengulur waktu selama mungkin. Jika mencoba melawan, aku mungkin akan mati." pikirku.

Org itu menyerang membabi buta dan aku terus menghindar dan menjaga jarak untuk terus mengulur waktu.

"Hora-hora. Ada apa manusia, kenapa kau hanya menghindar dan menjauh. Kau bahkan jauh lebih lemah dari pada manusia yang sedang didorong oleh lord ke lembah Kematian. Sepertinya kau benar-benar bisa sampai disini hanya karena skill teleport mu itu." ucap org itu sambil mengayun-ayunkan kapaknya.

"Ugh... jika seperti ini terus, aku tidak akan bisa bertahan lebih dari 10 menit. Begitu skill ku nonaktif aku akan langsung mati." pikirku yang kesulitan menangkis sambil menghindar-hindari serangan org.

Elen menghubungiku tidak lama kemudian menggunakan telepati.

"Tuan, jebakannya sudah selesai. Sekarang anda bisa kembali, didepan dungeon ada empat sekeleton swordman yang akan membantu melemparkan anda melewati jebakan." ucap Elen.

Org itu sudah mulai malas bermain denganku, dan berniat mengakhiri pertarungan ini.

"Sudah cukup main lari-lariannya manusia, akan ku akhiri semuanya." ucap org itu.

Org mengumpulkan Qi di kakinya dan menggunakan Org Chieftain's God Step yang membuat kecepatannya sangat cepat.

Aku sangat terkejut ketika dia berlari aku hampir tidak bisa melihatnya karena kecepatannya.

Aku sudah sangat putus asa. Disaat itu aku menjatuhkan Orb Of Teleport Poin yang kusimpan di sakuku. Orb itu membuka portal dibelakang ku karena sentuhan tanah.

Org itu melaju dengan sangat cepat dan mengarahkan kapaknya ke kepalaku.

Aku reflek mundur dan tersandung oleh Orb itu lalu jatuh dan tanpa sengaja memasuki dungeon saat kapak org itu sudah tepat di wajahku.

"Agh...aku selamat. Sekeleton cepat sekarang lempar aku ke seberang jebakan!." ucapku yang sangat ketakutan.

Para sekeleton melemparkan sekuat tenaga ke seberang jebakan yang ditutupi oleh tanah.

Aku lalu memerintahkan keempat sekeleton yang ada di depan dungeon untuk mengarahkan pedangnya ke portal.

Org itu mengikutiku masuk ke portal, satu pedang berhasil mengenai mata org itu dan yang lain meleset. Sangat disayangkan itu tidak menembus ke otaknya.

Org itu langsung membunuh keempat sekeleton swordman yang didekatnya.

Aku memerintahkan semua sekeleton mage yang sudah bersiap untuk menembakkan lightning bold kearah org itu.

Org itu langsung menerjang ke arah depan, dan ia pun terkena jebakan yang sudah disiapkan.

Kedua kakinya tertancap bambu runcing dan tidak bisa bergerak lagi.

"Bahkan terkena jebakan seperti itu kau masih hidup. Kau benar-benar lawan yang kuat org chief." ucapku.

"Beginikah caramu bertarung manusia?. Kau sungguh tercela, ini adalah sebuah penghinaan bagi jiwa kesatria." ucap org itu.

Aku memerintahkan ke semua sekeleton mage untuk menembakkan lightning bolt kearah org itu dan ia pun tewas.

Ini adalah pengalaman pertama yang sangat pahit untukku dimana aku sudah berada diambang pintu kematian. Itu terjadi karena kepercayaan diriku yang tinggi. Kedengarannya aku akan berpikir untuk merencanakan semuanya dengan matang sebelum melakukan sesuatu.

Aku memerintahkan semua sekeleton untuk membersihkan jebakan dan mengambil semua jarahan dari org yang mati dan juga mengambil orb yang kujatuhkan. Untuk beberapa alasan, aku tidak mengambil rampasan dari mayat goblin.

Aku menutup pintu dungeon yang ada di desa goblin dan kembali ke dungeon lewat portal yang ada di atas desa goblin.

"Dimana pemimpin goblin?." tanyaku kepada para goblin.

Seekor goblin yang terlihat sudah tua muncul dan mengaku bahwa dia adalah pemimpin desa goblin.

"Aku pemimpin goblin. Terima kasih sudah menyelamatkan kami raja goblin." ucapnya.

"Huh...? Raja goblin?. Aku adalah manusia bukan goblin."

"Tapi kau memakai mahkota raja goblin. Itu berarti anda adalah raja kami."

"Terserahlah, kalau begitu bagaimana jika kalian para goblin menjadi vassalku. Aku akan menjaga kalian dari musuh, dan sebaliknya kalian akan menyerahkan 10% hasil pendapatan kalian kepadaku." ucapku menawarkan.

"Sepertinya itu akan saling menguntungkan. Baiklah, kami akan menyetujuinya." ucap pemimpin goblin.

Para goblin kembali ke desanya dan memulai aktivitas mereka seperti biasanya.

"Sekarang adalah saatnya menghitung rampasan perang. Aku mendapatkan 1.000 stone Axe, 999 Vit Neklace, dan 1 Hell's Neklace. Hell's Neklace, bukankah itu item Ifrit seperti yang sebelumnya?. Sepertinya penyerangan goblin ini ada kaitannya dengan pemilik asli item ini. Aku bahkan sudah sangat kesulitan melawan bawahannya, entah bagaimana jika boss nya yang muncul. Aku harus memperkuat dungeon secepatnya." ucapku.

Aku menjual semua barang rampasan dan mendapatkan 29.990 koin dungeon jadi total koinku masih 32.178. Aku membeli pasukan sekeleton hingga penuh dengan 12 koin.

"Terima kasih kerja kerasnya tuan, dan selamat karena kita sudah mempunyai satu vassal. Kedepannya dungeon akan berkembang lebih cepat." ucap Elen dengan wajah yang ceria.

"Kau benar Elen. Meskipun ini adalah pengalaman yang menyeramkan, aku tidak harus murung. Kedepannya pasti akan ada banyak pertarungan seperti ini." ucapku yang kembali ceria.

Aku kembali beristirahat karena sudah tidak memiliki tenaga lagi.

Terpopuler

Comments

Aditya Top Fanss

Aditya Top Fanss

sipp👍

2023-09-22

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 42 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!