"Brak-brak-brak".
"Tuan waktunya bangun!."
Aku membukakan pintu sambil menguap.
"Uaghh... Selamat pagi Elen."
"Buahnya tuan." ucap Elen.
"Terimakasih Elen. Aku akan melakukan perjalanan ke desa manusia. Sepertinya manusia akan mengalami masalah besar, aku akan pergi kesana secepatnya. Mungkin untuk beberapa hari aku tidak akan kembali ke dungeon. Aku akan menyerahkan perkembangan dungeon padamu Elen." ucapku.
"Serahkan saja padaku tuanku."
Aku meninggalkan dungeon lewat portal dan langsung di desa org.
Aku mendapatkan beberapa item dari Hell setelah pertarungan di desa org. Sisanya aku kembalikan kepada warga org untuk keseharian mereka.
"6 Hell's Neklace dan 1 Hell's Axe. Semuanya senilai 10.000 koin. Ini adalah panen yang besar." ucapku.
Aku langsung pergi kearah selatan dan setelah sekitar 6 jam berjalan aku akhirnya sampai di perbatasan wilayah naga.
"Gambar apa yang ada di plang itu?." pikirku yang melihat plang diperjalanan.
Aku mendekati plang itu dan ternyata itu adalah gambar naga.
"Ini ternyata adalah naga. Itu berarti ini adalah perbatasan wilayah naga seperti yang dikatakan oleh org sebelumnya. Sepertinya tidak sejauh yang kukira. Aku bahkan mungkin tidak perlu berkemah di alam liar." pikirku.
Aku memutari wilayah naga kearah barat, Tidak seperti yang kupikirkan. Ini benar-benar sangat jauh.
Setelah berjalan selama seharian penuh akhirnya aku sampai di tanah kering yang hanya ada pohon mati.
"Ya ampun... akhirnya sampai juga. Ini seharusnya adalah tanah tak berpenghuni yang di katakan oleh org itu. Seharusnya aku akan sampai di desa manusia dalam beberapa hari lagi. Aku akan istirahat disini untuk hari ini. Aku akan lanjutkan besok." ucapku.
Aku tidur dibawah pohon perbatasan wilayah naga. Aku tidak bisa membuka portal dan kembali tidur di dungeon, karena itu akan berbahaya bagiku dan dungeon.
Aku akan kembali ke dungeon sebentar jika aku ingin minum. Dalam perjalanan tidak ada monster kuat yang muncul.
Kebanyakan hanya sekeleton atau ghoul dan yang paling sering muncul adalah zombie.
"Cih, monster-monster disini benar-benar sangat menjijikan." pikirku.
Setelah seminggu penuh akhirnya aku sampai di desa manusia. Meskipun ku sebut desa, tapi itu cukup besar seperti kota.
"Inikah desa manusia. Akhirnya sampai juga, aku cukup kelelahan terus berjalan selama seminggu." ucapku.
Aku pergi ke kota manusia. Di depan gerbang aku dihentikan oleh penjaga gerbang.
"Berhenti, tunjukkan identitasmu."
"Identitas?. Aku tidak punya, maafkan aku. Tapi bagaimana caraku membuat identitas jika aku tidak bisa masuk?." ucapku.
"Apakah kau salah satu orang yang selamat?."
"Orang yang selamat?. Apa itu?." tanyaku yang makin kebingungan.
"Kalau begitu, ikutlah denganku." ucap penjaga gerbang.
Aku sedikit ragu untuk ikut penjaga gerbang. Tapi karena tidak ada cara lain untuk masuk, jadi aku memutuskan untuk mengikutinya.
Penjaga gerbang itu membawaku ke sebuah lap. Aku jadi penasaran apa yang ingin dilakukannya padaku. Akupun bersiap untuk apa yang akan terjadi.
Penjaga gerbang menemui seseorang yang berbaju putih yang terlihat sedang memeriksa seseorang.
"Dia adalah seseorang yang berasal dari luar kota. Apakah kau bisa memeriksanya sebentar?." ucap penjaga gerbang.
"Tentu saja." jawab pria berbaju putih itu.
Pria berbaju putih itu menyentuh denyut nadiku lalu memeriksa jantungku.
"Dia adalah manusia. Detak jantung dan denyut nadinya normal."
"Terimakasih kerja kerasnya dok." ucap penjaga gerbang.
Kemudian kami keluar dari lap.
"Kau adalah orang baru disini, jadi sebaiknya kau pergi ke guild petualang yang ada di tengah kota. Dengan bergabung disana kau akan punya kartu identitas. Hanya orang yang memiliki kartu identitas kesatria atau petualang yang bisa keluar masuk kota. Kau juga bisa memutuskan untuk hidup sebagai petani atau peternak di desa." ucap penjaga itu.
"Terimakasih tuan penjaga." ucapku.
"Namaku adalah Lexnus, panggil saja aku Lex."
"Terimakasih Lex, kalau begitu panggil saja aku Reynal."
Lex pergi kembali ke gerbang barat kota. Aku berfikir untuk berkeliling kota untuk sementara, tetapi aku tidak punya uang.
Jadi aku mengikuti saran Lex dan pergi ke petualang. Biasanya di game ataupun manga itu adalah tempat yang bagus untuk mencari uang.
"Creak."
Ketika aku membuka pintu, ternyata didalamnya terlihat seperti sebuah bar.
Semua orang melihat kepadaku ketika aku masuk kedalam. Aku tidak terlalu memikirkannya dan langsung menuju ke tempat yang terlihat seperti resepsionis.
"Permisi, apakah ini guild petualang?." ucapku.
"Iya benar. Apakah ada yang bisa dibantu.?"
"Aku ingin mendaftar sebagai petualang. Apakah bisa meskipun aku tidak punya uang?." tanyaku dengan menguatkan tekatku agar tidak terlihat malu.
Semua orang disana tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha... ni orang miskin dari mana. Berani-beraninya mau daftar tidak bawa uang."
"Hahaha... dia pasti datang hanya untuk bercanda."
"Tidak-tidak, dia pasti datang untuk membuat masalah."
"Barak!."
Resepsionis menggebrak meja untuk menenangkan mereka semua.
"Cukup kalian semua. Baiklah jika kau ingin daftar, aku akan membuat pengecualian karena kau terlihat seperti orang luar. Kau bisa bayar biayanya lain kali. Tapi mau kau lulus atau tidak, kau akan tetap harus membayar. Meskipun begitu, apa kau akan tetap daftar?." ucap resepsionis itu.
"Iya tidak masalah, terimakasih atas pengertiannya." ucapku.
"Baiklah kalau begitu. Isi data ini dan kemudian pergilah di pintu sebelah kanan itu. Kebetulan hari ini ada tes petualang yang sedang berlangsung, kau bisa ikut sekalian."
Aku mengisi formulirnya dan pergi ke ruangan yang ditunjukkan oleh resepsionis.
Disana ada satu orang yang sedang mengukur mana miliknya dengan mesin pengukur mana.
"60 mana. Itu sungguh mengesankan." ucap orang-orang.
"Yang terakhir Reynal. Maju ke depan dan ukur mana mu"
Aku menyentuh bola kristal pengukur mana dan bola itu menunjukkan angka 10.
Semua orang tertawa melihat hasil tesku yang sangat rendah.
"hahaha... 10, bukankah anak baru lahir saja sudah punya 10 mana?. Tapi baru kali ini aku melihat orang dewasa yang memiliki 10 mana."
Kami melanjutkan ke ujian berikutnya, yaitu ujian menembakkan sihir ke target dari jarak 100 meter.
Semua orang menembakkan sihir satu-persatu dan semuanya berhasil memberikan bekas ke target.
"Lihat, itu Teresa yang punya 60 mana. Seharusnya sihirnya akan lebih hebat dari yang lain."
Perempuan itu menggunakan sihir api yang besar dan membakar habis target.
"Wah... seperti yang diharapkan dari Teresa. Seseorang yang memiliki 60 mana. Sihir itu bahkan mampu membakar habis target yang terbuat dari baja."
Mereka pun mengganti targetnya ke yang baru.
"Selanjutnya Reynal."
Aku sedikit khawatir karena tidak bisa menggunakan sihir.
"Maaf pak, tapi aku tidak bisa menggunakan sihir. Apakah aku bisa menggunakan teknik lain?." tanyaku.
"Hmm... baiklah, selama kau bisa meninggalkan bekas ke target maka kau lulus." ucap penguji.
"Lihat itu orang dengan mana 10. Aku yakin dia bahkan tidak akan bisa mengenai target, apalagi meninggalkan bekas."
"Hahaha... dia datang ke sini hanya untuk melawak."
Aku tidak memperdulikan perkataan orang-orang disekitar dan fokus pada target.
Aku menggunakan Godly Overlord Punch dari jarak 100 meter kearah target.
Pukulan itu tidak hanya menghancurkan target, tapi bahkan juga menghancurkan tembok guild.
Tapi sangat beruntung karena tidak ada korban dari kejadian itu.
Semua orang membeku melihat kejadian itu.
"A-apa-apaan orang itu?. Bukankah dia hanya memiliki 10 mana?."
"Reynal ya...pria yang menarik." pikir Teresa.
"Ma-maafkan aku. Aku tidak sengaja." ucapku.
"Ti-tidak apa. Kau lulus. Kau tidak perlu mengikuti ujian selanjutnya."
Pada awalnya kupikir aku hanya diusir, ternyata mereka benar-benar meluluskanku dan memberiku kartu identitas.
"Petualang rank E. Yah, tidak masalah. Yang penting aku sekarang memenuhi syarat untuk mengambil misi. Apakah ada misi rekomendasi kak resepsionis?." ucapku.
"Srek."
"Panggil saja aku Sarah. Baiklah ada satu misi, anda hanya perlu menjaga perbatasan timur. Disana sedang ada serangan dari pasukan monster. Apakah kau mau?." ucap resepsionis sambil merobek kertas didinding.
"Iya, aku akan mengambilnya. Terimakasih Sarah."
Aku mengambil kertasnya dan langsung menuju ke timur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Aditya Top Fanss
lanjut thorr
2023-09-22
0
Aditya Top Fanss
lap atau lab?
2023-09-22
0