Bab 10 : Serbuan Monster

"Jadi ini wilayah timur desa Eroge. Tempat yang cukup kecil. Yah... karena disini berbatasan dengan hutan monster, mungkin mereka enggan untuk membangun tempat yang bagus. Toh nanti monster muncul, bakalan hancur juga bangunnya." pikirku.

Aku berpikir untuk pergi ke penginapan dulu. Tapi aku tidak punya uang, jadi aku langsung pergi ke area misi.

Area luar gerbang timur. Aku memberikan kartu identitasku kepada penjaga gerbang.

Kedua penjaga itu bingung karena misinya seharusnya jam 7 malam, tapi aku datang jam 5 sore.

"Petualang rank E, Reynal. Kenapa kau datang Sekarang?, bukankah di kertasnya sudah ditulis jam 7 malam?".

"Ahaha...apakah kau tidak tahu?. Dalam pertempuran yang terpenting bukanlah kemampuan bertarung ataupun kemampuan mengambil keputusan, tetapi yang paling penting adalah mengetahui dengan baik medan pertempuran." ucapku dengan sangat meyakinkan.

Kedua penjaga itu melihat dengan aneh.

"Apakah begitu?. Yah terserah kau sajalah".

Aku pergi keluar dengan sangat meyakinkan untuk melihat-lihat lokasi. Sebenarnya aku hanya ingin terlihat keren agar tidak diremehkan oleh mereka.

Aku pergi kehutan dan menaiki pohon untuk istirahat menunggu waktu misi. Setelah naik aku malah melihat 2 perempuan diluar hutan yang berlari menuju desa.

"Huh... apakah mereka mata-mata yang dikirim untuk mengintai monster?. Kenapa mereka berlarian seperti itu?. Tunggu... apa yang mengikuti mereka di belakang?. I-itu gerombolan red goblin. Ada juga lima ogre dan 1 cyclop. Cyclop adalah monster rank A, aku harus menyelamatkan mereka." pikirku.

Aku memasukkan ponselku ke inventory dan langsung berlari kearah kedua perempuan yang sedang dikejar gerombolan monster itu.

Salah seorang perempuan itu yang memakai baju biru tersandung batu saat berlari.

"Tidak Lina."

Perempuan yang memakai baju hijau kembali dan berusaha menolongnya.

"Tidak Iris. Cepat lari, kenapa kau malah kembali lagi?. Tinggalkan aku, cepat." ucap Lina memaksa Iris untuk meninggalkannya.

Iris lalu memeluk Lina sambil menangis.

"Dasar bodoh. Jika kau mati, lalu untuk apa aku hidup. Kau adalah satu-satunya keluarga yang ku punya. Aku akan melawan mu, monster-monster sialan!".

Iris mengangkat pedangnya dan menancapkannya di tanah. Ia memunculkan es diarea sekitarnya.

Di area yang berubah menjadi es, munculah tombak yang langsung membunuh red goblin yang mendekat.

Sayangnya tombak itu tidak dapat menyakiti cyclop dan ogre juga tidak masuk ke area itu karena mereka tahu itu berbahaya.

"Sial. Skill ku benar-benar tidak berpengaruh pada cyclop. Apakah ini adalah akhirnya?, Setidaknya aku ingin menyelamatkan adikku."

Cyclop mengangkat wooden club miliknya untuk menghancurkan dua perempuan itu.

"Oh tidak sial. Aku harus lebih cepat lagi." pikirku.

Aku menambah kecepatan lariku hingga ke batas maksimal. Meskipun begitu aku tidak akan sempat membawa mereka untuk menghindari pukulan cyclop ataupun menahan serangannya.

Jadi aku menggunakan Magic Martial Art dan memukul wooden club milik cyclop yang membuat pukulannya meleset.

"Apakah kalian tidak apa?." ucapku.

"Ti-tidak apa. Terimakasih." ucap kedua perempuan itu yang terkejut.

"Cepatlah lari kembali dan jangan menengok kebelakang." ucapku dengan nada serius.

"Tapi... bagaimana denganmu?." ucap kedua perempuan itu.

"Cepatlah lari!. Jangan pikirkan hal lain!." ucapku membentak mereka.

"Ba-baik!." ucap kedua perempuan itu yang kaget.

Mereka langsung berlari kearah desa.

"Kak Iris, bukankah sebaiknya kita menyelamatkan pria itu?." ucap Lina.

"Dasar bodoh, apa kau tidak mengerti apa yang dilakukan pria itu?. Dia mengorbankan dirinya sendiri karena dia tahu bahwa kita lebih kuat darinya. Dia melakukan itu untuk kebaikan kota agar tidak runtuh oleh monster." ucap Iris sambil menahan air mata.

Aku harus berurusan dengan 5 ogre dan 1 cyclop.

"Haha... wanita itu cukup mengerikan. Dia membunuh begitu banyak red goblin seorang diri. Tapi bagaimana bisa telinga mereka berdua begitu, apakah mereka seorang elf. Yah terserahlah, bukan urusanku juga. Sekara mari kita urus monster-monster ini." ucapku.

Ogre memiliki stats rank B dan Cyclop rank A. Jadi aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri untuk berurusan dengan mereka.

"Aku tidak bisa melawan mereka secara langsung. Aku harus menyingkirkan para ogre itu terlebih dahulu. Dengan begitu aku bisa melawan Cyclop itu dengan sekuat tenaga." pikirku.

Aku berlari kearah Cyclop dengan cepat menggunakan Magic Martial Art untuk meningkatkan kekuatan tubuhku. Aku menggunakan kapak dan menuju kearah Cyclop dengan cepat.

Cyclop itu berniat menangkis dengan mengayunkan wooden clubnya dengan kuat.

Aku menghindari pukulan cyclop itu disaat-saat terakhir dan mengubah arahku ke tiga ogre yang ada di kanan cyclop dan berhasil membunuh 3 ogre itu dengan cepat.

"Aku harus membunuh 2 ogre sisanya dengan cepat. Skill ku memiliki batas waktu yang sedikit." pikirku.

Aku berlari menuju cyclop dengan rencana yang sama, tapi Cyclop itu sepertinya tahu bahwa aku mengincar ogre yang dibelakangnya.

Cyclop itu memukul tanah dengan kuat yang menyebabkan tanah berguncang dan membuatku sedikit melambat.

Disaat itu Cyclop itu mengambil keuntungan dan menyerangku dengan wooden club miliknya secepat mungkin.

"Ga-gawat." pikirku.

Aku menghindari pukulan itu dengan melompat tinggi.

Tepat saat aku mendarat aku langsung berlari cepat kearah ogre yang tersisa karena aku lebih dekat dengan ogre daripada cyclop itu. Tapi cyclop itu tidak memberiku kesempatan untuk membunuh ogre dan ia melemparkan wooden club miliknya dengan kuat.

Untung sekali aku melihat kebelakang dan mengetahui cyclop melemparkan dengan wooden club miliknya, sehingga aku masih sempat menghindarinya.

Kedua ogre itu mati karena terkena lemparan wooden club milik cyclop yang kuat.

"Sialan nih monster. Dia lebih memilih membunuh anak buahnya daripada anak buahnya dibunuh musuh. Tapi aku harus berterima kasih karena itu. 2 menit tersisa untuk mempertahankan Magic Martial Art. Akan ku kerahkan semuanya." ucapku.

Aku berlari ke arah Cyclop dan bersiap menggunakan Godly Overlord Punch.

Cyclop mengayunkan wooden club miliknya saat aku sudah cukup dekat.

"Sial!. Kalau begini aku tidak akan sempat menghindar!. Kalau begitu..." pikirku.

Aku menggunakan Godly Overlord Punch ke kepala cyclop dan aku juga terkena pukulan cyclop yang membuatku terpental berlumuran darah.

"Sial. Skill terkuat ku hanya melukainya sedikit. Tidak ada skill yang hebat di shop dan jika ku naikkan rank skill, itu tidak akan merubah banyak. Terlebih aku sudah terluka parah. Sepertinya ini akan menjadi akhirku." pikirku yang sudah diambang batas.

Cyclop mendekatiku lagi untuk mengakhiriku, tapi aku sudah tidak memiliki kekuatan untuk bergerak.

Saat cyclop itu mengangkat wooden club miliknya, sebuah petir yang sangat kuat menyambarnya yang membuatnya terjatuh.

Dari atas muncul seseorang yang menutup satu matanya dengan kain dan mengenakan pakaian serba biru.

Ia mengangkat pedang dan memotong cyclop yang sedang terjatuh bagaikan sayuran.

"Apa kau masih hidup nak?. Sepertinya kau masih hidup. Kau cukup beruntung karena Iris dan Lina memberitahuku dengan cepat."

Pria itu membawaku pergi ke ruang perawatan.

Terpopuler

Comments

Aditya Top Fanss

Aditya Top Fanss

lanjut teruss

2023-09-25

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 42 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!