Bab 14 : Rencana Pemanggilan Pahlawan

Di pusat kota manusia atau yang sering disebut desa cahaya. Pusat dari semua kepemimpinan gereja yang menyembah pada Dewi cahaya Theia.

Semua penyembah Dewi cahaya Theia berkumpul di gereja hingga gereja tidak bisa menampung mereka semua.

Ditengah semua itu, pemimpin gereja sang Valkyrie Melly berdiri menunggu seseorang. Dua orang berjongkok dihadapannya.

Salahsatunya bertelinga panjang dan berkulit putih dengan baju biru, memiliki kecantikan alami dari seorang elf.

Yang satunya lagi seorang lelaki manusia berbaju merah.

Melly mengangkat tangannya dan menyuruh mereka berdua berdiri dan disamping.

"Sampai sekarang sepertinya Shiron masih belum kembali. Laporkan apa yang kalian temukan dalam penyelidikan. Kau duluan Leon." ucap Melly.

Manusia berbaju merah itu maju dan memberikan detail yang dia selidiki.

"Lapor. Di persembunyian Ifrit aku tidak menemukan tanda-tanda apapun. Hanya monster monster lemah dd ada disana. Keberadaan Ifrit seperti tidak ada. Menurutku, kemungkinan ada masalah yang harus dia hadapi dan membuatnya tidak ada. Pasti ada sesuatu yang menyulitkannya. Tidak ada kemungkinan dia akan menyerang kita." ucap Leon menjelaskan.

Melly berpikir sejenak, lalu ia melihat ke elf cantik itu. "Lalu bagaimana denganmu Haruka?." tanya Melly.

Elf cantik itu maju dan menjelaskan pengamatannya.

"Lapor. Saat ini greater demon pleague atau iblis yang bernama Catalysm itu saat ini sedang tidur. Aku bisa merasakan kekuatan sihirnya yang sangat besar, tapi dia sama sekali tidak perduli dengan kehadiran kami. Jadi bisa disimpulkan bahwa dia tidak akan menyerang kita dalam waktu dekat." ucap Haruka.

Melly berpikir sejenak dan menyadari ketidak hadiran Shiron mungkin karena greater demon of death Izanagi pasti menyerangnya.

"Ini buruk, kemungkinan besar Shiron diserang oleh Izanagi. Saat ini kita butuh Shiron untuk membantu melakukan ritual pemanggilan pahlawan. Jika dia mati, kita juga tidak akan bisa melakukan pemanggilan pahlawan. Kalian berdua, tolong bantu dan selamatkan Shiron. Tapi ingat, kalian juga jangan sampai mati." ucap Melly dengan wajah yang khawatir.

Haruka dan Leon menjawabnya serentak "Baik, serahkan itu pada kami." Lalu mereka pergi menuju ke perbatasan wilayah Izanagi.

Reynal membawa Shiron menaiki kuda tengkorak yang dikendarai Skull knight. Shiron tampak tak sadarkan diri, membuat Reynal sangat khawatir.

"Bertahanlah sebentar lagi, kita sudah hampir sampai." ucap Reynal.

Didepan perbatasan barat kota, Haruka dan Leon tengah bersiap untuk berangkat. Mereka dikejutkan dengan Skull knight yang berlari cepat kearah perbatasan barat.

"Semuanya, siap bertempur. Jangan biarkan Skull knight itu masuk ke kota." ucap Haruka.

Reynal mengeluarkan bendera putih entah darimana dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

Leon menghentikan Haruka yang berniat meluncurkan serangan bersama prajurit lainnya.

"Berhenti!. Tunggu sebentar, Haruka. Sepertinya ada dua orang dibelakang Skull knight itu. Kalau Skull knight itu musuh, sudah pasti dia akan membunuh mereka. Untuk sekarang kita hentikan saja mereka dan bersiap sewaktu-waktu untuk bertempur." ucap Leon.

Haruka dan para prajurit menyarungkan kembali pedang mereka.

"Kau benar. Semuanya, bersiap untuk apapun yang akan terjadi!." ucap Haruka.

Leon dan Haruka menghentikan Skull knight yang berlari itu saat mereka sudah dekat.

"Berhenti!. katakan, apa yang kalian inginkan di kota kami." ucap Haruka.

Reynal membopong Shiron yang sedang pingsan dan turun dari kuda tengkorak.

"Tunggu sebentar." sambil turun dari kuda, Reynal melanjutkan kata-katanya.

 "Aku Reynal, aku bersama dengan Shiron ditugaskan oleh Valkyrie untuk memantau di tanah kematian. Di sana Izanagi mengamuk dan membunuh semuanya. Yang berhasil selamat hanya aku dan Shiron. Daripada itu, tolong cepat bawa Shiron ke ruang perawatan. Dia terluka parah saat melawan Izanagi."

Haruka dan Leon kaget melihat Shiron. "Itu benar-benar Shiron. Cepat bawa dia ke tempat perawatan." ucap Leon.

beberapa prajurit bergegas membawa Shiron ke tempat perawatan.

"Gedebuk-gedebuk." suara kuda berlari.

Mata Leon dan Haruka dipenuhi dengan pertanyaan.

"Namamu Reynal bukan. Bagaimana bisa kau kembali bersama dengan Skull knight itu?. Apa kau tahu bahwa dia itu setidaknya monster tingkat S?. Bagaimana kau akan bertanggung jawab jika dia menyerang orang-orang.?." ucap Leon.

Kepala Reynal dipenuhi dengan tanda tanya.

"Eh... Kau terlalu banyak bertanya dalam sekali nafas. Intinya dia adalah makhluk summonku. Dia akan mengikuti semua permintaanku, jadi tidak usah takut."

Reynal membuka portal dan mengembalikan Skull knight ke All Heaven dan menutup lagi portalnya.

Melihat kemampuan Reynal, Haruka sangat terkejut dan langsung kagum.

"Hei hei, apa kau seorang penyihir ruang. Hebat sekali, kau sampai bisa memanggil Skull knight seperti itu. Bahkan kau bisa menciptakan portal seperti itu. Wah... Itu sangat..." ucap Haruka dengan bersemangat.

Leon menarik Haruka dan menutup mulutnya.

"Diamlah, Haruka. Perhatikan tingkahmu, jangan terlalu bersemangat begitu. Tapi dengan begini aku juga sangat senang. Rencana pemanggilan pahlawan akan berjalan lancar dengan adanya Reynal dan selamatnya Shiron. Aku akan merepotkanmu untuk membawa Shiron ke pusat gereja setelah dia sembuh, kau juga ikutlah. Kalau begitu, kami permisi dulu." ucap Leon.

Leon membawa Haruka kembali ke gereja untuk melapor. Haruka marah-marah pada Leon karena mengganggunya bicara.

Semua prajurit mengikuti mereka kembali ke gereja.

"Huh... Kupikir akan ada sesuatu yang sulit, ternyata mereka hanya membiarkanku begitu saja. Syukurlah kalau begitu." ucap Reynal.

Reynal berfikir untuk memberitahu Lina dan Iris tentang keadaan Shiron, tapi dia mengurungkan niatnya karena tidak ingin melihat mereka berdua sedih.

"Perutku lapar. Cari makan dulu sajalah." ucap Reynal.

Reynal pergi ke tempat makan yang kecil dipinggir jalan. Dia makan dengan santainya di sana.

Seorang perempuan berbaju merah mendekatinya dan berkata. "Hei, Reynal. Bisa aku duduk di sini?."

Reynal melihat wajahnya dengan bingung. "Siapa kau?. Duduk saja kalau mau duduk."

"Kau tidak mengingatku?. Aku Teresa, kita pernah bertemu sebelumnya." ucap Teresa.

"Begitu ya... Maaf ingatanku sedikit buruk. Apa ada yang ingin kau bicarakan?." ucap Reynal sambil melanjutkan makannya.

"Gereja mengumumkan akan memanggil pahlawan. Akan ada turnamen untuk menentukan orang yang akan mendampingi pahlawan hingga dia menjadi kuat. Bagaimana kalau kita ikut kesana?. Jika menang, hadiahnya juga akan sangat besar." ucap Teresa.

"Aku akan kesana, kau tinggal di guild kan?. Aku bisa menjemputmu saat aku akan pergi." ucap Reynal.

Teresa senang mendengarnya karena dia jarang punya teman.

"Benarkah, janji ya." ucap Teresa dengan semangat dan memegang tangan Reynal.

Reynal kaget melihatnya.

"Iya iya. Aku sudah selesai makan, aku kembali dulu ya." ucap Reynal.

Teresa melambaikan tangannya "Hati-hati dijalan, jangan lupa menjemputku saat mau ke gereja."

Reynal bisa saja mencari penginapan dengan uang yang masih dimilikinya. Tapi dia malah pergi ke tempat perawatan dan tidur dibawah Shiron yang terluka.

Baginya ini gratis, terlebih dia juga khawatir dengan temannya yang terluka. Seperti melempar dua burung dengan satu batu.

Keesokan paginya saat Shiron bangun dia menemukan dua pasang tanduk di kepalanya.

"Hah...? Apa ini?." tanyanya kebingungan.

Ia langsung memeriksa statusnya di ponsel.

Episodes
Episodes

Updated 42 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!