Bab 17 : The Greater Demon Of Hell

Colosseum dipenuhi dengan orang. Tidak ada kursi penonton yang masih tersisa. Ada sekitar lima puluh orang yang mengikuti pertandingan, mereka semua ada ditengah Colosseum untuk bertanding.

Seorang pembawa acara duduk diatas bersama dengan ketiga pemimpin human alliance.

Seorang manusia duduk di kursi paling timur memakai baju jas merah, ciri khas kerajaan.

Seorang high elf berambut putih duduk di kursi tengah, memakai baju hijau yang mencerminkan petinggi ras elf.

Seorang dwarf duduk di kursi paling barat. Memiliki tubuh yang sangat kekar meskipun tingginya hanya 100 meter. Dia hanya memakai baju biasa meskipun mendatangi acara yang dihadiri banyak orang.

Pembawa acara yang berdiri di belakang mereka mulai berbicara dengan semangat.

"Halo semuanya. Namaku adalah Jimmy, pembawa acara kali ini. Saat ini kita kedatangan tiga tamu penting. Mereka tidak lain adalah ketiga pemimpin dari human alliance. Yang duduk di kursi timur adalah raja manusia, yang mulia William. Yang duduk di kursi tengah adalah pemimpin elf, seorang high elf, yang mulia Grey. Sedangkan yang duduk di kursi barat adalah pemimpin dwarf Conat. Beri tepuk tangan yang meriah untuk mereka bertiga." ucap Jimmy.

Semuanya bertepuk tangan dengan meriah, terutama para perempuan yang sangat senang melihat Grey sang pemimpin elf. Mereka mulai meributkan hal yang tidak perlu.

"wah... yang mulia Grey benar-benar sangat tampan. Apakah aku masih punya kesempatan untuk mendapatkannya?."

"Jangan bicara omong kosong dasar rubah jelek. Kau sama sekali tidak layak untuk yang mulia Grey. Hanya akulah yang pantas untuknya."

Mereka malah mulai bertengkar dengan memperebutkan siapa yang pantas untuk Grey.

Pembawa acara melihat ketiga yang mulia dengan tatapan sedikit malu.

"Hahaha... baiklah, daripada berlama-lama. Kita mulai saja langsung babak pertamanya. Semua peserta sudah memasuki arena. Semuanya akan bertarung sampai hanya ada delapan orang yang tersisa. Siapapun yang jatuh dari arena akan dianggap gugur, jadi kerahkan semua kemampuan kalian. Tunjukkan bahwa kalian pantas untuk melindungi sang pahlawan di masa pertumbuhannya." ucap Jimmy.

Reynal, Melly, tiga pilar dan Rodney sedang menyaksikan pertandingan yang baru saja dimulai. Reynal tiba-tiba mendapatkan pesan telepati dari Elen bahwa ada musuh yang mendekat ke daerah vassal goblin.

"Kalian semua, sepertinya ada sesuatu yang harus aku lakukan. Aku akan pamit dulu." ucap Reynal tergesa-gesa dan langsung berjalan dengan cepat pergi.

Semuanya melihat Reynal dengan mata yang bingung.

"Kenapa dia terburu-buru begitu?. Apa dia mau ke toilet karena kebanyakan makan atau bagaimana?." ucap Leon.

"Si bajingan itu sangat tidak beradab. Dia pasti sedang berniat untuk tidur di atap rumah orang atau sedang berniat untuk merampok orang. Dia bahkan meminta lima diamon coin milikku di misi terakhir." ucap Shiron.

"Kalian tidak mengerti apa-apa. Dia pasti sedang berencana untuk keliling dunia dengan satu langkah. Kekuatan ruang miliknya sangat hebat. Aku akan ikut dengannya." ucap Haruka dengan antusias.

Haruka lalu berusaha untuk ikut dengan Reynal tetapi Melly menarik bajunya dan menyuruhnya berhenti.

"Hentikan itu. Dia pasti punya urusan yang harus diselesaikan, tidak baik mengganggu urusan orang lain. Sebaiknya kita tunggu saja dia kembali." ucap Melly.

Sang pahlawan Rodney jadi merasa khawatir dengan orang-orang yang bersamanya. Ia berfikir apakah orang-orang yang bersamanya adalah orang yang bisa diandalkan.

Reynal secepatnya mencari penginapan dan menyewa kamar. Ia langsung pergi ke kamar dan langsung membuka portal ke All Heaven.

Semua sekeleton dan juga Elen dan Skull knight sudah menunggu di depan portal.

"Eh... aku sudah lama tidak kemari dan apa yang kamu lakukan dengan dungeon?. Apakah ini masih bisa disebut dungeon?. Ini terlihat seperti sebuah istana." ucap Reynal dengan wajah terkejut.

Wajah Elen sedikit cemas.

"Bukan itu yang penting sekarang tuan. Saat ini sebuah musuh yang diduga setingkat greater demon muncul dan mendekati vassal goblin. Dari reaksi yang diterima dari gelombang udara, sepertinya dia adalah greater demon Ifrit. Kita harus melindungi para goblin atau kita akan kehilangan sistem vassal, tuan." ucap Elen dengan cemas.

Wajah Reynal berubah menjadi serius.

"Ceritakan padaku, berapa kemungkinan aku bisa menang melawan Ifrit dengan dibantu Skull knight." ucap Reynal dengan nada serius.

"Kemungkinan menang adalah 20%. Bahkan jika semuanya kita kerahkan, hanya segitu kemungkinan kita menang." ucap Elen semakin cemas.

"Kalau begitu ceritakan padaku tentang Ifrit, sifat dan kelakuannya atau ksemacamnya." ucap Reynal.

Wajah Elen sedikit menjadi lebih cerah.

"Iya, tuan. Ifrit dikenal sebagai iblis terbodoh dari ketiga Servant raja iblis. Dia suka menaklukkan monster untuk membantunya mengurus wilayahnya. Tapi karena aku jarang jalan-jalan, itu saja yang aku tahu." ucap Elen menjelaskan.

Wajah Reynal menjadi sedikit lebih tenang.

"Itu saja sudah cukup. Kamu tahu sangat banyak ya, Elen. Bagaimana caramu bisa tahu begitu banyak hal meskipun kamu sering santai di dungeon." ucap Reynal.

Elen menjawab dengan wajah lucu. "Itu karena sebelum aku tersegel di dungeon, aku sering menikmati dunia luar hehe."

"Terimakasih atas informasinya, Elen. Skull knight, ikut denganku. Kita selesaikan ini tanpa harus menumpahkan darah." ucap Reynal dengan wajah serius.

Reynal dan Skull knight langsung pergi dengan portal ke desa goblin. Reynal dan Skull knight menunggu Ifrit muncul dengan merubah wujudnya ke wujud aslinya yang memiliki tanduk di depan desa goblin.

Semua goblin dievaluasi kedalam dungeon. Reynal dan Skull knight menghancurkan daerah depan desa dengan kekuatan penuh mereka.

Tak berselang lama Ifrit dan gerombolannya muncul.

"Seorang demon berwujud manusia yang tidak terlihat kuat dan Skull knight yang setingkat lord. Apa yang sedang kalian berdua lakukan disini?." tanya Ifrit.

Reynal menutup mukanya dengan satu tangan dan memandang dengan wajah sok mengerikan menjawab.

"Hahaha, raja iblis memintaku membantumu mengurus wilayah mu. Aku datang kesini untuk bersih-bersih agar rencana yang mulia berjalan lebih cepat."

Ifrit dengan wajah sedikit tidak percaya bertanya.

"Jadi raja iblis yang memintamu. Jadi tikus macam apa yang menggangu di daerahku?."

Reynal sedikit bingung dengan pertanyaannya. Dia tidak sepenuhnya memahami maksud Ifrit.

"hahaha, itu adalah seekor naga. kami tidak bisa meremehkan kekuatannya sehingga kami harus mengerahkan seluruh kemampuan kami. Dia hangus terbakar dan tidak bersisa dari serangan Skull knight." ucap Reynal dengan nada serius yang meyakinkan.

Ifrit merasa sedikit jengkel dengan kesombongan ras naga. Dia langsung percaya saja kata-kata Reynal.

"Dasar bajingan ras naga. Sebelumnya aku memang tidak berani mengusik mereka, tapi karena raja iblis sudah kembali, aku tidak akan tinggal diam. Kalian berdua tetap jaga daerahku, aku akan ke wilayah naga untuk berurusan dengan mereka." ucap Ifrit dengan nada kesal.

Ifrit dan gerombolannya bergegas ke wilayah naga.

Episodes
Episodes

Updated 42 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!