Setelah melarikan diri cukup jauh, aku tiba-tiba tersadar sesuatu.
"ARGGHH!" aku berteriak kesal di tengah kegelapan malam.
aku benar-benar bodoh! kenapa aku lari perkemahan hanya karena masalah bodoh ini!!
tanpa sengaja aku tidak bisa mengendalikan perasaanku, bukan, ini adalah perasaan Eva yang tersisa.
tidak masuk akal itu perasaanku! aku baru bertemu Denis beberapa kali, tidak mungkin jatuh cinta padanya!
Emosi pemilik asli ini benar-benar meluap saat berada di dekat Denis, apalagi setelah diperlakukan seperti tadi.
seketika aku benar-benar tidak bisa menahan emosiku saat berada di dekatnya..
gara-gara itu aku berlari menjauh dari kemah!
para peculik itu masih berkeliaran. ini berbahaya.
aku benar-benar melemparkan diriku dalam bahaya. aku benar-benar bodoh.
aku ingin berteriak lagi untuk melampiaskan kekesalan. tapi aku melihat seberkas titik cahaya menyusul ke arah sini.
sial! mereka mengejarku!!
aku benar-benar akan menangis kencang sekarang oke. aku baru saja tiba di tempat aman. tapi hanya dalam hitungan jam kembali ke tempat berbahaya. apa aku benar-benar ditakdirkan untuk menghadapi kematian?
ini benar-benar tidak adil!
dasar dewa bodoh!
dewa? oh dewa? benar itu kucing buntal jelek itu!
kucing terkutuk itu!
dewa kucing sialan!
kau menipuku!
percuma saja jadi jenius, kalau menghadapi bahaya terus. aku akan mati tanpa kusadari sedikit pun oke?
aku melihat seberkas cahaya itu semakin meyusul mendekat. aku sudah mempercepat pergerakanku, tapi cahaya itu lebih cepat. dan akhirnya itu semakin mendekat.
"Evaa!! Berhenti!!" sebuah suara bergema. suara itu berasal dari sosok yang mengejar itu.
eh? aku menghentikan sihirku. "Denis?"
dan ternyata itu memang Denis!
sosoknya semakin jelas.
SWOSSHH! Denis yang berlari kencang langsung menarik Eva dalam pelukannya.
"WUAA!! apa yang kau lakukan Deniss?!" kataku kaget saat tubuhku terbawa angin kencang.
"Benar-benar pembawa masalah!" kata Denis ketus. "Tutup mulut saja! dan jangan bergerak!" kata Denis tegas.
"Emm...kenapa? apa yang terjadi??" Aku mencoba bergelantungan dengan kuat di leher Denis, karena larinya benar-benar kencang. apakah ini kecepatan turbo. aku belum bisa mencapai kecepatan seperti ini walaupun sudah menggunakan sihirku!
"Lihat kebelakang!" kata Denis.
aku memperkuat rangkulanku dan menoleh kebelakang. dan melihat beberapa penampakan cahaya samar.
"sial! para penculik itu mengejar!" kataku mengumpat.
"Berhenti mengumpat!' kata Denis tidak suka. "pendidikanmu benar-benar rendah. aku harus meminta ratu untuk mendidik etiketmu nanti!" kata Denis sambil memukul bokongku.
"Kurang ajar kau! berani sekali kau memukulku!!" kataku geram sambil menjambak rambutnya.
Denis benar-benar kesal. dia geram karena benda kecil di pelukannya sama sekali tidak bisa diajak kerja sama.
"Sudah kubilang diam!" teriak Denis. "kau mengacaukan konsentrasiku! nanti kita bisa tekejar! lagipula ini gara-gara kau yang tiba-tiba keluar dari perkemahan. mereka sudah mengintai di sekitar tau. kau sembarangan berlarian seperti itu menjadi mangsa empuk buat mereka"
Aku terdiam. "ma...maaf..." kataku lirih.
"....." Denis tidak berkata apa-apa. dia terus mempercepat pergerakannya.
"Denis, kenapa kita tidak lari ke arah perkemahan? kita semakin jauh, bukannya berbahaya?" tanyaku cemas.
"Perkemahan sedang dikelilingi tau. kalau kita berlari ke arah sana, kita akan terjebak. sudah terlambat untuk jendral Lin menghadapinya. setidaknya kita harus menjadi umpan. kelompok mereka terbagi dua karena kejadian ini. kelompok yang mengejar kita dan kelompok yang masih mengawasi perkemahan. cih, sudah kuduga kau tidak bisa menggunakan otak bodohmu. untung saja aku menyusulmu!"
aku merasa kesal.
"aku tidak bodoh oke. aku hanya bertanya, bagaimana kau bisa kau langsung menyimpulkan kalau aku bodoh"
"lagipula prajurit kita terlalu sedikit. Bandit gunung itu dua kali lipat jumlahnya dari semua prajurit" lanjut Denis.
"Apa? jadi bisakah Jendral Lin menghadapinya?" tanyaku cemas.
"jangan meremehkan Jendral Lin. kuantitas tidak bisa menang melawan kualitas. Bandit gunung bukan apa-apa. setidaknya dengan membagi dua kelompok musuh seperti ini, kita sudah meringankan beban jendral"
"untuk sekarang kita harus lari dan bersembunyi. kita tidak mungkin menghadapi gerombolan seperti itu"
"Baiklah..."
mereka diam beberapa saat. Denis terus melanjutkan pelariannya.
tiba-tiba Denis merasa cengkraman Eva melemah.
"Gadis bodoh, kau harus pegang kuat-kuat, nanti kau jatuh..."
Denis menghentikan perkataannya saat dia melihat Eva tertidur.
"...."
Dia memperbaiki posisi Eva, memegang tubuhnya dengan erat. dengan posisi seperti membawa seorang putri.
"tunangan menyusahkan..." dia bergumam.
***
aku dengan cepat membuka mataku. aku benar-benar tertidur gara-gara angin sepoi-sepoi. dasar bodoh. bagaimana situasinya?
aku mengamati sekitar, itu gelap. dan ada sebuah sumber pencahayaan dari api unggun kecil dibelakangnya. ini sebuah goa kecil. posisiku saat ini sedang terbaring di sudut dengan sebuah jubah menyelimutiku.
"kau sudah bangun?" suara dingin Denis bergema.
aku cepat-cepat bangkit berdiri "wah, maaf aku ketiduran" kataku panik. aku mengambil jubah Denis ditubuhku dan memberikan itu padanya. "terima kasih"
"wajar bagimu untuk mengantuk. kau masih dalam masa pertumbuhan" kata Denis menyindir.
aku menggembungkan pipiku cemberut.
"apa mereka masih mengejar?"
Denis mengangguk. "jangan berbicara dengan keras. kita sedang bersembunyi di sini"
"sampai kapan kita akan bersembunyi disini? disini sangat dingin" kataku sambil mendekat ke arah api.
"Jendral Lin akan membereskannya, tunggu saja sampai pagi" Lalu Denis menatap Eva lekat-lekat. "kau tidak membawa benda darurat untuk meminta bantuan Duke Court? Bawahannya saja memilikinya. kau sebagai anaknya tidak mungkin tidak memilikinya kan? dengan itu, kita bisa menyelesaikan masalah ini lebih cepat"
aku langsung menggaruk kepalaku dengan malu "hehehe, aku...ini perjalanan pribadi..." kataku sambil tersenyum malu.
Denis mengernyitkan keningnya "kau pergi dari rumah tanpa sepengetahuan duke!" kata Denis.
"Kau benar-benar pembuat masalah! tidak tahukah kalau itu berbahaya?! kalau kau mengalami kejadian seperti ini dan tidak ada yang menolongmu bagaimana? kau mau negara ini hancur gara-gara ulahmu?! kau tidak akan tahu apa yang akan dilakukan ayahmu saat kau terluka! dia bisa saja memberontak dan membuat pertumpahan darah!!" bentak Denis.
NYUT! entah kenapa perkataan Denis menyakiti hatinya lagi.
perkataannya memang benar. ayahku mungkin akan memberontak kalau aku terluka. tapi dari perkataan Denis aku sadar. bukankah dia nampaknya membenci keluargaku? dia sudah mencap bahwa ayahku adalah orang yang suka memberontak dan haus darah.
aku menatap Denis lekat-lekat.
Dia membenci ayahku.
Dia membenciku.
Dia membenci keluargaku
"...." aku tidak menjawab Denis dan hanya terdiam.
Suasana kembali hening.
Denis menghela napas dan berdiri. dia berbaring di sudut goa. "pergilah tidur. padamkan apinya sebelum tidur" katanya.
"aku tidak mengantuk..." kataku lirih. "aku tidak bisa tidur dengan cuaca dingin seperti ini. apinya jangan dimatikan" jawabku sambil merenggangkan tanganku ke api.
aku tidak memikirkan apa pun saat ini. suasana hatiku seddang kacau. Padahal biasanya aku selalu bersemangat menghadapi hari-hariku. entah mengapa saat ini aku merasa suram.
aku memikirkan masa depanku
tidak bisakah aku membatalkan pertunangan?
tidak bisakah aku hidup di masa depan?
bisakah aku menyelamatkan keluargaku?
aku benar-benar berpikir ini hanya dunia novel, dan aku adalah tokoh transmigrasi yang dipanggil dewa, sehingga aku merasa diriku istimewa. tapi bukannya kehidupanku tidak berbeda jauh dengan Eva yang dulu?
aku menggelengkan kepalaku.
tidak! tidak! jalan cerita sudah agak menyimpang!
tenang saja. aku pasti bisa menyelamatkan orang-orang yang kusayangi.
SWIPP! sebuah jubah mendarat di pundakku. dan membuyarkan semua lamunanku.
aku melihat Denis berdiri di belakangku sambil menyematkan jubahnya padaku.
"Tidurlah..." kata Denis lirih.
"Kubilang aku tidak bisa tidur. ini dingin" kataku kesal.
Denis mengarahkan tangannya padaku dan mengangkatku.
"Apa yang kau lakukannn?"
dia mematikan api unggunnya dan membawaku ke sudut goa. dia berbaring dan membawaku bersamanya. aku yang tergulung dalam jubahnya benar-benar terjepit dalam pelukannya.
Bocah bodoh ini!
apakah dia sedang mempermainkan hatiku?
kenapa tiba-tiba dia menjadi baik seperti ini?
apakah bocah ini memiliki kelainan mental, sehingga temperamennya bisa berubah-ubah?
jangan jangan dia mengidap penyakit bipolar?
Tapi memangnya penyakit bipolar ada di tempat ini?
"jangan bergerak" Denis memperingatkanku. "Tidurlah. dalam pelukanku kau tidak akan kedinginan..."
Wuah!! kalau ini ada drama, bukankah ini kata-kata romantis?
Tapi aku tidak akan terlena oke?
walaupun perasaan senang Eva bergolak dalam tubuh ini, aku tetap tidak akan tertipu oke.
lihat saja nanti! besok dia akan membentak dan berkata dingin padaku lagi!
aku tidak akan membuka hatiku!
Eva boleh menyukaimu, tapi aku tidak!
aku tidak ingin tersakiti oke...memikirkan aku jatuh cinta padanya lalu terobsesi lagi. bukankah aku sama saja seperti Eva yang lama?
aku menghembuskan dan membuang napas berkali kali. berusaha melawan kegirangan dari tubuh yang kutempati ini. tampaknya Eva benar-benar senang, karena jantungnya berdetak dengan sangat cepat!
jantung, dengarkan aku oke! tolong berhenti menggebu-gebu!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 427 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
hmmm
2024-06-06
0
Iyet Rohayati
Eva malu2 meow...
2024-04-16
0
Dian Isnu
🤭🤭🤭 hati oh hati🤭🤭🤭
2023-08-23
0