"lepaskan aku yang muliaaa!!!" Eva berteriak sambil meronta ronta dalam pelukan Denis.
Denis sakit kepala. dia baru tahu sekarang, mengurus anak kecil sangatlah merepotkan. melihat sosok kecil dalam gendongannya yang meronta ronta, dia benar benar merasa akan gila.
Hm, sampai kapan kapan Denis kecil ini akan menggendongku?!
oh, kenapa aku begitu bodoh? aku bisa melepaskan diri kalau aku mau hehe
aku mulai mengangkat tanganku untuk menggunakan sihir, tetapi mana yang sudah kukumpulkan tiba tiba menghilang.
eh?? kenapa??? tidak mungkin tidak ada mana di tempat ini kan??
Denis yang melihat Eva sedang kebingungan saat sihirnya menghilang hanya tersenyum sinis.
"percuma menggunakan sihir padaku" kata Denis datar. "aku punya barang pelindung untuk melindungiku dari sihir. itu dapat meniadakan mana. jadi percuma saja kalau mau menggunakan sihir"
"apa?? ini tidak adil yang muliaaa!!" kataku berteriak.
"lepaskan akuuu!! aku mau pulang, lebih baik memang tidak usah datang saja ke sini, hmph!"
Denis geram. dia mempercepat langkahnya dan masuk ke dalam sebuah ruangan besar.
eh tunggu? ini sebuah kamar??
Denis melepaskan Eva dari gendongannya dan melemparkannya ke kasur.
"tidak bisakah kau tidak membuat masalah?" kata Denis dingin. "aku memang tidak mau mengundang pemberontak kecil sepertimu, kalau raja tidak memaksa"
"jadi, tidak bisakah kau diam saja sampai pesta selesai dan tidak mengacau?!" kata Denis dengan nada yang sedikit meninggi.
"jadi yang mulia menyuruhku diam saja saat mereka mengejekku?" kataku dengan mata berkaca kaca.
ini tidak adil!
"lagipula ini salah yang mulia karena mengabaikanku. sehingga mereka berani mengejekku dan memfitnah keluargaku!!" kataku lebih berani.
entah kenapa aku merasa sedikit sedih. inikah yang dirasakan Eva kecil saat dia tahu bahwa dia tidak salah, tapi selalu disalahkan? setelah merasakannya sendiri, entah kenapa aku merasa Eva kecil tidak jahat. dia hanya membuat dirinya arogan dan sombong sebagai dinding untuk menangkis ejekan dari orang lain, agar dia tidak menangis.
karena aku benar-benar ingin menangis saat ini.
"hiks...." aku mulai sesegukan. "aku tidak mau ke sini lagi....huaa...maa...paaa!!" kataku sambil menangis. tangisannku semakin keras. biar saja aku melampiaskannya dengan menangis oke? karena kalau sudah besar, aku tidak bisa melampiaskan ketidakadilan dengan menangis, karna itu memalukan. tapi, karena aku masih kecil saat ini, itu tidak memalukan kalau menangis.
"Eva, diamlah...oke..." kata Denis sedikit gugup. tangisan Eva sedikit keras. dia sudah berusaha untuk membawa pemberontak kecil itu ke kamarnya. untuk menghindari penghancuran properti (kalau Eva mengamuk) dan juga menjaga pembicaraan mereka (kalau mereka saling adu mulut). tapi dia tidak pernah membayangkan, kalau Eva akan menangis!! dia takut kalau tangisan Eva di dengar oleh para pelayan dan membuat rumor tidak sedap. mereka akan mengira dia mengunci dan menganggu seorang gadis kecil dalam kamarnya! dia tidak mau ada rumor seperti itu saat pesta tehnya sedang berlangsung.
"berhenti menangiss...okee.." kata Denis berusaha berbicara dengan lembut. Denis selalu berkata kasar, dingin dan marah pada Eva, jadi ini benar benar kejadian yang langka!!
"tidak mau! aku membencimu!" kataku agak dingin.
JLEB!
entah kenapa Denis merasa seperti ada paku yang menusuk dadanya...
belum pernah ada seorang pun yang membencinya. kalau pun ada, mereka tidak akan terang terangan mengatakan itu langsung padanya.
"oke...itu salahku...oke" kata Denis pasrah. "tapi aku melakukannya, karena kau memulai lebih dulu! kau mengejekku duluan!!" kata Denis membenarkan dirinya.
aku sudah berhenti menangis, tetapi sesekali masih sesegukan. "aku tidak pernah mengejekmu"
"lalu kenapa kau tersenyum seperti sedang mengejek pidatoku?"
"aku memang tersenyum. tapi aku tidak mengejekmu. ada apa dengan otakmu hah? senyuman ku sangat imut tau, bagaimana itu bisa menjadi ejekkan" aku sudah melupakan kesopananku saat berbicara dengan Denis. julukan 'yang mulia' benar-benar tidak kuucapkan lagi.
"apa otakmu rusak?"
"kau!! itulah kenapa aku tidak menyukaimu. omonganmu sangat kasar dan tingkahmu benar benar seperti pemberontak, sama sekali tidak feminim!!"
"memang kenapa kalau aku tidak feminim? memangnya kenapa kalau aku kasar? selama aku tidak menganggumu, bukannya itu sah sah saja. lagipula aku tidak akan sering muncul dihadapan bocah kecil sepertimu!!"
"kau!"
"berhenti mengoceh dan berhenti menangis! lalu keluar dan minta maaf pada mereka. maka semuanya akan selesai!"
"aku tidak akan minta maaf! aku tidak salah, kenapa aku harus minta maaf? aku juga punya bukti kalau mereka memfitnahku!!"
"kenapa kau sangat tidak adil hah? kenapa aku selalu menjadi yang disalahkan?"
"aku bisa saja menyerahkan bukti ini, lalu membuat keluarga mereka hancur. apalagi kalau ayahku sampai tau, humph!"
"sebagai tunanganku kau harus minta maaf. aku tidak bisa membiarkan rumor tentangmu yang menganggu anak bangsawan. sebagai pasanganku yang nantinya akan memimpin negeri ini, kau harus bisa bersikap toleran dan mengalah..." suara Denis semakin kecil "kita harus berprofil rendah, agar mereka tidak memberontak..."
"??" nampaknya Denis memiliki pengalaman tidak menyenangkan disini. tapi apa hubunganya denganku?
oh, aku tau kiteria pasangannya. itukah sebabnya dia lebih memilih Reina dari pada Eva? karena Reina lebih rendah hati dan bersikap toleran? dan Eva lebih bersikap arogan, sombong dan percaya diri. ohh, aku tau ternyata itu alasannya.
"kenapa aku harus merendah?" kataku agak kesal. "kalau kau terus merendah, bagaimana kau bisa memimpin negeri ini? setidaknya kalau tidak salah kau harus mengangkat kepalamu. kalau kau dijebak kau harus membenarkan dirimu. bagaimana bisa putra mahkota selemah ini?"
"aku..."
"kau tidak tau apa-apa. kau tidak pernah mengalaminya!" teriak Denis.
"kata siapa tidak pernah?" kataku spontan. saat melihat jalan hidup Eva dalam novel. Eva benar-benar tidak pernah merendahkan diri di depan orang lain, terkecuali Denis (saat dia memohon maaf) dan Robert (saat dia memohon untuk ayahnya). tapi dia tidak pernah memohon kepada bangsawan bangsawan kecil seperti itu walaupun ayahnya difitnah dan keluarganya hancur.
"jadilah kuat oke? kalau kau kuat, tidak ada yang berani menentangmu. kau tidak perlu merendahkan diri untuk melindungi diri!" kataku tegas. kali ini aku tidak akan membiarkan semuanya berjalan sesuai novel. aku akan melindungi keluargaku. dan aku akan melindungi diriku sendiri!
entah kenapa, setelah mendengar perkataan Eva, pikiran Denis sedikit terbuka.
"kuat..kau benar...kalau aku menjadi kuat semuanya mungkin..." Denis bergumam.
dasar Denis bodoh!
kau akan menjadi kuat di masa depan nanti dengan sendirinya
makanya kau begitu terkenal!
cih, ingin sekali aku berteriak begitu.
"umm...Eva..." kata Denis ragu-ragu.
"ya?"
"mau kembali ke pesta? kita bisa mengobrol sambil makan cemilan disana. rasanya kita sudah terlalu lama disini"
"aku tidak akan minta maaf pada mereka oke?" kataku langsung.
"oke tidak apa apa..."
"sekarang kau sedikit bisa diajak berbicara yang mulia" kata Eva senang sambil melompat turun dari kasur "tidak dingin dan kasar lagi. yah, setidaknya kau tidak marah marah. kita jadi seperti berteman sekarang, kalau gaya bicaramu baik-baik saja." kata Eva sambil menlangkahkan kakinya keluar kamar.
"berteman? kita bukan berteman, tapi...bertunangan..." kata Denis lirih.
kenapa dia sedikit sedih saat Eva mengatakan itu?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 427 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
tuh kan denis udah mulai suka sama eva tapi gengsi..
2024-06-06
0
Iyet Rohayati
cih ngarep.....hehe
2024-04-16
0
Iyet Rohayati
ya Eva kecil sangat rapuh ...
2024-04-16
0