semenjak pelatihan itu, Robert selalu mengajari Eva dengan kaku. padahal saat itu Robert berkata pada Eva seperti sedang mengajari anak-anak. tapi, entah kenapa akhir-akhir ini dia berbicara dengan hormat.
"tuan putri, saya hanya bisa mengajarkan tuan putri mantra air dan api" begitulah tanggapan Robert. karena dia memang hanya memiliki kedua elemen itu.
apabila aku ingin mempelajari elemen lainnya, Robert menyarankanku harus belajar otodidak atau pun mencari tutor lain untuk belajar. tapi aku menolaknya. belajar itu menyebalkan!! sangat sangat sulit!!
awalnya aku antusias untuk belajar sihir, karena kupikir aku ada didunia fantasi, jadi aku ingin menjadi penyihir. tapi setelah aku tahu, semua orang di negeri ini bisa menggunakan sihir dan hanya tingkatan saja yang berbeda. aku benar-benar kecewa. sihir tidak langka disini. apa bedanya dengan saat aku belajar mata pelajaran di sekolah saat di bumi!
intinya aku tidak ingin menambah tutor lagi. gara-gara pelatihanku diperketat, aku tidak bisa bermain lagi
siapa yang memperketat pelatihanku? tentu saja ayah bodoh itu.
sama dengan Robert, sikapnya juga berubah semenjak pelatihan hari itu.
aku tidak diizinkan berlatih lagi di luar rumah. ayah bodoh itu menyediakan aula latihan untukku.
dan aku dilarang untuk keluar rumah, padahal dulu aku sering berjalan di desa sekitar dengan para pelayan.
aku juga dilarang untuk menggunakan sihir terlalu sering.
ayah bodoh itu memarahiku saat dia tau aku sering menggunakan sihir untuk keperluan sehari-hari.
dan juga aku harus tutup mulut, untuk tidak memberitahu siapa pun kalau aku menguasai banyak elemen.
bah, ayah bodoh itu benar-benar membuatku kesulitan. dia tampak antusias menyuruhku berlatih terus.
aku hanya bisa memohon pada ibu apabila aku ingin istirahat atau waktu luang, agar ibu bisa memarahi ayah bodoh itu. tapi itu tidak berlangsung lama.
kenapa nasibku seperti ini?~~
hari-hariku terus berlanjut, didampingi pelatihan sihir sebagai pekerjaan sehari-hari. kadang-kadang juga aku masih menyempatkan waktu di sela-sela istirahat untuk menyerap mana. dan tidak terasa setahun sudah berlalu.
***
"Eva sayang~ ada surat dari kerajaan~" ibu memanggilku saat aku sibuk dengan cemilan di hadapanku, dan memberiku sepucuk surat.
"dari siapa?"
"putra mahkota~"
BUH! aku tersedak kue yang baru saja kumakan. hampir saja aku mengeluarkan isi perutku.
kenapa Denis memberiku surat??
aku membuka amplop kecil yang bersegel lilin itu. dan aku membacanya. isinya singkat. Denis hanya menyuruhku datang di pesta teh perdananya di umurnya yang ke-10. Denis akan memulai debutnya di kalangan sosial di umurnya yang ke-10. sebagai tunangannya dia diundang sebagai forrmalitas.
"kenapa sayang? ada acara apa~?" tanya ibu antusias.
"pesta teh putra mahkota ma."
"oh, selamat bersenang-senang ya sayang nanti disana~"
di dalam hati aku hanya bisa memekik. bersenang senang apanya? yang ada hanya kesulitan...hah~
seingatku, aku juga pernah membaca part novel tentang pesta teh putra mahkota.
waktu itu, Eva sangat berharap untuk bertemu dengan Denis. dia bedandan dengan cantik, berharap bisa menarik perhatian Denis. tetapi Denis hanya mengabaikannya. dia diundang sebagai tunangan formalitas dan selama acara dia diabaikan. akibatnya banyak sekali anak-anak bangsawan yang mengejeknya. Eva tidak terima. kenapa bangsawan-bangsawan kecil ini berani sekali mengejeknya, sementara dia bisa dengan mudah menghancurkan mereka seperti semut. dengan sikap arogannya, dia melawan balik anak-anak itu, menindas mereka dan mempermalukan mereka. kebetulan, waktu itu Denis melihatnya sedang menyiram salah satu anak dengan teh. raut wajah Denis langsung berubah saat itu. wajahnya berubah semakin dingin. Eva meminta maaf padanya, tetapi tidak digubris. semenjak itu juga Denis selalu menghindarinya apabila bertemu dengannya.
pengabaian berubah menjadi penghindaran, lalu kemarahan, lalu pembunuhan~
benar-benar nasibku sangat menyedihkan...
***
Hari yang dinanti sudah tiba. aku tiba di ibu kota, dan menuju ke kerajaan. pesta teh ini diadakan di taman kerajaan. Denis mengundang semua bangsawan anak-anak yang sebaya dengannya untuk memulai debutnya. saat melintasi taman kerajaan, pemandangannya masih sama seperti yang kulihat terakhir kalinya saat itu. masih penuh dengan bunga. mungkin ratu sangat menyukai bunga? karena tidak mungkin bunga itu milik raja. dan kerajaan ini tidak memiliki putri, hanya ada 2 pangeran kecil.
Taman kerajaan sangat luas. selain berhias kebun bunga, juga dihiasi kolam kolam dengan air yang bening dan ikan-ikan kecil. itu semua tampak sangat indah. ada beberapa patung juga yang mengelilingi jalan-jalan setapak kecil. pemandangannya benar-benar berbeda dengan yang ada di mansionku.
aku berjalan menyusuri jalan setapak dan menuju tempat pertemuan. saat tiba, aku melihat banyak sekali anak-anak bangsawan duduk berkelompok di meja-meja kecil. mereka berpakaian sangat mewah, tampak seperti boneka kecil. karena umurku yang sebenarnya sudah cukup dewasa, aku melihat mereka sebagai boneka-boneka imut. benar-benar lucu ~
sayangnya, mereka akan menjadi musuhku nanti hah~
"lihat, bukankah itu putri Duke Court?"
"iya, kau benar"
"Wajahnya menyeramkan ya~"
"aku dengar dia tidak pernah bersosialisi loh."
"tidak pernah keluar mansion"
"dia sangat sombong bukan? lihat cara jalannya?"
"dia pantas bersikap sombong, bukannya dia tunangan putra mahkota"
"kau benar. ini pesta teh tunangannya"
"benar-benar iri"
"kekuatan Duke~"
dan bla bla bla.
jangan remehkan aku anak-anak kecil! kalian kira kalian berbisik bisik aku tidak bisa mendengarnya. sihir ku sangat kuat tauu. aku bisa tau kalian menjelek-jelekkanku hanya dari udara saja. cih!
aku pun mencari bangku kosong dan duduk disitu. di depannku ada meja bundar kecil berisi cemilan. saat melihatku duduk di spot itu, bangsawan-bangsawan kecil lainnya yang baru datang segera menghindar dan memilih duduk di tempat lain. akhirnya, aku berakhir duduk sendiri disini, dengan bangku-bangku kecil kosong yang mengelilingiku.
beberapa menit kemudian, acaranya sudah dimulai. putra mahkota, Denis Well keluar dengan elegan.
"Terima kasih, tamu undangan sekalian telah datang di pesta teh saya" kata Denis sopan
"saya harap kalian bisa bersenang-senang dan menikmati waktunya"
ya, ya, ya. saya akan bersenang-senang...
bersenang-senang untuk menghadapi bencana yang akan datang
waktu mainnya sudah dimulai~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 427 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
jadi eva enggak punya teman ya...kenapa anak2 yg lain begitu menjengkelkan...masih kecil mulutnya ber bisa...
2024-06-06
0
Iyet Rohayati
kok gak naik penggemarmu thor
2024-04-16
0
Iyet Rohayati
waktu bencana ya..,
2024-04-16
0