Aku menatap Denis dengan wajah sedih. Berusaha membuat ekspresi seimut mungkin, seolah olah anak kucing yang ingin menangis. "Aku akan jelaskan oke..." jawabku lirih.
Aku mulai menjelaskan semuanya kepada Denis. Dari awal aku menolong Reina hingga sampai saat ini.
Entah kenapa aku merasa wajah Denis semakin dingin saat aku menyelesaikan ceritaku.
"Kau tidak terluka kan?" tanyanya dengan nada suram.
"Tentu saja tidak!" jawabku dengan percaya diri. "Memangnya aku sebodoh itu melukai diriku sendiri!"
"Kau memang bodoh" sindir Denis kemudian.
aku benar-benar kesal. Padaha dia anak laki-laki tapi mulutnya benar-benar tajam. lebih tajam dari anak perempuan. Kalau beradu mulut dengan seorang gadis, dia pasti menang hmph!
"Lalu sedang apa kau disini yang mulia? dan perkemahan apa ini?" tanyaku sambil mengamati sekitarnya.
"Berburu" jawab Denis santai. "Kami sedang berburu selama beberapa hari ini. kau tenang saja. Para penculik itu tidak akan mendekat kemari" Denis menunjuk bendera kecil yang tidak pernah kuperhatikan "ada lambang kerajaan"
"Oh, kau benar yang mulia. aku tidak melihat bendera itu. Kalau aku melihatnya aku tidak akan menyelinap diam-diam seperti ini. pasti akan langsung menyerbu masuk untuk meminta tolong!" kataku yakin.
"gadis bodoh!" tegur Denis. "Cepat kemari. kau harus memberi laporan kepada jendral Lin. sehingga para pengawal bisa menangkap mereka. apa kau ingat, selain kalian apakah ada anak anak lainnya yang diculik?"
Aku menggeleng. "Tidak yang mulia. aku satu tempat dengan Reina. aku tidak tahu tempat lainnya. namun, itu bisa saja terjadi"
"oh iya, Reina! aku akan memanggilnya sebentar yang mulia"
Aku pun bergegas menghampiri semak-semak tempat Reina bersembunyi tadi.
"Reina, ayo keluar. itu perkemahan kerajaan. kita aman disana!" kataku.
Reina keluar dari tempat persembunyiannya. "Benarkah?"
Aku menghampirinya "Hem, ayo!" aku menarik tangannya untuk mendekati perkemahan. Denis sudah menunggu kami di depan.
"Perkenalkan ini pangeran Denis." kataku sambil menunjuk Denis.
Reina menatap Denis selama beberapa detik. dia terdiam. kemudian dia menundukkan wajahnya. wajahnya memerah malu. "Yang...mulia...hambamu...ini...emm...namaku Reina..." katanya dengan malu-malu.
Denis tersenyum manis. "Baiklah, gadis kecil. ayo kita masuk"
Lihat senyumnya itu. benar-benar perlakuan yang berbeda saat dia bertemu denganku!
ini benar-benar tidak adil! dia menatapku dingin dan berkata kasar saat denganku!
dan dia berkata manis dan tersenyum saat berhadapan dengan Reina!
benar-benar pria bermuka dua! menyebalkan hmph!
ehh? tapi tunggu dulu.
Kalau aku tidak salah ingat. Ada sepenggal narasi dalam novel yang menjelaskan bahwa Reina dan Denis pernah bertemu saat mereka kecil. Disitu dijelaskan bahwa Denis menyelamatkannya. Mereka akan memiliki Reuni tentang hal ini kemudian saat berada di akademi.
Berarti Denis yang kelak akan menyelamatkan Reina saat dia diculik? Karena saat itu dia sedang berburu? Karena aku tiba-tiba merusak cerita, dan mempertemukan mereka lebih cepat, jalan ceritanya berubah tidak ya?
aku melihat kedua sosok itu bercengkrama dengan harmonis. Denis tersenyum manis dan Reina menjawab dengan malu-malu.
Haaah~ aku menghela napas.
aku hanya mempertemukan mereka lebih cepat. jalan cerita tidak akan berubah. Apa yang aku harapkan? Entah kenapa aku berharap Denis sedikit...menyukaiku...? Tapi itu tidak mungkin. Tokoh Utama akan berakhir dengan tokoh utama. aku, sebagai sampingan antagonis, harus menyingkir dan menyerah. Setidaknya dengan cara seperti itu, aku bisa bertahan hidup.
Haa~ aku merasa sedikit sedih...
Tapi, tenang saja Eva! Aku tetap akan memikat protagonis yang lainnya heheh
bukankah masih ada Robert? Hm, kulihat Robert sedikit tertarik padaku? setidaknya aku harus menjadikan salah satu dari empat pria tampan protagonis sebagai pemujaku!!
"Eva!" suara dingin Denis memanggil. "Apa yang sedang kau lamunkan? cepat kemari, kita harus menemui jendral Lin"
"Oh, baik yang mulia~" aku mulai berlari kecil untuk menghampiri mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 427 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
kampret ini denis bisanya dia begitu ramah sg reina sementara dg eva begitu dingin...hissss
2024-06-06
0
Iyet Rohayati
padahal Denis udah suka Eva,cuma Eva nya aja terlalu pokus ke cerita yg dia baca
2024-04-16
0
Kristi Yani
iyalah Dennis ramah ke Reina karena Reina juga ramah dan malu2 gitu, lah Eva datang sama bapaknya yang mulutnya kayak harimau eh Eva sendiri mulutnya juga ga kalah buas sama harimau,gimana Dennis ga dingin coba😏
2023-01-19
0