aku terbang melintasi hutan. ini sangat melelahkan karena hari sudah malam. setelah sampai di ibu kota, aku benar benar kagum. ibu kota benar benar besaarr. aku bisa berkeliling dan belanja banyak barang. ini akan menyenangkan.
setelah mendarat. aku akan mencari penginapan dulu. setelah dipikir pikir penginapan yang ramai pasti lebih aman daripada yang sepi. karena lebih terpecaya, mungkin?
setelah dilihat lihat, ada penginapan berjudul "Sweet Inn" dan suasananya sangat ricuh. penginapan itu benar benar ramai. aku langsung melangkahkan kaki ke dalam.
"selamat malam nak, ada yang bisa dibantu?"
"aku mau menyewa kamar untuk beberapa hari" kataku sambil mengeluarkan beberapa uang logam.
melihat uang di atas meja. penjaga penginapan itu mengernyitkan keningnya, curiga
"kau tidak mencuri kan bocah? bagaimana kau bisa berkeliaran malam malam begini"
"apa?? mencurii?? aku tidak mencuri tau!! berani beraninya kau memfitnahku. aku ini pelayan dari rumah Duke Court. aku diutus ke ibu kota untuk membeli beberapa barangg!"
"oh" wajah penjaga penginapan itu memerah "maafkan aku hehehe ,pelayan dari rumah duke"
"hmph!"
"kenapa tidak ditemani pelayan senior? walaupun kau diutus untuk membeli barang, seharusnya ada pelayan senior yang ikut denganmu. kau masih terlalu kecil"
"hmph! bibi tidak tau, saat ini aku sedang diuji tau. mereka menyuruhku membelinya sendiri, untuk menguji kemampuanku"
haa~ penjaga penginapan menghela napas, tampak pasrah. dia meletakan kunci di atas meja. "baiklah bocah, ini kunci kamarmu"
aku segera mengambil kunci itu dan menuju ke kamar. nomor kamarku adalah '23' sesuai dengan yang tertera pada kunci.
setelah masuk, aku melihat kamar yang lumayan sederhana. hanya ada satu tempat tidur, satu meja dan satu lampu kecil di atas meja. yah, ini sepadan dengan biaya sewanya. aku bukan bangsawan dari lahir, aku seorang yang menjelajah dimensi, jadi aku tidak terlalu mengeluh dengan kondisi ini. kalau seorang bangsawan asli, mereka tidak akan mau menginap ditempat seperti ini karena ego dan harga diri mereka yang tinggi. termasuk juga orang tuaku. tidak mungkin mereka mau menginap di penginapan rakyat seperti ini
Huahh~~
aku merebahkan diriku di kasur "semoga hari besok berjalan lancar..." lalu mulai memejamkan mataku dan jatuh tertidur.
***
pagi sudah tiba. mataku benar benar benar berat, karena aku masih mengantuk. tapi kalau aku melanjutkan tidur, aku tidak akan bisa pergi ke pasar pagi! tentu saja aku tidak mau melewatkan hal itu!
kita tidak boleh menyia nyiakan waktu. karena aku tidak akan terlalu sering pergi ke tempat ini. jadi, aku harus membuang sifat malasku, dan memulai perjalananku~
setelah bangun dan mandi. aku menuju ke hall depan penginapan untuk sarapan.
ps: aku mandi menggunakan sihir. penginapan ini tidak menyediakan pemandian. bisa dibilang rakyat jelata jarang sekali mandi. hanya bangsawan yang mandi setiap hari dan memakai wewangian.
setelah sarapan, aku langsung melangkahkan kaki keluar sambil bernyanyi kecil. Wah~~
ini menyenangkan kau tau. walaupun aku seorang putri duke, aku tidak tinggal di ibukota, tapi tinggal di wilayah kecil dan mengatur beberapa desa, sehingga tidak biasa dengan kepadatan dan keramaian di ibukota. kalau ditanya kenapa, tentu saja karena konflik zaman dahulu.
keluarga Court dan keluarga Well dahulu berselisih sehingga terjadi perang saudara. keluarga Court, keluarga kerajaan terdahulu, yang kalah tahta langsung mengasingkan diri dari ibukota. walaupun tidak menampakkan wajah di ibukota, keluarga Court sangat disegani karena militernya yang kuat. jujur saja, kalau terjadi perang saudara, keluarga Court pasti bisa memenangkan kudeta dan mengambil tahta lagi. sayangnya, tidak ada orang yang haus akan tahta di keluarga Court, ayah bodoh itu bahkan lebih tidak peduli lagi.
mungkin karena inilah keluarga Court sangat mudah di jebak di masa depan.
aku menyusuri jalan setapak yang penuh dengan pejalan kaki. beberapa kali singgah untuk membeli makanan yang aku anggap unik. atau pergi ke beberapa toko untuk membeli barang yang kuinginkan. setelah aku merasa tanganku cukup penuh, aku akan pergi ke gang kecil untuk menyimpan semua belanjaanku dalam ruang dimensi.
aku terus menerus mengulanginya. belanja, simpan, belanja, simpan. dan banyak sekali barang yang kubeli. aku pusing memikirkan bagaimana harus menyembunyikan semua barang ini saat pulang nanti, haa~
tapi, saat aku mencari gang kecil untuk menyimpan barang, aku menemukan situasi tak terduga. seorang gadis kecil seumuran denganku sedang diganggu oleh beberapa preman gang. hmph! kejahatan memang ada dimana mana. karena rasa arogansiku, aku menghampiri mereka. aku benar benar akan menyesali tindakan ini dikemudian hari, karena aku akan menghadapi kemalangan 😭
aku mendekat dengan berani ke arah merekaa.
tapi ehhhh?!!
aku memperhatikan gadis kecil yang diganggu itu dengan seksama.
rambut coklat, mata anjing dan wajah lugu.
bukannya itu si protagoniss wanitaaa!
itu benar benar Reina versi kecil.
waktu itu Reina belum mengetahui identitasnya sebagai bangsawan. ibunya meninggal saat melahirkan dan akhirnya dia berakhir sebagai yatim piatu yang menetap di panti asuhan.
Count menemukannya saat dia melihat Reina memakai liontin dari ibunya. liontin itu merupakan hadiah dari Count untuk kekasihnya. dari situlah Reina langsung diangkat menjadi seorang bangsawan.
kalau aku bertemu dia sekarang, harusnya tidak baik bukan? bukannya aku harus menghindar dari sumber bencana?!
Argggh!! aku mengacak acak rambutku frustasi.
tapi aku tidak bisa membiarkan hal ini oke?
aku tidak bisa pura pura tidak tahu, dan menjadi orang jahat lagi!
oke, kali ini kita anggap saja sebagai amal ~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 427 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
mana tau ini jadi alur novel ber ubah...ayuu eva tolng tu ai reina biar dia berhutang budi padamu
2024-06-06
0
Iyet Rohayati
jangan amal sama bocah rubah
2024-04-16
0
Oi Min
Sdah q duga klo bocah itu Reina......
Dan sampe dewasa nnti akan selalu sok polos, sok baik.....
Padahal licik kek rubah berbisa kek ular
2021-11-10
0