Eva dan Denis melangkah kembali ke halaman. pesta teh masih diadakan dan masih banyak tamu yang berkumpul. mereka berdua memberi hormat sebentar kepada para tamu lalu duduk di salah satu meja kosong.
"kenapa mereka menjadi lebih akrab?!"
"apa apaan ini, apakah mataku sudah rusak?!"
"wuahhh putra mahkota sudah tersihir..."
"aku tidak rela ah~"
"tentu saja mereka akrab, mereka bertunangan"
"mereka serasi bukan?"
"eh memang benar? mereka tampak serasi"
"kelihatannya putri duke tidak buruk"
"yah...dia pasti cantik kalau sudah besar, hanya saja....
"Eva!" kata Denis tiba tiba sambil melambaikan tangannya. akibatnya sihir udara disekitarnya menjadi buyar. suara suara itu terpotong di tengah tengah. "tidak boleh menguping, tidak baik" kata Denis sambil menggunakan mantra pembatalan sihir.
"hmph!" aku cemberut sambil memalingkan wajah. "mereka mengejekku, kenapa aku tidak boleh dengar? aku penasaran tau~"
"tidak semua orang mengejekmu" kata Denis datar. "lebih baik cepat makan cemilannya. sebentar lagi pesta teh akan ditutup. aku harus bersiap siap"
hmm, memang benar sih. kali ini kelihatannya ejekannya tidak seburuk yang pertama? apa kesan mereka sudah berubah terhadapku? bukankah itu bagus ~
apa gara gara Denis ya? ternyata perlakuan satu orang benar benar merubah segalanya. aku menatap Denis lekat lekat.
"kenapa menatapku?" kata Denis tajam. "kau terpesona akan ketampananku?" katanya narsis.
COUGH! COUGH!
aku tiba tiba tersedak makanan yang kumakan!
"kenapa kau bisa senarsis itu yang mulia" kataku tajam. "walaupun kau tampan, ayahku lebih tampan" kataku sambil mengigit cemilan lagi.
itu memang benar, duke Court masih tampan walaupun sudah setengah baya. umurnya dengan umur ibuku terpaut jauh 12 tahun.
"oh, iya. kak Robert juga" dalam pandanganku Robert masih lebih baik. setidaknya dia tidak akan menjadi musuh besarku di masa mendatang.
dari tadi aku terus saja memprovokasi Denis, aku takut event kematianku benar benar dipercepat. memikirkan itu benar benar membuatku merinding. karena aku belum siap!
"Robert? Murid menara sihir?" kata Denis agak tajam. "dia tidak mungkin lebih baik dariku."
"jangan terlalu akrab dengannya, dia berbahaya"
Denis berdiri lalu mendekatkan wajahnya ke Eva. "lagipula bagaimana bisa kau memuji pria lain di depan tunanganmu?"
BUH!
aku hampir memuntahkan makananku!
sejak kapan Denis bisa menggoda? apa otaknya rusak? apa ini trik untuk menipu?
"kau lebih berbahaya yang mulia..." gumamku.
Robert memicingkan matanya, lalu menaikkan alisnya. "aku akan lebih berbahaya sekarang. karena aku sudah mencoba untuk berburu mangsa" katanya nakal.
"mangsa??" akuuu?
apakah event kematiann benar benar dipercepat? kenapaaa?
"siapa...mangsanya...yang muliaa....?" tanyaku tergagap gagap
Denis hanya mengarahkan tatapannya pada Eva. "siapa pun bisa menjadi mangsa" katanya sambil tersenyum tajam.
"sudahlah"
dia duduk kembali lalu mulai merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil.
"sebagai permintaan maaf karena sudah mengabaikanmu dan sudah membuatmu jadi pengacau, aku akan memberimu ini"
Eva bingung.
adegan ini tidak ada dalam novelll!!
Denis tidak pernah memberinya barang atau hadiah apa pun!
melihat Eva yang kebingungan, wajah Denis memerah, dia cepat cepat memalingkan wajahnya.
"jangan salah paham. itu pemberian dari ratu. dia meminta aku menyerahkannya padamu" kata Denis
"oh? dari ratu?"
hmm...itu mungkin. raja dan ratu memang sangat baik padanya. tapi itu keadaan sebelum ayahnya dipenjara.
aku mengambil kotak itu dan membukanya. ada sebuah jepit rambut berlian dan mengkilap. jepit rambut itu sangat cantik dan berliannya berukir bunga mawar.
"jepit rambut ini sangat cantik" kataku senang. aku berusaha menghormati pemberian orang lain oke? sebenarnya jujur saja aku hanya merasa biasa dengan hadiah ini. bukannya aku tidak suka. tapi ini bukan seleraku. tapi tidak mungkin kan aku mengatakannya terang terangan? apalagi itu pemberian dari keluarga kerajaan.
"baguslah kau menyukainya" kata Denis sambil tersenyum.
"kau harus sering memakainya"
"?""
"oke..." sebenarnya aku akan memakainya di acara tertentu saja.
tapi ini benar benar membuatku syok
bukankah Denis versi ini terlalu baik? dia bahkan banyak tersenyum.
mungkinkah aku benar benar merubah alur ceritanya? mungkinkah aku bisa menghindari kematian?
hmm, tapi kita tetap tidak boleh bersantai santai oke. kita tidak tahu perkembangan di masa depan. mungkin saja Denis menjadi dingin nanti. mungkin saja dia membenciku nanti. aku tidak boleh terlena dan terlalu mempercayainya. aku harus menjaga kehidupan kecilku!
"Eva! ada hal yang mau kubicarakan. tentang kewajibanmu sebagai tunanganku" kata Denis agak serius.
"hmm, apa kewajibannya?"
"kau harus berjanji untuk ini, ini tugasmu sebagai tunangan"
"oke, sebutkan saja"
cih, aku tau tentang ini. novel itu juga menyebutkan tugas tugas tunangan putra mahkota.
"pertama, kau harus menghadiri setiap jamuan bangsawan negara ini dan negara lain bersamaku"
"oke" aku mengangguk.
"kedua, kau harus hadir disetiap jamuanku"
"oke" aku mengangguk.
"ketiga, pelajari etiket dengan benar. dan jangan arogan"
"oh" aku menaikkan alisku "oke, kuusahakan"
"keempat, jangan buat masalah yang dapat mencemari nama baikku. karena itu mempengaruhi reputasiku"
"wah, oke"
hm, ternyata kewajibannya sangat banyak
"kelima, jangan lemah..."
"aku tidak lemah...oke" kataku sambil meminum teh.
"ya, jangan lemah. kalau tidak kau akan mudah digulingkan. berlatihlah yang rajin"
"hm, hm"
"keenam, kau harus melayaniku dengan baik"
"...oke"
"ketujuh, kau harus hormat dengan orangtuaku."
"tentu saja!"
siapa juga yang mau cari mati? aku bukan ayah bodoh itu!
"kedelapan, jangan mendekati pria lain, karena itu akan menimbulkan rumor tidak baik"
"yoooke..."
tentu saja aku bohong.
kenapa aku menghindari untuk mencuci mataku dengan pria pria tampan. apalagi kalau pria tampan itu ada di depan mata.
"kesembilan, kita harus hidup rukun. tidak boleh ada perkelahian"
"oke"
"terakhir....kita harus bisa membuat...anak..."
BUH!!!
Kali ini aku benar benar gila. aku sudah memuntahkan tehku.
Sejak kapan anak anak berpikiran membuat anakk!!!
kami bahkan belum nenikah!
masih bertunangan oke?
apakah Denis kecil ini benar benar mesum sejak dia masih berumur 10 tahun??
"yang muliaaa... yang terakhir itu tidak berlaku. kita bahkan belum menikah. bagaimana kau bisa berpikiran tentang anak. kita juga masih anak anak tauuuu!!" teriakku tidak terima.
"tapi raja bilang, point terakhir sangat penting. karena setiap kerajaan perlu penerus. aku sudah memikirkan ini. dalam sepuluh tahun ke depan rencana ini harus berjalan.
cepat atau lambat kita akan melakukannya"
AKU BENAR BENAR GILA!
di dalam novel juga tidak ada kewajibann seperti ini!! Denis pasti asal menambahkannya untuk mengerjaiku bukann!? ya, pasti begitu!
Eva agak sedikit merinding saat melihat Denis menatapnya dengan serius.
dia sontak melindungi dadanya dnegan tangannya "yang mulia...kau bukan seorang pedofil bukan...?"
Denis mengangkat alisnya. "bagaimana mungkin aku pedofil. aku juga masih anak anak" katanya mengelak. dia menatap tangan Eva yang menyilang "mungkin suatu saat daerah itu akan benar benar memuaskan"
AAAHH!!
Denis kecil ini benar benar orang mesumm!!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 427 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
haiiiyyyaaaa...denis masih kecil udah omes...
2024-06-06
0
Iyet Rohayati
no koment
2024-04-16
0
Iyet Rohayati
salah tulis ya Thor,Denis jadi robert
2024-04-16
0