“Uhm...” terdengar suara gumaman kecil.
Seketika aku menoleh dan melihat Reina sudah membuka matanya.
Saat aku menatap Reina, Reina juga menatapnya. Tiba-tiba Reina membelalakan matanya dan bangkit untuk duduk.
“Uhm! Uhm!” gumam Reina abstrak
“?”
BRUK! Pintu di depan mereka didorong terbuka.
Terlihat seorang pria brewokan dan pria kurus ceking masuk. Pria ceking membawa nampan yang berisi beberapa roti.
“Kalian harus makan” kata pria brewokan. “Harus terlihat segar, agar harga jual kalian tidak turun,” katanya lagi sambil menjilat bibirnya.
Aku benar benar bergidik jijik dan mengernyitkan kening. Reina yang ada disampingku gemetar ketakutan.
Pria brewokan itu maju, kemudian melepas sumpalan mulut mereka.
“Dasar ****! Lepaskan kami!” teriakku langsung. “Berani-beraninya kau menangkap orang dari rumah Duke. Kau benar benar akan dihukum mati!” teriakku tidak karuan.
“Puh....hahaha” kedua orang itu tertawa.
“Kau hanyalah seorang pelayan kecil nak. Mereka punya banyak sekali pelayan, memangnya mereka akan peduli dengan pelayan magang” kata pria brewokan itu terkikik.
“Berani beraninya kau!! Kau tidak tau siapa aku! Aku...”
“Kak...” kata Reina tiba-tiba. Eva langsung menghentikan teriakannya. “Sudah cukup kak...hiks...mereka akan memukulmu ka...kalau kau terus melawan...kak...hiks...” kata Reina terbata bata-bata sambil menangis.
Eva terdiam sebentar, dia sedang berpikir.
Kalau aku mengungkapkan identitasku hanya ada dua kemungkinan. Pertama, mereka percaya dan kedua, mereka tidak percaya. Dua pilihan itu membentuk nasib yang berbeda. Tapi kalau dipikir-pikir ending kedua pilihan itu buruk! Kalau mereka percaya mereka akan langsung membunuh kami dan kabur menghilangkan jejak. Kalau mereka tidak percaya, mereka akan tetap mengurung dan menjual kami. Hanya ada satu pilihan.
Aku harus bersabar!!
Aku harus berpikir panjang dan tidak boleh gegabah. Aku harus memikirkan cara untuk melarikan diri dari tempat ini!
Aku melirik Reina yang sedang menangis. “Tenanglah...aku tidak akan melawan lagi...”
“Uhm...”
Kemudian aku melirik kedua orang penculik itu. “Hei, setidaknya lepaskan ikatan kami. Kalian melukai kulit kami tau. Kalau tetap ingin menjaga penampilan kami seharusnya kalian tidak memperlakukan kami dengan kasar. Itu dapat merusak penampilan kami tau!”
Kemudian aku melihat Reina lagi. “Lihat! Kalian memukulnya dan merusak wajahnya. Harganya bisa menurun tau!”
Kedua orang penculik itu terdiam, seperti sedang berpikir.
“Kau memang benar nak” kata pria brewokan itu mengiyakan. Tapi, dia langsung mengernyitkan keningnya “Tapi kenapa kau tiba-tiba menjadi penurut. Ini mencurigakan...”
Holy Shit!
“Aku sedikit tenang sekarang. Setidaknya kami tidak akan terluka kalau menurut...” jawabku sambil menundukkan wajahku. Berpura pura seperti seorang anak kecil yang mengakui kesalahannya. Seumur hidup aku tidak pernah bertingkah seperti ini tau. Aku tidak pernah mengakui kesalahanku, bahkan dalam dua kehidupan. Kalau saja tidak dalam situasi hidup dan mati, cih!
“Kak...” Reina menatapnya prihatin. Dia menatap kedua orang penculik itu. “Paman, jangan sakiti kakak oke. Dia memang salah tadi. Kalau kalian marah, kalian bisa memukulku” katanya dengan heroik.
“Sudahlah” kata pria brewokan itu. “Bro, lepaskan ikatan mereka”
Pria ceking itu bergegas melepaskan ikatan Eva dan Reina.
Nampaknya pria brewokan itu merupakan seorang atasan, karena sedari tadi dia memerintah pria ceking itu terus terusan. Dan dia punya benda yang berkilau itu! Aku melihatnya sekilas tadi di sakunya. Itu pasti kunci gudang ini. Aku harus memikirkan cara untuk merebutnya!
Aku bangkit berdiri, dan menghadap ke arah kedua penculik itu. Lalu membungkukkan tubuhku.
“Maafkan aku paman...” kataku, berusaha bersikap manis. “Aku tidak akan memberontak lagi. Terima kasih sudah melepas ikatan kami. Setidaknya carikan kami tuan yang baik oke?” kataku berusaha bertingkah malu malu.
“Hahaha...” pria brewokan itu tertawa girang. “Aku suka orang yang patuh. Kalian tenang saja, karena kalian patuh, aku akan mencari tuan kaya untuk kalian! Aku usahakan seorang tuan muda! Sehingga kalian memiliki kesempatan untuk menjadi selir dengan kemampuan kalian sendiri. Mereka pasti mau membeli kalian. Aku usahakan untuk tidak memberikan kalian kepada pria tua. Kecuali, tawarannya spesial hehehe....”
Cih! Benar benar manusia menjijikan! Benar-benar ingin membuatku muntah.
Lihat saja nanti aku benar-benar akan memusnahkan mereka!
“Terima kasih paman...” kataku menundukkan kepala.
Tapi saat aku mengangkat kepalaku. “Ah!” aku berpura pura terjatuh ke arah pria brewokan.
“Maaf paman, aku tersandung~” kataku sambil memeluk lututku, berpura-pura kesakitan. “Sa...sakit...”
“Kakak...” kata Reina khawatir.
Kedua penculik itu tidak peduli dan berbalik arah meninggalkan gudang.
“Kalian beristirahatlah” kata pria brewokan itu. Dia melangkah keluar gudang dan ingin menutup pintu. Tapi, saat merogoh sakunya, dia tidak merasakan adanya kunci. Dia sadar sakunya robek.
“Dasar bocahh sialan!!” kata pria brewokan itu, dia masuk kembali ke gudang dan menuju ke arah mereka. Pria itu mengira Eva mencuri kunci. Padahal kuncinya terjatuh di tumpukkan jerami saat Eva menggunakkan sihir.
Aku ketahuan! Aku benar benar bodoh! Tapi tidak sebodoh itu hehehe
Saat aku tersandung, aku mencoba untuk mengeluarkan mana dari tubuhku. Dan meniupkan angin di saku celana pria brewokan itu. Dan ternyata itu berhasil! Saku celananya lenyap, berarti aku bisa menggunakan mantra sihir! Mereka hanya menyegel lingkungan dari mana. Tetapi mereka tidak bisa menyegel mana yang telah kusimpan dari tubuhku selama bertahun tahun, humph! Ternyata benar kata Robert, simpanan mana ini berguna disaat genting.
Tapi, buruknya aku tidak tahu berapa banyak mana yang aku simpan. Aku takut sihirku hilang di tengah tengah pelarian. Bukankah itu berbahaya.
Aku langsung menggunakan sihir tanah. BRUK! Membentuk shield di depan kami.
“Sialann! Kenapa dia bisa menggunakan sihir!!!”
Lalu aku menggunakan sihir api dan SWUSHH! Melemparkan lahar ke arah atas untuk melubangi atap.
“Sialann!”
Kemudian menggunakan sihir angin. WUSH...semilir angin mengelilingi tubuhku dan Reina. Seketika kami langsung terbang ke arah atas.
“Sialann, kita tidak bisa mengeluarkan sihir karena penghalang!! Cepat panggil yang lainn! Kita tangkap merekaa!!” kata pria brewokan itu.
Aku terus menggunaan mantra terbang dan melayang, dengan Reina mengikuti di belakangku.
“Kakakk...tidak apa-apa?” tanya Reina khawatir saat melihat kondisi Eva.
Jujur saja aku tidak tahu ini beruntung atau tidak! Karena aku menggunakan mana dari dalam tubuhku sendiri, aku benar benar kelelahan. Biasanya aku merasa enteng saat menggunakan mantra sihir. Tapi karena aku menarik mana simpanan dari dalam tubuhku, aku merasa seperti seperti aku menarik energiku sendiri. Jadi, setelah menggunakan banyak mantra sihir, aku merasa kelelahan.
“Tidak apa-apa. Kita harus melarikan diri lebih jauh lagi agar aman” kataku.
Tapi tiba-tiba aku melihat beberapa orang mengikuti kamu di belakang. Orang orang itu membentuk titik titik kecil.
“Sialan! Mereka mengejar!” umpatku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 427 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
huh....ikut tegang ini...
2024-06-06
0
Iyet Rohayati
menegangkan
2024-04-16
0
Kristi Yani
tar mereka sahabatan, Eva sama Dennis, Reina sama Robert, mereka bersama melawan kejahatan, mereka menang dan( siapa yang reinkarnasi jadi Eva tadi ya??🤔 Mayang kah) ya udah anggap aja Mayang kembali ke dunianya, cukup sekian terima kasih kembali 🙏🤭☺️
2023-01-19
0