Kami mendekati perkemahan. Aku tahu kenapa perkemahan ini tampak sepi karena para prajurit sedang berkumpul di halaman tengah dengan berbaris. Jendral Lin dan beberapa letnan sedang menyusun strategi, karena sebuah peta besar terpampang pada meja di depan mereka.
"Yang mulia" seru Jendral Lin saat dia melihat Denis menghampiri mereka.
Para prajurit yang berbaris memberi jalan kepada mereka bertiga untuk lewat.
"Jendral Lin, aku baru saja mendapat laporan tentang penculikan dan perbudakan. Bisa jadi itu merupakan ulah bandit yang sedang kita cari" kata Denis menjelaskan.
"Benarkah? Bandit Stronghold? bisakah jelaskan padaku lebih detailnya yang mulia?"
Denis mendorong punggung Eva. "Jelaskan pada jendral Lin seperti saat kau menjelaskannya padaku" kata Denis.
Aku menatap Jendral Lin dan mulai menjelaskan kejadiannya. Aku menceritakan dari awal hingga akhir. Kecuali, fakta bahwa aku bisa menggunakan semua elemen sihir. Aku tidak memberikan detail penjelasan sihir yang kupakai. Hanya kusingkat saja seperti 'aku dan Reina menggunakan sihir untuk menyerang lalu melarikan diri sampai bertemu perkemahan dan pangeran Denis'
"Hmm" jendral Lin sedang berpikir. "Kau bilang pendagang kaya terlibat? dan juga menjadi penagih hutang? aku takut para bandit ini bekerja sama dengan orang yang berkuasa. dan kita tidak tahu siapa itu"
"Kita bisa mengetahuinya saat kita menangkap mereka nanti" kata Denis.
"Baiklah, mereka sedang mengejar kalian bukan? Kalian beristirahatlah disini dulu. Kalian pasti lelah karena pengejaran yang lama" kata Jendral Lin ramah.
"Kalian bisa menggunakan tendaku" kata Denis menimpali.
Seketika Jendral dan antek-enteknya memasang wajah terkejut. Putra mahkota tidak pernah membiarkan siapa pun menyentuh barang pribadinya. dan sekarang dia mengizinkan dua orang gadis asing untuk menggunakan tenda yang berisi barang-barang pribadinya. Ada apa ini? Apakah matahari mulai terbit di sebelah barat? Apakah bumi mulai terbalik? kenapa putra mahkota bisa menjadi baik seperti ini?
"Terima kasih...yang mulia..." kata Reina dengan malu.
Eva tidak mengucapkan apa-apa. dia menarik tangan Reina, menuju tenda Denis, lalu berhenti sebentar dan menatap Denis. "yang mana tendamu yang mulia?" tanyanya.
Denis benar-benar kesal.
gadis bodoh ini benar-benar bertindak seenaknya. dia bahkan tidak mengucapkan terima kasih karena sudah membiarkannya tinggal di tendanya. benar-benar tidak tahu malu dan tidak tahu terima kasih!
"Disebelah kiri" katanya geram sambil menunjuk tenda yang paling berbeda dengan yang lain.
Tenda itu lebih besar dan memiliki bordiran. Tampak lebih elegan dan mewah dari tenda lainnya.
"Oh? seperti yang kuduga dari tenda seorang pangeran" gumam Eva.
Gumaman itu terdengar oleh Denis, dan urat-urat kekesalan mulai muncul di keningnya.
Aku menarik Reina menuju tenda Denis. saat kami mulai masuk, hanya satu yang ada dipikiranku. Benar-benar pemborosan keluarga kerajaan. Apa-apaan kasur sutra itu. Apa apaan jubah mewah itu. senjata senjata mahal itu. dan pajangan-pajangan mewah tidak berguna lainnya. benar-benar pemborosan! Barang-barang ini tidak diperlukan untuk berburu!
Aku melangkah maju dan melemparkan diriku di kasur sutra yang lembut itu.
"Kak...Ev..." tegur Reina saat melihat tingkahku. "Tidak boleh kasar seperti itu. Ini semua barang yang muliaa..." katanya dengan wajah memerah
oh, tentu saja ini semua milik pangeran bodoh itu.
aku adalah tunangannya, jadi aku menganggap semua ini juga milikku!
"Tidak apa-apa. kau tidak perlu khawatir" kataku sambil melambaikan tanganku.
"Umm...yang mulia memang baik. tapi kak Ev tidak boleh tidak sopan kepadanya..." kata Reina lagi.
Gadis kecil ini menyebalkan!
"Aku bilang tidak apa-apa, ya tidak apa-apa oke?" kataku sedikit kesal.
"Tapi kau tidak boleh menyentuh barang yang mulia seperti itu. Barang milik yang mulia jadi kotor karenamu!" kata Reina sedikit berteriak.
Lalu tiba-tiba dia tersadar dan menutup mulutnya. "maaf...kak...aku tidak bermaksud berteriak seperti itu..." katanya lirih.
Aku tahu gadis ini menyukai Denis.
dan dia tidak ingin barang-barang pangerannya disentuh oleh gadis lain!
Eh, kau kira aku tidak tahu pikiran gadis-gadis seperti ini?
tapi aku tunangannya oke? aku berhak menyentuh apa pun miliknya?
entah kenapa aku jadi merasa sedikit kesal dengan perkataan dan sikapnya Reina.
"Barang yang mulia jadi kotor bukan karenaku, tapi karena disentuh anak sepertimu" kataku dingin.
opps! ku tidak bermaksud berkata seperti itu! tapi karena kemarahan, mulutku benar-benar terbuka. mulutku terlalu longgar.
"Eva!" aku mendengar suara dingin meneriakiku. aku melihat Denis di pintu masuk.
"Kau masih saja kasar. Aku mentolerir kekasaranmu, tapi kau tidak pantas berbicara seperti itu padanya!" kata Denis dengan keras. ucapannya ini bercampur dengan kekesalannya karena sikap Eva tadi.
Reina mulai menatap Denis. Matanya berkaca-kaca dan sedih. "Yang muliaa....jangan...salahkan Kak Ev....dia tidak bermaksud berkata seperti itu..." katanya dengan sedih.
"Tidak bermaksud apanya? dia selalu memperlakukan semua orang seperti itu!" jawab Denis.
"Aku tidak akan menyindirnya kalau dia tidak menyindirku duluan!" kataku saat menatap Reina. "Benar-benar sudah rusak, hanya gara-gara rasa suka saja hmph!" kataku kesal.
"kau sebaiknya meminta maaf! dan memperbaiki sifatmu!" kata Denis geram.
Aku merasa sedikit kesal dan sedikit sakit.
aku tahu kejadian ini pasti terjadi. Hal ini sudah sering dialami Eva di masa lalu. Aku tau aku egois dan pemberontak. Tapi aku juga tidak akan menyakiti orang lain kalau mereka tidak menyakitiku oke.
benar-benar menyebalkan!
Reina juga menyebalkan! Aku benci sifatnya yang pura-pura lemah! padahal dia bisa berkata kasar seperti itu! dan aku yang selalu salah disini! gara-gara sifat pengecut dan tidak bersalahnya itu!!
Aku berdiri dari kasur. dan menatap mereka berdua. "Maaf!" kataku langsung. lalu melangkahkan kakiku keluar tenda.
Benar-benar hari yang menyebalkan! dan aku harus bertahan dengan situasi ini!
Akankah aku bisa kuat!
Rasa sakit selalu berdenyut di dadaku, dan mendadak aku merasa air mataku akan keluar.
Aku menggunakan sihir angin dan mempercepat pelarianku dari tempat itu.
"EVAA!" terdengar suara Denis bergema. dan aku tidak peduli!
ada apa dengan orang itu? aku sudah minta maaf. dan dia ingin mencari masalah lagi denganku!!"
aku tetap menggunakan sihirku untuk terus menjauh dari kemah. dan di udara malam yang dingin itu aku menangis. tapi air mataku benar-benar tersapu angin saat aku berlari dengan kencang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 427 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
kasihan eva...selalu di salahkan....padahal reina licik udah di tolong tp enggak tau diri...udah eva lanjudkan petualangmu...
2024-06-06
0
Iyet Rohayati
masih ada Eva yg lama
2024-04-16
0
Dian Isnu
kasian sekali kamu eva
2023-08-23
0